KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
Bab 64 'Siraman'


__ADS_3

Gilang melihat rumah Kesya yang sedang ramai orang. Tiga hari lagi pernikahan Kesya akan di langsungkan. Tidak tanggung-tanggung. Di rumah Kesya sudah 4 hari ini selalu di andai pengajian oleh ibu-ibu komplek hingga sampai mendekati hari H.


'Andai saja adik kembar Gilang masih hidup, mungkin dia akan lebih merasa bahagia melihat adik kandungnya naik ke pelaminan. Dan sudah di pastikan jika Gilang akan memilih calon suami adiknya dengan ketat.


" Ngapain di luar aja? Ayok masuk" Ajak Mami Shella yang melihat gilang berdiri di depan rumahnya dan hanya memandangi kearah dalam.


Gilang menyeka air mata yang hampir jatuh tadi.


" Mami tau, kamu rindu si kembar ya?" Ujar Mami Shella sambil mengelus lengan Gilang.


Gilang hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Mami Shella tersenyum dan menarik tangan Gilang untuk masuk.


" Hari ini acara siraman Kesya. Kamu jangan sedih gitu. Nanti Kesya ikut sedih loh. " Bujuk Mami Shella


" Iya Mi, Gilang gak akan sedih kok" Ujar nya mencoba tersenyum.


Acara siraman pun di mulai dengan pembukaan dan pembacaan doa. Kesya yang terlihat cantik dengan baju berlengan. Itu atas permintaan Arka yang tidak ingin Kesya menggunakan kemban saat acara siraman. Dan bagian pundaknya juga tertutupi oleh rangkaian bunga melati yang sangat indah. Vina dan Tante Mega mengiringi kesya Yang berjalan di samping kiri dan kanan Kesya untuk mengantarnya ke tempat penyiraman.


Siraman pertama di lakukan oleh Ayah Nazar, dengan Gemetar Ayah Nazar mengambil air dari guci yang sudah di beri bunga di dalamnya. Dan saat menyirami putri kesayangannya, Ayah Nazar pun meneteskan air matanya tanpa sepengetahuan Kesya. Ayah Nazar tidak ingin terlihat sedih saat akan melepas putri kesayangannya.


Siraman kedua di lakukan oleh Mami Shella, dengan penuh haru Mami Shella mengambil air dan menyirami Kesya dengan tersenyum dan menampakkan kebahagiaan, walau sebenarnya Mami sudab meneteskan air mata saat Ayah nazar menyiram Kesya tadi.


Siraman ketiga di lakukan oleh Daddy Roy. Sama halnya dengan Ayah Nazar dan Mami shella, Daddy Roy menyembunyikan kesedihannya dan tersenyum di depan Kesya.


Siraman ke empat di lakukan oleh Bara, yang baru sampai saat subuh tadi. Ke lima di lakukan oleh Vina. Vina sempat meneteskan air mata di depan Kesya saat menciumnya. Tapi air mata itu adalah air mata bahagia.


" Gilang, sini, kamu siramin Kesya juga ya" titah Mami Shella.


Mami Shella memberikan kesempatan kepada Gilang untuk menyirami Kesya. Suatu kehormatan dan kebahagiaan bagi Gilang di berikan kesempatan seperti itu. Siraman keenam pun di lakukan oleh Gilang.

__ADS_1


Dengan tangan gemetar Gilang mulai menggaungkan air bunga, dan secara perlahan menyirami dari kepala Kesya. Saat menyalami Kesya, Gilang berlutut dan menangis di pangkuan Kesya. Membuat beberapa tamu keheranan, mengira bakal ada kejadian yang akan viral ' menyirami mantan yang akan menikah' begitulah judulnya kira-kira. Sedangkan pihak keluarga pun langsung pecah tangisnya saat melihat Gilang menangis tersedu-sedu. Kesya pun ikut menangis dan mengelus kepala Gilang.


Mami Shella menghampiri Gilang dan membantu Gilang untuk berdiri.


" Kesya adik Gilang Mi" Lirihnya di sela tangisnya. Mami Shella pun menganggukkan kepalanya. " Makasih Minudah kasih Gilang kesempatan" Ujarnya lagi.


Puput mendekati Gilang dan mengelus punggung Gilang untuk memberikan ketenangan kepadanya. Gilang melihat kearah Puput, dan meraih Puput ke dalam pelukannya. " Tinggal Lo satu lagi adik gue yang masih harus gue jaga ekstra" Ucap Gilang membuat Puput ikut merasakan kesedihannya. Walaupun Puput mengatakan Gilang 'Lebay', tapi sebenarnya Puput senang di perhatikan seperti itu. Walaupun Puput juga memiliki Abang laki-laki yang posesif terhadap dirinya jika ada pria yang mendekatinya.


Di tempat lain, Arka sedang melihat ke arah Maminya yang tengah memberikan nasehat kepadanya. Tidak hanya di rumah Kesya, di rumah Arka pun juga di adakan acara pengajian selama tujuh hari tujuh malam. Dan setelah acara resepsi pernikahan Arka dan Kesya, akan di adakan juga acara tujuh hari tujuh malam di rumah keluarga besar Moza. Siapa saja boleh datang, dan bahkan bagi masyarakat yang kurang mampu, akan di berikan bantuan.


" Kamu harus ingat itu semua pesan Mami. Pokoknya kamu jangan pernah nyakitin perasaan Kesya, ingat. Rezeki kamu itu tergantung dengan kebahagiaan Kesya. Jika Kesya bahagia lahir dan bathin. Maka rezeki kamu juga akan semakin luas. " Ucap Mami Laura.


" Iyaa Mi, "


Arka pun juga mengikuti acar siraman seperti yang dilakukan oleh Kesya. Aneh memang bagi Arka karena seharusnya wanita yang melakukan acara siraman. Tapi Maminya ngotot jika Arka juga harus melakukan acara siraman.


"Bro, Main pelan aja ntar, jangan terburu-buru. Gue tau Lo udah gak nahan" Goda Fadil yang saat ini tertawa melihat wajah merona Arka sekaligus wajah kesalnya.


Fadil dan Arka menoleh kearah yang di tunjuk oleh ibu-ibu tersebut. Dan Arka rasanya ingin meledak menertawakan Fadil. wajah Fadil yang berbinar saat mendengar kata montok, langsung lenyap. Benar memang jika nak Gadi ibu tersebut montok, montok di mana-mana alias kelebihan lemak.


" Maaf buk, saya duda" Ujar Fadil menolak secara halus.


" Gak pa-pa, yang penting ganteng dan hot" Ujar ibu itu lagi.


" Anak saya 5, dan saya cuma OB di kantor Tuan Arka" Ujar Fadil.


Benar saja, ibu itu tersenyum dan meninggalkan Fadil tanpa kata. Fadil menoleh kearah Arka yang sudah dari tadi menahan tawanya.


"Ha..ha..ha.. Kenapa Lo tolak? Lumayan dapat Double spring bed. Jadi Lo gak payah beli tempat tidur lagi" ejek Arka denga. tawanya yang pecah.


Fadil mendengus kesal karena Arka berhasil membalasnya.

__ADS_1


" Satu sama" Ucap Arka dan berlalu meninggalkan Fadil.


Arka merayu-rayu Vano untuk video call dengan Vina, agar Vina memperlihatkan wajah Kesya. Tapi vano menolaknya. Bukannya Arka tidak pernah mencoba membuat panggilan video kepada Kesya, tapi saat Arka membuat panggilan video, yang mengangkat ponsel Kesya adalah Daddy Roy. dan semenjak itu ponsel Kesya di pegang oleh Daddy Roy, dan tidak ada yang boleh komunikasi dengan Kesya tentang Arka.


Hari sudah beranjak malam. Kesya duduk di tepi tempat tidurnya. Memandangi foto almarhumah Ibunya. Kesya membelai foto tersebut. " Bu, gimana kabar ibu? Baikkan?" Ujar Kesya berbicara dengan foto Ibunya. "Tadi saat siraman ke tujuh, Ibu tau siapa yang menyiram Kesya? Tante Rosa. Saat itu Key ngerasa jika ibu ikut menyiram Kesya." Ujar Kesya dan saat ini jatuhlah bulir bening dari mata Kesya yang sedari tadi sudah di tahannya. "Jika Ayah menemukan tambatan hati nya lagi, ibu gak marah kan? Key pinginnya Ayah nikah lagi, jadi ada yang jagain Ayah saat Key gak ada." Kesya menghapus air matanya yang kembali mengalir. " Maafin Key ya Bu, kalo permintaan Kesya nyakitin hati ibu. Key sayang Ayah dan ibu".


Di luar kamar Kesya, Ayah Nazar mendengarkan semua ungkapan hati Kesya kepada Almarhumah istrinya. Saat Ayah Nazar ingin menemu putrinya, Ayah Nazar melihat Kesya sedang mengelus foto Ibunya. Kebetulan pintu kamar Kesya tidak tertutup rapat. Jadi Ayah Nazar dapat mendengar dan melihat apa yang Kesya lakukan.


Ayah Nazar menghapus airmatanya, dan mengurungkan niatnya untuk menemui Kesya malam ini. Biarlah Kesya meluapkan perasaannya dengan memandang foto Ibunya. Saat ini Kesya memerlukan waktu, pernikahan yang tiba-tiba baginya juga pasti membuat dirinya sedih. Namun Ayah Nazar yakin, jika Kesya akan Bahagia bersama Arka.


.


.


.


.


.


.


.


.


Hai readers..


Mohon dukungannya terus yaa..


LIKE +VOTE+ RATE + KOMENTARNYA..

__ADS_1


Terimakasih, dan sehat selalu..


__ADS_2