KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
Bab 183 " Tamparan Mami Shella"


__ADS_3

Sudah 2 hari Ara masih belum sadar. Daddy Roy sudah merasa sangat khawatir karena Ara masih juga belum ingin membuka matanya


" Le, kenapa Ara belum juga sadar?"


" Trauma yang di dapatnya membuat otaknya memerintahkan dirinya untuk tidur. Sebenarnya saat Jodi menjaganya semalam, ada kemajuan yang di tunjukkan Ara, namun keesokan paginya setelah seorang wanita menjenguk Ara, kondisi Ara kembali drop"


" Wanita? Siapa?"


" Leo juga gak kenal Om, tapi kemarin dia ada bersama Ayahnya Ara"


" Febi?"


Daddy Roy langsung menghubungi nomor Febi, namun saat itu juga Febi sudah ada di depan mata Daddy Roy bersama Samsul.


Daddy Roy langsung menarik tangan Febi taman rumah sakit. Samsul, Leo, Vina, dan Mami Shella mengikuti mereka.


" Om sakit" Rintih Febi karena tangannya di genggam kuat oleh Daddy Roy.


" Katakan, apa yang kamu katakan kepada Ara? Saat kamu menjenguknya"


" Tidak ada"


" Jangan bohong kamu Febi" Ujar Daddy Roy dingin.


" Kenapa om membela anak tidak berguna itu?"


" Febi" Teriak Samsul karena Febi meninggikan volume suaranya saat berbicara kepada Daddy Roy.


" Baiklah, jika kalian ingin tahu apa yang aku katakan. Aku mengatakan kepadanya, jika dia sebaiknya mati daripada kembali hidup. Karena hidupnya akan menyusahkan orang yang berada di sekitarnya"


" Febi, lancang sekali kamu?" Geram Daddy Roy.


" Kenapa? Memang kenyataan nya begitu. Dia hanya benalu dan menumpang di rumah Om. Bahkan kursus menjahitnya saja Kesya yang membiayai. Apa itu jika bukan di katakan benalu?"


" Febi" Teriak Samsul.


" Kenapa Yah? Ayah sendiri yang mengatakan jika Ara sebaiknya tidak pernah hadir di dalam kehidupan ini. Ara terlahir karena kecerobohan Ayah dan Bunda yang tidak menggunakan pengaman. Bukan begitu?. Itu tandanya Ara memang tidak pernah di harapkan, jadi sebaiknya dia mati dari pada menyusahkan keluarganya."


Plaakk...


Semua orang tercengang saat melihat Mami Shella menampar Febi dengan kuat.


" Kamu itu seorang dokter, tapi mulut mu melebihi seorang binatang" Geram Mami Shella dengan lantang, dan berbalik meninggalkan semuanya dengan air mata yang berlinang.


Febi hanya terdiam dan menahan rasa perih di pipinya. Tamparan Mami Shella tidak hanya membekas di hatinya karena telah mempermalukannya di depan orang banyak, tapi juga membekas di pipinya.


Mami Shella menatap tubuh Ara yang pucat dan terbaring. Sungguh malang nasibnya, selama ini dia selalu berusaha mengikuti kemauan sang Ayah.


" Jodi, apa kamu sudah makan? Sebaiknya kamu istirahat saja, Biar Tante yang jaga Ara"


" Baik Tante"


Jodi pun meninggalkan Mami Shella untuk menemani Ara.

__ADS_1


" Bang, ini aku bawain baju ganti. Mungkin kamu butuh. Dan ini juga ada makanan, buat Abang makan" Ujar Vina memberikan dua paperbag kepada Jodi.


"Makasih Mbak"


"Mandi di ruangan aku aja Jod" Tawar Leo.


" Iya Mas"


Kesya terkejut saat Arka mengatakan motif Febi dalam menjebak Ara. Febi memiliki hutang kepada Robi, dan Febi berjanji akan membuat Ara menjadi istri Robi, seperti yang sudah mereka rencanakan.


" Apa yang akan terjadi kepada Kak Febi Mas?"


" Itu urusan dia dengan pria yang bernama Robi. Yang jelas Mas sudah memberikan peringatan kepada dia untuk tidak menyentuh Ara, ataupun berani mendekati nya"


" Makasih Mas, udah mau jagain Ara."


" Ara anak yang baik, dia hanya kurang kasih sayang dari keluarganya"


" Maka dari itu kita harus menyayangi dia Mas, layaknya sebagai keluarga."


" Istri Mas memang berhati baik. Oh ya, kamu bergabung ke organisasi perlindungan Perempuan dan anak?"


" Jadi dong Mas, Aku gak mau ada kejadian seperti Kesya kecil, Puput, Sasa, dan Ara yang lainnya lagi. Mereka harus di lindungi dan di berikan keadilan"


" Mas bangga sama kamu" Arka mengecup kening Kesya dan memeluknya.


Di rumah sakit, Jodi kembali menjaga Ara, setelah kepergian Mami Shella.


" Mami kaoan rencana mau pergi ke Purwokerto?" Tanya Vina, saat ini mereka sedang berada di jalan pulang.


hadir di pernikahan anak sahabat Mami" Mami Shella menghela napasnya berat.


" Atau Mami batali saja ke Purwokerto ya ya, Mami kirimin kado aja"


" Ya gak bisa gitu Mi, Tante Linda pasti lebih mengharapkan kehadiran Mami dari pada Mami mengirimkan kado untuk anaknya. Lagian sudah ada Jodi yang nemeni Ara 24 jam, Bahkan Leo bilang, Bang Jodi tidak pernah meninggalkan Ara sekalioin. Dia setia menemani Ara, dan mengajak Ara berbicara."


" Hmm, ya udah deh. Mami ikut saran kamu aja"


Kesya sedang memompa ASI nya saat Mami Shella dan Vina sampai.


" Key, Mami besok berangkat ke Purwokerto, Anak Tante Linda besok nikah."


" Mami sama siapa berangkatnya? Daddy ikut?"


" Daddy gak ikut, kerjaan di kantornya makin banyak saat naik jabatan lagi"


" Di temani sama Reza ya Mi, jadi Mani ada yang ngawal di sana"


Reza itu salah satu bodyguard milik keluarga Moza, dan Reza itu seorang wanita yang juga mantan atlet.


" Gak ngerepotin dia? Mami Laura nanti gimana?"


" Reza sebenarnya memang udah dibtugaskan untuk jaga Mami dari awal Key nikah sama Mas Arka. cuma Maminya aja yang sering nolak. "

__ADS_1


" Beda ya Mi, yang nikah Sama CEO" Goda Vina.


" Apaan sih Mbak. Mbak juga Ceo"


" Beda dong. Masih kayaan kamu. Dulu Mi, sok nolak gitu kawin sama Om-om, eh gak tau nya sekarang cinta mati sama Om-om"


" Iih, Mbak Vina nyebelin deh." Wajah Kesya sudah merona, Vina suka sekali menggoda Kesya dengan mengingatkan masa lalunya bersama Arka.


" Dek, masih ingat sama video ini?"


Kesya membelalakkan matanya dan menutup mulut ya.


" Iih Mbak, kok Masih ada sama Mbak?"


" Buat kenang-kenangan, Tapi bener deh, di sini kalian benar-benar romantis. Gak suka tapi cium-cium ya Mi"


" Iih Mbak, itu kan gak sengaja Mbak."


" Gak sengaja tapi seneng kan?"


" Apaan sih Mbak, saat itu ya gak lah, tapi kalo sekarang seneng banget malahan"


" Ya seneng lah, kalo gak seneng mana mungkin bisa muncul si kembar"


" Iihh mbak, apaan sih"


Vina dan Mami Shella sudah tertawa melihat wajah Kesya yang merona.


" Key, kamu kapan kembali aktif lagi di toko?"


" Tunggu siap renov Mbak. Biar nyaman buat si kembar juga"


" Mereka di bawa?"


" Kalo udah 6 bulan sih Mbak rencananya. Kalo sekarang masih kasian banget. Masih kecil Veer dan Qila"


" Hah, Mbak sih sebenarnya kangen suasana kerja, tapi Mas Vano gak ngizinin. Mbak di suruh duduk rumah, dan habisin yang yang di carinya."


" Ya enak dong ".


" Beda Mi, kalo duit sendiri itu gimana gitu rasanya. Kayak Kesya, keuntungan yang di dapatnya 70% di sumbangkan ke panti asuhan dan panti jompo. Kadang kesya juga sering berbagi dengan anak yang kurang mampu di pinggir kali"


" Hmm, Mami jadi ingat Sasa."


Mereka pun berpelukan bertiga, sambil berdoa agar bisa kembali di satukan dengan Sasa.


IG : Rira_Syaqila


****. Hai readers..


Selamat menjalankan ibadah puasa ya..


mohon maaf lahir dan bathin, jika ada salah kata yang pernah aku ucapin yaa..

__ADS_1


Salam sehat selalu, Dan semoga puasanya mendapatkan pahala berlimpah.. Amiin..


Budayakan setelah membaca untuk menancapkan jempolnya ya...


__ADS_2