KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
Bab 114 " Sepedas perasaan"


__ADS_3

Pintu terbuka, Arka menatap sang wanita cantik masuk keruangannya dengan membawa sesuatu ditangannya, dan tersenyum dengan manis.


"Lama nungguin nya yaa? Maaf yaa, tadi aku suruh Bang Duda antar Puput dulu"


Kesya meletakkan box makanan yang di bawanya ke atas meja, kemudian berjalan ke arah sang suami. Tanpa malu lagi, Kesya memutar kursi sang suami dan duduk di atas pangkuan sang suami.


Cup..


"Maaf yaa sayang kuuhh" Rayu Kesya sambil membelai pipi Arka.


Tadinya Arka ingin berpura-pura marah, tapi siapa yang tahan jika diperlakukan semanis ini.


"Puput kenapa?" Tanya Arka, sebenarnya Arka melihat semua kejadian di taman belakang, dan arka juga melihat Kesya yang menjadi penguntit di sana.


" Hmm, cinta segi tiga yang tak sama kaki" Ujar Kesya. " Sayang, makan yuuk, aku laperr" manja Kesya sambil menyandarkan kepalanya di dada bidang Arka.


Dengan sekali gerakan Kesya sudah berada di dalam gendongan Arka.


" Iih, ngagetin deh" Ujar Kesya sambil memukul dada bidang Arka dengan manja, Kesya langsung saja mengalungkan tangannya ke leher Arka.


Arka terkekeh melihat tingkah istri yang manja.


Kesya dan Arka makan bersama dengan romantis, karena mereka saling suap-suapan dan bahkan Arka mencuri ciuman dari Kesya.


Kesya duduk bersandar di sofa dengan memainkan ponselnya. Terlihat Kesya sedang mengetik dan berbalas pesan, entah dengan siapa. Sedangkan Arka kembali tenggelam kedalam tumpukan berkas yang harus di tanda tanganinya.


"Mas, Minggu depan Mbak Vina buat acara tujuh bulanan, Mbak Vina minta di buatin kue Pie yang seperti acara di tujuh bulanan Mili."


" Oh ya, Mas juga suka tu, Kue Pie nya enak, Mas cuma dapat dua kemarin" Ujar Arka samb berjalan menghampiri sang istri. Di kecupnya pucuk kepala Kesya dengan sayang.


" Ya udah, Nanti temenin aku ke pasar buah ya, Beli pepaya, strawberi, bengkuang, dan rumah Spongebob"


Arka menaikkan alisnya sebelah, seperti ada yang aneh dari perkataan Kesya. 'Rumah Spongebob'? untuk apa beli rumah Spongebob? Di mana pula mau cari rumah Spongebob.


" Kok diem? Belum selesai ya kerjaannya?" Tanya Kesya yang heran melihat sang suami menjadi diam.


" Udah selesai kok, Cuma mas lagi mikir aja. buat apa kamu beli rumah Spongebob?"


" Yaa buat isian kue Pie nya dong sayang kuuhh" Ujar Kesya sambil mencubit hidung mancung Arka dengan manja.


" Sejak kapan buat kue pie pake rumah spongebob?"


Kesya menatap wajah sang suami, kemudian dia tertawa terbahak-bahak karena wajah sang suami yang kebingungan.


"Iih, kok ketawa sih? Emangnya di mana mau beli rumah Spongebob?" Tanya Arka serius.


"Ha.ha..ha.. Ya ampun Mas" Ujar Kesya sambil menghapus air matanya yang keluar dari sudut matanya karena tertawa.


" Maksud aku rumah Spongebob itu adalah Buah Nenas" Ujar Kesya dengan sisa tawanya.

__ADS_1


Arka menaikkan alisnya sebelah, "Apa hubungannya buah Nenas dengan rumah Spongebob?"


Kesya meraih ponselnya, dan mencari oom goggli, Di ketiknya rumah Spongebob, dan muncullah rumah Spongebob yang berbentuk buah Nenas itu. Di tunjukkan foto tersebut kepada Arka, seketika Arka mengernyit heran, kemudian dia ikut tertawa dengan kecerdikan orang yang membuat cerita kartun tersebut.


"ha..ha.. ha.. Bisa aja kamu sayang" Ujar Arka sambil mencuil hidung mancung tapi mungil milik Kesya.


" Oh ya, Mas ada kejutan untuk kamu, sebenarnya sih untuk beberapa hari ini, tetapi karena Minggu depan acara Vina, selepas dari acara Vina aja ya kejutannya." Ujar Arka.


" Kejutan apaan sih Mas?"


" Ada deh, Mas yakin pasti kamu suka."


Kesya memeluk tubuh sang suami setelah mengecup pipinya.


" Yang, nanti kita singgah ke tukang bakso pinggir jalan ujung kantor kamu yaa"


" Baik lah, tapi ada syaratnya"


" Apa?" Tanya Kesya sambil menengadahkan kepalanya.


Arka menunjuk bibirnya, menandakan untuk di kecup oleh Kesya.


" Dasar Oom -Oom genit" Ujar Kesya dan tak urung dia mengecup bibir sang suami. Akan tetapi Arka menahan tengkuk Kesya dan memperdalam ciuman mereka dengan penuh cinta.


Hingga mereka tidak menyadari jika pintu sudah diketuk hingga 3 kali, dan pintu tersebut terbuka hingga menampilkan sesosok pria yang saat ini sangat di kesali oleh Kesya.


" Upps, sory-sory" Ujar Fadil sambil membalikan badannya.


" Ehhm, Mau apa Lo ke sini? Kenapa gak ketuk pintu dulu sih" Gerutu Arka.


" Udah gue ketuk, ya Lo aja yang gak dengar, karena asik bersilat lidah" Ujar Fadil sambil membalikkan tubuhnya.


Di liriknya Kesya yang wajahnya sudah memerah. Lalu fokusnya kembali ke Arka.


" Gue udah urus semua keperluan Lo untuk 2 bulan kedepan, jadi ini ada beberapa berkas lagi yang mesti harus lo pelajari dan Lo tanda tangani" Ujar Fadil sambil menyerahkan 4 buah dokumen ke atas meja.


" Gue cabut ya, ada yang harus gue kerjain dan gue selesain" Ujar Fadil yang mana mengundang Kesya untuk menatap ke arahnya


" Jangan ganggu Puput dulu, biarin aja dia sendiri. Mending kak Fadil gunakan waktu ini untuk menata hati kak Fadil" Ujar Kesya.


" Iya key, makasih ya " Ujar Fadil dan melangkah keluar dari ruangan Arka.


" Kesel banget kayaknya?" Tanya Arka kepada Kesya.


" Hu'um. Kesel, kesel.. Mas, masih lama? Lidah aku udah kepingin makan bakso" Manja Kesya lagi sambil memeluk lengan Arka.


" 20 menit lagi okey" Ujar Arka sambil mengecup bibir Kesya sekilas, kemudian mengambil berkas yang diberikan Fadil dan di bawanya ke meja kerjanya. Arka pun kembali tenggelam dengan pekerjaannya, sedangkan Kesya langsung sibuk dengan ponselnya.


Kesya menatap sang suami yang sudah menjulang tinggi di hadapannya.

__ADS_1


" Kita pulang sekarang?"


" Yuukk"


Kesya dan Arka bergandengan tangan keluar dari kantor. Membuat siapa pun yang melihatnya iri serta berdecak kagum.


Arka benar menepati janjinya mengajak Kesya makan bakso yang pinggir jalan dekat kantornya. Dan mereka menemukan Fadil yang sudah menghabiskan 3 mangkok bakso.


" Woy, ngapain Lo di sini?" Tanya Arka sambil menepuk bahu Fadil.


" Lagi nyicipin ni bakso, ternyata enak banget. Lo ngapain di sini?"


" Mau cari anak ilang, ya makan bakso lah" Ujar Arka sambil mendudukkan tubuhnya di kursi tepat di hadapan Fadil.


Kesya pun mendudukkan dirinya di samping Fadil, sebenarnya Kesya males duduk satu meja dengan Fadil, cuma karena sang suami sudah duduk duluan di sini, mau gak mau Kesya pun ikut duduk. Tapi pemandangan apa ini? Kenapa mata Fadil merah dan bengkak?


" Woy, habis nangis Lo?"


Baru saja berfikiran seperti itu, tetapi sang suami sudah menanyakannya. Memang kontak batin.


" Pedes banget nih bakso, jadi air mata gue ngalir sendiri" Ujar Fadil sambil menghapus air mata yang kembali terjatuh.


Entahlah, menangis karena baksonya pedas? Atau hanya sebuah alasan kamuflase saja. Biasanya orang akan menangis di dalam derasnya hujan, Mungkin karena cuacanya panas dan cerah, jadi Fadil menangis di pedasnya kuah bakso.


Fadil kembali ikut memesan 1 mangkok bakso tok saat sang penjual mencatat pesanan Kesya dan Arka.


" Lo Laper, doyan, atau gimana sih? Tadi saat makan ada baca Bismillah gak?"


" Gak, gue baca Bismillah nya pas minum aja, biar setannya kepedasan sendiri, gue nya kagak" Ujar Fadil kemudian menyeruput kuah bakso tersebut hingga habis.


Arka dan Kesya saling pandang dan hanya termangu menatap Fadil yang mana matanya berair, hidungnya merah, serta bibirnya yang juga sudah memerah, membuktikan jika bakso yang di makan Fadil memang pedas. Sepedas perasaannya saat ini.


.


.


.


.


.


.


.


Dukung terus ya cerita author.


LIKE +VOTE +RATE + KOMENNYA sangat di nanti loh..

__ADS_1


Terima kasih juga buat yang udah kasih Like dan Vote nya..


__ADS_2