KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
Bab 136 " Kemarahan Ando"


__ADS_3

kabar Pertunangan Fadil dan Puput Sampai di telinga Ando. Dan saat ini karyawan Ando sedang ketakutan karena kemarahan Ando. Tante Ana yang juga mendapatkan kabar Pertunangan Puput dan Fadil, langsung bergegas menuju kantor Ando, untuk menenangkan putra semata wayangnya itu.


" Sayang, mungkin dia memang bukan jodoh kamu"


" Gak bisa Ma, pokonya Puput harus jadi milik aku. "


" Sayang, sudah dong. Masih banyak perempuan di luar sana yang pasti akan mencintai kamu dengan tulus"


" Perempuan yang mana Ma? Nesa maksud Mama? Setelah apa yang telah dia perbuat terhadap Ando Ma. Apa itu yang mama maksdu tulus? Di dunia ini gak ada perempuan yang tulus mencintai Ando, semua sama. Semua hanya ingin harta yang Ando miliki. Termasuk Puput."


" Sayang, jika Puput memang cinta sama kamu dan menginginkan harta kamu, dia gak akan bertunangan dengan Fadil. Dia pasti akan milih kamu"


" ya, dia pasti akan memilih aku. Aku lebih memiliki segalanya dari pada Fadil. Dan aku yakin jika Puput akan jatuh ke pelukan aku"


" Sayang, mama mohon, jangan begini"


" Keputusan ku sudah bulat, aku akan membuat Puput menjadi istri ku. Lihat saja Ma"


Setelah mengucapkan itu, Ando keluar dari ruangannya dan tidka memperdulikan teriakan Tante Ana yang memanggil namanya.


" Goyangkan Cafe Greenday. Buat dia sibuk hingga tidak menyadari keadaan sekelilingnya." Ujar Ando kepada seseorang.


" Lihat saja, bagaimana aku merebut Puput dari mu" Gumam Ando.


Di satu sisi, Arka yang tetiba pusing dan jatuh pingsan, membuat Kesya yang mendapatkan kabar langsung bergegas menuju kantornya.


" Sayang" Kesya mengelus pipi Arka yang terlihat pucat.


" Tuan Arka sepertinya hanya kelelahan saja. Saya akan meresepkan beberapa vitamin." Ujar Dokter Herman.


" Baik dok, terima kasih"


Kesya menatap wajah sang suami yang pucat. Terdengar erangan dari bibir Arka.


" Sayang, kamu gak papa?"


" Aku kenapa?


" Kamu pingsan tadi Mas,"


Arka mencoba untuk duduk, dan kesya membantunya. Kesya menyodorkan air putih hangat kepada Arka, dan Arka menghabiskan setengah gelasnya.


" Gimana? udah enakan?"


Bukannya menjawab pertanyaan Kesya, Arka malah merebahkan kepalanya di bahu Kesya, menghirup aroma tubuh kesya yang sudah menjadi candunya. Rasa pusing yang tadi di rasakan seolah-olah lenyap begitu saja.


" Sayang, kamu wangi banget. Wangi kamu tu seger banget, bikin pusing aku hilang"


Kesya menatap wajah sang suami, benar saja, wajah Arka yang tadinya pucat sudah sedikit memerah, bahkan bibirnya sudah kembali berwarna.


" Kamu mau pulang? Istirahat di rumah?"


" Maunya sih gitu, tapi pekerjaan aku banyak banget. Kamu mau tungguin aku disini kan? Aku rasanya nyaman banget jika kamu di sini"


" Sayang, tadi aku lagi coba resep baru. Dan aku sudah memanggangnya, masa aku tinggal sih"


Terlihat perubahan wajah Arka yang langsung muram. " Plisss, kamu di sini aja yaa. "


Kesya menghela napasnya, "gini aja deh, aku balik ke toko dulu, setelah pekerjaan aku selesai, ntar aku balik lagi ke sini, gimana?"


" Nanti kamu lama"


" Gak akan, setelah mencicipi resep baru, aku langsung kemari."

__ADS_1


" Janji?"


" Iya sayang, aku janji"


Kesya pun mengecup pipi Arka, dan beranjak pergi meninggalkan kantor Arka. Baru saja Kesya sampai di lobi, Arka sudah kembali mendapatkan telpon dari sekretaris Arka, yang mengatakan jika Arka saat Ini sedang muntah-muntah di kamar mandi. Kesya langsung saja kembali bergegas keruangan Arka.


" kita pulang ya?"


" Tapi kerjaan aku"


" Ada kak Fadil, lagian masih ada hari esok kan?"


Arka pun menuruti keinginan Kesya. Padahal masih jam 9 pagi, dan Arka sudah kembali pulang. Sebelum pulang, mereka singgah ke toko kue, kemudian baru pulang ke kediaman Moza.


" Raja kenapa?"


" Kecapean sama masuk angin. Mas Arka tidurnya telat terus" Ujar Kesya.


" Ya udah, Mami buatin Teh lemon ya"


Kesya pun menganggukkan kepalanya, dan membawa Arka ke kamar mereka.


" Gimana? udah mendingan?"


" Udah sayang. Ni lihat, Mas udah seger kan"


Kesya pun melangkah keluar kamar untuk menyusul Mami Laura yang membuat teh lemon.


" Mi, tadi Key coba resep baru. Mami cobain ya" Ujar Kesya sambil memberikan cake yang di bawanya tadi.


" Iya, Ini Teh nya, kamu kasih Raja ya, biar si minum ya terus"


" Iya Mi, makasih ya"


" Mas, kamu kan lagi sakit. Kok malah kerja sih" Gerutu Kesya.


" Aku udah gak apa-apa sayang. Lagian kalo tidur aja yang ada kepala Mas pusing. Kerjaan Mas pun sudah menumpuk ini"


" Iih, nyebelin deh. Pokoknya gak ada kerja hari ini. " Ujar Kesya sambil menutup laptop Arka dan memindahkannya.


Arka hanya pasrah, dari pada menerima amukan sang istri. Arka menarik tangan Kesya, agar duduk di sebelahnya. Setelah meminum Air buatan sang Mami, Arka merebahkan dirinya dengan berbantal paha Kesya. Arka memeluk dan menenggekamkan wajahnya di perut kesya.


" Geli Mas, jagang di gosok-gosok gitu" Ujar Kesya yang mencoba menahan kepala Arka agar tidak menggosok dan mengendurkan wajahnya di perutnya.


" Kamu wangi, aku suka"


Kesya hanya pasrah, dan mengelus rambut sang suami. Tak berapa lama terdengar suara dengkuran halus, Kesya membelalakkan matanya sesaat, kemudian terkekeh. Arka sudah tertidur.


Kesya memainkan ponsel Arka, karena berhubung ponselnya masih berada di dalam tas, dan tasnya masih berada di atas tempat tidur.


Kesya melihat sosmed milik Arka. Ya, Kesya dan Arka bebas mengutak Atik ponsel pasangan mereka, karena tidak ada yang perlu di rahasiakan. Bukankah suami istri harus saling terbuka?


Kesya mengerutkan keningnya saat melihat foto seseorang yang sepertinya sangat di kenalnya.


" Masa sih? Cuma mirip kali ya?" batinnya. Kesya pun memperbesar foto tersebut. Tiba-tiba saja jantung Kesya berdetak dengan cepat.


" Gak mungkin, bagaimana bisa?" Kesya menutup mulutnya yang terbuka, tanpa sadar Kesya meneteskan air matanya, dan jatuh mengenai wajah Arka.


Arka yang merasakan basah di pipinya perlahan membuka mata, melihat sang istri yang tengah menatap layar ponselnya dan menangis.


" Sayang, kamu kenapa?" Tanya Arka panik.


" M-Maass.. Ini.. ini.. ini gak benar kan? apa yang aku liat ini salah kan?" Ujar kesya terbata dengan air mata yang terus bercucuran.

__ADS_1


Arka meraih ponselnya, melihat apa yang Kesya lihat tadi. Awalnya Arka mengerutkan keningnya, kemudian dia ikut terkejut melihat foto yang tertampil di layar ponsel nya. Arka langsung meraih tubuh Kesya dan menguburnya kedalam pelukannya.


Di tempat lain, Sasa ikut berbahagia mendengar berita pernikahan Fadil dan Puput. Akhirnya Playboy cap karet akan segera melepas masa lajangnya.


"Lo kapan?"


" Gue? Semua nya udha di takdirkan, jadi gue gak mau pusingin kapan gue nikah. Lagian umur gue masih 24"


" Umur Puput juga 24, dan dia akan segera menikah"


" Trus? Gue harus pusing gitu? ya gak lah, lagian Lo kenapa sih, sibuk amat nyuruh gue cepat nikah"


" Lo normal kan?"


Plak..


" Aww, sakit kali"


" Lagian mulut lo tu minta gue sumpel pake sepatu tukang parkir di depan sana" Kesal Sasa.


" Masa sih dari sekian banyak yang goda Lo, gak ada satu pun yang kecantol"


" Lo tau sendiri, gue mual kalo udah dekat mereka, apalagi mereka terlalu memamerkan seragamnya. Ukhh makin mual gue"


" Kalo misalnya jodoh Lo polisi gimana?"


" Hahah, siap emangnya dia punya istri yang cuma tamatan SD? Bukannya mereka akan malu ya jika istrinya berpendidikan rendah? Secara istri-istri polisi itu kan rata-rata berpendidikan, minimal bidan lah" Ujar Sasa dengan tanpa mengetahui jika ada seseorang yang sudah mengeraskan rahangnya.


" Lagian, gue ini ini kan mantan preman, Ntar juga kalo mereka tau masa lalu gue, pada kabur nya mereka. Ya dari sebelum bertempur gue udah kalah, mending gue nyadar diri aja sekrang"


" Iya juga sih, masa lalu Lo suram banget abisnya. Ha..ha..ha.."


" Nah, Lo tau sendiri kan. Ya paling Kalo bang Jodi serius, kayaknya gue terima dia aja. Cinta itu akan hadir dengan seiring berjalannya waktu kan?"


" Jadi Lo serius ma Jodi?"


" Gak tau, kalo jodoh kan gak kemana? Lagian dia gak masalah dengan masa lalu gue, ya gak salah juga kalo gue coba Nerima dia"


Braakkk..


Sasa dan Fadil yang tengah mengobrol terkejut karena seseorang yang menggebrak meja mereka.


" Bara"


.


.


.


.


.


.


Hai readers..


jangan lupa Tap jempolnya yaa..


Cukup like aja udah buat aku bahagia banget loh.


Mari saling berbagi kebahagiaan.

__ADS_1


__ADS_2