KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
Bab 185 " Papa Hot"


__ADS_3

Pertemuan Bara dengan gadis yang dijodohkan oleh Mami Shella pun berlangsung baik. Bara menyetujui menikah dengan gadis dari Purwokerto tersebut. Bahkan Bara meminta untuk di nikahkan pada hari itu juga. Walaupun itu hanya sekedar nikah sirih.


Mami shella sangat senang, karena Bara menerima perempuan yang di jodohkan ya, sedangkan keluarga yang lain hanya ikut berbahagia, jika itu adalah kebahagiaan Bara.


" Kayaknya Mas Bara jatuh langsung jatuh cinta pada pandangan pertama deh" Ujar Kesya kepada Arka.


Saat ini mereka tengah berada di jalan pulang, dari acara pernikahan Bara dan gadis Purwokerto pilihan sang Mami.


" Hhmm.. Semoga Mas Bara bahagia yaa.."


"Amiinn.."


Ponsel Kesya berbunyi, dan menampilkan nama Puput. Kesya pun mengangkat panggilannya.


" Assalamualaikum"


"....."


" Iih, Mau banget.. Nanti aku Tanya sama Mas Arka yaa.."


"....."


" Oke.. nanti aku kabari yaa.. Wassalamu'alaikum"


"......"


Kesya memutuskan panggilannya setelah Puput mengucapkan salam.


" Siapa?" Tanya Arka, sekali meliriknkearah Kesya.


" Puput, ngajakin piknik bareng sebelum puasa. Bersama Gilang, Mili, Mbak Vina, dan Kak Vano"


" Boleh, Mas setujuu.. Biar si kembar juga akrab dengan anak-anak mereka."


" Iyaa Mas, Biar dari kecil mereka udah bersahabat yaa.."


" Iyaa.."


Kesya sudah menyiapkan segala kebutuhan untuk piknik, juga kebutuhan yang akan di perlukan untuk baby twins.


" Sudah semua Mama?" Tanya Arka dengan suara yang di buat seperti anak kecil.


" Sudah Papa. " Kesya pun mengambil alih Veer dari Arka. Sedangkan Quin tadi di ambil oleh Mami Laura, mereka sedang berjemur. Sepertinya Quin sangat senang menyukai Oma nya itu. Karena Quin tidak rewel jika di gendong lama oleh Oma nya itu.


Kesya dan Arka beserta Veer yang berada dalam gendongan Kesya pun turun menghampiri Mami Laura dan Papi Farel yang sedang santai bersama cucunya di taman.


" Sudah mau berangkat?"


" Iya Mi, Pi"


Mami Laura pun memberikan Quin kepada Arka.


" Jangan terlalu lama kena angin yaa.."


" Iya Mi, kami juga udah siapain tenda di sana kok. Jadi anak-anak saat tidur nanti akan berada di dalam tenda."


Yaa, Arka memang sudah menyuruh orang untuk membuat tenda yang sangat cantik. Untuk anak-anak mereka semua. Pastinya akan mempermudah Kesya, Mili, dan Vina untuk memberikan ASI kepada bayi mereka.


" Coba Ara udah sadar, pasti dia yang paling semangat untuk ikut" Kesya mengingat kembali keceriaan Ara. Ara masih betah dalam tidurnya, Padahal Leo sudah berusaha untuk membuat otaknya kembali bekerja dan terbangun. Tapi trauma yang Ara rasakan seakan mendalam. Bahkan Jodi masih setia menemani Ara.


" Iyaa, semoga saja di bulan suci Ramadhan nanti kita mendapatkan berkah yang luar biasa, termasuk kesembuhan Ara."


" Amiinn"...

__ADS_1


Semua perlengkapan sudah di masukkan kedalam mobil. Duda pun mulai menekan pedal gas saat melihat Big Bos, Nyonya Bos, dan Bos juniornya itu duduk dengan nyaman.


Butuh waktu 2 jam dalam perjalanan untuk sampai ke tempat tujuan mereka. Di mana halaman rumput luas, dengan pepohonan yang besar dan rindang, Bahkan udara yang terhirup pun sangat segar, Jauh dari polusi.


" Mereka sudah sampai?" Tanya Kesya kepada Arka saat melihat Bara beserta istri, Leo dan Anggun beserta Anggelina, sudah duluan tiba di tempat.


" Sepertinya, itu pengantin Baru kenapa bisa ikut?"


" Katanya biar istrinya lebih dekat dengan keluarga nya"


Arka pun ber-o ria.


" Hai keponakan Om yang tampan" Bara langsung mengambil alih Veer dari gendongan Kesya.


" Ganteng Banget siihh" Istri Bara mentowel-towel pipi gembul.


" Kamu sudah siap untuk buat yang seperti ini?" Tanya Bara dengan nada menggoda.


Wajah istri Bara langsung memerah mendapatkan pertanyaan vulgar seperti itu. Tak berapa lama Vina dan Vano beserta Zein pun tiba, di susul dengan Mili dan Gilang beserta Fatih. Mereka ikut bergabung dan langsung dan bercengkrama.


" Mana nih yang punya ide, kok belum nyampe?" Ujar Gilang.


" Itu mereka," Tunjuk Kesya kearah dua orang dewasa dan satu bayi yang berada dalam gendongan Puput.


" Maaf ya telat. Ada yang muntah-muntah tadi pagi" Ujar puput.


" Benarkah? Jadi Kak Fadil ikut ngidam?" Tanya Kesya antusias.


" Ini namanya membuktikan jika cintanya sangat besar kepada istri. Ya kan yank.." Puput hanya memutar bola matanya malas. Yang penting ada alasan Fadil untuk selalu menempel kepadanya.


" Wahh, pengantin Baru kayak yabseru banget sama Baby Veer. Udah gol belum Mas?" Tanya Fadil yang mana membuat wajah istri Bara kembali memerah.


" Belum Gol, lagi bendera merah" Ujar Bara dengan wajah kesal.


" Ngebet kawin, tapi belum bisa ngapa-ngapain" Pecahlah kembali tawa mereka


" Lo jangan ketawa besar-besar Lee, Lo aja kawinnya pending gara-gara dinas. Ha .ha..ha.."


Bara menertawakan Leo yang tengah merengut dan menatap sendu ke arah Anggun.


Yaa, pernikahan Anggun terpaksa di undur karena Anggun mendapatkan undangan untuk seminar di German. Seminar tentang Bayi tabung, yang mana Anggun sudah lama sekali ingin mengikutinya.


" Maaf yaa" Cicit Anggun.


" Gak pa-pa yank, yang penting sepulang kamu dari Baden-baden itu, kita harus nikah. Titik"


" Iyaaa "


" Atau kita nikah sekarang aja? Nanti sepulang kamu dari Baden, kita buat pesta"


" Nikah perlu persiapan kali Leo." Tambah Arka.


" Tapi Om, Mas Bara aja baru ketemu sama jodohnya, langsung nikah dia tanpa persiapan. Padahal kan ribet nikah sama polisi"


" Gue nikah sirih. Dan setelah semua urusan selesai, baru gue nikah secara resmi di mata hukum." Jelas Bara.


" Bilang aja udah gak tahan"


Tlaak..


Leo mengelus keningnya yang memanas akibat sentilan dari Bara.


Supir Vano, Gilang, Leo, dan Fadil sedang membakar daging, udang, dan cumi. Sedangkan Supir Arka, yaitu Duda menyiapkan Meja lipat yang memang sengaja di bawa.

__ADS_1


Kesya, Vina, Istri Bara, Anggun, dan Puput pun menyiapkan cemilan yang mereka Bawa, beserta membuat minuman untuk di nikmati saat makan bersama nanti. Sedangkan Para lelaki menjaga anak-anak.


" Aduuh, toiletnya di sebelah mana yaa? kebelet nih" Ujar Vina.


" Sama, aku juga Mbak, jalan jauh banyak minum tadi, jadi kebelet deh"


" Di sana kayaknya toiletnya, kita bareng aja ya kesana. Aku juga kebelet"


Akhirnya para wanita semuanya pergi ke toilet. Yaa, wanita memang gitu. Ke toilet aja sukanya barengan kan.


Setelah selesai melepaskan yang membuat risih tadi, mereka kembali ke tenda mereka. Terdengar sayup-sayup di telinga para wanita, jika ada segerombolan pria yang sedang menggendong anak, dan mereka terlihat snagat seksi. Dan mereka menjuluki Hot Papa.


" Mbak, kayaknya mereka lagi ngomongin para suami kita deh" Ujar Puput.


" Heum, kayak nya sih gitu."


Anggun, Kesya, Vina, Puput dan istri Bara pun mempercepat langkah mereka. Dan benar saja, saat ini lapak yang sedang di duduki oleh para lelaki sudah di kerumuni oleh perempuan. Lihat saja Gilang, Fadil, dan Duda, Terlihat sangat senang menjadi pusat perhatian dari para wanita. Sedangkan Arka, Bara, Leo dan Vano tidak memperdulikan wanita-wanita itu, tapi mereka memperlihatkan senyum yang sangat tampan sehingga membuat para wanita menjerit. Yaa, walaupun senyumnya untuk bayi mereka, tapi karisma mereka sangat kuat.


" Dasar buaya, Ngapain coba senyum-senyum sana tu cewek-cewek gatal. Harus di kasih pelajaran ini" Geram Mili.


" Iyaa, benar tu Mil. Kayaknya harus kita kasih pelaharan mereka. Gak ingat apa istri lagi bunting." Kesal Puput.


" Ayook kita kasih pelajaran para wanita genit itu, dan juga para lelaki yang sok ketampanan."


" Hah, Memang mereka tampan-tampan. Nasib punya suami tampan ya gini." ini suara istri Bara.


" Ayook Mbak, Kita kasih pelajaran yang berkelas kepada mereka." Ajak Anggun.


Kesya, Vina, Puput, Anggun, melepas ikatan rambut mereka yang di kucir kuda. Di biarkan ya rambut mereka tergerai dengan indah.


" Lepas Mbak ikatan rambutnya" Titah Kesya kepada istri Bara.


Setelah melepas ikatan rambut mereka, mereka pun berjalan layaknya model dengan rambut yang tergerai, dan di tiupi angin, sehingga menambah kesan cantik dan seksi. Semua mata pria yang melihat kecantikan dari 6 wanita itu langsung mengikuti langkah mereka sampai terbuka mulutnya.


Anggun, Vina, Kesya, Mili, Puput, dan Istri Bara berdiri dengan berpose di hadapan para suami. Dengan sesekali mengibaskan rambut mereka.


Arka, Vano, Bara, Gilang, Puput, Leo dan Duda langsung menatap memuja kepada wanita mereka, hingga sampai membuka mulutnya.


Gilang dan Fadil yang merasa bersalah langsung saja mendatangi para istrinya. Seakan sadar dengan tatapan Duda yang menatap kepada istrinya, Gilang dan Fadil langsung memberi ancaman kepada Duda. Arka yang kebetulan di sebelah Duda labgsung mengambil selembar roti dan menempelkan nya di wajah Duda.


" Istri gue itu. Jaga Mata Lo."


" Dasar Buaya" Desis Mili dan Puput.


" Sok tebar-tebar pesona" serentak Anggun, Kesya, Vina, dan Istri Bara, menatap tajam kepada pria mereka.


Para pria langsung berdiri dan memeluk pinggang sang istri. Para pria baru menyadari jika banyak pria lain yang menatap istri-istri mereka dengan lapar. Dan Papa hot pun memberikan Tatapan tajam kepada mereka, hingga mereka bubar barisan.


Begitu pun dengan para wanita, memberikan tatapan perang kepada wanita-wanita lain yang berani-beraninya mengerubungi suami mereka. Hingga wanita-wanita itu pun juga ikut Bubar Barisan dan merasa kecewa.


" Jangan harap dapat jatah" Geram Mili dan Puput kepada suami mereka.


IG : Rira_Syaqila


****. Hai readers..


Selamat menjalankan ibadah puasa ya..


mohon maaf lahir dan bathin, jika ada salah kata yang pernah aku ucapin yaa..


Salam sehat selalu, Dan semoga puasanya mendapatkan pahala berlimpah.. Amiin..


Budayakan setelah membaca untuk menancapkan jempolnya ya...

__ADS_1


__ADS_2