KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
45 ' Menunggu balasan pesan'


__ADS_3

Bagaikan mendapat Oasis di tengah Padang pasir bagi Arka. Kesya yang jatuh di atas pelukannya, dan Arka langsung merangkul pinggang Kesya.


Mata mereka bertemu dan saling memandang satu sama lain. Hingga suara cempreng Duda membuyarkan pandangan mereka.


Arka langsung melepas pelukannya, begitu juga dengan Kesya. Langsung mendorong tubuh arka dan menjauhi dirinya dari Arka. Dan duduk menempel ke dekat pintu. Mereka saling berdehem, dan saling melirik.


"Bos dan Nona aman?" Tanya Duda.


" jika sudah bosan bekerja dengan ku, maka berhentilah" Ucap Arka galak.


Duda hanya tersenyum dan kembali melajukan mobil dengan kecepatan sedang. Perlahan Duda melirik ke arah Bos nya dari kaca spion tengah. Wajah Bos nya sudah merah seperti kepiting rebus. Baru kali ini Duda melihat wajah Bos nya sangat lucu.


Sesampainya di rumah Kesya.


" Emm, Om mau turun dulu atau langsung balik kantor?" Tanya Kesya.


" Duda saya turu_____"


" Om langsung balik kantor aja ya, gak usah turun lagi. Nanti jas nya Key cuci dulu ya.. Makasih Om" Ucap Kesya kemudian langsung menutup pintu mobil dan berlari masuk ke rumahnya.


Arka hanya terperangah mendengar ucapan Kesya. Apa dia sedang di usir? setelah di tawari untuk masuk?. Ah, sudah lah... Toh pekerjaan di kantor masih menumpuk dan masih banyak yang harus di kerjakan.


Arka pun menyuruh Duda kembali ke kantor.


Jantung Kesya masih berdegup kencang. Rasa malu yang di alaminya sungguh membuat dirinya tidak bisa mengontrol emosinya.


" Aduuh! udah tau tanggal segini, ngapain juga sih aku pake celana warna putih. " Gerutu Kesya. Mengambil pembalut dan baju ganti, beserta pakaian dalam pasti nya. Menuju kamar mandi dan membersihkan diri.


"Langsung ke kantor ya Da!" Titah Arka.


Sesampainya di Kantor, Arka langsung di suguhi berkas yang menumpuk di meja kerja nya. Beberapa hari ini memang pekerjaan Arka sangat banyak, dan terbilang padat.


Kesya sudah selesai membersihkan dirinya. Dia menatap dirinya di depan kaca. 'Kenapa bisa ya Om Arka tertarik sama aku? Padahal di luar sana banyak yang lebih cantik.' Kesya pun menghembuskan napasnya kasar. Kesya turun menuju dapur, dan mengambil minum.


" Key?" Tegur Mami Shella.


" Ya Mi"


" Pulang sama Arka? terus, Arka gak di suruh masuk lagi?" Tanya Mami Shella


" Iya Mi, tadi saat di kantor Kak Vano, Kesya kebanjiran. Mana pake celana putih lagi. Trus Om Arka yang antarin. Karena malu, Key suruh aja Om Arka balik kantor." Ucap Kesya jujur dengan wajah yang merona.


" OOO, Oh ya, tadi kamu keluarin bahan kue buat apa?" Tanya Mami Shella lagi.


" Tadinya sih mau buat Cake buat Om Arka, tapi karena Mbak Vina minta temenin ke kantor Kak Vano, yaa gagal dech."

__ADS_1


" Oh, kamu udah gak trauma lagi?"


" Alhamdulillah gak Mi"


" Alhamdulillah, tapi kenapa harus buat kue khusus untuk Arka?" Tanya Mami Shella dengan nada menggoda.


" Eh, itu.. Anu... Emm, gini loh Mi, Om Arka minta Kesya membuat Cake pertama kali pasca trauma untuk dia. Makanya Kesya tadi rencana mau eksekusi tu bahan." Jawab Kesya.


" Yaa udah, besok kamu buat dan antar langsung yaa.. Mami udah gak sabar mau makan kue buatan kamu."


" Siap Mi" Dengan gaya memberi hormat.


Dan kedua wanita cantik itu pun tertawa. Melanjutkan pembahasan para wanita, dan sesekali Mami Shella juga menggoda Kesya.


Kesya menatap handphone nya, Dia bingung harus membalas apa. Pasal nya dia tidak memiliki perasaan terhadap Dilan. Selama ini dia hanya menyayangi Dara hanya sebagai keponakannya, tidak lebih.


FLASHBACK ON


" Key, ada Dilan tu di luar nyariin kamu" Ucap Mami Shella.


Kesya pun keluar dari kamarnya dan menjumpai Dilan yang sedang duduk di teras rumahnya.


" Hai Mas, Tumben sendiri? Dara mana?" Tanya Kesya.


" Aku kesini mau jumpa sama kamu, ada yang mau aku omongin" Ucap Dilan.


Hening, Terlihat Dilan menarik napasnya dan membuangnya lembut. Setelah di rasanya yakin, Dilan pun membuka suara.


" Gini Key, ingat gak dulu waktu kamu SD kelas 6, Kamu pernah bilang kalo besar ingin jadi istri Mas?"


" He em.. Lalu?"


" Jadi Mas mau tanya ke kamu, Kamu punya hubungan apa sama Arka?"


" Hubungan? Gak ada hubungan apa-apa!! Kenapa?"


Dilan kembali menarik napasnya dan membuangnya sedikit kasar.


"Gini Key, Dara sudah lama tidak merasakan kasih sayang dari Mamanya. Dan kemarin Mas liat Dara sangat senang bersama dengan mu. Jadi Mas ke sini mau bilang kalau.. Mas sebenarnya suka sama kamu. Semenjak pernikahan Vina, Mas sudah mulai tertarik sama kamu. Jadi, Mas berencana mau lamar kamu. Kamu mau kan? Jadi istri Mas?" Tanya Dilan.


Kesya terdiam dan tidak tau harus menjawab apa. Kesya hanya diam dan menatap lurus ke depan.


Hening, Dilan masih menunggu jawaban dari Kesya. Setelah 20 menit tidak ada jawaban, akhirnya Dilan kembali membuka suara.


"Key?"

__ADS_1


Kesya terkesiap dan menatap Dilan.


" Mas tunggu jawaban kamu. Mas tau kalo kamu butuh waktu, jadi Mas akan kembali secepatnya. Malam Minggu ini Mas akan datang bersama keluarga Mas. Dan Mas harap kamu sudah memiliki jawabannya. Apapun jawaban kamu, Mas akan menerimanya dengan ikhlas. Mas harap jawaban kamu bisa membuat kita bersama."


" Hah? Malam Minggu? Tapi?"


" Mas tidak bisa menunggu untuk lebih lama. Mas perlu jawaban kamu secepatnya. Dan jika kamu bersedia menerima lamaran Mas, Kita akan menikah 3 bulan setelah lamaran."


Kesya masih terdiam, dan tidak ada niat untu menjawab


" Mas permisi ya, Salam buat Tante Shella, On Roy, dan Om Nazar."


Setelah pamit, Dilan pergi meninggalkan halaman rumah Kesya. Sedangkan Kesya masih terduduk dengan perasaan terkejut.


FLASHBACK OFF


Mas Dilan: [ Kesya, saya harap jawaban kamu adalah 'Ya'. Karena setelah sekian istri saya meninggal, hanya kamu yang dapat menggetarkan hati saya].


Pesan Dilan yang di abaikan oleh Kesya. Setelah Kesya meletakkan handphone di atas nakas, sebuah Notif kembali masuk. Kesya meraih handphone tersebut, dan berharap bukan pesan dari Dilan. Dan benar saja, pesan yang masuk adalah milik Arka.


Om Nyebelin : [ Besok saya tidak terlalu sibuk. Jika kamu mau, besok kamu bisa membayar kebaikan saya. Saya tunggu].


Kesya : [ Oke, besok Key buatin Cake pertama untuk Om. Pokoknya Om harus habisin cake nya sendirian]


Om Nyebelin : [ Asal kamu nemenin saya menghabiskan nya].


Kesya tersenyum, kemudian meletakkan kembali ponselnya, menarik selimut, memeluk guling, balek kiri, balek kanan, dan terlelap.


Di sisi lain, Ada 2 Pria yang sedang menantikan balasan pesan dari Kesya. Yang satu menunggu dengan tersenyum. Dan yanh satu lagi menunggu dengan perasaan cemas. Untuk mendapatkan Kesya harus sabar. Dan Saat ini yang di lakukan oleh 2 pria itu adalah menanti balasan dengan sabar hingga tertidur.


.


.


.


.


.


.


.


Salam hangat selalu..

__ADS_1


Jangan Lupa Dukungannya dengan cara..


LIKE + VOTE + RATE + KOMENNYA YAA...


__ADS_2