
Kesya mengistirahatkan tubuhnya di kamar setelah membersihkan diri. Kesya memegang dadanya yang dimana juga bisa di rasakan degub jantungnya. Deguban jantung yang mendadak cepat saat mendapatkan sebuah pesan dari Arka yang hanya bertuliskan ' good night'.
Tidak ingin memikirkan yang macam-macam, Kesya pun akhirnya terlelap dalam tidurnya.
Tok.. Tok.. Tok..
"Key, bangun.. Om Arka udah nungguin tu".
terdengar suara Vina yang mengetuk kamarnya. Dengan setengah sadar Kesya membuka matanya dan melihat jam bermotif Doraemon yang terletak didinding kamarnya.
" Yaa ampun si mbak Vina, Pagi-pagi buta udah ngerjain orang." Gumam Kesya dan kembali melanjutkan tidurnya.
Tak berapa lama Vina kembali mengetuk pintu kamar Kesya, dan kali ini lebih keras dari yang tadi. Bahkan teriakan Vina sampai membuat Kesya langsung terduduk dari tidurnya.
" Kesya banguunn.. Om Arka udah tunggun dari tadi" Teriak Vina.
Kesya kembali melihat jam yang terletak manis di dinding. " Ya ampun Mbak Vina kelewatan dech, masih jam setengah 6 udah bangunin kayak mau lahiran kucing aja" Gerutu Kesya dan bangkit dari tidurnya dan keluar dari kamarnya.
Arka melihat keadaan Kesya yang masih bermuka bantal dan rambut acak-acakan. Jangan tanya dengan baju Kesya yang hanya menggunakan hotpants dan tangtop. Sungguh mengekspose sebagian tubuh Kesya yang putih dan mulus. Arka hanya mampu menelan salivanya dengan jantung yang berdetak cepat.
Jantungnya semakin berdetak saat Kesya menggaruk kepalanya yang mana semakin membuat rambutnya berantakan, dan berjalan ke sofa di mana dirinya sedang duduk. Kesya duduk di sebelah Arka, dan tiba-tiba Kesya merebahkan tubuhnya, menjadikan pahanya sebagai penyangga kepalanya, sedangkan bantal sofa di peluk erat oleh Kesya.
Vina dan Mami Shella membelalakkan matanya melihat perbuatan Kesya. Belum lagi dengan ngigauan Kesya dan menarik tangan Arka untuk menepuk-nepuk bahunya.
" Mas bara kapan sampai, kok cepat banget?" Gumam Kesya.
Arka merasa sempit di bawah sana. Dengan gemetar Arka mencoba membangunkan Kesya.
" Key, ini saya. Arka.. Bukan Bara" Ucap Arka gugup dengan keringat dingin.
Kesya hanya bergeming dan masih betah menutup matanya. Arka hanya bisa menatap Vina dan Mami Shella dengan gugup. Belum lagi jika Ayah Nazar dan Daddy Roy pulang dari jalan-jalan subuhnya dan mendapati posisi mereka yang tidak normal.
"Kesya " Teriak Vina.
Kesya terkejut dan membuka matanya.
"Apaaan sih mbak, ganggu orang bobok cantik aja." Ucap Kesya dan kembali menutup matanya.
" Kesya kamu gak ingat punya janji apa sama om Arka?" Tanya Vina menahan kekesalannya karena Kesya yang kembali menutup mata.
" Jam 7 Mbak, jam 7. Kesya janjian sama si Om-om genit tua itu jam 7. Ini masih jam setengah 6 dan Mbak udah heboh bangunin Kesya. Mbak lagian ngapain pagi-pagi buta ke sini, merajuk sama Kak Vano lagi?" Ucap Kesya dengan mata tertutup.
" Ya ampun Kesya... ini udah jam setengah 8 loh. " Ucap Vina frustasi.
" Boongnya kebangetan. Tadi bilang kalo si om genit udah di sini, sekarang bilang udah jam setengah 8. Kenapa gak sekalian aja bilang kalo Kesya tidur di pangkuan om Arka." Gerutu Kesya yang masih betah menutup matanya.
__ADS_1
Mami Shella dan Vina langsung tersenyum dan menahan tawanya ketika menyadari jika Kesya belum menyadari jika apa yang di katakannya itu benar. Dia tidur dengan meletakkan kepalanya di pangkuan Arka.
" Trus menurut kamu, kamu itu tidur dipangkuan siapa?" Tanya Vina yang tiba-tiba ingin tertawa terpingkal-pingkal.
" Ya Mas Bara lah. Ya kan Mas." Tanya Kesya kepada Arka. " Mas kok diem aja sih. trus tangan mas kok dingin gini? Mas sakit?" tanya Kesya sambil membuka matanya dan menatap ke arah Bara yang mana sebenarnya adalah Arka.
Kesya membelalakkan matanya.
"AAAAAAAA" Teriak kesya.
Kesya buru-buru bangkit dan memukul Arka dengan bantal.
" Om ngapain pagi-pagi buta udah di sini. Om mau ngintipin Kesya ya. Dasar Om-om genit" gerutu Kesya sambil memukul Arka dengan bantal.
" Aww, Key ini udah jam setengah 8 loh." Ucap Arka sambil menahan tubuhnya yang mendapatkan pukulan bantal dari Kesya.
Kemudian Kesya teringat dengan penampilannya. Kesya menatap ke arah tubuhnya, dan kemudian menatap kearah Arka yang sedang menatapnya dengan menelan salivanya. Kesya menutup wajah Arka dengan bantal. Dan menyuruh Arka memegang bantal itu.
" Jangan di buka, awas kalo berani buka. Kesya congkel mata Om." Ancam Kesya dengan geram.
Vina sudah memeluk perutnya karena tidak tahan melihat ekspresi Kesya yang terkejut. Begitu pun dengan Mami Shella. Sudah tertawa hingga mengeluarkan air mata.
" Ha.. ha.. ha.. Malu ni ye.. " Ledek Mami Shella.
Kesya hanya mendengus kasar dan terus berlari menaiki anak tangga.
Di lihatnya jam di dinding kamarnya. " Tu kan, masih setengah 6, iihh.. Nyebelin" Gerutu Kesya.
Tapi sesaat kemudian Kesya menyadari sesuatu hal yang aneh. Masa dari dia bangun tidur hingga dia kembali ke kamarnya. masih jam setengah 6 terus?. Kesya kembali menatap jam nya. Dan memperhatikan detik dari jam Doraemon nya.
" Geraknya kok...?"
Dengan buru-buru Kesya mengambil ponselnya dan melihat jam yang berada didalam ponselnya.
" Yaa ampun, bener kata Mbak Vina, udah jam 7 lewat 45" gumam Kesya.
Merasa tangannya tidak bertenaga, tangan Kesya terjatuh menggantung di setiap sisi tangannya dan tatapan matanya kosong. Kemudian dia menatap kearah jam dinding kamarnya.
" Semua ini gara-gara kamu Dora" Teriak Kesya kesal kepada jam dinding Doraemon nya.
Kesya mengambil handuk dan masuk kedalam kamar mandi.
sepuluh menit kemudian Kesya sudah keluar dari kamarnya dengan menggunakan celana training panjang dan jaket yang sengaja di resleting kannya sampai atas. Rambutnya di kuncir kuda.
Kesya turun dengan wajah malu memerah. Di lihatnya sudah tidak ada lagi orang di ruang keluarga atau ruang tengah. Kesya berjalan ke arah dapur karena mendengar suara tawa Mami nya dari dapur.
__ADS_1
" Cepet banget mandinya, jangan-jangan cuma fotocopi" Goda Vina, yang di sambut tawa oleh Mami Shella.
Kesya hanya mendengus kesal dengan wajah yang memerah. di kembangkannya pipinya dengan mulut yang mengerucut. Tanda jika dirinya sedang kesal.
Arka yang melihat itu kembali menelan salivanya.
" Sarapan dulu, lagian mau lari pagi udah kesiangan perginya." Ucap Mami Shella.
" Kita sarapan bubur di dekat taman aja Mi, boleh kan?" Tanya Arka. Tidak enak rasanya jika langsung menolak tawaran Mami Shella.
' Mi? Mami dong berarti?' Batin Kesya dan menatap kearah Arka
" Boleh, ya udah. sebaiknya kalian pergi sekarang aja. takutnya kehabisan lagi buburnya." Ucap Mami Shella.
Arka dan Kesya pun berpamitan kepada Mami Shella dan Vina.
" Naik Motor?" Tanya Kesya saat sudah berada di teras rumahnya dan melihat sebuah motor sport berwarna hitam terparkir di halaman rumahnya.
" Iyaa "
" Kan bisa jalan kaki, Deket gini juga" Ucap Kesya.
Rencananya memang Arka ingin mengajak Kesya lari pagi di taman komplek perumahannya. Maka dari itu Arka sengaja menginap di rumah Mbaknya, biar gak kejauhan nanti menjemput Kesya.
" Naik motor aja, biar cepat" Ucap Arka dan langsung berjalan menuju motornya.
Kesya menghembuskan napasnya dan ikut naik keatas motor.
" Pegangan, nanti jatoh saya yang sedih" Ucap Arka manja.
Kesya mencibirkan bibirnya, kemudian meremas jaket milik Arka. Arka pun menghela napasnya. Padahal Arka berharap Kesya memeluknya seperti di film yang di tonton nya semalam untuk mencari referensi pacaran romantis.
Arka Modus. Bilang aja pingin dipeluk-peluk Kesya. Gak salah kan jika Kesya memanggil Arka Om-om genit.
.
.
.
.
.
Hai Readers... Dukung terus ya karya author .
__ADS_1
Dengan cara LIKE + VOTE + RATE + DAN KOMENTARNYA..
Makasih semuanya...