KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
Bab 97 "Keposesifan Kesya"


__ADS_3

Sudah seminggu Ayah nazar resmi menjadi suami Mama Rosa. Dan hari Kesya sedang mengantarkan Ayah Nazar dan Mama Rosa di bandara. Kiki tidak ikut, karena dia masih ingin menyelesaikan sekolahnya dulu, sebelum ikut pindah ke Paris.


Kiki untuk sementara tinggal bersama Daddy Roy dan Mami Shella. Karena orang tua kandung Kiki berada di luar daerah, maka untuk mempermudah Kiki sekolah, jadi Kiki tinggal dengan Mami Shella. Tentu saja mami Shella dengan senang hati menerima Kiki di rumahnya. Kiki termasuk anak yang baik dan juga Soleh. Serta Kiki termasuk anak yang rajin dan pintar.


" Key sayang Ayah" Bisik key sambil memeluk Ayah Nazar.


" Ayah juga, jaga kandungan kamu baik-baik yaa" Ujar Ayah Nazar sambil mengelus punggung Kesya, dan mengecup pucuk kepala Kesya.


" Mama, Jagain papa ya.. " Ujar Kesya dan memeluk Mama Rosa.


" Tentu sayang. Kamu jaga calon cucu Mama ya. Terus kamu jaga kesehatan juga. Buah dan sayurnya jangan lupa di perbanyak. Daging dan ikan juga bagus untuk perkembangan otak bayi." Ujar Mama Rosa.


" Iyaa Mama"


" Kiki, kamu jangan nakal ya tinggal dengan Mami Shella. Ingat, Sekarang Mami Shella ini juga Mami kamu" Ujar Mama Rosa kepada Kiki.


" Iya Ma, Yang penting Mama pulang jangan lupa bawa adik untuk Kiki"


Wajah Mama Rosa langsung memerah, dan Ayah Nazar merasa kerongkongannya kering mendengar ucapan Kiki.


" Iih, kamu ini. Mama gak ajarin ya ngomong kayak gitu"


" Tapi kan gak salah kalo Kiki minta adek. Secara Kiki udah punya Ayah. Iya kan Kak Kesya" Ujarbkiki meminta bantuan kepada Kesya.


" Iya Ma, yang penting oleh-olehnya adek untuk kami yaa" Tambah Kesya.


Jangan di tanya lagi wajah Mama Rosa, sudah mirip kepiting rebus.


Panggilan untuk penerbangan ke Paris membuat mereka kembali berpelukan dan saling melepas rindu.


" Jagain Kiki ya Roy" ujar Ayah Nazar kepad Daddy Roy.


" Iyaa, anak Lo juga anak gue"


" Hati-hati yaa Ma. hikss"


" Iyaa sayang, kamu jagain cucu Mama dan adik kamu ya, si Kiki. Kalo dia nakal, kamu hukum aja dia"


" Iya Ma"


" Ayah, hiikkss" kesya kembali memeluk sang Ayah dan menangis di dada bidang sang ayah yang sudah tak muda lagi, tetapi masih memiliki tubuh yang terbilang ideal.


" Jagain cucu Ayah, dan adik kamu yaa. Ayah janji, kita akan berkumpul bersama di sini. "


" Arka, Ayah percayakan Kesya dan calon cucu Ayah kepada mu. jaga mereka baik-baik"


Ayah nazar pun memeluk tubuh Arka.


" Iya Ayah, Arka janji akan menjaga Kesya dan calon cucu Ayah"


Ayah Nazar menatao Kesya, dan Kesya menganggukkan kepalanya. Setelah melepaskan pelukan, Mama Rosa dan Ayah Nazar pun mulai mengantri dan memberikan menunjukkan tiket mereka ke petugas bandara.


Arka meraih pinggang Kesya, dan membiarkan dadanya menjadi tempat Kesya membanjiri air matanya.


Setelah mengantar Daddy Roy, Mami Shella, dan Kiki ke rumah, Kesya minta ikut Arka untuk ke kantornya. Sesampainya di kantor, Kesya kesal melihat sekretaris Arka yang menggunakan rok pendek yang memamerkan kaki jenjangnya.


" Mbak Sarah, mulai besok tolong bajunya yang sopan ya." Tegur kesya dingin.

__ADS_1


Arka yang tadinya ingin membuka pintu ruangannya, mengurungkan niatnya melihat Kesya yang berbicara dingin kepada Sarah, sekretarisnya. Biasanya Kesya akan bersikap ramah kepada Sarah.


" Maaf Nyonya, Maksudnya gimana ya? saya kan biasanya memang seperti ini pakaiannya." Ujar Sarah.


Arka langsung berjalan mendekati sang istri, dan memberikan kode kepada Sarah untuk menuruti keinginan Kesya.


" Rok kamu terlalu pendek, saya tidak suka."


Arka hampir kelepasan tawa.


" Maaf nyonya, besok saya tidak akan memakainya lagi" Ujar Sarah sopan.


" Ganti sekarang" Titah Kesya.


Sarah hanya membuka mulutnya tidak percaya. Wanita yang berdiri didepannya ini tidak sepeti gadis yang dulu sebelum menjadi istri Arka. Sangat arogan dan posesif.


" Wah, ada bumil di sini" Tegur Fadil.


Seketika Sarah langsung mengerti kenapa Kesya berubah. Karena dia juga pernah merasakan dulu saat hamil anak pertamanya. Sangat cemburuan dan curigaan dengan sang suami. Sarah tersenyum menatap Kesya.


" Kak Fadil ngapain kesini?" Tanya kesya polos tapi terdengar jutek.


Fadil sontak melongo mendengar ucapan Kesya. " Key, Saya ke sini mau minta tanda tangan Arka" Ujar Fadil lirih.


Arka hanya mengulum bibirnya menahan senyum. Dan sayangnya itu tertangkap oleh mata tajam Kesya yang seperti elang.


" Kenapa Mas senyum? gak ada yang lucu juga" Ujar Kesya dan masuk kedalam ruangan Arka.


Fadil menatap Arka, dan yang di tatap hanya mengendikkan bahu.


" Kamu cepat ganti baju, sebelum kesya kembali merajuk. Oh ya, jangan marah dengan perkataan Kesya, karena dia saat Ini sedang hamil" Ujar arka.


Arka masuk kedalam ruangannya yang di ikuti oleh Fadil. Terlihat kedua sedang mengetik-ngetik ponselnya. Sedangkan arka langsung menuju mejanya dan meminta berkas yang dibawa oleh Fadil.


"Mas, Aku pesan lontong pecel, tahu gejrot, pisang goreng kriuk dengan toping coklat dan keju yang banyak, serta jus jeruk. Mas mau pesan apa?" tanya Kesya.


Arka hanya melongo mendengar pesanan yang disebutkan Kesya. Benar-benar napsu makan Kesya bertambah dua kali lipat. Bukan dua, mungkin sudah berkali-kali lipatnya.


" Mas pesan lontong pecel aja sama jus alpukat" Ujar Arka.


" Gue gak di tawarin Key?" Tanya Fadil.


" Kak Fadil bukannya udah ngajak Puput makan yaa?"


" Tau dari mana?"


" Intinya jika Kak Fadil berani macem-macem dengan Puput, Key jamin jika kak Fadil bakal Kesya sunat dua kali"


Ucapan Kesya sontak membuat Fadil menutup aset berharganya dengan kedua tangannya. Fadil langsung menggeleng-gelengkan kepalanya dan menatap Kesya horor.


Fadil langsung permisi keluar karena merasa hawa di ruangan tersebut berubah menjadi dingin. Di tambah tatapan Kesya yang seakan ingin mengulitinya.


" Huuff, memang susah kalo berhadapan dengan bumil" Gumam Fadil.


Fadil menoleh ke arah Sarah, yang sudah mengganti pakaiannya dengan menggunakan celana berbahan kain. Fadil menggeleng-gelenhkan kepalanya.


Kesya masih sibuk dengan ponselnya, tak berapa lama Sarah mengetuk pintu.

__ADS_1


" Masuk" Titah Arka.


"Permisi Pak, Nyonya, Ada pengantar makanan"


" Oh iya, Tadi aku pesan. Suruh masuk aja Mbak" Ujar Kesya ramah.


Sarah tersenyum, sekarang mood Kesya sudah berubah kepadanya.


" Atas nama Mbak Kesya, ini semua pesanannya." Ujar pengantar makanan tersebut dengan suara bergetar.


Kesya memberikan sejumlah uang untuk menbayarnya. " Ambil saja kembaliannya" Ujar Kesya ramah.


Pengantar makanan tersebut pun langsung berterima kasih dan membalikkan tubuhnya.


" Mbak Sarah, ini" Ujar kesya memberikan satu bungkus makanan yang Sarah tidak tau apa isinya.


" Apa ini Nyonya?"


" Panggil Kesya aja, gak usah pake Nyonya-nyonya, serasa tua benget jadi nya. Ini untuk Mbak Sarah. Maafin Key ya, tadi marah-marah sama Mbak. Key juga gak tau kenapa bisa sampai marah-marah" Ujar Kesya tulus.


Sarah tersenyum dan mengambil bungkusan yang sudah di sodorkan oleh Kesya.


" Iya Nyo__"


" Kesya, panggil Kesya aja"


" Hehehe, Mbak aja yaa, Mbak Kesya."


Kesya menganggukkan kepalanya dan tersenyum. Itu lebih baik dari pada di panggil Nyonya.


" Makasih banyak ya Mbak Kesya" Ujar Sarah.


Setelah Sarah keluar dari ruangan Arka, Kesya kembali duduk di sofa. Dan mulai membuka semua pesanannya.


" Mas, makan dulu yuk"


Arka menatap jam tangannya, masih ada 30 menit lagi sebenarnya untuk jam istirahat. Tetapi melihat antusiasnya sang istri dengan membuka satu persatu pesanannya, Arka pun menghentikan pekerjaannya dan duduk disebelah Kesya.


Kesya tersenyum, dan mengecup bibir Arka sekilas. " Gantengnya cukup untuk aku aja yaa"


.


.


.


.


.


.


.


.


Dukung terus ya cerita author.

__ADS_1


LIKE +VOTE +RATE + KOMENNYA sangat di nanti loh..


Terima kasih juga buat yang udah kasih Like dan Vote nya..


__ADS_2