
Bara mengambil gitar yang berada di tangan Sasa. Bara memberikan kode kepada Vina, Kesya, dan Kiki untuk berdiri di sebelahnya.
Jreeng...
Engkaulah nafasku
Yang menjaga di dalam hidupku
Kau ajarkan aku menjadi yang terbaik
( Saat di lirik ini, Arka ikut bergabung bersama Kesya, dan Vano pun menyusul, begitupun dengan Leo, dan Mili pun ikut bergabung, sedangkan Gilang menggendong Baby Fatih. Mereka menyanyikan lagu secara bersama)
Kau tak pernah lelah
Sebagai penopang dalam hidupku
Kau berikan aku semua yang terindah
Aku hanya memanggilmu ayah
Di saat ku kehilangan arah
Aku hanya mengingatmu ayah
Jika aku tlah jauh darimu
Kau tak pernah lelah
Sebagai penopang dalam hidupku
Kau berikan aku semua yang terindah
Aku hanya memanggilmu ayah
Di saat ku kehilangan arah
Aku hanya mengingatmu ayah
Jika aku tlah jauh darimu
Aku hanya memanggilmu ayah
Di saat ku kehilangan arah
Aku hanya mengingatmu ayah
Jika aku tlah jauh darimu
Aku hanya memanggilmu ayah
Di saat ku kehilangan arah
Aku hanya mengingatmu ayah
Jika aku tlah jauh darimu
( Mami Shella dan Daddy Roy saling berpelukan, menitikkan air mata melihat putra dan putrinya bernyanyi. Begitupun dengan Mami Laura dan Papi Farel. Mega memeluk Mami Laura dan Papi Farel sambil ikut bernyanyi. Bram yang berada di sebelah Mega juga ikut bernyanyi sambil menggendong cucunya)
jreeng.... Jreng....
Kubuka album biru
__ADS_1
Penuh debu dan usang
Kupandangi semua gambar diri
Kecil bersih belum ternoda
Pikirku pun melayang
Dahulu penuh kasih
Teringat semua cerita orang
Tentang riwayatku
Kata mereka diriku selalu dimanja
Kata mereka diriku selalu ditimang
Nada-nada yang indah
Selalu terurai darinya
Tangisan nakal dari bibirku
Takkan jadi deritanya
Tangan halus dan suci
Telah mengangkat tubuh ini
Jiwa raga dan seluruh hidup
Rela dia berikan
Kata mereka diriku selalu dimanja
Kata mereka diriku selalu ditimang
Dirimu 'kan selalu ada di dalam hatiku
Pikirku pun melayang
Dahulu penuh kasih
Teringat semua cerita orang
Tentang riwayatku
Kata mereka diriku selalu dimanja
Kata mereka diriku selalu ditimang
Dirimu 'kan selalu ada di dalam hatiku
Tepuk tangan langsung bergemuruh, Tawa dan senyum beserta air mata haru juga ikut menyertai. Sasa menghapus air matanya yang jatuh. Secara perlahan dan tanpa ada yang menyadari, Sasa meninggalkan mereka semua. Sasa pergi ke kamar mandi untuk menenangkan dirinya. Bara melihat itu semua, Bara melihat, air mata yang di keluarkan oleh Sasa. Terlihat jelas kesedihan di matanya.
Kesya yang menyadari sudah tidak ada Sasa, mencari keberadaan Sasa. Kesya mencoba masuk kedalam dan menuju kamar mandi. Sasa mendengar Isak tangis Sasa, dan juga suara lirih Sasa menyebut Ayah dan Ibu. Sasa perlu waktu, dan Kesya membiarkannya.
" Mana Sasa?" Tanya Mami Shella.
" Di kamar mandi, sepertinya dia menangis. Mungkin dia merindukan orang tuanya yang telah tiada".
__ADS_1
Mami Shella menghela napasnya, dan menatap kosong kearah pintu yang menghubungkan taman belakang dan dapur. Tak berapa lama muncullah Sasa. Mami Shella menatap Sasa sendu, dan tersenyum kepada. Mami Shella memanggil Sasa untuk mendekat kearahnya, Sasa pun mendekat.
" Kamu kenapa sayang?"
" Gak pa-pa Tante.' Jawab Sasa dengan senyjm yang dipaksa mengembang.
" Kamu jangan bohong, kamu habis nangis kan" Ujar Mami Shella sambil membersihkan sisa air mata yang ada di sudut mata Sasa.
Sasa tertegun, baru kali ini dia merasakan mehangatan seseorang menghapus air matanya.
" Kamu bisa anggap Tante ini, Maminkamu. Dan mulai sekarang, kamu panggil Tante dengan sebutan Mami ya" Ujar Mami Shella lembut.
Sasa tertegun, tak percaya dengan apa yang di dengarnya. Tapi, apa dia pantas memanggil Tante Shella dengan sebutan Mami?
" Tap-Tapi__"
" Gak ada tapi-tapi. Mulai sekarang, kamu manggilnya dengan sebutan Mami, titik"
" Tapi saya__"
" Apa harus Bara atau Kiki menikah sama kamu, Baru kamu memanggil Mami dengan sebutan Mami?"
Sasa menggeleng dengan cepat.
" Kalo begitu kamu harus panggil Mami, Coba"
" Ma-- Mam--mi " Ujar Sasa dengan terbata-taba.
" Good, " Mami Shella langsung memeluk Sasa, dan tangis Sasa kembali pecah karena dia seakan menerima pelukan hangat dari seorang ibu.
" Terima kasih Mam-Mi" Ujar Sasa terbata.
Mami Shella mengelus kepala Sasa hingga punggung. Membuat Sasa semakin terisak. Bara tersenyum, merasa ada kelegaan saat melihat Mami nya mau menganggap Sasa seperti anaknya. Tapi, apakah Maminya akan masih menerima Sasa, jika Mandi Shella tau tentang masa lalu Sasa?. Bara mengkhawatirkan itu sekarang.
Acara pun berlanjut, tidak ada lagi tangis-tangis. Semua saat ini sedang bercanda dan tertawa sambil menikmati makanan yang terhidang. Bara menjadi bahan bullyan saat ini, karena dia baru saja putus, dan sekarang wajahnya babak belur karena seseorang. Dugaan Mami Shella adalah pacar baru nya Lia yang menghajarnya. Andai saja Mami Shella tau siapa yang membuat anaknya babak belur, pasti Mami shella akan semakin menertawakan anaknya itu.
Malam sudah semakin larut, Gilang dan Mili sudah pulang bersama Baby Fatih. Mami Laura dan Papi Farel juga sudah kembali. Mega dan Bram juga sudah menyusul pulang kerumahnya yang tak seberapa jauh itu. Leo pun sudah mengantar Anggun pulanh. Tinggal Vina, Vano, Kesya, Arka, Sasa, Jodi, dan Duda. Baby Zein sudah di bawa pulang oleh Mega. Kiki sudah di suruh tidur oleh Mami Shella, Mami Shella dan Daddy Roy pun sudah masuk ke dalam kamar. Menikmati malam anniversary mereka yang ke 31 tahun. Kamar yang di tempati Mami Shella dan Daddy Roy pun sudah di sulap menjadi kamar pengantin Baru.
" Jadi, kapan nich Jodi dan Sasa meresmikan hubungan?" Tanya Vina.
Bara tiba-tiba langsung berdiri dan menarik tangan Sasa, Sasa yang tidak siap pun terjatuh kedalam pelukan Bara, untungnya Bara sigap memeluk pinggang Sasa. Sasa langsung mendorong tubuh Bara hingga melepaskan pelukannya. Bara menatap Jodi tajam, sedangkan Jodi sudah berpura-pura bodoh.
Vina, Vano, Arka, Kesya, dan Duda sudah mengulum senyumnya.
Bara menggenggam tangan Sasa dan menariknya mengikutinya. Sasa pun mau tak mau mengikuti langkah Bara setelah berpamitan secara kilat kepada Kesya, Arka, Vina, Vano, Duda, dan Jodi.
Setelah kepergian Sasa dan Bara, Pecahlah tawa mereka yanh sedari tadi di tahan Jodi menghembuskan napas lega. Rasanya dia baru saja tercekik hingga tidak bisa bernapas.
" Kamu gak beneran suka kan dengan Sasa?" Tanya Vina kepada Jodi.
" Ya gak lah Mbak, Saya sudah menganggap Sasa seperti adik saya."
" Hufff, syukur deh"
Kesya menatap kebahagiaan di wajah Vina, karena mengetahui jika Mas Bara mendapatkan orang yang tepat. Namun Kesya jhawatir, apa mereka bisa menerima masa lalu Sasa?. Memang, masa lalu Sasa tidak buruk, tapi__.
Hah, Biarkanlah semuanya berjalan seperti air.
..** Hai readers...
Budayakan setelah membaca untuk menancapkan jempolnya ya...
__ADS_1
Terima kasih. Salam KesAr.