
Hari ini bertepatan dengan hari Minggu, entah kenapa Quin rasanya ingin bermalas-malasan di rumah bersama Empus.
Kakek juga sudah pulang dari rumah sakit, dan setiap pagi kakek selalu menghirup udara pagi di sekitaran halaman kediaman rumahnya dan menuju kediaman Papa Arka.
" Quin mana?" Tanya Kakek yang tidak melihat Quin di meja makan.
" Malas bangun, tadi subuh juga Quin udah sarapan roti, trus berpesan untuk tidak di ganggu." Jelas Mama Kesya.
Kakek menghela napasnya pelan.
" Papi mau makan apa?" Tanya Mama Kesya.
" Papi mau roti aja."
.
.
" Veer, aku lapar.."
Nafi yang masih berada di dalam pelukan Veer pun merengek. Sedari tadi Veer tidak melepaskan pelukannya. Sudah beberapa hari ini, Veer dan Nafi menginap di apartemen.
" Mau masak, apa pesan?"
" Aku mau bubur." Ujar Nafi manja.
Veer gemas jika sudah melihat Nafi manja seperti ini. Rasanya ingin sekali Veer terus memeluk dan menciumi Nafi.
Cup..
Nafi melototkan matanya. Nafi belum mencuci dan menggosok giginya.
" Veer, aku belum sikat gigi, udah main cium aja.." Nafi merengut dan memanyunkan bibirnya.
" Gak papa, masih tetap cantik kok.."
" Iih, kan Baukk.."
Veer kembali mencium bibir Nafi, di saat Nafi kembali mengerucutkan bibirnya.
" Veer.." Kesal Nafi, Veer hanya terkekeh dan semakin memeluk Nafi.
.
.
" Quin, kamu gak ke toko hari ini?" Mama Kesya menghampri Quin yang sedang merebahkan dirinya di atas tubuh Empus.
" Libur sehari boleh kan Ma, Quin lagi pingin bersantai aja.."
" Iyaa sayang, oh yaa.. Lana dan Anggel ada hubungan apa ya?" Tanya Mama Kesya membuka suara.
Quin yang tadi menutup matanya, langsung membuka matanya dan trduduk.
" Anggel sama Lana?" beo Quin.
" Hmm, Mama kemarin lihat mereka berdua di sebuah Mall, dan mereka bergandengan."
" Masa sih?" Quin tersenyum penuh arti. Quin berharap jika ada berita baik yang akan di dapatnya.
.
.
Dan Quin benar-benar mendapatkan berita baik itu. Tapi bukan untuknya, melainkan untuk seluruh keluarga. Kakek meminta pernikahan Quin segera di laksanakan, kakek juga sudah berhasil membujuk Quin untuk bersedia mengumbar berita pernikahan dirinya dan Abi.
Quin kesal, Quin bersedia setuju untuk mengumbar status pernikahannya karena Quin memberi syarat yang setidaknya berpihak kepada dirinya. Di mana Quin ingin pernikahan Veer dan Nafi yang di umumkan ke publik. Quin sengaja mengatakan syarat itu, karena Quin yakin jika Nafi dan Veer akan menolaknya, ternyata Quin salah, Veer dan Nafi setuju untuk mengumbar pernikahan mereka.
__ADS_1
" Cemberut terus.." Abi datang membawakan minuman untuk Quin yang tengah bersantai di halaman belakang bersama Empus.
" Kamu kok nyantai aja, tau pernikahan kita mau di umbar-umbaf ke media?"
" Kenapa? Kamu gak senang nikah sama aku?"
" Ya gak lah, ngapain juga aku senang nikah sama orang yang sama sekali gak aku cintai, apa lagi orang tersebut masih nyimpen rasa sama mantannya."
" Gimana kalo kita mulai membuka hati kita?"
Quin menoleh kearah Abi yang ternyata sedari tadi memandangnya.
" Maksud kamu?"
" Quin, selama ini aku gak pernah merasa senyaman ini dengan seorang wanita. Aku bisa menjadi diriku sendiri, dan diriku yang berbeda. Bahkan saat aku bersama Anita, aku tidak menemukan kenyamanan yang seperti ini, seperti yang aku rasakan ke kamu. Aku gak tau apa aku mulai menyukai mu atau tidak, tapi gak ada salahnya kan untuk kita membuka hati?"
Quin terdiam, menatap lekat kedalam mata Abi. Mencari kesungguhan di sana, dan Quin menemukan jika Abi benar-benar mengatakannya dengan sungguh-sungguh. Quin menghela napasnya.
" Abi Aku___"
" Quin, kak Abi, di panggil sama Kakek dan Oma" Shaka tiba-tiba saja datang dan menghentikan ucapan Quin.
" Makasih Shaka."
Quin berdiri, " Ayo.."
Quin berjalan duluan, dengan Abi yang mengekorinya. Quin duduk di hadapan Kakek Farel, Kakek Andreas, Papa Arka, Om Samuel ( suaminya Aunty Risma), dan Oma Laura. Abi langsung memilih duduk di sebelah Quin, karena hanya itu tempat yang masih tersedia, ya kecuali Abi mau duduk di karpet.
" Quin, Abi. Kakek sudah membahas tentang pertunangan dan pernikahan kalian. Pertunangan Kalian akan di laksanakan empat hari lagi, bersama dengan konferensi pers pernikahan Veer dan Nafi, Juga memperkenalkan identitas Quin yang sebenarnya."
" Empat hari lagi?" Beo Quin.
" Iyaa, dan dua Minggu nya pesta pernikahan Veer dan Nafi. Lalu, sebulan kemudian pernikahan kalian."
" Apa gak terlalu cepat?"
" Kakek malah maunya besok kalian langsung menikah, tapi kakek yakin jika kamu pasti menolaknya."
" Dasar bucin." Qumam Quin dengan kesal.
.
.
Veer sudah menyiapkan makan malam romantis bersama Nafi, dan juga membuat kejutan untuk Nafi.
" Veer, kita mau kemana?"
Mata Nafi di tutup oleh Veer saat mereka mulai meninggalkan apartemen nya.
" Ketempat yang indah. Aku yakin kamu pasti suka."
Kali ini Veer menyuruh Dedi untuk menyupir, karena Veer ingin terus menggenggam tangan Nafi.
Mobil yang di kendarai oleh Dedi pun berhenti, karena telah sampai ke tempat yang Veer tuju.
Veer sengaja memesan rooftop sebagai tempat untuk makan malam romantisnya bersama Nafi, dan juga Veer ingin memberikan kejutan kepada Nafi.
" Veer.." Pekik Nafi saat merasakan tubuhnya melayang, karena Veer menggendongnya.
Veer berjalan memasuki restoran mewah itu.
" Veer, kita di mana?"
"Restoran."
" Turunkan aku, aku bisa jalan sendiri.."
__ADS_1
" Aku akan tetap menggendong mu."
" Veer, pasti banyak orang yang sedang memandang kita."
" Kamu benar, bahkan mereka tersenyum penuh arti."
" Veer, aku malu.." Nafi menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
Veer terkekh. " Ada aku sayang" Bisik nya sensual.
Nafi hanya mendengar dentingan suara lift, Nafi hanya menebak-nebak kemana Veer akan membawa dirinya.
" Veer, kenapa lama sekali?" Nafi penasaran karena dalam hati ia sudah menghitung hingga seratus, namun tidak juga pintu lift terbuka.
" Sabar sayang."
Tak berapa lama pintu lift terbuka, Veer melangkahkan kakinya hingga tiba di tempat yang telah Veer persiapkan sbeelumnya.
" Veer, apa kita sudah sampai?"
" Iyaa"
Veer membuka penutup Mata Nafi.
Nafi begitu terkejut saat melihat pemandangan Yang ada di hadapannya.
" Veer, ini??" Nafi menutup mulutnya karena terlalu terpukau.
Pemandangan dari atas gedung, yang menampilkan kilatan-kilatan lampu dari kendaraan yang berlalu lalang. Terlihat seakan pelangi yang menari menghiasi jalan. Nafi menikmati pemandangan itu dari balik tembok kaca yang sangat tebal.
Veer memanggil pelayan untuk menghidangkan makanan mereka. Tak berapa lama pelayan pun menghidangkan makanan yang mana adalah favorit Nafi.
" Veer.." Nafi menatap wajah Veer dengan cinta.
" Kamu suka?"
Jika kalian berfikir jika Veer akan menghidangkan daging atau ayam, atau makanan mewah lainnya yang sering terjadi di novel-novel lain serta film romantis lainnya, dengan makanan mewah dari restoran berbintang-bintang, maka kalian salah.
Di hadapan Nafi saat ini terhidang ikan nila goreng, sayur lalapan yang terdiri dari Kol, wortel, kentang, timun, dan selada, serta sambal terasi sebagai pelengkapnya. Tak lupa pula terong gerong tepung kesukaan Nafi. Dan, jangan lupakan nasi hangat.
" Dari mana kamu tau aku suka ini?"
" Tidak ada yang aku tidak tahu tentang kamu. Dan kesukaan kamu tak jauh berbeda dari Quin. Lebih menyukai masakan tradisi Indonesia, yaitu sambal terasi dan lalapan."
" Hmm, aku dan Quin memang memiliki selera makan yang sama, maka dari itu kami cocok."
Nafi sudah menelan ludahnya berkali-kali.
" Iyaa, dan aku menyukai kesederhanaan itu."
Veer menggenggam tangan Nafi dengan mengusapnya dengan lembut.
" Veer, bolehkah bemesraannya nanti saja? mereka menggodaku untuk minta aku cicipi.." Nafi menunjuk kearah makanan yang telah terhidang di hadapannya.
" Jadi menurut mu aku tidak terlalu menggoda untuk kamu cicipi?" Veer mengedipkan matanya sebelah.
" Veer, Kamu terlalu menggoda untukku, tapi kamu tidak bisa membuat perutku kenyang." Nafi mengerucutkan bibirnya.
" Baiklah, kalo begitu silahakn makan Tuan Putri."
Dengan membaca bismillah, Nafi langsung menikmati makanannya. Bedanya, Nafi masih menggunakan sendok dan garpu untuk makan, berbeda dengan Quin yang langsung mencomot semua makanan dengan jarinya.
IG : Rira Syaqila
jangan lupa Tap jempolnya dan komennya sebagai jejak...
Vote nya juga boleh jika berkenan 😁😁😁
__ADS_1
Mari saling berbagi kebahagiaan.
Salam SULTAN KHILAF.