KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
Bab 38 " Lega "


__ADS_3

" Bukankah sudah ku bilang jangan pergi dengan laki-laki lain?" Ucap Arka di seberang panggilan.


Kesya hanya bisa meringis dan menjauhkan telponnya dari telinganya.


"Ekheemm... Om, kenapa marah-marah sih?" Tanya Kesya.


" Kamu... Ah.. sudah lah.." ucap Arka dan memutuskan panggilannya.


Kesya hanya menatap layar pipihnya dengan bingung. Karena Arka memutuskan panggilannya dengan nada kesal.


" Nona" ucap Jodi membuyarkan lamunannya.


" Hah?? Oh yaa.. Ada apa? Tanya Kesya.


" Tuan Muda menyuruh saya mengawasi Nona dari dekat" Ucap Jodi.


Kesya hanya melongo mendengar ucapan Jodi.


"Ap--Apa?, Jadi Om Arka nyuruh kamu ikuti saya di belakang saya gitu?" Tanya Kesya tak percaya.


" Iya Nona" Jawab Jodi tanpa ragu.


Kesya hanya bisa tertawa garing mendengarnya. Hingga suara Dara yang melengking menyadarkannya kembali kedunia nyata.


" Tante, ayookk.." Ajak Dara sambil menarik-narik tangan Kesya.


Dilan mengantri untuk membeli tiket.


" Tolong pesankan satu lagi untuk saya" Ucap Jodi kepada Dilan.


Dilan hanya menaikkan alisnya sebelah.


" Saya harus tetap mengawasi Nona Kesya" Tambah Jodi lagi.


Dilan pun mengerti maksud arah tujuan perkataan pria itu yang dia sendiri tidak tahu siapa namanya.


Jodi duduk di sebelah Kesya. Sedangkan Dara duduk tengah-tengah antara Kesya dan Dilan.


Mereka menonton film Frozen II. Film kesukaan Dara.


Sekali-kali Dara mengajak Kesya berbicara membahas apa yang terjadi di layar besar tersebut. Dilan hanya melihat keakraban Dara dan Kesya. Entah kenapa hatinya terasa tersentuh. Dan ingin memiliki Kesya sebagai istrinya. Mungkinkah Kesya akan menerimanya? Sebenarnya sejauh mana hubungan Kesya dengan pria yang sedang di gosipkan olehnya saat ini.


Film telah selesai. Jodi, Kesya, Dara dan Dilan pun keluar dari ruang bioskop tersebut. Jodi dan Dilan membiarkan Kesya dan Dara berjalan bergandengan tangan dan berada didepan mereka.


"Papa habis ini kita makan dimsum yaa" Pinta Dara.

__ADS_1


Dilan pun menganggukkan kepalanya. Dan mereka berjalan menuju restoran yang berad di Mall tersebut. Restoran yang menyediakan Dimsum, dan juga ada nasi liwet.


Kesya memesan beberapa porsi dimsum, kemudian 4 nasi liwet dan air mineral serta Jus.


Dilan rasanya ingin sekali melemparkan Jodi hingga ke dasar lautan. Bukan apa, Dari tadi Dilan mengajak Jodi berbicara. Namun Jodi tidak menanggapinya. Jodi menganggap bahwa dirinya tidak ada. Maka dari itu Dilan merasa kesal terhadap Jodi.


'Ciih, pengawal tidak tau malu. Ikut makan di meja yang sama dengan majikannya. Bilanh aja gak ada duit untuk bayar' Batin Dilan sambil menatap musuh kepada Jodi.


Sedangkan Jodi merasa acuh dengan sikap Dilan.


Acara makan pun selesai, hari sudah beranjak sore. Karena menonton tadi makanya makan siang mereka bergeser ke makan sore.


Saat Dilan ingin membayar. Ternyata semua makanan mereka sudah di bayar oleh Jodi. Dilan hanya menatap tidak percaya kepada Jodi. Dirinya yang seorang Pegawai Negeri, kalah dengan seorang pengawal?. Bukan karena apa. Masalahnya Jodi mengeluarkan kartu kredit gold. Sedangkan Dilan mengeluarkan Kartu kredit biasa. Rasanya dia ingin menenggelamkan dirinya di dasar lautan. Karena sudah menganggap remeh seorang pengawal.


Di benak Dilan bertanya-tanya. Berapa gaji seorang pengawal seperti Jodi ini.


Dara mengajak Kesya bermain di Timezone yang berada di mall tersebut. Kesya pun mengikuti keinginan Dara. Sebenarnya dia sudah gelisah. Entah kenapa semenjak Arka mematikan panggilannya tadi, Kesya merasa ada yang menusuk di hatinya.


Dilan mencoba mendekati Kesya, namun Jodi selalu menghalangi dengan tetap setia berdiri di samping Kesya. Kesya sebenarnya merasa risih dengan tingkah Jodi dan Dilan yang seperti anak-anak itu. Yang berebutan untuk berdiri di dekat dirinya.


Waktu terus berjalan, hingga matahari pun sudah mulai tenggelam. Selepas solat magrib di musallah Mall Indah. Dilan mengajak untuk makan malam di sebuah restoran. Namun Kesya menolak. Karena pesan singkat yang Kesya kirimkan tidak di balas oleh Arka dari siang tadi. Kesya menjadi khawatir.


Jodi menyarankan agar Kesya kembali bersamanya, karena jika tidak pekerjaan dirinya dan Duda terancam. Kesya pun menuruti saran Jodi. Kesya dan Dara pulang dengan Jodi dan Duda. Sedangkan Dilan membawa mobilnya sendiri.


Sesampainya di rumah, Mami Shella sudah menyiapkan makan malam. Dan mereka pun makan malam bersama. Mam Shella mengajak Jodi dan Duda untuk makan bersama di dalam, namun Jodi menolaknya dan memohon izin pulang. Namun Mami Shella menahan mereka dan memaksa Mereka untuk makan malam dulu sebelum pulang.


" Tumben gak di balas?, Lagi sibuk ya??" Gumam Kesya.


Kesya pun memilih untuk tidur. Karena badannya sudah sangat letih dan butuh istirahat.


Keesokan paginya Kesya menatap handphone nya. Tapi tidak ada pesan yang masuk dari Arka. Kesya menghembuskan napasnya kasar.


Kesya bersiap untuk kekampus. Karen jadwal sidangnya keluar hari ini. Dan masih banyak yang harus di kerjakannya.


Setelah sarapan, Kesya langsung berpamitan kepada Ayah, Mami, dan Daddy. Dilan menawarkan diri untuk mengantarnya. Tapi Kesya menolaknya karena Jodi dan Duda sudah berada di luar menunggu Kesya seperti biasa.


"Emm, Bang Jodi. Om Arka gak ada kasih kabar atau gimana gitu?" Tanya Kesya. Saat ini mereka sudah berada didalam mobil menuju kampus.


" Tidak ada Nona. Kemarin Tuan hanya berpesan untuk tetap berada di sisi Nona. Mengawasi Nona dari dekat." Ucap Jodi.


"Jadi tidak ada menghubungi bang Jodi sama sekali?" Tanya Kesya penasaran.


" Tidak ada" Jawab Jodi.


Kesya mendesah, dan menyandarkan dirinya di sandaran kursi mobil.

__ADS_1


Urusan Sidang selesai, 2 hari lagi Kesya akan mendapatkan gelas magisternya. Kesya kembali ke rumah. Dan menyiapkan berkas. Namun tak berapa lama ponselnya berbunyi. Dan Nama 'Om Nyebelin' Muncul di layar ponselnya.


Kesya berdehem sebelum mengangkat panggilan.


" Assalamualaikum"


"…......"


" Alhamdulillah deh, kirain Om kenapa-napa!" Ucap Kesya.


" .........."


" Iiih geer.. " Ucap Kesya tapi tersungging senyum di bibirnya.


".........."


" 2 hari lagi saya sidang. Om kapan balik?" Tanya Kesya.


" ......."


" iiihhhh, siapa juga yang rindu. Key kan cuma tanya aja. Gak boleh??"


".........."


" Oh, ya udah dech. Key juga mau nyusun beberapa berkas lagi."


"........"


" Walaikumsalam salam".


Kesya mendesah lega. Ternyata Arka tidak marah. Loh.. kenapa Kesya harus lega? Toh bukan urusan Kesya jika Arka mau marah atau tidak. Secara Kesya dan Arka tidak memiliki hubungan yang khusus dan resmi.


.


.


.


.


.


.


Salam Hangat dari Kesya dan Arka.

__ADS_1


Di tunggu Like + Vote + Komennya


__ADS_2