KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
Bab 102 " Tragedi nasi goreng"


__ADS_3

"Lea"


" Mas Gilang? Kok ada di sini?"


" Oh, tadi antar temen. Kamu kok di sini?"


" Oh, Emm ada perlu."


" Kamu mau ke mana?"


" Mau pulang"


" Oh, Yukk, Mas anterin"


" Eh, temen Mas gimana?"


" Urusan suaminya, yukk"


Lea mengikuti Gilang menuju mobilnya.


" Kamu Laper gak?"


" Laper sih sebenarnya, tadi gak selera makan"


" Ya udah, kita singgah ke restoran ya"


" Emm, kalo kita makan di pinggir jalan aja gimana? Nasi goreng yang di simpang itu enak banget loh"


Gilang menoleh ke arah Lea dan tersenyum. "Oke"


Di kamar apartemen, Arka sudah berusaha untuk merayu Kesya, tetapi ada aja alasan kesya menolak Arka. Ini hukuman untuk Arka yang sudah berani merahasiakan tentang adiknya.


"Mas, Aku Laper"


" Delivery?"


" Ogah, Jalan yukk, cari makanan pinggir jalan"


" Tapi yank?"


" Hayuukk laahh"


" Oke .. oke.. Buat Eneng cantik apa sih yang enggak"


"Iiisss gimbal"


Arka menaikkan alisnya sebelah " Kok gimbal?"


"Terpeleset lidahnya" Ujar Kesya tanpa rasa bersalah.


Arka dan kesya pun berjalan kaki menuju penjualan pinggir jalan yang berada di dekat apartemen. Sambil bergandengan tangan, Arka dan Kesya saling tertawa dan bercanda. Arka merasa bersyukur, karena memiliki istri yang luar biasa seperti Kesya.


Mereka duduk di salah satu penjual nasi goreng.


" Mang, nasi gorengnya 2 ya, yang spesial. " Ujar Arka.


Terdengar suara batuk dari belakang Arka. Kesya mengedarkan pandangannya ke arah belakang Arka, karena seperti mendengar suara yang sangat di kenalinya. dan mata kesya membola membuat Arka mengikuti arah pandangan Kesya.


"Mili" Panggil Arka.


Ya, yang terbatuk-batuk itu adalah Mili, yang sedang duduk bersama seorang pria, yang tak lain adalah Gilang.


"Kalian?" Tanya Arka menatap kearah Mili dan Gilang.


Mili sudah menelan salivanya, dan wajahnya berubah menjadi pucat.


FLASHBACK ON


" Siapa pun pria yang sudah menghamili kamu, Kakak gak akan mengampuninya"


"Kak, Dia gak sepenuhnya salah. Ini salah kami berdua" Ujar Mili dengan suara bergetar.

__ADS_1


"Tetap saja, dia sudah menghamili kamu."


" Dia akan bertanggung jawab kak, dan.. dan"


" apa?"


" Dan Mili menyukainya"


" Apa? "


" Dia orang baik kak, "


"Kalo dia baik, dia gak akan mabuk dan menghamili kamu"


" Maafin aku kak hikk.., aku hamil hiikkss.."


Belum selesai Mili mengucapkan semua perkataannya, Dia sudah mendengar suara seorang wanita yang sedang marah.


FLASHBACK OFF


"Tunggu, jangan bilang kalo Mili ini gadis yang kamu__" Kesya menutup mulutnya saat melihat ekspresi Gilang menjawab semua pertanyaannya.


" Kenapa sayang?" Tanya Arka.


Melihat wajah kesya terkejut, dan melihat wajah Mili yang pucat, filling Arka langsung menebak jika Gilang adalah pria yang telah menghamili Mili.


Dengan gerakan cepat Arka menarik kerah Gilang.


" Kakak" lirih Mili.


Gilang menolehkan kepalanya melihat ekspresi wajah Mili.


"Kakak?, Jadi kamu_?"


" Iya, gue kakak nya"


BUUGG


berkali-kali Arka memberikan bogem mentah kepada Gilang, tapi tidak ada perlawanan dari Gilang. Dalam hati Gilang hanya berkata ' Gue yang rencana mau menghajar ni orang, jadi gue yang kena hajar'.


Kesya memeluk tubuh Arka agar menghentikan pukulannya terhadap Gilang, begitupun dengan Mili, yang sudah memeluk Gilang agar terhalang dari pukulan sang Kakak.


" Kakak, Aku mohon. Jangan pukuli dia lagi Hiikkss"


Kesya menenangkan Arka, mereka duduk kembali di kursi setelah sang pengawal membenarkan kursi yang berjatuhan. Penjual Nasi goreng tersebut sudah gemetar dan jantungan karena akan mengira mengalami kerugian besar, akibat perkelahian yang akan terjadi.


Kesya duduk di sebelah Arka, sambik menggenggam tangan Arka, dan memeluk tubuh Arka.


Mili membantu Gilang berdiri, dan ikut duduk di hadapan Arka dan Kesya.


" Kak, Mbak, kenalin ini Gilang. Dia ayah dari anak ku" Ujar Mili dengan menatap wajah Arka sendu, dan kembali menundukkan wajahnya karena takut dengan tatapan Arka yang tajam.


Hening..


" Maafin Gue Ar, Gue khilaf" Ujar Gilang membuka suara.


" Mas udah kenal sama Kak Arka?" Tanya Mili setengah berbisik yang masih di dengar oleh Kesya dan Arka.


" Dia sahabat Mas, dan ini suaminya." Ujar Gilang.


Terlihat wajah terkejut milik Milea. Milea memberanikan diri menatap sang kakak dan mbak nya.


"Jadi ??"


" Gue bakal bertanggung jawab dengan apa yang sudah gue lakuin. Lagian gue udah jatuh cinta dengan Lea" Ujar Gilang.


Milea dengan cepat menatap kearah Gilang. Tidak menyangka jika Gilang bisa mencintainya. Selama ini Milea berfikir jika kebaikan gilang hanya dari rasa bersalah dan tanggung jawabnya saja. Ternyata perasaan Mike tidak bertepuk sebelah tangan. Mike tersenyum sambil menatap wajah Gilang yang masih terus bertatapan dengan Arka.


kriiukk... perut Kesya memecah suasana tegang yang berada di sekitar mereka.


" Mang, nasi goreng pesanan saya tadi udah siap?" Tanya Kesya lembut.

__ADS_1


" Ehh, i--ii-iiyaa Buk" dengan gemetar penjual nasi goreng tersebut memberikan dua piring nasi goreng spesial di hadapan Arka dan Kesya.


" Kamu belum selesai makan kan? Mau pesan lagi?" Tanya Kesya kepada Mili.


" Ehh, Emm.."


" Mang, pesan dua lagi ya"


Arka dan Gilang menatap kearah Kesya.


" Ngapain pesan buat dia?" Tanya Arka.


" Mas masih mau menghajar dia kan? Mas perlu tenaga buat menghajar dia." Ujar Kesya dan kemudian beralih menatap Gilang " Dan Lo, Lo perlu tenaga buat terima pukulan dari suami gue" Ujar Kesya galak.


Mili hanya melongo menatap sang kakak iparnya, bisa-bisa nya sang kakak ipar membiarkan suaminya kembali memukuli sahabatnya setelah memberikan makan. Mili menatap horor kepada sang kakak ipar.


setelah pesanan Mili dan Gilang datang, Kesya makan dengan tenang. Berbeda dengan Arka yang masih tersulut emosi. Gilang yang masih menanti pukulan Arka, dan Mili yang menatap sang kakak dan kakak iparnya horor.


Setelah selesai makan, Kesya meraih dompet Arka, dan menyuruh seluruh pengawal Arka untuk makan. Pastinya secara bergantian, karena tetap keamanan mereka harus terjaga. Mengingat kondisi keamanan Kesya yang masih lampu kuning.


"Jadi, Cewek yang kamu jumpai dan kamu tid... Itu lah pokok nya, gadis itu Milea?" Tanya Kesya kepada Gilang. Jangan tanya nada bicara Kesya, sudah dingin bagaikan kutup Utara.


Gilang menganggukkan kepalanya. Kesya menghela napas, dan menatap suaminya.


" Semua keputusan di tangan kamu Mas, Milea ini kan adik kamu. Kalo kamu mau menghukum Gilang, memukulnya sampai babak belur, atau sampai dia koma sekalipun, itu hak kamu." Ujar Kesya yang mana membuat Gilang dan Mili menatapnya tak percaya.


"Tapi, Mas juga harus berfikir. Jika Mas melakukan hal itu, maka Mili akan membesarkan anak tersebut tanpa seorang Ayah. Dan jika Mas merestu, tetapi Mas masih ingin memukulinya, Ya silahkan." Ujar Kesya dan menatao kearah Gilang dengan tajam. Kemudian kembali menatap sang suami dengan lembut.


" Kalo Mas gak merasa kasihan dengan Milea, yang mana mendapati sang suami di hari pernikahan mereka dengan wajah yang babak belur."


Gilang dan Milea menatap Kesya tak percaya. Sebenarnya berpihak kepada siapakah sang kakak ipar ini.


Arka terlihat berfikir dan menatap kearah Gilang dan Mili secara bergantian. Kemudian menghela napasnya kasar.


" Saya tunggu kamu besok kerumah bersama kedua orang tua kamu" Ujar Arka tegas namun dingin.


Tersungging senyum di bibir Milea dan Gilang, Kesya pun ikut tersenyum mendengar keputusan sang suami tercinta.


Gilang menatp Kesya, dan mengatakan terima kasih dengan gerakan bibirnya. Kesya hanya mngendikkan bahu dan tersenyum.


Mili berdiri dan memeluk sang kakak. " Terima kasih kak" Ujar Mili.


Wajah Kesya terlihat kesal saat melihat Mili memeluk sang suami. Arka yang menyadari itu langsung melepaskan pelukannya.


" Dia adik Mas sayang" Ujar Arka lembut.


Terlihat mata Kesya yang berkaca-kaca. Mili merasa aneh dengan kakak iparnya, Gilang langsung menarik Mili kedekatnya, dan berbisik " Bumil, mood nya berubah-ubah"


Mili menganggukkan kepalanya, dia mengerti perasaan itu, karena dia juga merasakannya.


Arka memeluk Kesya, dan menenangkannya. "Kita kembali ke rumah atau ke apartemen?"


" Kita pulang aja hiks.." Ujar Kesya dengan Isak tangisnya.


Arka menyuruh pengawal yang sudah selesai makan mengambil mobil. Pengawal yang sisa 3 orang tadi yang belum makan, di berikan waktu kepada Arka untuk menikmati makanannya, lalu kembali bertugas. Sedangkan pengawal yang 7 orang yang sudah selesai makan, kembali mengawal Arka dan Kesya.


Oh ya, jangan lupakan wajah sang mamang or jual nasi goreng, betapa ceria dan bahagianya dia. Bayaran yang di berikan Arka melebihi pendapatannya selama 3 hari. Penjual tersebut berdoa agar keluarga Arka dan Kesya selalu dalam perlindungan yang Maha Kuasa.


.


.


.


.


.


Dukung terus ya cerita author.


LIKE +VOTE +RATE + KOMENNYA sangat di nanti loh..

__ADS_1


Terima kasih juga buat yang udah kasih Like dan Vote nya..


__ADS_2