
Kesya menggeliatkan tubuhnya saat alarm di hp nya berbunyi. Kesya bangun dan mematikan alarm di hpnya. Kemudian Kesya berjalan ke arah kamar mandi, membersihkan tubuhnya dan menunaikan solat subuh. selesai solat Kesya berjalan kearah dapur, dan membantu maminya memotong sayur, bawang, dan cabai. Setelah itu, Kesya beranjak ke ruang keluarga yang tedapat tv, Kesya menghidupkan nya dan menonton tv. Alih-alih Kesya nonton tv, tapi malah sebaliknya, TV yang sedang menonton Kesya tidur.
" Assalamualaikum, ya ampun ni anak, kebiasaan deh molor sambil ngorok di depan TV." ucap Vina yang baru datang dan melihat Kesya molor.
" walaikumsalam, pagi-pagi kok ke rumah mami?? kenapa??" tanya mami Shela.
" Mau jumpai Kesya, mami Mega suruh dia buat cake red Velvet. mami Mega kepingin makan itu katanya." ucap Vina.
" kenapa gak telepon aja sih Vin, Sampek pagi-pagi kamu harus ke sini" ucap mami Shella.
" Rindu mami ku sayang" ucap Vina sambil memeluk mami Shella dari belakang.
" ya ampun ni anak, mami lagi masak loh, nanti gosong ini"
Vina pun melepaskan pelukannya. dan berjalan kearah Kesya yang masih molor di atas sofa.
" Key, bangun. Mami Mega pesan cake nich!" ucap Vina sambil menggoyang goyangkan badan Kesya.
Kesya pun menggeliat dan membuka matanya pelan. saat melihat Vina di depan matanya, Kesya langsung memeluk Vina.
" Ih jorok kamu, itu ilernya di bersihi dulu" ucap Vina yang ingin menghindar pelukan Kesya. Namun terlambat, Kesya duluan melap wajahnya yang terdapat iler di baju Vina.
" Aaaaa, jorok banget sih kamu dek. iihh... jika om Arka tau kamu jorok gini, pasti dia ilfill Sama kamu. Jangan kan om Arka, cowok mana pun bakal ilfill" ucap Vina yang menggeliat jijik terhadap Kesya saat sudah terlepas dari pelukan Kesya.
" Bagus lah mbak kalo dia ilfill sama Key. kalo perlu mbak bilang aja semua kejelekan Key dengan dia. Biar dia gak dekat- dekat key lagi" bisik Kesya dengan nada serius.
Vina yang sudah sangat mengenal adiknya ini pun menatap curiga. Pasti terjadi sesuatu antara Kesya dan Arka. Vina langsung menarik tangan Kesya ke dalam kamar nya.
" Ayo crita, ada kejadian apa kamu sama Om Arka malam itu??" tanya Vina to the poin.
" Menurut kesadaran Kesya, gak ada kejadian apa2, tau tuh kalo si om gatal kayak ulat bulu itu macem-macem dan ngambil kesempatan kepada Kesya" kesal Kesya saat mengingat setiap momen dengan Arka.
" trus, pasti ada sesuatu yang terjadi kan antara kamu dengan om Arka."
Kesya membuang napasnya kasar " hhm.. mbak, kemarin kan acara tujuh bulanannya Mas Daddy Roy, trus di situ dia ngambil kesempatan buat cium pipi aku. Mana ketawan dengan Mas Daddy Roy lagi." ucap kesya kesal.
Vina membelalakkan matanya, dan menutup mulutnya yang terbuka.
__ADS_1
" Ya ampun dek, si Om benar - benar udah gila dengan kamu dek" dengan ekspresi yang di lebih lebihkan.
Kesya hanya mengernyitkan dahinya menatap Vina. dan memutar bola matanya jengah.
" Mas Vano cerita sama mbak, kalo om Arka itu gak pernah dekat dengan perempuan mana pun. Saat di sekolah, jika ada perempuan yang mendekat dia langsung menepisnya dan langsung mencuci tangannya jika tersentuh dengan perempuan. Trus setiap di jodohi, dia pasti akan membuat wanita yang dijodohi dengannya untuk tidak ingin melihat ataupun mendengar namanya. hanya wanita nekad saja yang berani mendekatinya. Nah kamu?? dia malah berani cium pipi kamu. Dan kayaknya waktu adegan romantis itu, itu ciuman pertama kalian dech" ucap Vina di akhir kalimatnya membuat nada menggoda kepada Kesya.
Kesya pun seolah ingin muntah mendengar cerita Vina.
" Bodo' amat mbak, yang penting Kesya gak mau dekat-dekat om Arka." ucap Kesya yang langsung meninggalkan Vina di dalam kamar.
Vina hanya tertawa kecil dan bergumam "Kita liat aja sekuat apa usah om buat naklukin kamu dek"
Kesya lagi sibuk mengeksekusi bahan untuk membuat cake. Karena Tante Mega yang ingin makan Cake red Velvet buatannya. Kesya senang, setiap hari dia selalu mendapatkan job dari mertua Mbak kesayangannya itu. karena ngidam mertuanya hanyalah memakan cake buatan Kesya.
Cake red Velvet sudah selesai, dan Kesya berencana mengantarkan cake tersebut ke rumah Tante Mega. Namun langkahnya terhenti saat melihat mobil Alphard yang bertengger di halaman rumah Tante Mega.
Kesya mengambil napas panjang dan membuangnya pelan sebelum melanjutkan langkahnya untuk masuk ke dalam rumah Tante Mega.
" Assalamualaikum"
" walaikumsalam, Mbak Kesya, sudah di tungguin di ruang keluarga, mari masuk" ucap seorang maid yang biasa dipanggil bik srik.
" Sini Key, duduk" titah Tante Mega.
Kesya pun meletakkan Cake red Velvet di atas meja, dan mencium punggung tangan Tuan Farel, Oma Laura, om Bram, dan Tante Mega. Kemudian di duduk di samping Tante Mega.
Oma Laura menatap wajah Kesya dengan senyum, membuat perasaan Kesya menjadi was was. dan benar saja, apa yang di takutinya pun terjadi.
" Key, belum punya pacar kan??" tanya Oma Laura.
" Belum Oma"
" Kalau gitu, kamu Oma jodohi dengan Raja mau??" tanya Oma Laura yang membuat semua orang yang berada di ruangan itu menatap Oma Laura.
Pasalnya Oma Laura tidak mengetahui kejadian saat Arka dan Kesya tidur berpelukan.
" Maaf Oma, Kesya belum ada kepikiran ke sana" tolak Kesya lembut.
__ADS_1
" Kenapa?? umur kamu kan sudah 22 tahun, Oma dulu menikah umur 19 tahun, dan beda umur Oma dan Kakek hanya 17 tahun."
Kesya membulatkan matanya mengetahui jarak antara umur Oma Laura dan kakek Farel sangatlah jauh. Pantes saja Oma Laura sangat masih terlihat muda. tapi Kakek farel tidak terlihat seperti umurnya yang seharusnya. Dan apa katanya?? HANYA 17 tahun?? HANYA??
" Kamu dan Raja kan hanya berjarak 9 tahun, jadi gak papa lah Oma rasa, tapi kamu mulai sekarang panggil nya jangan Oma ya, tapi mami." ucap Oma Laura sambil mengelus rambut Kesya. karena Oma Laura sudah duduk di sebelah Kesya.
' ****** gue, maksa banget sih nenek muda ini buat gue jadi menantunya. iihh, masa gue kawin dengan om - om sih.. lah jejak Oma jangan di turunin ke gue dong. jaman udah berubah kali Oma' batin Kesya.
" emm, Kesya masih belum siap nikah Oma, lagian Kesya masih harus fokus ke tesis Kesya Oma. Emm, Kesya sama Pak Arka juga jauh banget derajatnya, jadi Kesya gak pantas buat dampingi Pak Raja sebagai istri. Masih banyak kok wanita yang lebih pantas dari Kesya. Kesya hanya seorang anak dari pekerja TKI di luar negeri. Bisa di bilang hanya seorang anak pembantu. Kesya hanya beruntung saja bisa menjadi anak angkat dari mami Shella dan Daddy Roy. Kesya harap Oma maklum dengan keputusan Kesya" ucap Kesya sambil menundukkan wajahnya yang sudah menjatuhkan air mata.
Sebenarnya dia tidak ingin berkata seperti itu kepada Oma Laura, karena menurutnya itu sangatlah tidak sopan. Namun dia terpaksa agar Oma Laura berhenti berharap kepadanya untuk menjadikannya istri dari anak laki-laki satu-satunya itu.
Oma Laura masih membelai rambut hitam, lembut, dan panjang milik Kesya. Lalu Oma Laura meraih tubuh Kesya dan memeluknya.
" Sampai kapan pun mami akan tetap berharap Kesya menjadi menantu Mami, Mami tidak peduli dengan status Kesya, Mami sudah jatuh hati saat pertama kali bertemu Kesya. Mami akan mendoakan Kesya di setiap doa sepertiga malam mami, agar Kesya berjodoh dengan Raja" ucap mami lembut yang masih di dengar oleh Tuan Farel, Tante Mega, dan Om Bram.
Tante Mega terharu mendengar pembicaraan Mami Laura dan Kesya. Tante Mega pun ikut memeluk keduanya.
Vina yang tadinya ingin turun pun menghentikan langkahnya saat mendengar permintaan Oma Laura terhadap Kesya. dan Vina mendengar semuanya. Vina ikut menangis terharu melihat adegan harmonis di ruang tamu. Vano pun langsung merangkul istrinya untuk memberikan ketenangan. setelah istrinya tenang dan bisa mengontrol emosinya, mereka berdua pun turun dan bergabung dengan yang lain.
.
.
.
.
.
.
.
hai readers.
jangan lupa jempol like dan vote nya..
__ADS_1
love you..