
Ando langsung menyuruh Dokter keluarganya untuk segera datang. Ando terus saja memeluk tubuh lemah Puput yang sudah berlumur darah.
" Sayang, kamu gak boleh gini. Tolong bertahanlah" Ujar Ando dengan air mata yang berderai.
" Aku janji, aku tidak akan bersikap kasar lagi kepadamu. Pliiss, tolong bertahanlah" Ando mengecup tangan Puput dengan sayang.
Tangan Puput yang tergores oleh pisau, sudah di ikat oleh entah siapa, yang jelas untuk memberhentikan darahnya.
Puput mendengar semua permintaan maaf Ando, dan permohonan Ando untuk dirinya tetap bertahan, namun karena rasa sakit di hati, Puput berdoa agar nyawanya segera tiada.
10 menit kemudian Dokter datang dengan berlari, Puput langsung mendapatkan penanganan. Pendarahan sudah di hentian, Puput mendapatkan 5 jahitan dalam, dan 7 jahitan luar.
Dokter meresepkan vitamin kepada Ando. Saat ini Puput tengah tertidur karena bius yang diberikan oleh Dokter.
Sepeninggalan Dokter, Ando menatap semua orang yang berada di luar kamar tersebut. Kemarahan Ando adalah hal yang paling di takuti oleh mereka.
" Aku membayar kalian, bukan untuk membuat calon istri ku terluka. Apa kalian tau akibatnya karena telah membuat calon istri ku terluka?"
Tim MUA dan 4 Bodyguard wanita itu langsung berlutut dan memohon ampun.
" Berikan mereka 50 kali cambukan" Titah Ando.
Bodyguard laki-laki yang berbadan besar langsung mengarahkan mereka keruangan hukuman. 5 orang dari make over, 3 orang dari salon, 4 orang dari Desainer, dan 4 orang bodyguard wanita. Mereka di cambuk sebanyak 50 kali cambukan. Bahkan ada yang 25 kali cambukan sudah pingsan.
Mereka di biarkan di ruangan tersebut untuk menikmati rasa sakit yang baru saja mereka dapatkan. Sebagian dari Tim MUA mengutuk Ando agar pernikahan mereka batal.
" Bagaimana keadaan Puput sayang?" Tanya Tante Ana yang merasa sangat khawatir.
" Seharusnya saat ini Ando sudah sudah sah menjadi suami Puput, dan kami sudah resmi menjadi sepasang suami istri. Tapi kondisi Puput seperti ini, pernikahan Ando di tunda hingga Puput baik-baik saja"
" Sayang, lepaskanlah Puput." Ujar Tante Ana ragu-ragu.
Ando menatap ibunya itu dengan tajam. " Tidak akan pernah Ma, tidak akan Pernah"
Ando melangkahkan kakinya menuju kamar Puput. Baju yang di kenakan oleh Puput tadi sudah berganti dengan pakaian tidur. Ando mendekat dan duduk di tepi ranjang.
" Aku mencintai mu Put, sangat mencintai mu. Jangan pernah tinggalkan aku" Ando mengecup kening Puput dalam. Air matanya pun jatuh membasahi pipi Puput. Kemudian Ando tertidur dengan meringkuk sambil menggenggam tangan Puput.
Air mata Puput kembali mengalir, Puput sebenarnya sudah sadar, namun dia mendengar saat pintu terbuka, dan Puput kembali menutup matanya.
' Ya Allah, kenapa kau biarkan aku masih hidup? Tolong lah hamba, jangan biarkan hamba menikah dengan orang yang tidak hamba cintai. Tolong hamba ya Allah' doa Puput dalam hatinya.
Di sisi lain, Bara berhasil mendapatkan cctvnya, Fadil, Gilang, dan juga Arka sudah berkumpul untuk melihat rekaman cctv tersebut.
__ADS_1
Arka dan Fadil mengeraskan rahangnya saat melihat siapa yang membawa Puput. Memang tanpa paksaan, dan terlihat jelas sekali jika Puput mengikuti wanita paruh baya itu dengan sendirinya. Namun mereka yakin jika Puput pasti di jebak.
" Aku akan membunuh mu Ando, jika kau berani menyakiti Puput seujung kuku nya" Maki Fadil.
Fadil sudah berdiri dan ingin mendatangi Ando, namun Arka menahannya.
" Ando itu licik, kita harus hati-hati menghadapinya, jangan gegabah"
" Gue gak bisa diam aja Ar, Calon istri gue dalam bahaya" teriak Fadil.
" Gue tau, tapi Lo harus tenang dan berfikir jernih. Kita harus menyusun rencana."
Fadil kembali duduk, dan mendengarkan rencana yang di berikan Bara. Namun fikirannya melayang memikirkan keadaan Puput saat ini.
" Puput, semoga kamu baik-baik aja sayang" Doa Fadil dalam hati.
Fadil tidak tahan lagi menunggu kabar dari Bara, ini sudah dua hari berlalu semenjak cctv itu didapatkan, namun belum juga mendapatkan kabar tentang dimana keberadaan Ando.
Fadil meraih jaketnya beserta kunci mobilnya dan mendatangi rumah Ando. Fadil menatap kearah rumah berpagar yang menjulang tinggi itu. Terlihat seperti biasa-biasa saja, tanpa ada sesuatu hal yang mencurigakan.
Di sisi lain, Arka sedang berusaha memghubungi Opa nya Ando, yang berada di Jepang. Sangat sulit memang untuk menghubungi Mr. Yamatama. Tapi akhirnya Arka berhasil, bahkan saat ini Arka langsung terbang untuk menemui langsung Mr. Yamatama.
Fadil turun dari mobilnya, dan menghampiri satpam yang berjaga, namun Fadil harus kecewa saat mendengar pernyataan dari satpam tersebut, jika Ando berada di luar negri. Fadil memaksa untuk memberi tahukan di mana keberadaan Ando, akan tetapi satpam tersebut menolak untuk.memberitahunya. Seorang bodyguard langsung menghubungi Ando, memberitahukan kedatangan Fadil. Bodyguard tersebut langsung melaksanakan titah sang majikan.
Fadil sudah melangkahkan kakinya menuju mobil, namun pukulan keras di bagian belakangnya membuat dirinya kehilangan kesadaran.
Kesya sudah sangat curiga dengan tingkah Arka beberapa hari ini. Dia sering terlihat mengobrol bersama Sasa, dan saat Kesya mendekat, mereka mengalihkan pembicaraan. Kesya tau itu. Kesya juga beberapa kali menghubungi Puput, karena merasa rindu kepada sahabatnya itu, namun tidak seperti biasanya, Puput tidak membalas, dan bahkan ponselnya tidak aktif selama beberapa hari ini.
Apa yang sedang terjadi sebenarnya.
Kesya perlahan mengikuti Arka, karena rasa kecurigaannya. Sasa juga merasa aneh dengan gelagat Bos cantik nya itu. Tanpa Kesya sadari, Sasa juga mengikuti Kesya.
Dan tibalah mereka saat ini di sebuah cafe, Arka, Jodi, dan Duda masuk bersamaan kedalam cafe tersebut. Kesya masih mengikutinya, namun dia merasa nyeri pada bagian perutnya, tapi Kesya menahannya dan tetap mengikuti Arka. Kesya langsung bersembunyi saat melihat Bara dan 2 orang pria berjalan menghampiri Arka, Duda dan Jodi. Tak berapa lama Gilang pun tiba. kemudian seorang pria yang sama sekali tidak Kesya kenal pun juga ikut bergabung bersama mereka. Sasa mengernyitkan keningnya saat melihat tidak ada Fadil di sana, Sasa mencium ada sesuatu yang tidak beres. Sasa mengalihkan pandangannya kearah Kesya, yang terlihat menahan sesuatu. Sasa langsung saja mendekati Kesya.
" Mbak"
" Sasa" Kesya sangat terkejut.
" Mbak gak papa?" tanya Sasa khawatir.
" Kamu kenapa bisa ada di sini?"
" Saya ikutin Mbak, karena merasa khawatir saat melihat Mbak pergi terburu-buru tadi. Mbak ngapain di sini?"
__ADS_1
" Kebetulan ada kamu di sini, ikut saya" Kesya menarik tangan Sasa dan mendekati ruangan khusus yang di gunakan Arka untuk pertemuan tertutup itu.
Kesya benar-benar sangat penasaran, saat seorang bodyguard membuka pintu, Kesya sempat mendengar kata-kata jika Puput di culik. Kesya langsung saja membelalakan matanya, dan untuk memastikan pendengarannya, Kesya mendobrak pintu itu. Arka sangat terkejut saat kehadiran snag isyri, kemudian Arka menatap tajam kearah wanita yang berada di belakang Kesya.
"Sayang," Panggil Arka dan menghampiri sang istri " Kamu!!" Arka sudah mengeraskan rahangnya dan menunjuk ke arah Sasa.
" Jangan salahi Sasa, Kesya yanng ikuti Mas, karena Kesya merasa curiga dengan Mas. Dan Sasa mengikuti Kesya karena merasa khawatir kepada Key saat melihat key terburu-buru untuk mengikuti Mas ke sini"
" Sayang, kamu gak bohong kan untuk membela nya?" Tanya Arka lembut.
" Key gak pernah bohong, gak seperti mas yang menyembunyikan sesuatu di belakang Key"
" Sa, bagaimana kamu bisa ke sini?" Tanya Bara lembut.
" Gue ngikutin Mbak Kesya saat melihat dia terburu-buru nyetopin taksi saat setelah kepergian Bos Arka" Jawab Sasa jujur.
" Seharusnya kamu bisa cegah dia untuk tidak kesini, kamu tau ini akan bahaya bagi kesehatan Kesya"
" Maaf" Sasa menundukkan kepalanya.
Kesya mencium sesuatu yang sepertinya hanya dia yang tidak mengetahui apa-apa di sini.
" Ada apa ini Mas? apa yang tidak boleh aku ketahui? Dan apa yang bisa membahayakan aku? Apa Sasa mengetahui rahasia kalian?"
Kesya menghampiri Sasa, dan memegang lengan Sasa, " Apa yang kamu ketahui Sa, tolong bilang ke aku. Apa yang kamu ketahui, dan tidak aku ketahui" Ujar Kesya dengan mata yang berkaca-kaca.
Sasa hanya menggigit bibirnya, melirik kearah Arka, dan kemudian Bara. Sasa masih diam dan tidak menjawab pertanyaan Kesya.
" Sa, jawab aku" Teriak Kesya.
" Mbak" Panggil Sasa saat melihat Kesya meringis dan memegang perutnya.
" Sayang, kamu tenang dulu ya. Kamu duduk dulu di sini" Arka menuntun sang istri untuk duduk.
Arka memberikan air putih kepada Kesya, dan kesya menghabiskan setengah gelas air tersebut.
" Kasih tau aku Mas" Ujar Kesya saat dirinya sudah merasa lebih baik.
Melihat kemarahan istrinya kepada Sasa, Arka yakin, jika Sasa tidak mengatakan apapun keapda Kesya, dan apa yang di ucapkan oleh Kesya dan Sasa tadi adalah kebenaran. Terlihat dari wajah Sasa yang tidak menyimpan kebohongan, begitupun dengan Kesya.
" Sebenarnya Sudah beberapa hari ini, Puput di culik"
..** Hai readers...
__ADS_1
Budayakan setelah membaca untuk menancapkan jempolnya ya...
Terima kasih. Salam KesAr.