
Kesya sudah di pindahkan ke kamar rawat inap, seluruh keluarga juga sudah berkumpul di sana, melihat keadaan Kesya yang berjuang melahirkan secara normal 2 makhluk pemberian Tuhan yang sungguh luar biasa.
" Key, yang lahir duluan si Abang atau si kakak?" Tanya Mami Laura.
" Abang nya dong. Jadi si Abang bisa lindungi si adek." Jawab Mami Shella.
" Eh, dari tadi Abang, kakak, adek aja bahasnya, ngomong-ngomong namanya siapa nih?" Tanya Mami Laura.
Kesya menoleh kearah Arka, begitu pun dengan Arka. Mereka tersenyum, kemudian Kesya menganggukkan kepalanya.
" Bismillahirrahmanirrahim, Semoga menjadi anak yang Soleh dan Solehah. Safeer Arkana Moza, dan Syaqila Az-Zahra Moza"
Air mata haru langsung menetes saat Arka menyebutkan nama putra dan putrinya.
" Subhanallah, nama yang bagus Raja. Papi bangga sama kamu" Papi Farel memeluk Arka.
" Hai Veer, hai Qila" Ujar Vina menirukan suara anak kecil sambil melambaikan tangan Zein.
" Sepupu mungil ku" Ujar Leo, yang mana membuat darah Bara berdesir.
' Mungil'
" Lihat deh, mungil-mungil kan mereka. Mungil banget, gemees deh" Tambah Leo.
Semua orang sudah menatap Bara dengan Was-was, Bara yang menyadari tatapan dari semua orang pun berusaha untuk tersenyum. Anggun langsung menyenggol lengan Leo. Awalnya Leo bingung, namun saat Bara mendekat kearahnya dan menyentuh bayi mungil itu, Leo baru menyadari jika dia baru saja mengingatkan Bara dengan Sasa.
" Maaf Mas" cicit Leo.
" Nyantai aja, memang mereka mungil-mungil dan gemesin kok" Ujar Bara dengan tersenyum tetapi wajahnya terlihat sendu.
Ceklek..
Semua mata langsung melihat kearah pintu yang terbuka dengan tergesa-gesa
" Ayah.. Hiikkss"
Ayah nazar dan Mama Rosa ternyata tidak dapat dihubungi karena mereka sedang emnuju ke Indonesia, dan mereka sengaja tidak memberikan kabar kepada semuanya karena ingin memberikan kejutan. Awalnya Ayah nazar dan Mama Rosa tidak bisa pulang karena mama Rosa yang baru saja melahirkan, dan kondisi Mama Rosa masih dalam keadaan kurang sehat.
Namun setelah beberapa hari sebelum keberangkatan, Mama Rosa sudah baikan, dan dokter juga mengizinkan untuk Mama Rosa dan bayi nya menaiki pesawat.
Adek kandung Kesya yang lahir dari rahim Mama Rosa berjenis kelamin perempuan, dan bernama Kayla.
" Anak Ayah" Ayah Nazar langsung berhambur dan memeluk Kesya. Tangis keduanya pun pecah, hingga Mami Shella, Mami Laura, Vina, Anggun, dan Mama Rosa ikut menangis mendengarnya.
" Maafin Ayah ya, yang terlambat datang" Ujar Ayah Nazar dengan air matanya yang bercucuran.
__ADS_1
Kesya menggelengkan kepalanya. " Ayah sudah disini, itu suatu kebahagian buat Kesya"
Mami Shella mendekati Rosa, dan menggendong Kayla. " Mirip kamu Key, Tapi matanya mirip Mama Rosa"
Kesya tersenyum, dan meminta Mami Shella mendekat. Kesya ingin melihat, memeluk, dan menggendong adik kecilnya itu.
" Hai Kayla, Ini mbak Kesya" Kesya menciumi pipi gembul Kayla.
" Mama apa kabar?"
" Mama baik sayang" Mama Rosa semakin mendekat ke arah Kesya dan memeluknya. "Selamat ya sayang"
" Makasih Ma"
Lengkap rasanya kebahagiaan Kesya. Kebahagiaan yang di rasakannya saat ini seperti sebuah keajaiban. Keajaiban cinta dari seluruh orang yang mencintainya. Ayah, Mami Shella, Daddy Roy, Bara, Vina, Arka, Kiki, Mami Laura, Papi Farel, Mega, Bram, Leo, Anggun. Semua keluarga dan sahabatnya tercinta.
Puput dan Fadil yang mendapatkan kabar jika Kesya telah melahirkan bayi kembar sepasang, langsung menuju ke rumah sakit setelah jam kantor mereka usai. Sebelumnya mereka pulang dan membersihkan diri dulu. Begitupun dengan Gilang dan Mili.
" ulululu.. lucu banget sih Key. " Ujar Puput yang mentowel-towel pipi Veer dan Qila.
" Makanya put, rajin buat. Jadi bisa towel anak sendiri sepuasnya." Goda Gilang.
Puput melirik Gilang dan menjulurkan lidahnya.
" Yank, nanti kita buat gini juga ya. Kalo bisa kita kembar 3 atau 4 gitu yank" Ujar Fadil. "aduhh yank, kok aku di cubit sih"
" Kan bisa program yank. Kalo perlu kita progam langsung 6 aja yank, jadi udah setengah lusin yank"
" Iih, ni mulut. Enak aja sih ngomongnya." Puput mencubit bibir Fadil.
" Lah, emang enak yank buat nya, ayank aja sampai nambah berkahmmppmppp" Puput menutup mulut Fadil dengan tangannya.
" Ni mulut kalo ngomong kenapa gak di saring sih" Geram Puput sambil melototkan matanya. Fadil hanya menyengir dengan mata yang sudah menyipit.
" Ternyata suka nambah Lo Put. Waah, baru tau gue, di atas apa di bawah? Aawwcchtt, sakit yank" Mili langsung mencubit pinggang Gilang.
" Mulutnya minta di jahit"
" Kalo di jahit, ntar kalo kamu minta ciuman ganas, aku gak bisa kasih yank. Auucchht, sakit yank" Ujar Gilang sambil mengelus pinggangnya yang benar-benar perih, karena Mili mencubitnya 2 kali di tempat yang sama.
" Mulut nya gak di jaga" Kesal Mili.
" Iya Mil, Minta di ulek sama sambal bencong kali ni mulut"
" Nanti kita bikin sambalnya Mbak, trus kita cocolin kalo mulutnya masih lemes gitu"
__ADS_1
Jadilah Puput dan Mili membahas masalah cabai hingga mengancam pindah kamar. Hingga Gilang dan Fadil langsung melancarkan rayuan gombalnya. Kesya dan Arka hanya geleng-geleng kepala melihat pasangan yang soplak ini.
Cekleek..
Bara masuk saat Fadil mencium pipi Puput, sedangkan Gilang memeluk Mili.
" Wah, ada adegan romatis nih. Untung gue yang masuk, kalo si Anggelina, Zein, dan Kayla yang masuk gimana?"
" Paling Bapaknya juga kepingin Mas" celetuk Gilang.
Mereka hanya tertawa menanggapi celotehan Gilang.
" Assalamualaikum, Mbak Key" pekik Ara yang langsung berlari ke arah Kesya, namun Bara menahannya karena Ara baru saja pulang kerja.
" Waah, tumben banget Lo datang-datang bawa hadiah" Ejek Bara.
" Maunya sih gitu Mas, tapi apalah daya, Gaji ku belum keluar. He..he.he.. Oh ya Mbak, ini tadi di depan ada tukang ojek yang nitip ini. Katanya dari penggemar Mbak" Ujar Ara sambil melirik kearah Arka.
" Penggemar?" ulang Arka.
" Aku gak ikutan ya, aku cuma bantuin nyampein amanah." Ujar Ara dan sudah bergabung dengan Puput yang tengah memotong kue yang di bawanya tadi.
Arka meraih paperbag yang di bawa Ara, dan membuka isinya. Ternyata semua isinya adalah baju bayi.
" Dari siapa Mas? Ada kartu ucapannya gak?"
" Ada nih" Arka membuka ucapan dan membacanya. "Assalamualaikum Mbak Kesya, selamat ya atas kelahiran baby twins nya. Aku senang loh tau Mbak udah lahiran. Semoga mereka menjadi anak yang Soleh dan Solehah. Maaf ya, aku hanya bisa kasih hadiah kecil ini. Maaf juga ya, aku gak bisa temui Mbak langsung. Aku belum siap untuk bertemu dengan kalian semua, dan aku merasa tidak pantas berada di antara kalian. Maafin aku ya Mbak. Miss u, Sasa."
Bara langsung meraih kartu ucapan yang di pegang Arka. Bara melihat tulisan tangan itu, dan itu memang benar tulisan tangan Sasa.
" Ar, gue minta tolong periksa cctv rumah sakit." Ujar Bara dan langsung berlari keluar kamar.
" Mas, Sasa di sini. Dia di sini. Hikss.. Cari dia Mas.. Cari Sasa sampai dapat.. hiks.." Kesya sudah sesenggukan saat mengetahui siapa si penggemar rahasianya.
Arka langsung memeluk Kesya, sedangkan Fadil langsung menghubungi pihak IT dan keamanan.
IG : Rira_Syaqila
****. Hai readers..
Selamat menjalankan ibadah puasa ya..
mohon maaf lahir dan bathin, jika ada salah kata yang pernah aku ucapin yaa..
Salam sehat selalu, Dan semoga puasanya mendapatkan pahala berlimpah.. Amiin..
__ADS_1
Budayakan setelah membaca untuk menancapkan jempolnya ya...