
Kesya yang di tatap pun hanya tertawa sumbang. dan melangkahkan kakinya meninggalkan mereka yang masih bertanya tanya dengan perkataan si ganteng tadi.
" hai key" sapa seorang pria tampan.
Merasa namanya di panggil Kesya pun menoleh. " Adit??" gumam Kesya
Adit adalah teman SMA Kesya, yang ternyata bekerja di kantor Vano. Maka dari itu Adit juga berada di acara pernikahan Vano.
" udah lama yaa kita gak jumpa, terakhir waktu acara ulang tahun perusahaan. Cuma jamunya langsung menghilang saat.. " ucapan Adit melemah karena tidak ingin menyakiti perasaan Kesya yang mengingat kejadian di malam itu.
" eemm, kamu udah ngucapin selamat ke pengantinnya??" tanya Kesya yang memecah kecanggungan yang di buat Adit.
" boleh, tapi kamu temenin yaa. jadi aku punya teman waktu di foto, biar gak ngerasa jomblo" bisik Adit saat di akhir kalimatnya.
Kesya tersenyum dan berjalan mengikuti Adit yang menuju pelaminan. Dan mereka mengabadikan kebersamaan mereka bersama pengantin. terlihat tawa dan canda di wajah mereka.
Sepasang mata yang melihat dari jauh, menggenggam gelas yang dipegangnya dengan kuat untuk menahan amarah yang sedang berkecamuk di dalam dadanya.
CRAAKK...
" Astaghfirullah om !!? " ucap Leo yang melihat gelas yang dipegang Arka pecah dan mengalirlah darah segar dari tangan arka.
" Saya gak pa pa" ucap Arka
namun Leo langsung menarik tangan Arka agar tidak menjadi pusat perhatian. dan Arka pun mengikuti Leo. Leo menyuruh Anggun untuk mengambil kotak P3K yang ada dirumahnya.
Kesya yang melihat Leo menarik tangan Arka dan buru buru masuk kedalam rumah pun penasaran dengan apa yang terjadi. Kesya ikut mengikuti Leo . "kenapa Le??" tanya Kesya yang sudah berada di dekat mereka.
"Ada P3K??" tanya Leo
Kesya langsung mengambil P3K yang berada di dekat dapur dan memberikannya kepada Leo. "aduh key, lain kali P3K harus lengkap" ucap Leo yang sedang mengacak ngacak mencari sesuatu di dalam kotak itu.
"Sewaktu di beli emang itu isinya" gerutu Kesya karena merasa kena marah oleh Leo.
__ADS_1
Anggun berlari kecil mendekati Leo, dan memberikan kotak P3K kepadanya. Kesya sempat terperanga melihat isi kotak itu. ya wajar saja lengkap, keluarga dokter.
Kesya tersadar saat melihat Leo mencabut serpihan kaca yang masih terbenam di daging telapak tangan Arka. Tanpa sadar Kesya mengernyit kesakitan dan beraduh "aauuuww"
Leo, Anggun dan Arka yang mendengar rintihan kesakitan dari mulut Kesya pun mengalihkan pandangannya ke arah kesya.
"saya yang terluka kenapa kamu yang kesakitan??, atau kamu bisa merasakan apa yang saya rasakan??" ucap Arka dingin.
Kesya langsung memasang muka polos dan pergi meninggalkan mereka. namun langkahnya terhenti karena tangan Arka menahan tangan Kesya.
"Ini semua karena kamu, jadi kamu harus tanggung jawab atas luka ini" ucap Arka yang membuat Kesya membuka mulutnya tak percaya
"kenapa karena saya?? emangnya saya salah apa pak??" tanya Kesya yang merasa tak membuat salah sama sekali.
Leo sepertinya mengerti akan maksud Arka. dan penyebab gelas yang dipegang Arka bisa pecah.
"key, nih Lo lanjutin " ucap Leo yang memberikan kassa yang sudah diberikan obat.
"yang dokter kan Lo, kenapa gue yang harus lanjutin. lagian gue gak ngerti yang begituan" ucap Kesya menolak.
Leo pun menarik tangan anggun dan meninggalkan mereka berdua. yang membuat Kesya tiba tiba gugup.
"eemm, saya gak ngerti pak bagai mana bungkusnya ini" ucap Kesya.
sebenarnya Kesya tidak sanggup melihat luka yang masih segar dan berdarah. apalagi ada jahitannya. Kesya merasa ngilu di dalam dirinya jika melihat luka.
Arka hanya diam melihat wajah Kesya yang seperti menahan rasa sakit yang tidak di deritanya.
Dengan Kesya membalut tangan Arka dengan kassa setelah dapat instruksi dari Arka.
"key" panggil seorang pria.
Kesya dan Arka pun menoleh. "Adit" ucap Kesya.
__ADS_1
"kayaknya kamu lagi sibuk yaa, yaa udah deh kalau gitu aku pamit pulang yaa" ucap Adit
saat Kesya ingin berdiri dan menghampiri Adit, Arka menahan Kesya dan memberikan tatapan tajam memberi isyarat pekerjaan Kesya belum selesai.
"hati hati ya dit, terima kasih sudah datang. sampai jumpa nanti malam ya" ucap Kesya ramah.
Adit pun tersenyum penuh arti kepada Kesya. dan tanpa berpamitan kepada Arka, Adit langsung meninggalkan mereka berdua.
"pak, salah saya apa??" tanya Kesya yang penasaran karena mengatakan luka yang di dapat Arka adalah kesalahan dirinya
Tidak ada jawaban dari Arka, yang membuat Kesya kesal dan berdiri meninggalkan Arka.
" karena kamu sangat cantik hari ini, dan membuat saya tidak suka melihat mata pria lain yang melirik ke arah kamu" ucap Arka yang membuat Kesya menghentikan langkahnya dan membuka mulutnya tak percaya.
" dasar pria hidung belang " gerutu Kesya dan pergi meninggalkan Arka yang tersenyum manis kepadanya.
" key, kamu dari mana?, mami cariin dari tadi." ucap mami
"kenapa mi??"
"kita foto bareng dulu yuuk, sebelum pengantinnya ganti baju dan istirahat."
Kesya pun mengangguk dan mengikuti maminya. terlihat Arka yang sudah berdiri di sana dan sedang berfoto dengan kakek dan nenek.
sekarang giliran mami, Daddy ,mas bara, dan dirinya yang berfoto dengan pengantin.
kemudian Kesya turun dari pelaminan, dan memegang ponselnya untuk mengabadikan foto keluarga angkatnya yang sudah mendarah daging bersamanya.
sekarang saatnya foto keseluruhan keluarga Daddy Roy dan om bram. serta kakek dan nenek juga masuk. setelah mendapatkan beberapa gambar, Kesya, Bara, Arka, dan Leo turun dari pelaminan dan membiarkan para orang tua mengabadikan momen bahagia ini.
"key, sini " panggil Oma.
Kesya pun bingung kenapa dirinya dan Arka di panggil saat mereka sedang melakukan foto keluarga. sedangkan mas Bara dan Leo tidak ikut dipanggil untuk naik keatas panggung. Arka yang dipanggil oleh maminya langsung naik ke pelaminan dan berdiri mendekat kepada mami. Leo yang melihat kebingungan Kesya langsung mendorong tubuh Kesya yang masih berdiam diri. setelah Kesya dan Arka naik kepelaminan. nenek dan kakek langsung turun meninggalkan mereka. saat Kesya ingin ikut turun. Vina dengan cepat langsung menahannya. sekarang tinggallah Kesya, Vina, Vano, dan Arka. yang sudah dalam posisi untuk mengambil beberapa gambar.
__ADS_1
" SEMPURNA " ucap semuanya serentak dan " KIMCHI " Tante Mega dan mami shella serentak mengatakannya.