KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
KCK2 - SULTAN KHILAF 147


__ADS_3

Quin membuka matanya dan menemukan pemandangan yang sangat menyejukkan tak jauh dari nya. Yang mana Abi sedang memicit kaki kakek Farel sambil bergurau bersama. Quin tak ingin melewati momen ini, Quin bergerak perlahan untuk meraih ponselnya dan merekam pemadangan yang ada di hadapanya masih dengan posisi tertidur


menyambing di atas sofa yang juga bisa du gunakan untuk tempat tidur.


Setelah puas merekam momen indah itu pun, Quin bangkit dari tidurnya. Benar saja, pergerakan Quin mengambil perhatian sang kakek.


“Kamu sudah bangun sayang?”


“Hmm, Iya kek.”


Quin merenggangkan sedikit ototnya dan berjalan mendekat ke arah kakek dan Abi.


 “Gimana pijitan Abi, Kek? Enak kan?”


“Iya, Malahan tadi kakek sudah menyuruh Abi untuk membuka panti pijat.”


 Quin terkikik mendengar ucapan sang kakek. “Tapi Quin gak rela kalo Abi buka panti pijat.”


 “Kenapa?”


“Iya,


nanti banyak tante-tante genit dan kesepian yang datang, terus minta di pegang-pegang sama Abi, Quin gak mau ah.”


“Kamu cemburu?” tanya Abi dengan nada menggoda.


“Tentu saja, istri mana yang gak cemburu kalo  suaminya di ganjenin janda.” Quin mengerucutkan bibirnya.


 “Kalo di ganjenin gadis boleh?”


 Quin melototkan matanya  dan mencubit pinggang Abi. “Awas aja kalo berani.”


“Aww, sakit sayang.” Abi meringis sambil terkekeh melihat wajah Quin yang cemberut.


Kakek Farel yang melihat interaksi Quin dan Abi pun tersenyum senang. Kakek benar-benar melihat pancaran cinta di mata Abi untuk sang putri, begitu pun sebaliknya. Tak hanya kakek, papa Arka dan mama Kesya pun ikut melihat


pemadangan yang indah itu. Mama Kesya hingga meneteskan air matanya melihat kebahagiaan sang putri.


 “Kok nangis, sayang?” Papa Arka merangkul bahu mama Kesya.


“Makasih ya Mas, udah menikahkan Quin dengan Abi. Awalnya Aku ragu saat Mas memutuskan untuk menerima lamaran Abi yang mendadak saat itu. Tapi sekarang Aku percaya, jika keputusan yang Mas buat adalah benar.”


 “Aku udah menyelidiki Abi, mana mungkin aku membiarkan putri ku satu-satunya jatuh di tangan orang yang salah.”


Mama Kesya melingkarkan tangannya di perut Papa Arka sambil melihat pemandangan yang sangat indah itu.


“Oh ya Pa, temennya Fatih ada seorang pelukis loh, gimana kalo kita minta dia untuk melukis kita satu keluarga?”


“Yang namanya Tissa itu?”


 “Hmm, anaknya juga ramah loh.”


“Baiklah, nanti kita atur jadwalnya.”


 Rencana untuk pergi ke butik pun gagal. Quin dan Mama Kesya saat ini mengadakan acara makan malam keluarga di rumah Kakek Farel. Rasanya sudah sangat lama sekali tidak melakukan acara keluarga seperti ini, dan Alhamdulillah-nya seluruh keluarga pun ikut hadir.


 Kakek Farel menatap seluruh anak dan cucu nya. Air matanya mengalir membasahi pipi nya yang sudah terdapat banyak garis kerutan.


“Papi kenapa nangis?” tanya Oma Laura.


“Papi bahagia, umur papi yang sudah menginjak di akhir-akhir masanya ini, Papi masih di berikan kenikmatan untuk berkumpul bersama keluarga Papi. Papi memiliki menantu yang hebat-hebat, yang pintar menjalin tali persaudaraaan.”


Kakek Farel menatap kearah Mama Kesya, Papi Gilang dan Opa Bram. Mereka adalah menantu yang sangat dibanggakan oleh Kakek Farel. Serta cucu-cucunya yang terlihat akrab dan mampu menjalin persaahabatan satu antara lainnya. Bahkan kini Kakek Farel tak merasa hanya memiliki tiga putra, melainkan adanya kehadiran Bara beserta istri dan Fadil beserta istrinya juga menambah daftar anak dari Kakek Farel.


 Bahkan, Om Jodi dan Om Duda pun sudah di anggap seperti anak oleh kakek Farel, karena melihat bagaimana kompaknya mereka kepada anak laki-lakinya.


“Kakek, kenapa kakek nangis?” Quin menghampiri Kakek Farel dan oma Laura dengan membawa jus buah kesukaan kakek Farel.


“Kakek bahagia.”


 “Bahagia kok nangis sih?”

__ADS_1


“Kakek menangis bahagia karena semua anak, menantu, dan cucu-cucu kakek berkumpul di sini.”


 “Maka dari itu, kakek harus tetap jaga makannya agar kakek selalu sehat wal’afiat.”


“Amin, kakek juga berharap bisa melihat cicit kakek dari kamu, dan melihat pernikahan Anggel dengan orang yang di cintainya.”


 Quin hanya tersenyum mendengar ucapan kakek Farel. Karena Kakek Farel tak mengetahui jika terjadi sedikit masalah dengan Mama Puput dan Oma Laura. Tapi lihatlah saat ini, mereka mengobrol dengan akrabnya, seolah tak memiliki masalah apapun. Qun menghela napasnya pelan dan tersenyum.


“Kakek, bantu doa nya untuk kebahagiaan semua cucu-cucu kakek.”


 “Tentu, pasti kakek akan berdoa untuk seluruh anggota keluarga kakek.”


 Quin memeluk sang kakek dan mencium pipi nya. Abi yang melihat pemandangan itu pun tak mau kehilangan momen yang indah ini. Abi mengambil ponselnya dan merekam saat Quin memeluk kakek Farel dan menciuminya. Terlihat juga kakek Farel mengecup pucuk kepala Quin dengan sayang.


*


Anggel dan Lana tidak berani terlalu memperlihatkan interaksi mereka berdua saat berada di rumah kakek Farel. Ini karena mereka belum meminta restu kembali kepada Oma Mega dan Mama Puput.


Dan Pagi ini, mereka berencana untuk menemui Oma Mega terlebih dahulu meminta restu untuk hubungan mereka. Lana sudah terlihat rapi dengan pakaian santainya, pagi ini ia akan datang ke rumah pujaan hati untuk meminta restu kepada Oma Mega. Lana pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Jantungnya berdegup


kencang, merasakan harap-harap cemas, takut-takut jika kedatangannya kali ini kembali di tolak. Tapi, Lana tak ingin menyerah dan menerka-nerka, kita tidak pernah tau kalau belum mencobanya bukan?


 Satpam membukakan pintu di saat melihat mobil Lana dan membiarkan nya masuk kedalam. Lana melempar senyumnya kepada satpam yang sudah sangat setia sekali bekerja bersama keluarga Opa Bram ini.


Lana menekan bel pintu rumah, hingga tak berapa lama seorang asisten rumah tangga membukakan pintu dan menyuruh Lana masuk. Lana merem*s tangannya sambil berdoa dalam hati agar kedatangannya kali ini di terima oleh Oma Mega. Ya, walaupun sebenarnya Oma Mega sudah menerimanya waktu itu.


 Lana kembali mengingta kejadian saat dirinya baru saja berkelahi dengan Lucas dan Fatih, saat itu Oma mega mengatakan bahwa, Oma Mega ingin Lana membuktikan jika ia benar-benar pantas untuk Anggel, Maka Lana harus membuktikan keseriusannya. Dan sampai masa itu terbukti, Lana tidak boleh menghubungi Anggel dulu, karena Oma Mega ingin mereka benar-benar menyadari perasaaan apa yang saat ini mereka rasakan.


Jika sepasang anak manusia yang tengah di mabuk cinta dan di uji dengan perpisahan, maka mereka akan mengerti perasaaan apa yang mereka rasaakan kepada pasangannya tersebut. Apa karena cinta? Atau hanya berdasarkan atas kenyamanan saja tanpa ada di dasari oleh cinta. Jika mereka saling mencintai, maka akan ada sisi lain dari tubuh mereka bergerak untuk tetap terus mencintai pasangannya walaupun rintangan yang di hadapinya itu sangat lah besar.


 Oma Mega juga pernah berkata jika Lana berhasil menunjukkan perasaaanya kepada Anggel dan memberi jarak untuk mereka, maka oma Mega akan membatalkan perjodohan Anggel dan Martin.


 “Lana? Ada apa?” oma Mega duduk di sofa lain yang berhadapan dengan Lana.


“Lana mauminta restu untuk hubungan Lana dan Anggel, Oma,” ujar Lana to the point.


Oma Mega pun tersenyum degan lembut. Ia sudah menebak jika Lana pasti mengikuti Anggel ke Korea.


 “Mi, Anggel mohon, restui hubungan Lana dan Angel.” Tiba-tiba saja Anggel datang dan berlutut di hadapan sang Mami.


 “Dengar, Mami menyetujui hubungan kalian, tapi bagaimana dengan Mama Puput?”


 Anggel tak percaya jika sang Mami dengan mudah langsung memberi restu akan hubungan mereka.


 “Kami akan menemui Mama Puput untuk meminta restu.”


 “Baiklah, Mami kasih kalian waktu untuk meminta restu dengan Mama Puput, tapi jika Mama Puput tak merestui, maka kalian tak boleh lagi memiliki hubungan, oke?”


 Dengan ragu, Anggel dan Lana pun menganggukkan kepalanya.


Setelah urusan meminta restu dengan Oma Mega berhasil, Lana dan Anggel pun menuju ke kediaman Mama Puput. Mama Puput terkejut saat Lana menggandeng tangan Anggel di hadapannya saat ini.


“Ma, Lana mohon, restuilah hubungan Lana dan Anggel.”


“Lana, Mama sudah melamar seorang gadis untuk kamu dan tidak akan mungkin saat ini Mama batalkan lamaran itu.”


“Ma, Lana gak kenal sama gadis itu dan Lana juga gak cinta.”


“Cinta akan tumbuh dengan sendirinya, sayang. Maaf, Mama harus pergi, ada yang harus Mama kerjakan.”


 Mama puput meninggalkan Anggel dan Lana di ruang tamu. Air mata Anggel jatuh membasahi pipi mulusnya.


“Jangan menangis, aku akan membujuk Mama untuk menyetujui hubungan kita.” Lana memberikan semangat kepada Anggel.


Setelah mengantarkan Anggel pulang, Lana kembali menemui sang ibu yang katanya sedang sibuk, namun kenyataannya malah sedang bersantai di rumah sambil menonton serial film india.


 “Ma, Lana mohon, batalkan perjodohan ini.”


 “Gak mau.” Mama Puput masih fokus menatap layar televsinya.


 “Ma—“

__ADS_1


“Ck, Apa sih cantiknya Anggel? Cuma kaya doang.”


 “Ma, kok gitu sih ngomongnya.”


 “Hmm, habisnya kamu ganggu Mama nonton sih.”


 “Ma, Lana cintanya sama Anggel.”


 “Dulu kamu bilang cintanya sama Quin, kok cepat banget berpindah ke Anggel? Buaya banget sih?”


 “Ma, Lana tau Lana salah, tapi kali ini Lana sungguh-sungguh Ma, Lana icntanya sama Anggel.”


 “Calon istri kamu juga gak kalah cantik kok, Mama yakin kalo kamu akan dengan mudah untuk jatuh cinta dengan nya.”


“Ma, Lana maunya Anggel.” Rengek Lana yang sudah seperti anak kecil.


 “Iih, kamu ini. Malu sama umur ah merengek gitu.”


“Mama.”


“hhm ...”


 “Restui hubungan Anggel dan Lana.”


 Mama Puput meletakkan cemilannya di atas meja, kemudian ia bangkit menuju laci yang ada di bawah meja televisi. Mama Puput mengambil sebuah lembar foto dan di berikannya kepada Lana.


Lana mengerutkan keningnya melihat foto seorang gadis yang sangat cantik berada di tanganya.


 “Ini?”


 “Mama sudah melamar gadis itu, Mama gak mau tau, pokonya kamu harus menikah dengannya atau jangan pernah memangil Mama dengan panggilan Mama.”


 Mama Puput meninggalkan Lana yang sudah menetesan air matanya sambil menatap foto gadis cantik itu.


 “Apapun, apapun demi Mama. Lana akan menuruti perintah Mama. Lana janji, Lana gak akan nakal lagi, tapi Lana mohon, jangan keluarkan Lana dari kartu keluarga dulu Ma. Setidaknya sampai Lana menikah,” ujar Lana yang mana menghentikan pergerakan Mama Puput.


 “Baiklah, berarti kamu setuju menikah dengan wanita pilihan Mama. Dan mulai sekarang, jangan pernah temui Anggel lagi.”


Lana menganggukkan kepalanya sambil mengusap air matanya yang mengalir di pipi.


 *


 Anggel terkejut saat mendengar jika Martin ingin mempercepat pernikahannya. Oma Mega pun setuju dan meminta kepada Anggel untuk tak menemui Lana lagi, karena sebentar lagi Anggel akan menikah. Tidak baik bukan jika bertemu dengan pria yang bukan suaminya?


“Mi, Anggel mau nya cuma sama Lana.”


 “Hmm, Mami kemarin kasih kalian waktu untuk meminta izin dengan Mama Puput? Berhasil? Tidakkan? Lagipula kamu harus ingat kesehatan kakek. Ingat kan keinginann kakek apa? Kakek ingin melihat kamu menikah dengan orang yang kamu cintai.”


“Tapi Anggel tidak mencintai Martin, Mi.”


 “Nanti kamu pasti juga akan mencintanya, hanya butuh waktu. Hmm, Mami mau ke tempat Mama Ara, kamu mau ikut? Sekalian cobain gaun pengantin kamu.”


 “Mi,”


 “Pernikahan kamu dan Quin hanya berbeda satu hari. Ayo, kamu harus tampil cantik di pernikahan mu nanti. Jangan buat keluarga mu ini malu An.”


 Dengan kesal dan terpaksa Anggel pun menuruti kemauan sang Mami.


 “Mami nyebelin.”


 Ya, pernikahan Anggel dengan Martin hanya membutuhkan waktu satu minggu untuk mengurus segala keperluannya.  Tapi itu bukanlah hal yang sulit kan bagi sebagian orang yang memiliki banyak uang?


Baiklah, Anggel akan membuat hidup Martin menderita.


 **


 Yuukkk.. follow IG ku..


IG : Rira Syaqila


jangan lupa Tap jempolnya dan komennya sebagai jejak...

__ADS_1


Vote nya juga boleh jika berkenan 😁😁😁


Mari saling berbagi kebahagiaan.


__ADS_2