
" Jangan pernah bilang Kesya bukan adik kandung Vina om, kalau di depan keluarganya. bisa berubah jadi singa ntar tu si Vina" ucap Vano.
"Siapa yang singa?"
Vina tiba tiba datang dan menghampiri Vano dan Arka.
"eh, bukan siapa siapa kok. " ucap Vano yang langsung menelan salivanya.
" Om tumben ke sini?? gangguin pengantin baru aja " ucap Vina sambil meminum minuman vano.
" Om mau tanya tentang Kesya ke kamu, sepertinya Om naksir Kesya" ucap Arka to the poin yang sontak membuat Vina tersedak.
Vina membulatkan matanya dan membuka mulutnya.
" Om yakin naksir Kesya?? "
Arka mengangguk mantap. Vina hanya menghembuskan napasnya kasar.
" Hmm, Kesya itu susah buat di taklukkan hatinya om. Apalagi kalau yang deketin keturunan orang kaya. Dia merasa minder om. Jadi daripada om sakit hati, mending om cari cewek lain dech, jangan Kesya." ucap Vina yang menatap sendu kepada Arka.
Ucapan Vina membuat suasana menjadi hening. hingga Arka kembali membuka suaranya.
" Om akan mencoba untuk menaklukkan hati Kesya. Om hanya minta tolong ke kamu untuk memberi informasi tentang Kesya. apa yang di sukai atau tidak di sukai."
Vina menaikkan alisnya sebelah, dan menyandarkan punggungnya di sandaran kursi. Menatap Arka secara intens dengan tangan yang bersedekap di dada.
" Kalo om benar benar yakin dengan perasaan om, sebaiknya om mencari taunya sendiri dengan langsung dekat dengan Kesya." ucap vina.
Arka hanya menghembuskan napas kasar, ternyata Kakak dari cewek yang di taksirnya tidak ingin bekerja sama dengan dirinya.
Arka mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang. Berfikir bagaimana cara agar dia bisa dekat dengan Kesya. namun disela pemikirannya, hanphonenya berbunyi. dan tertera Mega yang sedang memanggilnya.
Arka mengangkat panggilan tersebut, dan ternyata Mega memberitahu Arka, bahwa dirinya sedang membuat kue bersama Kesya. Arka langsung membelokkan setirnya ke arah rumah Mbaknya.
Arka melihat Kesya yang mengambil kue di dalam microwave. Arka melangkahkan kakinya perlahan dan berdiri di belakang Kesya. Kesya yang sedang serius dengan kuenya tidak menyadari keberadaan Arka, hingga saat dirinya mundur, dia menabrak tubuh kekar Arka hingga kehilangan keseimbangannya. Arka langsung memegang pinggang Kesya agar tidak terjatuh.
Mata mereka saling bertemu sesaat, hingga deheman dari Tante Mega membuyarkan tatapan mereka dan Kesya langsung menegakkan tubuhnya dengan canggung.
" Tante ini sudah masak, mau di potong?? mumpung masih panas, bolu jadul gini memang enak di makan panas panas ." ucap kesya untuk menghilangkan kegugupannya.
__ADS_1
Tante Mega pun menganggukkan kepalanya. Kesya memotong bolu tersebut, tampak gumpalan asap yang keluar dengan membawa wangi bolu yang membuat perut bersenandung ria. Arka langsung mengambil satu potongan yang sudah di potong oleh Kesya. Dia meniupnya dan menasukkan kedalam mulut.
" emm, ini enak sekali key. ini bolu yang paling enak saya makan" ucap Arka sambil mengambil satu potongan bolu lagi.
Kesya hanya tersenyum mendapatkan pujian dari Arka. Kemudian Kesya meletakkan potongan bolu ke dalam piring. dan membawanya ke ruang keluarga seperti perintah Tante Mega.
" Key, kamu suka cowok seperti apa sih" tanya Tante Mega di sela sela menikmati bolu jadulnya.
Arka yang mendengar pertanyaan tersebut langsung memasang kupingnya dengan tajam
" Emm, Soleh, penyayang, setia, yang pastinya harus ganteng Tante " ucap Kesya sambil tertawa kecil.
" kalau menurut kamu, Arka gmn??"
Arka dan Kesya kompak tersedak dengan ludah sendiri. Arka langsung memasang wajah coolnya. sedangkan Kesya hanya menatap malas terhadap Arka.
" tampan, tapi bukan tipe Kesya Tante." ucap Kesya dengan senyum manis ya.
Hati Arka teras tercabik cabik. Baru kali inia da seorang wanita yang menolaknya terang terangan didepannya.
Bel rumah Tante Mega pun berbunyi, seorang maid langsung membuka pintu. dan tak lama muncullah pasangan pengantin baru.
" loh dek, kok bisa di sini??" tanya Vina
Setelah mencium punggung tangan mertuanya, Vina duduk di sebelah Kesya, dan melirik ke arah Arka. Padahal baru saja dia tadi berjumpa dengan pria satu ini. Dan meminta bantuannya untuk mendekatkan Kesya dengannya. Dan sekarang dia berada di rumah mertuanya sambil menikmati bolu yang masih hangat.
" Tadi Tante Mega minta di buatkan bolu mbak, ya udah aku buatnya disini aja, karena Mami dan Daddy lagi keluar, jadi dari pada sendiri di rumah, aku inisiatif temenin bumil" ucap Kesya sambil tersenyum.
" Om ngapain ke sini??" tanya Vina ketus.
" Galak amat sih sama omnya, mertua kamu ini kan kakak kesayangannya om, jadi gak ada salahnya dong kalau om ngunjungi kakak om"
Vina terlihat kesal, karena terlihat jelas jika om dari suaminya itu ingin mendekatkan diri dengan Kesya.
" ya udah, kamu istirahat dulu di kamar dengan vano" titah Tante Mega.
Vina pun beranjak dari duduknya dan mengikuti vano ke dalam kamarnya.
" dek, kamu kok keliatannya gak suka kalo om dekat sama Kesya" ucap Vano hati hati.
__ADS_1
" Hmm.. gak tau lah mas, rasanya kalau Kesya dekat dengan om, kayaknya itu akan membuat Kesya tersakiti"
" kenapa gitu??"
" Pokoknya ada lah alasannya mas, dan maaf aku gak bisa cerita. Intinya Kesya itu tidak suka dengan pria kaya raya yang tujuh turunan kayak keluarga mas ini"
Vano tidak memaksa Vina untuk bercerita kenapa Kesya tidak menyukai pria kaya raya untuk menjadi pendamping hidupnya. walaupun mereka baru berumah tangga, tapi vano sudah mencari tau tentang Vina, jika menyangkut tentang Kesya, dia tidak akan berbicara sembarangan.
Kesya pamit pulang kepada Tante Mega, karena waktu pun sudah mau magrib. saat Kesya sampai di depan rumahnya, Kesya mendapatkan sebuah kotak yang ditujukan untuk dirinya. Kesya melangkahkan kakinya kedalam rumah sambil membuka kotak tersebut. betapa terkejutnya Kesya saat melihat isi kotak tersebut, hingga suara teriakannya terdengar oleh satpam rumah Tante Mega.
Tante Mega dan Arka melihat salah satu satpamnya masuk kedalam rumahnya dengan tergesa gesa menuju kearah mereka.
" maaf Nyonya, Tuan, sepertinya ada sesuatu yang terjadi dengan nona Kesya, tadi saya dan Prapto mendengar teriakannya, saya suruh Prapto untuk melihat keadaan nona Keysa. " ucap satpam yang bernama Cokro.
Arka langsung berlari kearah rumah Kesya saat, dan melihat sebuah kotak yang sudah berada di tangan satpam yang bernama Prapto, yang berisikan tikus mati yang masih berlumuran darah. Kesya terlihat gemetaran dan sangat ketakutan, wajahnya sangat pucat.
Arka langsung memeluk tubuh Kesya, dan tangis Kesya pecah saat berada dalam pelukan Arka.
Seorang maid memberikan kabar kepada Vina tentang Kesya, Vina langsung berlari kearah rumahnya. dia melihat Arka yang masih memeluk Kesya yang tengah menangis.
Vina mendekati Kesya dan Arka, dan saat Kesya sadar akan kehadiran Vina, Kesya langsung memeluk vina.
.
.
.
.
.
.
Hai readers, jangan lupa like, vote and komentar positifnya ya ..
salam hangat Author.
Selamat membaca
__ADS_1