
Ponsel papa Arka berdering, menampilkan nama Kakek Farel.
"Siapa Mas?" Tanya Mama Kesya.
"Papi."
Papa Arka pun menjauh dari keramaian untuk mengangkat telpon dari Kakek Farel.
"Assalamualaikum, Pi."
"Walaikumsalam, di mana Ar? kenapa rumah sepi?"
"Iya Pi, Kesya kemarin minta menginap di rumah Mami Shella."
"Quin dan Abi? lalu Arash dan Abash? kenapa tidak di rumah? hanya Shaka saja di rumah."
"Emm, anu Pi, Quin dan Abi sepertinya mereka mengjnal di apartemen Abi. Kalo Arash mungkin masih dinas. Abash mungkin di kantornya, karena ada pekerjaan penting."
"Oh, ya sudah kalo begitu. Papi fikir ada masalah apa. Karena perasaan papi gak enak."
"Iya Pi. Papi jangan mikir yang macam-macam ya, jaga kesehatan Papi."
"iya, ya sudah kalau begitu, papi tutup dulu, assalamualaikum."
"Walaikumsalam."
"Gimana Mas?" Tanya Mama Kesya yang terlihat khawatir.
"Semoga Papi gak kefikiran ya ... Soalnya beliau sudah curiga."
"Iya Mas, semoga aja ya.."
Papa Arka menarik pinggang Mama Kesya dan memeluknya. Mencium aroma tubuh Mama Kesya adalah terapi yang sangat menenangkan bagi Papa Arka. Tempat ternyaman nya.
Papa Arka menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Mama Kesya dan merilekskan fikirannya yang lagi banyak masalah.
__ADS_1
Mama Kesya pun mengelus punggung Papa Arka. Mama kesya tau, saat ini adalah hal yang berat yang di hadapi oleh Papa Arka dan keluarga. Mama Kesya menghirup aroma tubuh Papa Arka, seolah sedang mengisi energi untuk menghadapi cobaan saat ini.
"Ma, Pa."
Suara Abash membuat Papa Arka dan Mama Kesya pun merelaikan pelukannya.
"Ya sayang .."
"Emm, Abash mau bicara sama Papa."
Mama Kesya menganggukkan kepalanya, walaupun penasaran, tapi Mama Kesya tak ingin mendengar rapat para pria ini. Mama Kesya akan mendengarkan nya dari Papa Arka nanti nya.
*
Quin yang keras kepala memaksa Abi untuk ikut hadir di rapat keluarga tersebut. Disana sudah ada Papa Arka, Daddy Bara, opa Roy, Opa Bram, Om Leo, Lucas, Om Vano, opa Nazar, Papa Fadil, Papi Gilang, Lana, Zaki, Veer, Arash, Abash, om Duda, Om Jodi, Jo, Fatih, Bunda Sasa, Ibra, Desi, Raysa, Abi dan Quin.
Papa Arka mendesah saat melihat Quin ikut dalam rapat dadakan ini. Namun Papa Arka tau, jika Quin sama keras kepalanya dengan diri nya.
"Jadi, apa yang akan kita rencanakan?" Tanya Opa Roy.
Semua orang mendapatkan bagiannya, penyamaran juga akan segera di mainkan. Abi hanya bertugas menjaga Quin seorang. Karena Quin lah yang saat ini posisi paling berbahaya.
Semua anggota langsung mengambil posisi masing-masing, begitu pun dengan Abi dan Quin yang harus bisa keluar dari rumah sakit. Agar posisi Quin bisa aman berada di rumah keluarga Setyo.
*
" Abi, sebenarnya siapa Riki?" Tanya Quin yang sudah sangat penasaran saat Daddy Bara menjelaskan rencana mereka.
Saat ini Abi dan Quin masih sedang berada di ruangan Anggel. Hanya mereka berdua.
"Riki? Dia seorang mafia."
Abi pun menceritakan tentang Riki. Riki adalah mafia dari Amerika yang sedang mengejar seseorang di Indonesia. Namun, Untuk menutupi identitasnya, Riko melamar sebagai seorang supir. Dan itu sebagai supir Nafi. Bukan karena tak sengaja Riki menjadi supir Nafi, namun pada suatu saat, Riki melihat Nafi yang sedang membantu di sebuah panti asuhan. Di sana lah Riki jatuh hati kepada Nafi, dan berusaha menjadikan Nafi miliknya.
Riki memiliki selera yang sedikit unik dan berkelas tinggi. Riki akan menjadikan seorang wanita yang cantik, pintar, kaya, dan juga memiliki kelebihan dalam dirinya. Sepeti Nafi, tak banyak orang yang mengenal Nafi sebagai orang yang sangat baik, namun Riki tahu segalanya tentang Nafi. Untuk itu lah Riki mencari cara agar dirinya bisa menjadi supir Nafi.
__ADS_1
Riki dan Nafi pun berteman baik, layaknya supir dan Majikan yang sering mengobrol saat menghilangkan suntuk di perjalanan. Riki sudah merencanakan pernikahan impian nya dengan nafi, namun semua rencana Riko berantakan karena salah satu pengawal Nafi mengetahui rencananya. Untuk itu lah, hari di mana rencana Riki hampir berantakan, Riki membunuh pengawal tersebut tanpa rasa manusiawi. Awalnya Riki mengajak pengawal tersebut bernegosiasi untuk bekerja sama dengan dirinya, karena pengawal itu melawan, akhirnya Riki membunuhnya secara sadis.
Riki lupa, saat itu dirinya sedang membawa Nafi. Walaupun Riki sudah berpesan kepada untuk tetap berada di tempatnya hingga dia datang, namun ternyata Nafi yang bosan seperti nya berkeliaran sehingga ia melihat ataupun mendengar suara tembakan tersebut.
Karena geram dengan Nafi yang mulai ketakutan dengan nya, Riki yang sudah tersulut emosi pun langsung ingin memiliki Nafi untuk di jadikan miliknya seutuhnya, namun Rencana Riki gagal karena ada pengawal yang memasang pelacak pada mobil Nafi. Hal yang Riki tak sadari.
Quin menutup mulutnya saat mendengar penjelasan Abi. Air matanya pun mengalir membasahi pipi nya. Abi memeluk tubuh nya, dan menenangkan Quin.
"Abi, aku takut."
"Ssstt .. tenang lah, aku di sini. Semoga semua rencana ini berhasil dan Riki tertangkap."
"Bagaimana jika Riki tak tertangkap?"
"Aku sudah menghubungi pihak FBI, dan Arash juga sudah menggerakkan tim bayangan. Insya Allah, dengan kerja sama yang baik, rencana kita akan berhasil."
"Kamu tetap di sini kan? jangan tinggalin aku." Ujar Quin sambil semakin mempererat pelukannya di pinggang Abi.
Tanpa Quin sadari, jika Quin mulai menggantungkan hidupnya kepada Abi. Pertahanan yang Quin buat untuk taknjatuh kedalam pelukan Abi, ternyata pertahanan itu perlahan rapuh, dan sebentar lagi akan roboh. Teegantung kapan menyadari perasaannya kepada Abi.
*
Tante Mega memperhatikan Lana dari jauh. Terlihat jika Lana khawatir dengan Anggel saat ini. Bisakah ia menerima Lana sebagai menantu nya? sedangkan Lana pernah melamar Quin untuk menjadi istrinya. Bukan sekali, namun berkali-kali. Bagaimana jika Lana hanya memanfaat kan Anggel dan menjadikannya pelarian?
Tidak, Tante Mega tak akan membiarkan hal itu terjadi. Tak ada seorang pun di dunia ini yang rela anaknya di jadikan pelarian. Tak ada. Untuk itu, Tante Mega berencana untuk menjauhkan Anggel dari Lana. Yaa, Tante Mega akan menjauhkan Anggel dari Lana. Apapun akan Tante Anggel lakukan demi sang putri satu-satu nya, putri tercinta nya.
Yuukkk.. follow IG ku..
IG : Rira Syaqila
jangan lupa Tap jempolnya dan komennya sebagai jejak...
Vote nya juga boleh jika berkenan 😁😁😁
Mari saling berbagi kebahagiaan.
__ADS_1
Salam SULTAN KHILAF.