KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
Bab 34 'Buka pintu'


__ADS_3

Hai reader..


Maaf ya kalo lama up-nya ...


soalnya aku lagi sakit, jadi gak sanggup mikir...


tetap setia terus ya dengan cerita ku..


Makaasiihh...


\=\= SELAMAT MEMBACA \=\=


Sarah, sekretaris Arka sudah menunggu kedatangan Kesya di depan pintu masuk kantor.


" Selamat siang Nona" sapa Sarah.


"Siang " balas Kesya yang mengetahui nama wanita yang menyapanya adalah Sarah setelah membaca nametag nya.


"Mari Nona, ikut saya" ucap Sarah yang di tanggapi anggukan dengan Kesya.


Semua mata langsung tertuju ke arah Kesya. bisik-bisik tetangga kini mulai terdengar di telinga.


" Hei, itu cewek yang dikabari dekat dengan Tuan Muda. Cantikan gue deh dari pada dia." ucap seorang wanita, kita sebut aja Y


" Cantikan gue lagi, gue tinggi, putih, dari kalangan berada, sesuai lah dengan Tuan Muda". bisik wanita Z


" iihh, tetep aja tu cewek yang bisa menangi hati Tuan muda. Liat aja, wajahnya yang ayu dan teduh itu, adem bangeett di lihat" ucap wanita B


" halaaahhh, palingan cuma tampang aja yang polos, tapi suka ngincar Pria kaya." ucap wanita Y


" huuss, gak baik nuduh seseorang sembarangan kalo gak ada bukti kongkrit, kalo menurut gue, Nona Kesya itu cewek baik. cuma sayangnya banyak yang sirik aja sama dia, karena hidupnya penuh cinta. Jadi dech Yang sirik-sirik kayak kalian dua ini buat gosip yang enggak-enggak dan secara tak langsung menjelekkan seseorang. Yang tadinya hanya omong kosong, bisa jadi di kira beneran dengan yang lain. Ingat dosanya berat loh memfitnah seseorang, sama halnya dengan membunuh" ucap Wanita B


Wanita Y dan Z pun langsung terdiam mendengar ceramah dadakan dari temennya. Yang sebenarnya apa yang dikatakan temennya adalah benar, karena rasa iri membuat mereka menjelekkan seseorang yang belum kita kenal.


Kesya yang mendengarnya tersenyum perih, namun sedikit lega mendengar seseorang membelanya. Padahal mereka tidak pernah berkenalan sama sekali. Setidaknya di dunia ini masih ada orang yang berhati baik. Dan tidak mudah termakan oleh gosip.


Tok.. tok.. tok..


" Masuk " titah Arka.


" Permisi Tuan, Nona Kesya sudah di sini" ucap Sarah.


" Suruh masuk " titah Arka.


Kesya pun masuk dengan wajah yang di tekuk kesal. Menunggu Arka menyuruh ya duduk atau pun menyapanya. Tapi Arka seolah-olah sibuk dengan pekerjaannya. Buat apa dia menyuruh Kesya datang lagi mengabaikannya. Kesya merasa kekesalannya mulai bertambah.


" Masih sibuk Om?, kalo gitu saya pulang aja yaa." ucap Kesya dan detik itu juga memutar langkahnya ke arah pintu. Saat Kesya memutar gagang pintu, pintunya sudah terkunci. ' Apa terkunci dari luar ya??' batin Kesya.


Dan saat Kesya berbalik, dia sudah di kejutkan dengan Arka yang sudah berada di belakangnya.


" Bebek kelelep " latah Kesya sambil memegang jantungnya yang seakan ingin meloncat keluar dan mencari udara segar.

__ADS_1


Arka hanya menaikkan sebelah alisnya.


"Emang ada ya bebek kelelep? bukannya bebek bisa berenang?" tanya Arka.


Kesya hanya mencebikkan bibirnya. "Ya kali om, bebeknya lagi frustasi dan bunuh diri" ucap Kesya seasalnya.


" Emang bebek bisa frustasi?" Tanya Arka lagi yang kini menatap Kesya dengan senyum tersembunyi.


" Ya bisalah " jawab Kesya kesal.


" Tau banget kamu dengan perasaan bebek? emangnya kamu temennya bebek" Jawab Arka sambil tersenyum simpul melihat wajah Kesya yang semakin kesal.


" CK, gak lucu kali om"


" Yang bilang lucu siapa? Saya kan bukan pelawak" jawab Arka.


' iih, ni orang gak pernah di ulek kali ya.. pingin banget gue mixer tu mulut. ' batin Kesya kesal.


" Kamu ngatain saya?" tanya Arka.


" CK, Om manggil saya ke sini ada apa sih?" tanya Kesya kesal.


" Mami suruh bawa calon mantunya makan siang bareng." Ucap Arka.


Kesya hanya mencebikkan bibir dan memanyunkan bibirnya. Detik itu juga matanya melotot karena Arka sudah memajukan dirinya dan membuat tubuh Kesya terbentur pintu. Sedangkan tangan Arka sudah mengurung Kesya dengan kedua tangannya berada di setiap sisi badan Kesya yang melekat ke dinding.


" Saya sudah bilang, jangan pernah menggoda saya dengan bibir kamu yang seksi itu" ucap Arka.


Arka tersenyum miring melihat Kesya, lalu Arka mengecup bibir Kesya. Emm, maksudnya mengecup tangan Kesya tapi di fikiran Arka seolah-olah mengecup bibir Kesya. Lama Arka membiarkan bibirnya menempel di tangan Kesya. Sedangkan mata mereka saling menatap. Hingga deringan telepon Arka menghentikan aksi Arka.


Setidaknya Kesya bisa bernapas lega, dan harus mengucapkan beribu terima kasih kepada si penelpon tersebut, yang sudah menyelamatkan jantungnya.


" Assalamualaikum Mi, " ucap Arka kepada seseorang di seberang panggilan.


" ........"


" Iya Mi, ini Raja mau ke sana kok dengan Kesya, "


"...,......"


" Walaikumsalam " ucap Arka, dan menutup panggilannya.


" Kita berangkat sekarang?, Mami sudah menunggu." ucap Arka.


Kesya hanya menganggukkan kepalanya. Lalu dengan gerak cepat Kesya membalikkan badannya dan membuka pintu.


Cekl..cekl..cekl..


" Terkunci" ucap Kesya yang melirik kearah Arka.


Arka mencondongkan wajahnya ke dekat Kesya, membuat Kesya memalingkan wajahnya dan menghadap pintu.

__ADS_1


" 'Buka Pintu' " ucap Arka tepat di telinga Kesya. Membuat Kesya merinding dan menahan napasnya.


Kesya hanya mengedip-ngedipkan matanya. Arka yang melihat itu sangat gemes, dan rasanya ingin sekali membawa pulang Kesya dan menguncinya seharian di kamarnya.


Melihat tangan Kesya yang terletak digagang pintu tanpa mendorongnya, Arka pun berinisiatif untuk membuka pintu tersebut. Mau tak mau, Kesya harus menerima tangan Arka yang berada di atas tangannya yang sedang memegang gagang pintu, dan membuka pintu tersebut.


Ceklek..


Kesya membelalakkan matanya saat melihat pintu terbuka. Dan dengan cepat dia bergegas keluar, setidaknya dia bisa sedikit menjauh dari Arka dan mengambil napas sebanyak-banyaknya.


" Katakan pada Fadil, kalo saya pergi dengan Calon istri saya" ucap Arka kepada Sarah, sekretarisnya.


" Baik Tuan Muda. " ucap Sarah sambil membungkukkan sedikit badannya.


Arka langsung menyambar tangan Kesya, dan menggenggamnya erat.


" Om, lepasiin.. " bisik Kesya penuh penekanan.


Arka hanya melirik kearah Kesya, dan kemudian tersenyum manis. Sangat manis sehingga membuat semua karyawan yang melihatnya terpana. Karena bosnya ini tidak pernah tersenyum sama sekali. Dan ini adalah momen yang sangat jarang terlihat. Tidak hanya karyawan wanita, tetapi karyawan pria juga terpesona dengan Arka yang sangat berwibawa saat tersenyum.


Arka memasuki lift bersama Kesya. Didalam lift Kesya masih berusaha untuk melepaskan tangannya.


" Om, lepasiin dong. saya malu di liatin orang. Nanti apa kata orang kalo liat saya dan Om gandengan gini." Ucap Kesya yang masih berusaha untuk melepaskan tangannya.


" Saya tidak peduli, yang jelas saya mau tunjukin kesemua orang kalo kamu itu hanya milik saya" ucap Arka.


" iih, seenaknya aja. Saya ini milik ayah saya ya Om, bukan milik Om" ucap Kesya ketus.


" Oke, saya akan meminta kamu kepada Ayah" ucap Arka.


" Haah, Om kira Ayah saya akan segampang itu menyerahkan anak gadisnya yang cantik ini dengan mudah ke Om?, Jangan mimpi dech Om." ucap Kesya meremehkan Arka.


Arka memposisikan tubuh Kesya ke dinding, dan kemudian mengurung Kesya kembali di dalam tangannya yang berposisi di sebelah Kesya di setiap sisi yang menempel ke dinding lift.


" Om" pekik Kesya.


" Kamu nantang saya?" ucap Arka.


Kesya hanya menelan salivanya susah payah, dan mengedip-ngedipkan matanya. "Sepulang saya dari Luar negeri, saya akan melamar kamu" Bisik Arka, yang membuat Kesya menahan napasnya dan menutup matanya refleks. Karena wajah Arka sudah sangat dekat dengan wajah Kesya. Hingga hidung Arka yang mancung menyentuh hidung Kesya.


.


.


.


.


.


Jangan Lupa Like + Vote + Komen + Rate yaa..

__ADS_1


salam hangat selalu dari Kesya dan Arka.


__ADS_2