
Sambil bergandengan tangan, Arka dan Kesya berjalan menyusuri bibir pantai. Sekali-kali ombak menghampiri dan membasahi kaki mereka. Entah apa yang mereka bicarakan, mereka terlihat tertawa bersama. Senyum selalu menghiasi wajah kedua insan.
" Kita duduk di sana ya" Ajak Arka yang di angguki oleh Kesya.
" Mas ke toilet sebentar ya, kamu di sini dulu. Jangan kemana-mana" Ujar Arka.
Kesya memperhatikan pemandangan laut biru di depannya. terlihat ombak yang saling berkejaran dan memecah, hingga mengeluarkan buih putih yang perlahan menghilang.
"Hai, Perkenalkan, gue Samuel"
Kesya menatap tangan yang sedang terulur di depannya.
" Maaf, saya sudah menikah" Ujar Kesya dan membuang pandangannya.
" Oh ayolah, aku akan membayar mahal. Sebutkan berapa harga yang kau mau" Ujar Samuel sambil ingin meraih wajah Kesya. Namun Kesya menepis tangannya dengan kasar.
Buukk...
Samuel tiba-tiba sudah tersungkur di lantai.
" Brengsek." Umpat Samuel dan menatap pria yang memukulnya tadi dengan murka.
Kesya langsung berdiri dan menghampiri Arka. Memeluk tangannya dan bersembunyi di belakang Arka.
" Jika kau berani menggoda istri ku, maka aku akan mematahkan seluruh tulang yang ada di tubuhmu" Ancam Arka menatap tajam kembali samuel.
Samuel menelan ludahnya, karena salah memilih mangsa. Siapa yang tidak mengenal Arka dalam dunia bisnis. Dan Samuel tau siapa Arka. Pria dingin yang tidak akan mengampuni rivalnya jika menyentuh miliknya dan bermain curang.
Arka langsung merangkul pinggang Kesya dan membawanya pergi dari tempat itu.
"Kamu gak pa-pa?" Tanya Arka khawatir.
Kesya menggelengkan kepalanya dan melingkarkan tangannya ke pinggang Arka, serta menyandarkan kepalanya di dada Arka. Arka tersenyum melihat Kesya yang mulai berani memelukknya, apalagi di depan orang ramai.
Mungkin benar kata orang, cinta akan datang dengan sendirinya saat mereka menikah. Dengan Ikatan suci yang terikat, menumbuhkan cinta yang lebih kuat. Dan Arka sangat yakin, jika Kesya sudah mulai mencintainya.
" Mas, aku lapar. Kita makan kepiting saus Padang yukk" Ajak Kesya sambil bergelayut manja di lengan Arka.
Arka terkekeh mendengar suara manja dari sang istri.
Mereka saat ini sedang duduk di restoran lesehan pinggir pantai. Kesya sedang menatap ke arah suaminya yang saat ini sedang mencuci tangan, kemudian mengambil beberapa buah potong yang tersedia di restoran tersebut.
Mata Kesya melotot sempurna saat melihat Arka memeluk seseorang. Bukannya sengaja Arka memeluk, tapi ada seorang wanita yang mendekat ke arah Arka dan berpura-pura tergelincir, hingga jatuh di depan Arka, dan dengan refleks menangkap tubuh wanita tersebut.
Sangat terlihat jelas di mata Kesya, wanita itu sedang menggoda suaminya. Kesya berjalan dengan langkah besar sambil menarik tisu yang ada di atas meja.
Kesya mendorong tubuh wanita tersebut dengan anggun, mengambil tangan Arka dan membersihkan tangan Arka, seolah-olah Arka baru saja memegang sesuatu yang kotor. Arka tertegun melihat tingkah Kesya, yang sangat posesif kepadanya. Dan yang lebih membuat Arka tercengang adalah, saat Kesya memberikan pelajaran kepada wanita tersebut dengan anggun.
" Maaf, Pria ini suami ku, Sebaiknya kau mencari laki-laki lain yang bisa kau goda dengan trik murahanmu itu." Ujar Kesya sambil memeluk lengan Arka dengan posesif
Wajah wanita tadi sudah memerah menahan malu dan marah. Dia menghentakkan kakinya dan pergi dari hadapan Arka dan Kesya.
Arka menatap wajah Kesya penuh cinta.
__ADS_1
" Udah selesai ngambil buahnya?" Ujar Kesya dengan nada kesal dan sambil melepas tangannya dari lengan Arka.
Kesya memasang wajah cemberut dan berjalan kembali menuju tempat dirinya duduk tadi. Arka mengekorinya dengan membawa satu piring buah potong yang tadi sempat di ambilnya kembali.
Arka terkekeh melihat wajah istrinya yang cemberut dengan bibir sedikit manyun.
" Hei, kenapa?" Tanya Arka yang menahan tawanya.
" Tidak ada" Ujar Kesya yang masih cemberut dan lebih memilih menatap kearah laut.
" Kamu cemburu?" Goda Arka.
" Siapa yang cemburu, ge er" Ujar Kesya masih dengan nada merajuk.
" Waah, cewek yang di depan mas cantik ya" Goda Arka.
Kesya langsung menoleh ke arah Arka dengan tatapan tajam. Arka terkekeh dan melihat reaksi Kesya. "Cemburu kan?" Goda Arka lagi.
" Gak " Jawab kesya.
" Eh, ngapain tu cewek ke sini. atau jangan-jangan dia mau minta nomor hp Mas" Pancing Arka.
Kesya langsung menatap kearah Arka " Coba aja kalo berani, Key cakar-cakar Mas" Ujar Kesya sambil membuat tangan seakan ingin mencakar Arka.
Arka tertawa terbahak-bahak melihat kelakuan Kesya. Di raihnya tubuh Kesya dan duduk di pangkuannya. Kesya melototkan matanya karena perlakuan Arka.
"Mass" lirih Kesya.
Cup. Arka mendaratkan ciuman di pipi Kesya.
Cup , Arka kembali mengecup bibir Kesya.
" Mass"
Arka terkekeh mendapatkan pelototan dari istrinya.
Arka mendudukkan Kesya tepat di sebelahnya, dan masih dengan Kesya berada dalam rangkulannya.
" Kamu cemburu kan?" goda Arka
Kesya hanya mencebikkan bibirnya. Arka kembali terkekeh.
" Cemburu kan tanda nya cinta! itu tandanya kamu udah cinta kan sama mas?. eem, berarti kita ntar bisa eheem ehemm nanti malam" Ujar Arka sambil menaik turunkan kedua alis nya.
Rasanya Kesya ingin tertawa melihat wajah lucu suaminya itu. " Iihh, Geer, Siapa juga yang cemburu, Key cuma gak suka aja liat tu cewek kegatelan. Lagian Mas gak ingat apa kalo Key lagi datang bulan." Ujar Kesya sambil mengalihkan wajahnya.
Arka memasang wajah kecewa, dan menyandarkan kepalanya di bahu Kesya. Gantian Kesya yang terkekeh melihat tingkah menggemaskan Arka.
Malam ini Arka harus kembali menahan hasratnya terhadap Kesya. Untuk mengalihkan fikirannya, Mencari kesibukan dengan berolah raga.
Kesya baru selesai membersihkan dirinya dan bersiap untuk tidur.
"Mas, ngapain?" Tanya Kesya saat melihat Arka sedang push up.
__ADS_1
" Menurut kamu?" Tanya Arka.
" Lagi nari!!" Ujar Kesya yang sudah mengulum bibirnya.
Arka menghentikan gerakannya dan menatap ke arah Kesya. Arka bangkit dari posisi push up dan mendekati Kesya yang saat ini sedang mengulum senyumnya.
" Kamu mau menggoda saya?" Ujar Arka dengan smrik menggodanya.
Kesya melangkah mundur saat melihat Arka semakin maju ke arahnya.
" Enggak " Ujar Kesya sambil terus melangkah mundur.
" Mau kemana kamu? Kenapa mundur?"
Kesya menggelengkan kepalanya, dan terus saja melangkah mundur, dan kemudian berlari saat Arka mempercepat langkahnya. Kesya mengitari sofa yang berada di dalam kamar tersebut.
" Jangan lari Key" Ujar Arka yang masih berusaha menangkap Kesya.
" Om kenapa kejar saya?" Ujar Kesya yang masih terus menghindar dari Arka.
" Om? saya bukan Om kamu, dan saya akan menghukum kamu karena memanggil saya dengan panggilan Om."
Kesya terus mengitari sofa, karena Arka terus saja berjalan ke arahnya. Bunyi telpon mengalihkan pandangan Kesya, dan ini adalah kesempatan yang baik buat Arka.
"Aaaa" pekik Kesya saat Arka sudah menangkap dirinya.
Arka memeluk Kesya, tidak membiarkan dirinya lepas.
" Kamu harus di hukum" Bisik Arka di telinga Kesya, mengirimkan gelenyar aneh di diri Kesya.
" Maassshh" Ujar Kesya sambil menggeliat.
Arka mulai mengecup kening Kesya, Kesya memejamkan matanya. Kemudian perlahan turun menuju mata, hidung, dan saat bibir Arka mau mendarat di bibir Kesya, terdengar kembali deringan ponsel milik Kesya, spontan Kesya mendorong tubuh Arka. Karena tidak siap, Arka terjatuh dengan menarik tangan Kesya, hingga Kesya juga terjatuh di atas Arka. Mereka berdua terjatuh di sofa, dengan posisi Kesya mencium bibir Arka.
Kesya melototkan matanya dan langsung melepaskan diri dari pelukan Arka. Kesya berlari menghampiri ponselnya yang masih berdering.
" Dasar mesum" Ujar Kesya sambil berjalan meninggalkan Arka.
Arka terkekeh melihat tingkah istrinya dengan wajah yang memerah.
.
.
.
.
.
.
Maaf yaa readers, lama up nya, karena lagi cari inspirasi buat Kesya ngungkapin perasaannya. habisny Kesya masih malu-malu, kayak author yang ikut malu-malu ngetik adegan romantisnya..😁😁
__ADS_1
Dukunh terus ya cerita author, dengan memberikan LIKE + VOTE + RATE + KOMENNYA.
Salam hangat dan sehat selalu..