
"Aku ada berita bagus untukmu."
Anita memberikan kabar yang akan membuat seluruh dunia bisnis gempar. Kabar tentang Quin dan Abi yang statusnya masi bertunangn, namun saat d Korea mereka tinggal dalam satu kamar yang sama.
Pria yang duduk di hadapan Anita tersenyum puas menatap foto-foto Abi dan Quin. Ini benar-benar akan menjadi berita yang sangat terpanas di dinginnya malam.
Anita tersenyum penuh dengan kemenangan di saat melihat judul berita yang akan membuat perusahaan Moza goyang akibat ulah cucu perempuannya.
"Kamu wanita yang sangat berbakat, aku kan mentrasnfer nya saat ini juga. Semua bukti foto-foto ini akan menjadi topik terhangat dini hari juga, sehingga mereka akan terbangun dari tidur nyenyaknya." Ujar seorang pria yang berprofesi sebagai wartawan tersebut.
"Aku suka bekerja sama dengan orang yang profesional seperti mu. Intinya, aku tak ingin terseret dengan berita ini."
"Itu hal yang sangat mudah. Mari bersulang." Pria yang berprofesi sebagai wartawan itu pun menaikkan gelasnya untuk bersulang dengan Anita.
Ting ....
Bunyi suara dentingan gelas kaca yang beradu menjadi musik bagi Anita untuk menghancurkan kehidupan Quin. Serta rencananya untuk menghancurkan hubungan Quin dan Abi pun akan segera di mulai.
*
Anita memeluk tubuhnya sendiri yang terbalut oleh baju tidur berbahan sutra tersebut. Di musim dingin seperti ini, anita merasakan terbakar di hatinya setiap mendapatkan kabar tentang Abi dan Quin.
"Cih, yang benar saja mereka terus berciuman seharian, bahkan kamu tak pernah menciumku se-ganas itu Bi. Kamu selalu menciumku penuh dengan kelembutan. Tapi apa itu? ciuman panas yang aku inginkan dari mu, malah kamu berikan kepada orang lain. Lihat saja, aku akan merebut ciuman itu dari perempuan murahan itu. Aku akan merebut mu dari nya. Lihat saja, Abi. Aku pasti akan membuat kamu jatuh cinta lagi kepada ku. Lihat saja."
Anita menegak segelas wine yang ada di tangannya itu sambil menatap kearah luar jendela.
Ya, Anita sengaja membayar orang untuk meletakkan cctv tersembunyi pada kamar Abi. Orang suruhan Anita yang menyamar sebagai pelayan pun meletakkan cctv mengarah ke sofa dan tempat tidur mereka. Anita benar-benar ingin mengetahui, sejauh mana hubungan Abi dan Quin.
Anita berjalan ke arah laptop yang sedang menyala itu. Ia melihat pergerakan Quin dan Abi.
“Mau kemana mereka?” lirihnya bertanya kepada dirinya sendiri.
Anita meraih ponselnya dan menghubungi seseorang. “Mereka akan keluar, ikuti terus mereka, kasih laporan ke aku dengan siapa mereka bertemu.”
Tanpa mendengar jawaban dari lawan bicaranya, Anita langsung mematikan ponselnya, begitu pun dengan layar laptopnya. Anita merasa seharian ini ia sangat lelah. Ia akan merendam dirinya di air hangat untuk me-relaks-kan tubuhnya.
*
Abi ternganga melihat penampilan Quin yang sangat menggoda iman dan jaguarnya. Quin terlihat sangat seksi dan cantik. Relakah abi membiarkan orang lain melihat dengan lapar dan memuja istri yang sangat di cintainya itu?
Sepertinya untuk malam ini Abi harus bersabar.
“Wooww, cantik banget. Mau kemana?” tanya Anggel saat melihat Quin dan Abi baru saja keluar dari kamar, bersamaan dengan dirinya yang juga keluar dari kamar.
“Mau makan malam bareng kolega Abi. Kamu mau ikut?”
“Gak ah, mending aku jadi obat nyamuknya Desi sama Jo. Secara mereka mana berani mesra-mesra depan aku, lah kalo kalian? Ada aja dalilnya untuk mesra-mesraan, gak tau ada jomblo yang lagi ngenes apa.”
“Jomblo? Bukannya kamu punya Martin ya? Atau kamu hubungi aja Martin, biar kamu ada pasangan juga di sini.”
__ADS_1
“Iih, ogah. Aku suka dengan kesendirian ku saat ini.”
“Desi dengan Jo mana?” Tanya Abi.
“Mereka ada urusan tadi, tapi sekarang sedang tungguin aku di lobi.”
Abi menganggukkan kepalanya. Quin dan Anggel pun berjalan beriringan menuju lift, sedangkan Abi berada di belakang dua ratunya Moza.
Sesampainya di lantai satu, Anggel terkejut saat mendapati seorang pria yang ingin ia hindari itu bersama Jo dan Desi.
Quin sudah mengulum senyumnya melihat wajah kesal sang aunty.
“Yang benar saja, ngapain juga dia ada di sini.” Gerutunya sambil keluar dari lift.
“Kamu harus menyambutnya dengan baik, An.” Bisik Quin dengan di sertai kekehan.
Anggel menatap garang kepada keponakannya yang umurnya hanya berbeda dua tahun dari nya itu.
“Hai, cantik.” Sapa Martin di saat Quin, Anggel, dan Abi telah berada di dekat nya.
“Hmm, ngapain kamu ke sini?”
“Rindu kamu.”
“Lebay.”
“Serius, aku rindu kamu.”
“Tapi suatu saat nanti kamu pasti rindu aku.”
“Serah lo, deh.” Anggel pun berjalan mendahului yang lainya tanpa berpamitan kepada Quin dan Abi yang mana mereka juga akan pergi untuk makan malam.
“Des, Jo, kami akan makan malam di luar, bersama kolega Abi, titip Anggel ya.”
“Aku akan ikut kalian.” Ujar Jo kepada Quin namun tatapannya tetap kearah Abi.
“Gak usah, kamu tetap sama Anggel aja.”
“Perintah dari Tuan Arka, Quin gak boleh lepas dari pengawasan saya,”
Quin memutar bola matanya malas, ia pun terpaksa membiarkan Jo ikut bersamanya.
“Martin, kami duluan ya.” Pamit Quin kepada calon omm nya itu.
“Iya, silahkan.”
Tak lupa Quin juga berpamitan kepada Desi. Setelah itu mereka pun menuju mobil yang sudah setia menunggu di depan lobi.
Abi membukakan pintu untuk Quin dan menahan tangannya di atas kepala Quin di saat istri cantiknya itu akan masuk kedalam mobil. Setelah memastikan Quin duduk dengan aman, Abi pun berpindah dan membuak pintu yang satunya lagi untuk ia masuki.
__ADS_1
Jo duduk di bangku penumpang bagian depan, karena semenjak mereka ke Korea, setiap mobil yang tersedia sudah ada supir nya sendiri.
Butuh waktu 30 menit menuju restoran dimana tempat pertemuan Abi untuk memperkenalkan Quin kepada Mr. Kim sebagai istri sahnya, dengan membawa kartu tanda menikah.
Abi merangkul pinggang Quin dengan mesra memasuki restoran mewah di mana tempat mereka bertemu dengan Mr. Kim. Seorang pelayann pun mengantarkan Abi dan Quin ke ruangan yang sudah di reservasi oleh Mr. Kim.
“Maaf, menunggu lama.” Ujar Mr. Kim saat masuk kedalam ruangan VIP tersebut.
“Tidak masalah.” Abi dan Quin pun berdiri menyambut kedatangan Mr. Kim.
Mr. Kim mengentikan langkahnya dan menatap takjut kepada Quin. Bagaimana bisa Quin yang di ketahui oleh Mr. Kim sebagai tunangan Abi terlihat lebih cantik dari yang di beritakan. Mr. Kim bagaikan sedang melihat bidadari yang nyasar di bumi.
“Aku tak menyangka ada bidadari di sini.” Puji nya dengan tatapan memuja kepada Quin.
Abi tak suka melihat Mr. Kim memandang Quin dengan tatapan laparnya. Abi pun langsung merangkul pinggang Quin dan memperkenalkannya sebagai istri.
“Perkenalkan, bidadari ini adalah istri saya, Quin.”
Abi tak membiarkan Quin untuk bersalaman dengan Mr. Kim.
“Aku tak ingin kamu di sentuh seujung jari pun dengannya.” Bisik Abi dengan menggunakan bahasa Indonesia agar Mr. Kim tak mengerti apa yang mereka katakan.
“Perkenalkan, nama saya Kim.” Ujar Mr. Kim sambil mengulurkan tangannya.
Quin tersenyum tipis dan menangkupkan kedua telapak tangannya di depan dada. “Saya Quin.”
Mr. Kim tersenyum menatap tangannya yang tak ingin di sentuh oleh Quin. Wajar saja, jika ia memiliki istri secantik Quin, mungkin Mr. Kim juga akan melakukan hal yang sama. Tak ingin membiarkan pria lain menyentuh istrinya.
“Baiklah, silahkan duduk.” Ujar Mr. Kim mempersilahkan kepada Abi dan Quin untuk duduk.
“Langsung saja, agar suasana di sini terasa semakin hangat. Jelaskan tentang status kalian sebenarnya.”
Abi tersenyum, ia sudah menduga jika Mr. Kim akan mencari tahu yang sebenranya dengan detail. Abi menunjukkan bukti yang akurat jika mereka telah menikah. Pernikahan ini memag sengaja di sembunyikan karena dengan alasan yang Abi buat, yaitu jarak pernikahan Veer dan Quin yang hanya berjarak dalam waktu yang
sangat dekat.
Mr. Kim pun menganggukkan kepalanya, namun alasan yang paling masuk akal dan juga menggelitik hatinya adalaha. Tak sanggupnya Abi menahan hasratnya untuk berjauhan dengan Quin. Abi takut Quin akan berubah fikiran, dan sebelum itu terjadi, Abi mengajak Quin untuk langsung menikah, dengan senang hati Quin
menyetujui nya.
Quin sempat merasakan pipi nya memerah di saat Abi mengatakan ‘tak sanggup menahan hasratnya’, siapapun pasti mengerti apa yang dimaksud oleh perkatakaan Abi.
Yuukkk.. follow IG ku..
IG : Rira Syaqila
jangan lupa Tap jempolnya dan komennya sebagai jejak...
Vote nya juga boleh jika berkenan 😁😁😁
__ADS_1
Mari saling berbagi kebahagiaan.
Salam SULTAN KHILAF