
Kesya sedang memandikan Qila, sedangkan Veer masih betah dalam gendongan Papa nya.
" Mas, Sini Veer nya. Gantian mandinya. Mas pakaikan baju Qila ya"
Kesya meletakkan Qila di atas tempat tidur. Dan meraih Veer dari gendongan Arka.
" Anak Papa yang cantik udah segerr yaa.. Pake minyak telon dulu yaa, biar hangat badannya.. " Arka mengajak Qila berbicara sambil memakaikan baju Qila. Katanya sih dengan mengajak bayi berbicara, bisa merekatkan ikatan tali orang tua dan anak.
" Sini, Veer biar Papa yang pakaiin baju nya"
Arka kembali meraih Veer dari gendongan Kesya. Qila sudah anteng dan cantik di box bayi nya, sambil mengenyot Dodot yang berisi ASI.
" Aku mandi dulu ya Mas"
" Iya sayang"
Arka memakaikan baju Veer, tak berapa.lama pintu kamar di ketuk. Arka baru saja selesai memakaikan singlet nya Veer. Arka Menggendong Veer dan membuka kan pintu kamarnya.
" Mami"
" Si kembar udah siap mandi?" Tanya Mami Laura.
" Qila udah, Veer lagi Raja pakein baju"
" Mana Qila, sini sayang sama Oma" Mami Laura pun mengambil Qila dari box bayi nya, dan menggendong nya sambil berselawat.
" Mami bawa turun Qila yaa, nanti kamu bawa turun Veer yaa"
" Iya Mi"
Baru saja Mami Laura berbalik badan, Papi Farel sudah masuk ke dalam kamar Arka dan Kesya.
" Mana cucu Kakek yang ganteng dan cantik?"
" Hai kakek, ini Qila udah cantik dan wangi" Ujar Mami Laura sambil menirukan suara anak kecil.
Papi Farel mendaratkan ciuman di pipi gembul Qila. Hingga Qila pun tertawa. Papi Farel mengambil alih Veer dari gendongan Arka. Setah Arka selesai memakaikan bedak di wajah gembul Veer.
"Mami sama Papi turun yaa.."
" Iyaa Mi, Pi, nanti Arka nyusul sama Kesya"
Papi dan Mami laura pun berlalu dari kamar Arka dan Kesya. Arka langsung mengunci pintu kamar, dan tersenyum licik menghadap pintu kamar mandi.
Arka berjalan sambil membuka bajunya dan celananya, Hingga menyisakan boxer. Arka perlahan memasuki kamar mandi, bersyukurlah karena Kesya tidak menguncinya. Sudah kebiasaan Kesya memang tidak mengunci pintu kamar mandi.
Kesya sudah memakai handuk, dan sedang membungkus rambutnya dengan handuk yang lebih kecil. Perlahan Arka mendekati Kesya, dan Kesya belum juga menyadari kehadiran Arka.
" Akkhh" Kesya terkejut saat ada tangan yang memeluknya dan meremas gunung kembarnya.
" Masshh" Kesya berdesis karena Arka mengecup leher jenjangnya.
" Akuh.. udah siaphh ah.. mandi masshh"
" Kamu membuat aku tergila-gila sayang. Aku akan membantu mu mandi"
Dengan sekali gerakan handuk yang di pakai Kesya sudah terbang melayang entah kemana dan bisa di pastikan mendarat di lantai. Arka mendorong tubuh Kesya menempel ke dinding, sedang bibir Arka sibuk denagn menciumi setiap inci leher dan punggung Kesya. Sedangkan tangannya sibuk meremas dada Kesya, dan meraba bagian sensitifnya.
Arka benar-benar membuat Kesya harus kembali lagi membersihkan dirinya. Dan Arka menepati janjinya membantu Kesya mandi, tetapi setelah mengambil ronde ke 2.
__ADS_1
" Gara-gara kamu Mas, kan kelamaan Mami dan Papi pasti nungguin kita" Kesal Kesya.
" Sekali-kali yank. Lagian kan semenjak ada si kembar, kita jarang ehem-eheman"
" Jarang apa nya? Seminggu 4 kali minta jatah, apa nya yang jarang?"
" Kan biasanya setiap malam, beronde-ronde lagi. Tapi semenjak ada si kembar kan cuma seronde yank"
" Aduuh, suami mesum ku" Kesya menangkup pipi Arka dan memiringkan ke kiri dan ke kanan.
" Sama istri sendiri kan gak dosa"
Di ruang keluarga, Mami Laura, Papi Farel, Gilang, dan Mili sudah menanti kedatangan Kesya dan Arka. Gilang langsung tersenyum menggoda saat melihat dua sejoli itu menuruni tangga.
" Waah, berapa ronde nih? Sampai 2 jam kita nunggunya. Untung Baby twins udah tidur"
Kesya langsung mengembungkan pipi nya saat di goda oleh Gilang.
" Beronde-ronde lah. Kapan lagi coba." Jawab Arka yang mana membuat Kesya semakin malu dan memukul lengan suaminya
" Mulutnya jangan lemes gitu" Desis Kesya.
Arka hanya nyengir kuda saat Kesya melototi nya. Kesya memperhatikan Fatih yang asik merangkak kesana kemari, dan sekali-kali meraih tubuh Gilang atau pun Arka, dan mencoba untuk berdiri.
" Udah bisa jalan?" Tanya Kesya kepada Mili.
" Belum Mbak, tapi udah bisa berdiri"
" Waah, giginya juga sudah tumbuh yaa"
" Kata orang, kalo cepat tumbuh gigi, lama jalannya" Tambah Mami Laura.
" Yaa itu kan menurut orang jaman dulu. Sebenarnya sih semuanya udah ada porsi pertumbuhannya masing-masing. Ada yang cepat berjalan, ada yang duluan berbicara tapi belum tumbuh gigi, bahkan ada juga yang pada saat lahir sudah ada gigi."
" Masa sih Mi?"
" Iyaa, Anak kawan Mami dulu gitu, saat lahir udah tumbuh gigi. Kata dokter karena kelebihan kalsium saat mengandung. Makanya pertumbuhan giginya cepat"
Kesya dan Mili pun berOo ria.
" Mili, kamu ada rencana nambah lagi gak?"
" Gak dulu Mi, Mili mau selesain kuliah yang tertunda dulu. Trus Mas Arka juga udah nyuruh Mili buat ngisi posisi kosong di kantor."
" Di izinin sama Gilang?"
" Insya Allah di bolehi Mi. Asal Mili gak lupa dengan kewajiban Mili sebagai istri dan ibu"
" Bagus itu. Setidaknya kamu mendapatkan dukungan dan izin dari suami"
" Iya Mi."
Kesya, Mami Laura, dan Mili pun bercerita tentang pertumbuhan kembang Fatih dan si kembar. Hingga ponsel Kesya berbunyi dan menampilkan nama Bara.
" Assalamualaikum"
"....."
" Apa? Di jodohi lagi?"
__ADS_1
"......"
" Trus, Mas Bara mau?"
"....."
" Apa? Di suruh langsung melamar?"
"......"
" Mas gak coba nolak gitu?. Dan ngomongin baik-baik dulu masalah ini. Ini bukannya masalah nikah dalam artian hidup sehari atau seminggu dengan orang asing. Tapi, ini menyangkut Masa depan Mas."
"......"
" Hah? Mami sampai ngancem Mas kalo Mas nolak?"
" ......"
" Hmm, Mami ada bilang kapan pulang?"
" ....."
" Ya udah, besok saat Mami pulang, kita bicarakan baik-baik yaa"
"......"
" Walaikumsalam"
Kesya meletakkan kembali ponselnya di atas meja.
" Kenapa Bara?" Tanya Mami Laura penasaran.
" Mami mau jodohi anak temannya dengan Mas Bara. Kata Mami, Mami udah merasa cocok dengan gadis itu. Dan Ingin Mas Bara langsung melamarnya saat kencan mereka nanti."
" Kok Mami shella jadi maksa gitu ya?" tanya Mami Laura merasa heran.
" Gak tau, mungkin karena Mami udah setres mikirin Mas Bara yang hidupnya gak keurus gitu saat di tinggal pergi Sasa."
" Hmm, Mas Bara masih berharap Sasa kembali?" Tanya Mili.
" Hmm, Tau sendiri udah berapa wanita yang mendekati Mas Bara. Tapi gak ada satu pun yang di gubris dengan Mas Bara. Semua bagaikan angin lalu"
" Hmm, padahal mereka cocok banget yaa. Sayang harus mendapatkan musibah seperti itu"
" Iyaa, semoga semuanya adalah yang terbaik untuk Mas Bara. Apalagi seminggu lagi mau masuk bulan Ramadhan"
" Aamiin.." Mami Laura dan Mili mnegucpakan Amin secara bersamaan.
IG : Rira_Syaqila
****. Hai readers..
Selamat menjalankan ibadah puasa ya..
mohon maaf lahir dan bathin, jika ada salah kata yang pernah aku ucapin yaa..
Salam sehat selalu, Dan semoga puasanya mendapatkan pahala berlimpah.. Amiin..
Budayakan setelah membaca untuk menancapkan jempolnya ya...
__ADS_1