KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
Bab 122 "Trauma Puput"


__ADS_3

Mendapatkan panggilan dari Sasa tentang keadaan Puput, Fadil langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju toko kue.


"Di mana dia?" Tanya Fadil saat baru membuka pintu.


" Di ruang istirahat" Jawab Sasa


Fadil langsung saja bergegas memasuki ruangan tersebut yang berada di dekat dapur.


Ceklek.


Puput yang baru saja duduk memandang kearah pintu dan melihat Fadil dengan raut wajah yang panik.


Dengan tergesa Fadil menghampiri Puput dan menenggelamkan Puput ke dalam pelukannya.


Puput sempat terdiam karena terkejut dengan perlakuan Fadil, namun perlahan tangan Puput mulai tergerak dan mencengkram kemeja Fadil di bagian pinggangnya. Isak tangis Puput perlahan mulai terdengar, dan kembali pecah saat Fadil mengecup pucuk kepalanya.


Sasa mengantarkan minuman untuk Fadil dan Puput. Fadil mengambil air yang di berikan oleh Sasa tadi dan menberikannya kepada Puput. Puput menegak sedikit teh hangat tersebut. Saat melihat Puput sudah tenang, Fadil memberanikan diri untuk bertanya.


" Udah mau cerita?"


Puput menatap Fadil, dan menganggukkan kepalanya. Puput menceritakan kronologi saat dia menolong seorang wanita yang sedang di aniaya oleh 2 orang wanita berbadan kekar berbaju hitam.


FLASHBACK ON


" Tolong.. hiks.. Tolong lepaskan saya"


Buuggg...


" Auuwww"


" sudah seharusnya kau mati "


"Tolong.. saya tidak akan muncul di hadapan bos kalian, saya hanya mengurus kepindahan negara. Tolong lepaskan saya" Ujar wanita itu yang sudah bersimpuh dan berlumuran darah.


" Jangan pernah berfikir bisa lari dari Bos kami" Teriak seorang wanita berbadan kekar itu.


Saat wanita berbadan kekar itu ingin kembali memukul si wanita yang berlumuran darah, Puput yang tak sengaja sedang survey di dekat gedung kosong tak terawat itu mendengar teriakan dan pukulan dari para wanita itu. Puput menghampiri dan mengintip di balik pondasi yang terlihat sudah sangat rapuh.


Puput melempar batu ke arah wanita yang tengah mengangkat tangannya dan ingin kembali memukul wanita yang tengah bersimpuh darah itu.


Buug..


Lemparan batu itu tepat mendarat di kening wanita berbadan kekar tersebut, dan mengalir darah segar yang cukup banyak, sehingga membuat wanita itu terhoyong dan tak berapa lama jatuh ke tanah setelah menemukan keberadaan Puput di balik pondasi.


" Lari" Teriak Puput kepada wanita yang bersimpuh darah tersebut.


Wanita itu mendorong kuat tubuh wanita berbadan kekar yang masih sehat itu saat dia lengah, hingga mundur beberapa langkah dan mempermudahkan wanita itu untuk berlari. Puput kembali melempari batu ke arah wanita berbadan kekar agar wanita yang sudah berlumur darah itu dapat kabur dari wanita yang berbadan kekar.


Setelah melihat posisi wanita yang berlumur darah itu menjauh, Puput pun bergegas lari menjauh dari wanita berbadan kekar yang mulai mendekatinya.


Naasnya Puput di jegat oleh 4 pria yang baru turun dari mobil, 2 pria di utus untuk mengejar wanita yang berlumur darah, dan 2 lagi mengejar Puput.


Puput yang melihat tukang ojek, langsung saja naik dan menyuruh tukang ojek itu ngebut sengebut-ngebutnya. Saat sudah di tengah jalan besar, Puput menyuruh tukang ojek itu berhenti, dan memberikan uang 2ratus ribu. Puput memberhentikan taksi, kemudian baik kedalan taksi tersebut. Kebetulan tempat Puput saat ini, dekat dengan toko kue. Puput melepas blezer yang di gunakan nya, menggerai rambut panjangnya, Blezernya di tinggalkan di dalam taksi tersebut saat dia turun dari taksi.


Flashback off

__ADS_1


" Kamu tau siapa wanita itu?"


Puput menggelengkan kepalanya.


" Kenapa kamu sangat ceroboh, dan turun tangan sendiri. Kamu tau itu bahaya??"


" Aku tidak bisa melihat orang lain terluka" Ujar Puput berbisik dan kemudian tangisnya kembali pecah.


Fadil kembali mengubur Puput kedalam pelukannya. Dan mengelus punggung Puput untuk memberikan ketenangan.


Fadil meraih ponselnya dan menghubungi seseorang yang di percayanya. Fadil menyuruh mencari cctv yang berada di daerah kejadian. Dan melacak siapa yang berani melakukan kekerasan di daerah itu.


Gilang yang kebetulan sedang mampir ke toko kue karena ingin membeli pesanan Mili pun, terkejut mendapati berita tentang keadaan Puput.


Gilang ingin masuk, tetapi melihat Fadil yang tengah menenangi Puput, entah kenapa perasaannya menjadi sedikit lega.


" Put" Panggil Gilang.


Fadil dan Puput langsung merelai pelukan mereka. Fadil memberikan kode kepada Gilang agar tidak bertanya apa pun kepada Puput. Gilang pun menganggukinya.


Fadil memesan makanan untuk Puput, dan membiarkan Puput makan dengan di temani oleh Sasa.


Fadil mengajak Gilang berbicara di atap toko kue milik Kesya. Fadil ceritakan apa yang di ceritakan oleh Puput tadi, tanpa kurang satu kata pun.


" Kayaknya saat ini Puput tidak aman"


" Gue tau, tapi menurut Lo apa yang harus kita lakukan, gue sudah suruh anak buah gue buat lacak siapa yang ngejar Puput."


" Gue rasa, teman teraman bagi Puput hanya ada dua, rumah gue, dan__" Gilang menggantung kata-katanya dan menatap Fadil. " Apartemen Lo"


" Puput akan aman jika ada yang tetap menjaga di sisinya." Jelas Gilang.


Fadil diam, tidak mengkomentari perkataan Gilang. Mereka kembali menemui Puput, yang terlihat masih shock. Fadil mengerutkan kembali keningnya, dan berbisik kepada Gilang.


"Apa Puput punya trauma dengan kekerasan?"


Gilang seakan teringat akan sesuatu dan membalas menatap Fadil. " sial, gue lupa kalo dia memiliki trauma"


Fadil dan Gilang langsung mendekat ke arah Puput. Gilang memegang tangan Puput. " Lo gak pa-pa?"


Puput menganggukkan kepalanya.


" Lo gak bisa pulang ke rumah Lo, loh harus pilih tinggal sama gue, atau sama Fadil? Ini demi keselamatan Lo sampai kita tau siapa yang ngejar Lo"


Puput melihat kearah Gilang. Tidak mungkin dia tinggal bersama Gilang, sedangkan ada Mili di sana, entah kenapa dia merasa kurang nyaman berada di dekat Mili untuk saat ini. Dan tidak mungkin juga dia tinggal bersama Fadil, bisa akan menimbulkan fitnah jika dia tinggal bersama Fadil. Puput menghembuskan napasnya pelan.


" Gue pulang ke rumah gue."


" Put, saat ini Lo gak aman"


" Gue akan lebih aman jika bersama keluarga gue"


" Aku akan suruh Jodi untuk mengawal mu"


" Tidak usah, aku tidak perlu di kawal"

__ADS_1


Fadil menangkup wajah Puput, " Demi keselamatan kamu. Aku akan menyuruh beberapa pengawal untuk menjaga di daerah rumah mu, dan sebagai gantinya, aku yang akan mengantar jemput mu, kamu setuju?"


Puput menatap mata Fadil, ada rasa kekhawatiran yang di lihatnya, Puput pun perlahan menganggukkan kepalanya. Fadil tersenyum dan mengusap rambut Puput. Mungkin jika tidak ada Gilang, Fadil sudah memeluk tubuh Puput kembali.


Di sebuah pulau romantis, Kesya dan Arka tengah menikmati pesta yang di selenggarakan oleh pihak resort. Tak sedetik pun Arka melepas pelukannya dari pinggang Kesya. Arka ingin mengatakan kepada seluruh pengunjung pulau tersebut, bahwa wanita cantik ini adalah istrinya, miliknya.


" Mas, kamu minum?" Tanya Kesya yang melihat Arka meneguk minuman beralkohol yang Kesya tidak tau apa namanya.


"Hanya segelas" Cengir Arka


"Tetap aja dosa Mas"


Rasanya pada saat itu juga Arka ingin memuntahkan kembali minuman tersebut, Karena melihat Kesya yang sudah melepaskan tangannya dari pinggang Arka, dan memilih kembali ke kamar mereka.


" Key"


" Pokoknya malam ini jangan sentuh aku, aku gak mau melakukan hal itu dengan orang yang baru saja meminum kencing setan" Geram Kesya dan kembali berjalan menuju kamar mereka.


Arka meremas rambutnya, dan mengejar Kesya.


" Sayang, maafin Mas"


" Minta maaf sama Allah, bukan sama aku"


Kesya berjalan menuju kamar mandi, kemudian membersihkan dirinya. Arka menunggu Kesya keluar dari kamar mandi. Saat Kesya sudah selesai, Arka kembali membujuk sang istri untuk tidak lagi marah kepadanya.


" Sayang"


" Jangan mendekat, atau aku tidur di sofa" Ancam Kesya.


Arka hanya terdiam menatap punggung sang istri yang naik ke tempat tidur. Dan menenggelamkan dirinya di dalam selimut. Kesya sangat membenci orang yang mabuk dan meminum minuman keras. Karena Bara pernah di tabrak oleh orang yang sedang mabuk sambil mengendarai mobil, hingga bara tak sadarkan diri selama seminggu.


Arka memejamkan matanya, dan menghiruo udara sebanyak-banyaknya serta membuangnya secara perlahan. Arka melangkahkan kakinya ke dalam kamar mandi, dan membersihkan dirinya.


Arka menatap punggung sang istri, Arka tau jika Kesya belum tertidur, karena napas sang istri yang terlihat masih memburu.


" Maafin Mas sayang, Mas janji gak akan meminum minuman itu lagi" Bisik Arka dan mengecup pucuk kepala Kesya.


Arka memeluk Kesya dari belakang, tanpa Arka sadari jika Kesya sudah meneteskan air matanya. Bayangan tentang Bara yang tertidur lemas di rumah sakit berhari-hari kembali munc di dalam benaknya.


.


.


.


.


.


.


Dukung terus ya cerita author.


LIKE +VOTE +RATE + KOMENNYA sangat di nanti loh..

__ADS_1


Terima kasih juga buat yang udah kasih Like dan Vote nya..


__ADS_2