KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
Bab 192 " Pernikahan"


__ADS_3

Pernikahan Bara yang di gelar secara meriah di hotel M Moza, berjalan dengan lancar. Acara yang menggunakan tradisi hormat pedang itu membuat pernikahan Bara dan Sasa menjadi sangat berkesan. Sasa pun terlihat sangat cantik dengan gaun putih yang membungkus tubuhnya itu. Make up yang tidak terlalu bold, tetapi membuat Sasa terlihat sangat cantik dan mirip boneka. Hah, lihat saja, tangan Bara tidak lepas dari pinggang Sasa.


Setelah pernikahan Bara dan Sasa, dua hari setelahnya di lanjutkan dengan pernikahan Leo dan Anggun. Saat akad nikah, Leo terlihat tampan dengan baju adat dari Daerah Padang itu. Anggun pun terlihat sangat cantik dan anggun dengan pakaian adatnya.


Banyak kolega Papi Farel, Arka, Vano, dan Bram yang menghadiri pernikahan Leo dan Anggun. Tamu yang datang pun kebanyakan dari kalangan Dokter. Yaa, tentu saja dari kalangan dokter, secara Anggun dan Leo berprofesi sebagai Dokter.


Kesya, Puput, Vina, Mili, dan Ara sedang duduk di meja bulat yang di sediakan. Mereka berbincang seputar pernikahan Bara dan Sasa yang dia hari lalu terlaksana. Pernikahan yang cukup meriah, walaupun di hadiri oleh preman, tapi preman-preman tersebut sangatlah sopan dan tahu diri. Yaa, walaupun saat kedatangan mereka sempat terjadi drama yang membuat jantung bekerja lebih cepat.


" Intinya kemarin itu adalah pernikahan yang membuat sport jantung." Ujar Ara.


" Iyaa, Mas Vano aja sampai langsung menyuruh mengawal Mbak di sana."


" Tapi walau bagaimana pun, Mereka benar-benar datang khusus untuk mengucapkan selamat dengan Sasa. Mereka juga gak lama, setelah makan mereka pulang." Ujar Kesya yang mana kemarin juga sempat di kawal oleh beberapa bodyguard.


" Gak nyangka yaa, Setelah apa yang terjadi, akhirnya Mas Bara nikah juga dengan Sasa. Jodoh emang gak ada yang tau yaa.."


"Hmm, Kayak kamu sama Gilang. Siapa yang berfikir jika kalian berjodoh."


Mili tersenyum menanggapi ucapan Vina.


" Ara, jadi kamu Kapan nich dengan Bang Jodi?"


" Ck, Bang Jodi maunya Ara selesain kursusnya dulu." Ujar Ara dengan menampung wajahnya dengan kedua telapak tangannya yang bertumpu di atas meja.


" Bener itu apa kata Bang Jodi, lagian umur kamu juga Baru genap 20 tahun. Masih Muda banget."


" Iyaa Mbak, Cuma kan saingan Ara banyak banget. Di toko ada Bella yang masih godain Bang Jodi. Dah tau Bang Jodi pacar Ara, masih aja mepet-mepet kayak lalat hinggapi makanan. Trus, Encus Tini juga, sering bangey kedapetan curi pandang dan godain Bang Jodi. Bahkan sampai kirim pesan kasih perhatian juga tuh sama Bang Jodi. Kesel kaan.."


" Yaa yang penting Bang Jodi nya gak ngaruh dengan apapun yang mereka lakukan. Setau Mbak sih, Bang Jodi itu orangnya setia. Jadi selama kamu dan Bang Jodi tetap sejalan dan sepaham, Insya Allah kalian tetap nersma, itu pun kalo jodoh"


" Iih Mbak. Awalnya enak banget denger omongannya, tapi yang terakhir bikin sesak." Ujar Ara sambil meremas dadanya seolah benar-benar merasakan sesak.


Kesya, Vina, Mili, dan Puput pun tertawa.


" Oh ya, kehamilan Mbak gimana?" Ini suara puput yang bertanya.


" Alhamdulillah, baik-baik aja. Mbak juga gak mual-mual kayak waktu Zein dulu. Bahkan selera makan Mbak juga bertambah. Kamu gimana? Udah isi lagi.?"


" Belum Mbak, Doain yaa..."


" Semoga di segerakan yaa.. Kan lucu tu kalo anak-abak kita jadi berteman dari kecil hingga dewasa. Mana tau di antara mereka ada yang cinlok"


Pecah lah tawa di meja bundar itu.


" Eh, pengantin baru yang kedua kalinya benar-benar gak bisa menjauh yaa.."

__ADS_1


" Heem, Mas Bara mah posesif banget. Ingat gak kejadian saat Nando mengundang kita di acara anniversary orang tuanya. Ada Riko di sana. Dan ternyata Riko dan Mbak Sasa saling mengenal. Kata Mbak Sa sih mereka bertemu di panti jompo yang di Purwokerto. Mas Bara merajuk dengan Mbak Sa. Cemburu diaa.. Lucu banget deh.." Ujar Kesya yang mengingat-ingat kejadian saat itu.


Dan mereka pun menggibahi Bara yang terlalu posesif kepada Sasa.


" Aduuh, kayak suami Mbak-mbak gak posesif aja." Celetuk Ara.


Semua mata langsung tertuju kepada Ara.


" Iya juga yaa.." Tawa pun kembali pecah.


" Seru banget, ceritain apa?" Sasa datang dengan senyum yang merekah.


" Ceritain Mbak Sa dengan Mas Bara."


" Oohh yaa. Apa tuh?"


" Ada deeh.."


Setelah Sasa bergabung bersama Kesya, Vina, Mili, Puput, dan Ara. Bara juga bergabung bersama Para lelaki tampan. Arka, Vano, Fadil, Gilang, Duda, dan Jodi.


" Udah, ngekorin Mbak Sa nya?" Goda Arka.


" Mau nya sih di rangkul terus. Lihat aja, mata-mata para lelaki itu, semuanya menatap ke Mungil seolah ingin menerkam."


" Mbak Sa cantik, di tambah lagi sekarang udah jadi Bintang iklan. Mungkin kalo Mas ngijinin, udah jadi artis terkenal deh."


" Terus, kok di ijinin?"


" Hasil dari bujukan Mami."


Arka dan Vano sudah tertawa saat mengingat bagaimana Mami Shella sangat antusias begitu mendengar ada perusahaan berlian yang ingin menjadikan Sasa ambassador nya. Bara yang melarang akhirnya luluh dengan bujuk rayuan Mami Shella. Dan sejak saat itu, banyak iklan yang meminta Sasa untuk mengiklankan produk mereka, tapi Sasa menolak Nya. Hingga Sasa di jadikan Duta Peduli Bangsa , karena rasa kepeduliannya kepada masyarakat yang kurang mampu sangatlah tinggi. Apalagi kepada anak-anak yang kurang beruntung.


Bara memperhatikan sang istri yang memang kecantikannya semakin bertambah sembejak menyandang istri dari seorang Bara. Benar kata orang tua dulu. Aura seorang wanita akan keluar jika mereka sudah menikah dan memiliki anak. Bahkan kecantikan mereka bisa berkali-kali lipatnya.


Pernikahan Leo di buat tidak kalah megah dengan pernikahan Arka dan Vano. Bedanya, tamu yang datang kebanyakan dari kalangan kesehatan, bahkan Menteri Kesehatan pun juga ikut menghadiri pernikahan Leo dan Anggun.


Kesya sudah sangat merasa lelah seharian ini, padahal dirinya tidak terlalu sibuk, hanya ikut berjalan dan bersalaman dengan kolega Arka yang juga ikut hadir.


" Mandi dulu Ma.." Tegur Arka yang melihat Kesya sudah merebahkan dirinya di temoat tidur.


Bagaimana tidak lelah, setelah dari pesta, sesampainya di rumah Kesya menyempatkan diri untuk memandikan dua buah hati nya, Veer dan Qila.


" Hmm" Kesya hanya menjawab dengan gumaman.


Kesya mendengar suara pintu kamar mandi terbuka, dan tak berapa lama mendengar suara gemericik air. Kesya mencoba untuk terlelap, namun Kesya terkesiap karena merasa tubuhnya sudah melayang di udara.

__ADS_1


" Aaammppp."


Arka terkekeh karena mendapatkan pelototan dari Kesya.


" Mandi dulu, biar segar dan lelahnya berkurang."


Kesya mengalungkan tangannya di leher Arka. Arka mendudukkan Kesya di pinggir jacuzzi yang ada di dalam kamar mandi mereka. Arka membuka baju Kesya, menanggalkan setiap helainya, hingga tubuh polos Kesya sudah terpampang.


Tergiiiurr??


Tentu, namun Arka menahannya karena melihat wajah Kesya yang sangat kelelahan. Arka menanggalkan bajunya, dan membiarkan boxernya tetap berada di sana.


" Kenapa gak di buka?"


" Mas gak mau buat kamu semakin kelelahan."


Kesya menurut saja saat Arka menggendongnya masuk kedalam jacuzzi. Air hangat yang sudah di campur dengan tetesan air mawar yang menenangkan pun membuat Kesya langsung rileks dan memejamkan matanya dan merebahkan kepalanya di dada Arka, menikmati hangatnya air dan melepaskan lelahnya.


Kesya dapat merasakan betapa kerasnya Juju di dalam sana. Kesya tau, jika Arka sedang menahan hasratnya saat ini demi dirinya. sentuhan tangan Arka yang naik turun di dan mengusap bahu serta lengan telanjangnya pun membuat Kesya semakin tenang dan juga menaikkan hasrat yang tadinya tidak ada menjadi ada.


Kesya membuka matanya, dan membalikkan tubuhnya serta naik keatas pangkuan Arka. Arka terkesiap dan membuka matanya.


" Sayang, kamu ___"


Arka harus menelan kata-katanya saat kesya membungkam bibir Arka dengan ciuman.


" Aku mau ini." Bisik Kesya dengan seksi dan membelai sesuatu yang mengeras di bawah sana. Yang di namai Juju oleh Arka.


Tanpa membuang waktu, Arka langsung saja melepaskan burungnya dari sangkar. Dan mebebaskannya untuk masuk kedalam sangkar yang hangat dan nikmat.


Aaahhh....


Desahan demi desahan terdengar saling bersahutan... Akankah adiknya Veer dan Qila akan hadir??


NB : jika ada yang bertanya kenapa baru sekarang nama istri Bara baru di tulis. Karena pada Bab ini, Di novel Mr.Perwira vs mantan preman baru terungkap siapa istri sirih Bara. Jadi, yang penasaran dengan kisah SaBar (Sasa Bara), Bisa cek di lapak mereka yaa..


Hai readers..


Berhubung banyak yang meminta lanjut, baiklah akan aku lanjutkan.


Tapi aku mau tanya nih, Lanjut di novel ini atau buat novel Baru??


Komen yaa..


jangan lupa Tap jempolnya yaa..

__ADS_1


Cukup like aja udah buat aku bahagia banget loh.


Mari saling berbagi kebahagiaan.


__ADS_2