KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
KCK2- SULTAN KHILAF 127


__ADS_3

"Boleh aku peluk kamu?" pinta Abi dengan manja.


Dengan bibir yang manyun, Quin menganggukkan kepalanya.


"Terima kasih Quin, aku mencintai kamu." Abi memeluk Quin dengan erat, seakan takut jika Quin akan pergi meninggalkan dirinya.


Quin tak membalas pelukan Abi, juga tak membalas ungkapan cinta Abi kepadanya. Quin merasa seperti ada sesuatu hal yang besar telah terjadi kepada Abi. Quin akan cari tau itu nanti


Ingat, insting seorang wanita bisa sangat berbahaya. Lebih berbahaya dari rudal yang menghancurkan sebuah kota, juga lebih berbahaya dari kecurigaan seorang detektif handal sekali pun.


"Quin, aku ingin sarapan bersama kamu pagi ini, hanya berdua. Apa kamu keberatan?"


"Kenapa? apa ada sesuatu yang kamu sembunyikan?" Tanya Quin dengan penuh curiga.


Quin merasakan gerakan Abi yang kikuk, yang mana membuat kecurigaan Quin semakin bertambah.


"Ti-dak ada, tidak ada yang aku sembunyikan. Aku hanya ingin sarapan bersama kamu saja. Apa tidak boleh?"


Quin melepaskan dirinya dari pelukan Abi, Quin menatap wajah Abi dengan memicingkan matanya.


"Kamu lagi gak bohong kan? lagi gak ada yang kamu tutup-tutupi kan dari aku?"


Abi mengerjapkan matanya, ia tersenyum manis kepada Quin dan kembali memeluk tubuh istri cantiknya itu.


"Aku juga ingin mengenalkan kamu kepada Mr. Kim. Tapi bukan sebagai tunangan aku, melainkan istri aku. Apa kamu keberatan?"


"Apa itu tidak masalah dengan reputasi kamu?"


"Kenapa harus bermasalah?"


"Rekan-rekan kamu tahu nya jika aku ini adalah tunangan kamu, bukan istri kamu."


"Aku tidak peduli dengan reputasi aku. Aku akan tetap memperkenalkan kamu sebagai istri aku." Ujar Abi yang mana semakin mempererat pelukannya.


Quin diam, entah kenapa Quin semakin yakin jika ada sesuatu yang di sembunyikan oleh Abi.


"Apa Mr. Kim ingin menjodohkan kamu dengan anaknya, maka dari itu kamu ingin memperkenalkan aku sebagai Istri kamu?"


Abi terkekeh mendengar ucapan Quin. "Tidak ada yang ingin menjodohkan aku dengan siapapun. Aku hanya ingin dunia tahu bahwa aku hanya milik kamu, dan kamu hanya milik aku."


"Benarkah?"

__ADS_1


"Ya, dan aku sudah memutuskan untuk mengadakan resepsi pernikahan kita, sepulang kita dari korea."


"Apa tidak terlalu dekat dengan pernikahan Anggel?"


"Aku tak sabar segera ingin mengumumkan kepada seluruh dunia bahwa kamu hanya milik aku seorang begitu pun sebaliknya, bahwa aku hanya milik kamu. Aku hanya milik kamu seorang." Abi memberikan kecupan bertubi-tubi di pucuk kepala Quin.


Bel yang berbunyi di pintu kamar Quin dan Abi pun mengalihkan perhatian mereka.


"Aku akan membukanya." ujar Quin dengan melepaskan dirinya dari Abi.


"Aku ikut." Abi menggenggam tangan Quin dengan hangat dan ikut membuka pintu kamar mereka.


"Hai, apa aku mengganggu? Kami sudah sangat lapar. Ayo kita pergi makan." Ajak Aggel dengan ceria.


"Maaf, pagi ini kami tidak bisa ikut sarapan bersama kalian. Aku ingin menghabiskan waktu ku pagi ini berdua bersama Quin, Sebelum pekerjaanku semakin banyak." Ujar Abi kepada Anggel.


"Baiklah kalo begitu, kami pergi dulu. Nikmatilah waktu kalian." Ujar Anggel sambil mengedipkan matanya sebelah kepada Quin.


Quin dan Abi menatap kepergian Desi, Anggel, dan Jo. Namun Abi merasa jika tatapan Jo kali ini semakin tak ramah kepada dirinya. Apa ada sesuatu yang Jo ketahui? Jika iya, sepertinya Abi harus semakin berhati-hati kepada Jo.


"Kita mau makan di mana?" Tanya Quin di saat merasa Abi masih memperhatikan kepergian Desi, Anggel, dan Jo.


"Aku sudah memesan makanan spesial untuk sarapan kita. Apa kamu keberatan jika kita makan di balkon kamar ini?"


"Kamu sungguh manis dan membuat aku semakin mencintai kamu. Aku bisa gila jika kamu pergi meninggalkan aku." lirih Abi sebelum mengecup bibir Quin.


Tak berapa lama bel kamar mereka kembali berbunyi, yang mana membuat ciuman manis itu harus terlepaskan. Abi membuka pintu dan menemukan dua orang pelayan dengan membawa troli makanan pesananya. Abi pun mempersilahkan mereka masuk dan menyuruh mereka untuk menghidangkan sarapan seperti apa yang Abi pinta.


Setelah mengucapkan terima kasih dan memberi tips, Abi dan Quin pun menghampiri meja yang sudah di siapkan di balkon kamar mereka.


"Abi, ini sungguh indah."


Quin merasa takjub dengan pemandangan pagi yang ada memanjakan matanya. Udara yang segar dan jauh dari polusi, serta langit biru yang yang menyelimuti bumi.


Quin memeluk dirinya saat merasakan hembusan angin yang dingin. Namun Quin terkejut saat merasakan Abi memeluknya dari belakang.


"Kamu suka?" Tanya nya dengan meletakkan dagu nya di bahu Quin.


"Ini sungguh luar biasa."


"Aku tau."

__ADS_1


"Dan udara yang dingin akan membuat makanan kita juga cepat dingin." Quin mengatakannya sambil tersenyum.


Abi melepaskan pelukannya dan menuntun Quin untuk duduk. Udara pagi yang dingin, membuat Abi mengharuskan memesan makanan yang berupa makanan berkuah. Abi tahu, jika Quin sudah terbiasa dengan sarapan menggunakan nasi, jadi Abi sengaja pagi ini memesan galbitang (sup yang terbuat dari rebusan tulang iga sapi yang diberi taburan daun bawang yang membuat rasanya lebih lezat dan beraroma kuat)  dan juga nasi putih. Biasalah, perut indonesia, gak kena nasi gak makan. Tak lupa pula Abi jug amemesan makanan penutup yaitu bungeo-ppang, yang mana bentuknya menyerupai ikan dan diisi selai kacang merah yang manis dan enak banget. Dengan di temani teh hijau panas.


"Ayo makan."


Dengan mengucapkan Bismillah, Quin dan Abi pun menyantap sarapan mereka sambil bercerita tentang apa yang Quin lakukan kemarin.


Quin tanpa sengaja menoleh kearah pergelangan tangan Abi, yang mana di sana telah melingkar jam tangan yang Quin belikan khusus untuk Abi. Quin pun tersenyum melihat jika barang yang di belinya langsung di pakai oleh Abi.


Abi yang melihat arah pandang Quin yang terpana dengan jam tangannya pun sengaja menarik lengan bajunya sedikit.


"Bagus kan? ini istri aku loh yang beli. Istri tercinta aku."


Quin mencebikkan bibirnya, "Dari mana kamu tau itu untuk kamu?"


"Karena kamu istri aku, dan aku suami kamu. Dan aku yakin, sepanjang kamu shopping, kamu mengingat aku, makanya kamu membelikan jam tangan ini dan juga mantel. Aku juga suka dengan mantelnya, couple sama kamu."


Quin tersenyum manis di saat mendengar jika Abi menyukai semua yang ia belikan. Bahkan Abi langsung memakainya.


Setidaknya, pemikiran Quin yang mencurigai Abi pun teralihkan dengan penampilan Abi yang mengenakan beberapa barang pemberiannya.


 


 


 


 


Yuukkk..


follow IG ku..


IG : Rira Syaqila


jangan lupa Tap jempolnya dan komennya sebagai jejak...


Vote nya juga boleh jika berkenan 😁😁😁


Mari saling berbagi kebahagiaan.

__ADS_1


Salam SULTAN KHILAF


__ADS_2