
Lana bangun dari tidurnya saat alarm ponselnya berbunyi. Lana pun bergegas membersihkan dirinya untuk pergi sholat subuh bersama.
Anggel bernapas lega saat mendengar suara pintu tertutup. Saat Lana terbangun, Anggel juga terbangun, namun ia sengaja berpura-pura tidur.
Dengan gerakan cepat Anggel bangkit dari tidur nya untuk menunaikan solat subuh.
Di musholah hotel, Lana menjadi bulan-bulanan Lucas, Fatih, Abi, Veer, Daddy Bara, Papa Fadil, Papa Arka dan Papi Gilang.
"Kutukan malam pertama." ujar Papa Arka yang mana di sambut tawa oleh semuanya.
Martin tersenyum dan sangat bersyukur karena adiknya itu berada di dalam keluarga yang tepat. Bahkan kehadiran Martin di sambut hangat oleh Mama Puput dan Papa Fadil, walaupun mereka memiliki agama yang berbeda.
*
Lana masuk kedalam kamarnya dan Anggel, terlihat Anggel sedang duduk di depan meja rias sambil memakai pelembab wajahnya.
"Kamu sudah bangun?"
Anggel menoleh. "Aku terbiasa bangun pagi. Kamu dari mana?" tanya nya dengan nada yang kembali jutek.
"Solat subuh, oh ya, hari ini aku mau kenalin seseorang dengan kamu." ujar Lana sambil berjalan mendekati Anggel.
Lana memutar tubuh Anggel menghadapnya, kemudian Lana berlutut dan merebahkan kepalanya di pangkuan Anggel.
"Maafin Aku." lirihnya.
Anggel masih diam dan ingin mendengarkan kalimat apa lagi yang akan di ungkapkan oleh Anggel.
"Aku tau, Aku salah karena telah membuat kamu menangis di malam pernikahan kita, Aku tau, Aku membuat kamu membenci ku, Maafin atas semua keegoisan aku."
Anggel masih diam, ia menahan air matanya.
"An, Maafin aku karena ikut merahasiakan pernikahan kita." ujar Lana sambil mendongakkan kepalanya menatap kearah Lana.
Satu tetes air mata Anggel pun jatuh membasahi tangan Lana.
"Jangan menangis, An." Lana mengusap air mata Anggel yang membasahi pipi mulusnya.
"K-katakan, siapa yang memiliki ide ini?"
Lana tersenyum. "Seseorang yang memiliki satu aliran darah dengan ku."
__ADS_1
Anggel membesarkan sedikit bola matanya. "Satu aliran darah?"
"Hmm, selama ini ternyata aku memiliki keluarga kandung. Dia Abang aku."
"Siapa?"
"Nanti akan aku kenalkan."
"Lalu, bagaimana Mami bisa menyetujui idenya?
Lana pun menceritakan asal mula ide menyembunyikan tentang pernikahan mereka. Saat Oma Mega menghina Lana di rumah sakit, Seorang sumber pencari informasi tentang Lana pun mendengarkan ucapan Oma Mega.
Abang Lana langsung menemui Oma Mega dan meminta maaf karena telah membuat Lana hidup sebagai sebatang kara. Tapi, Abang Lana bersyukur karena Lana tumbuh dengan penuh cinta, tidak seperti nya yang mana harus menghadapi hidup dengan keras.
Saat Sang Ayah dan Ibu ingin melarikan diri dari kejaran kakek, Abang Lana tertangkap dan di bawa oleh orang suruhan kakeknya. Cinta yang tak di restui membuat Ayah mereka dan sang ibu harus hidup dengan bersembunyi dari kejaran sang kakek. Hingga persembunyian mereka pun di ketahui oleh sang kakek, Abang Lana dan sang Ayah tertangkap, namun saat mereka ingin melarikan diri lagi karena sang ayah ingin di nikahkan dengan wanita pilihan sang kakek, mereka mengalami kecelakaan sehingga membuat sang ayah meninggal dunia.
Kehidupan Abang Lana pun berubah drastis, kakek menyalahkan kematian sang anak kepadanya. Abang Lana harus hidup dengan kekerasan dari sang kakek. Belajar, belajar, dan belajar untuk menjadi pemimpin di salah satu perusahaannya, karena hanya dirinya lah hak waris yang tertinggal.
Saat sang Abang memiliki kekuasaan penuh, ia mencari Lana, namun kabar yang di dapatkan adalah jika sang ibu dan adik yang masih dalam kandungan telah meninggal.
Bagaikan angin segar, saat Riki mengincar keluar Moza, salah satu informan Abang Lana mengatakan jika ada seorang pria yang sangat mirip dengan almarhum ayah mereka. Abang Lana langsung mencari tau tentang pria yang mirip dengan ayah nya, dan hasilnya positif mereka memiliki darah yang sama.
Abang Lana memberikan tawaran kepada Oma Mega untuk menguji kesetiaan Lana kepada Anggel, untuk itu ia ingin memisahkan mereka dan melihat seberapa besar perjuangan Lana untuk mendapatkan Anggel.
"Hiks ... se-sejak kapan kamu tahu kalo kita akan di nikahkan?"
"Saat kita meminta restu dengan Mama. Sepulang aku mengantar kamu, Mama memberikan foto seorang gadis cantik kepada ku, yang mana gadis itu lah yang sudah di lamar oleh Mama untukku. Gadis cantik yang bernama Anggel Bramansyah. Aku langsung meminta untuk mempercepat pernikahan kita, karena aku harus kembali ke India dan menyelesaikan projek film ku di sana."
"Lalu, hiks ... kenapa kamu tidak mengatakannya kepada ku?"
"Karena aku ingin memberikan kejutan kepada mu. Mami sebenarnya sudah ingin mengatakan jika aku lah calon suami mu, tapi aku melarangnya. Maafin Aku."
"Aku membenci mu, hiks ... Kamu jahat, hikss ... Kamu tau, sudah berapa banyak aku menangis karena mu? hikss...."
"Maafkan aku, Aku janji, jika mulai saat ini hanya ada tangis bahagia."
Lana mengusap air mata Anggel. Perlahan, Lana mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Anggel.
Lana menyatukan kening mereka di saat mereka kehabisan oksigen.
"Sepertinya ini hukuman ku, karena tak bisa menyentuh mu di hari pernikahan kita yang pertama."
__ADS_1
Anggel mengerjapkan matanya, ia ingin mengatakan jika dirinya tidak datang bulan saat ini. Namun, rasa kesal dan jahilnya untuk mengerjai Lana pun kembali hadir.
Lagi pula kepalang tanggung, sudah terlanjut juga. Biarin saja, ini hukuman yang harus Lana dapatkan. Lagian cuma seminggu kan jadwal menstruasi wanita? he..he.. he.. biarkan Lana tersiksa dalam seminggu ini. Anggel masih belum puas melihat sang suami tersiksa.
'Maafkan aku, sayang.' batin Anggel sambil tersenyum di sela ciuman panas mereka.
*
"Sayang, kenalkan, ini Abang ipar kamu. Martin."
Anggel menatap kesal kepada Martin yang terkekeh tanpa dosa.
"Hai adik ipar, apa kabar?"
Anggel mencebikkan bibirnya. "Aku baik, bagaimana dengan mu, mantan tunangan?"
Martin tergelak tertawa mendengar julukan yang di berikan oleh adik iparnya itu.
"Kamu akan membuatnya cemburu." ujar Martin sambil melirik kearah Lana.
"Dia tidak akan cemburu, lagi pula dia tidak terlalu mencintai aku." ujar Anggel sambil melirik kearah Lana.
"Sayang, aku sangat mencintai kamu. Bahkan aku rela berantam dengan Abang ku sendiri demi kamu." ujar Lana.
"Hei, saat itu kamu belum mengetahui siapa aku."
"Salah mu sendiri yang tak memberi tahu ku."
"Itu karena aku ingin melihat seberapa besar cinta mu untuk adik ipar ku ini."
"Sangat besar, bahkan aku rela mati demi nya." ujar Lana sambil menggenggam tangan Anggel dan menatap dalam ke matanya.
**
Yuukkk.. follow IG ku..
IG : Rira Syaqila
jangan lupa Tap jempolnya dan komennya sebagai jejak...
Vote nya juga boleh jika berkenan 😁😁😁
__ADS_1
Mari saling berbagi kebahagiaan.
Salam SULTAN KHILAF