KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
Bab 69 ' Malam pertama'


__ADS_3

Betapa beruntungnya Kesya bisa memiliki Arka, yang mau menunggu kesiapannya.


Arka merelaikan pelukannya, di hapusnya air mata Kesya yang membasahi pipinya Di pandangnya wajah istrinya, wajah wanita yang di cintainya. Wanita yang saat pertama kali bertemu, sudah membuat hati dan fikirannya terganggu akan bayangan dirinya.


Mata mereka bertemu, wajah Arka pun semakin mendekat, membuat Kesya menutup matanya rapat-rapat, jangan lupakan tangan Kesya yang sudah meremas Bedcover dengan kuat. Arka tersenyum mendapati Kesya menutup matanya rapat sambil meremas Bedcover dengan kuat. Arka Memandang wajah yang tengah menutup mata dengan gugup itu. Tak tahan berlama-lama, Arka pun mendaratkan ciumannya di kening Kesya. Yang mana sontak membuat Kesya membuka matanya secara perlahan dan kemudian menatap Arka kembali.


"Tidur lah, simpan tenaga buat besok" Ujar Arka.


Kesya membuka matanya, dan tersenyum canggung kepada Arka. Kesya pun merebahkan tubuhnya, dengan Arka yang masih setia di sebelahnya. Tak butuh waktu lama, Kesya pun terlelap. Setelah memastikan Kesya tertidur, Arka bangkit dan kembali masuk menuju kamar mandi. Ada hal yang harus Arka kerjakan, yaitu mendinginkan sesuatu yang panas dan menidurkan sesuatu yang bangun.


Setelah selesai mandi, Arka memandang istinya yang sudah tertidur pulas. Arka pun ikut naik dan tidur sambil memeluk istri tercintanya.


Kesya menggeliat, merasakan tubuhnya berat karena tertimpa sesuatu. Kesya membuka matanya secara perlahan, Di lihatnya sebuah tangan kekar sedang melingkar di perutnya. Perasaan Kesya semakin tidak enak, dengan perlahan Kesya membalikkan tubuhnya dengan susah payah, dan melihat wajah tenang Arka yang tertidur.


"AAAAAAAAAA"


Kesya berteriak dan berusaha melepaskan diri dari Arka. Membuat Arka terkejut dan terjungkal dari tempat tidur karena tendangan Kesya.


" Ngapaib Om di sini? Dasar Om-Om Mesum", Teriak Kesya sambil melempar bantal kearah Arka.


"Key, dengerin saya dulu.. Aw...aw.. sakit Key"


"Keluar.. pergi dari sini... Keluaaarrr" Teriak Kesya sambil memukul Arka dengan guling sekuat tenaganya.


Tok..tok..tok..


"Key, kamu kenapa sayang? Buka pintunya "


Terdengar suara teriakan Mami Shella dari luar.


"Mami tolongin Kesya" Teriak Kesya yang hampir menangis.


Dengan cepat Kesya loncat dari tempat tidurnya, dan membuka pintu kamarnya. Kesya langsung memeluk dan bersembunyi di balik tubuh maminya.


"Mami, " Ujar Kesya yang sudah terisak menangis.


Mami Shella, Daddy Roy, dan Ayah Nazar melihat kearah Arka yang tengah terduduk di lantai dengan tumpukan bantal.


"Sayang"

__ADS_1


" Key gak tau Mami, saat Key bangun, tiba-tiba sudah ada Om Arka di samping Kesya, Hikks.. Key gak buat apa-apa Mami. Key beneran gak tau gimana Om Arka bisa ada di kamar Kesya. hiks.. Sepertinya kamar Key harus di pasang terali besi, biar orang gak gampang masuk kedalam kamar key" Ujar Kesya sambil terisak dan menangis dipelukan sang Mami.


Arka menggaruk kepalanya yang tidak gatal dengan wajah yang memerah.


"Key, Coba lihat Mami"


Kesya pun menghentikan tangisnya dan menatap Maminya itu.


"Kamu beneran gak ingat kenapa Arka bisa tidur di kamar kamu?" Tanya Mami Shella yang sedang menahan tawanya.


Kesya menggelengkan kepalanya.


"Kamu yakin?" Tanya Mami Shella.


Kesya mengganggukkan kepalanya, dan saat Kesya menghapus air matanya, Kesya menatap tangannya yang penuh dengan Inai, beserta jari manisnya yang sudah tersemat sebuah cincin. Kesya melihat kearah Arka yang berdiri dengan gugup, jangan lupakan wajahnya yang memerah. Kemudian dia kembali menatap jarinya, lalu pandangannya beralih kearah Mami Shella, Daddy Roy, dan Ayah Nazar yang sudah tersenyum ingin menertawakannya.


Kesya berfikir sejenak, seakan mendapatkan memorinya, Kesya membelalakkan matanya dan menutup mulut nya. Dipandanginya Arka dengan merasa bersalah.


" Jadi ceritanya malam pertama jadi maling ya" Goda Daddy Roy kepada Arka.


Kesya menutup kedua wajahnya dengan telapak tangannya.


Arka hanya mampu berdiri mematung sambil nyengir dan menggaruk kepalanya.


"Mamiii" Teriak Kesya yang masih menutup kedua wajahnya.


Mami Shella, Daddy Roy, dan Ayah Nazar pun tertawa dan meninggalkan kamar Kesya. Mereka kembali tidur karena jam menunjukkan masih pukul 1 dini hari.


Saat pintu tertutup, Arka mendekatkan dirinya kepada Kesya, dan memeluk Kesya dari belakang.


"Jadi kamu gak ingat kalo kita sudah menikah?" Goda Arka.


"Mas.." Lirih Kesya.


Arka membalikkan tubuh Kesya, dan menurunkan tangan Kesya yang menutup wajahnya. Kesya masih menunduk malu dengan wajah yang merona.


Cup


Arka mengecup bibir Kesya. Yang mana membuat wajah Kesya semakin memerah dan ingin menutup wajahnya kembali. Tapi Arka menahan pergerakan Kesya, melingkarkan tangan Kesya ke pinggangnya dan menarik Kesya masuk kedalam pelukannya.

__ADS_1


"Jadi, sekarang mau lanjut tidur, atau mau perang bantal, ngikuti saran Mami?" ujar Arka, membuat Kesya semakin mengeratkan pelukannya.


Arka terkekeh merasakan pelukan Kesya yang semakin erat.


Arka merenggangkan pelukan Kesya, dan dengan cepat Kesya sudah berada di gendongannya. Arka menggendong Kesya ala bridal style.


Arka menurunkan Kesya pelan ke tengah ranjang, kemudian Arka juga membaringkan tubuhnya dengan menghadap Kesya. Perlahan Arka mendekatkan wajah nya ke Kesya. Kesya menutup matanya seraya merasakan bibir Arka yang sudah menempel di bibirnya. ********** dengan pelan, menikmati setiap rasa manis yang ada. Arka menikmatinya, walaupun Kesya tidak membalasnya. Setidaknya Kesya menerimanya saat mencium dirinya, dan tidak menolaknya.


Arka menggerakkan tangannya yang tadi bertengger manis di pinggang Kesya, dan saat ini sudah merambat naik menuju sesuatu yang menonjol. Saat sudah berada dia atas tubuh Kesya yang kenyal dan sensitif itu, Kesya seakan tersadar dari ciuman Arka, dan menahan tangan Arka.


Arka melepaskan ciumannya, dan menempelkan kening mereka. Mengambil sebanyak-banyaknya oksigen untuk mengisi paru-paru yang sudah kehabisan stok.


"Maaf" Lirih Arka,


Kesya hanya menganggukkan kepalanya, dan tersenyum. Arka singkat bibir Kesya, kemudian mencium keningnya. Lalu Arka merentangkan tangannya untuk Kesya jadikan bantal. Secara bantal udah pada di lempari oleh Kesya tadi kan.


"Tidur lah lagi, dan ketika bangun, kamu harus ingat jika saya sudah menjadi suami mu" Ujar Arka sambil memeluk Kesya dan mencium pucuk kepala Kesya.


"Maaf" Lirih Kesya.


"Iya okey" Ujar Arka dan kembali mengecup pucuk kepala Kesya.


Kesya pun menutup matanya dan mencoba tidur kembali. Arka masih memukul-mukul pelan bahu Kesya, seperti sedang menidurkan seorang anak kecil. Terasa nafas Kesya teratur, secara perlahan Arka melepaskan tangannya dari kepala Kesya dan menggantinya dengan bantal.


Arka melangkahkan kakinya ke kamar mandi, dan melakukan ritual yang tadi sempat di lakukannya.Bisa di hitunh sudah berapa kali Arka menahan rasa gejolak tersebut.


Arka keluar dari kamar mandi dengan keadaan segar, matanya merasa mengantuk, dan Arka pun kembali merebahkan tubuhnya sambik memeluk Kesya.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


LIKE + VOTE +RATE +KOMENTARNYA.


TERIMA KASIHHH...


__ADS_2