KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
Bab 51 ' Arka Cemburu'


__ADS_3

" Alhamdulillah " Ucap semuanya karena mendengar jawaban Kesya.


Mami Shella memeluk Kesya dan menangis. Tak lama lagi anak bungsunya akan menjadi istri orang. Vina pun juga ikut menangis dan memeluk Kesya.


Ayah Nazar Nazar memandang Kesya, dan merentangkan tangannya agar Kesya masuk kedalam pelukannya. Kesya pun tersenyum dan berjalan kearah Ayah Nazar dan memeluknya.


" Apapun keputusanmu, Ayah yakin itu yang terbaik untukmu." Ucap Ayah nazar dengan berlinang air mata, mencium pucuk kepala Kesya dan mengelus rambutnya.


Daddy Roy pun ikut menangis terharu dan ikut memeluk Kesya dan Nazar. Mami Shella tidak mau ketinggalan, dan ikut memeluk mereka, begitu juga dengan Vina, ikut memeluk dan mengubur Kesya di dalamnya.


Pernikahan akan di langsungkan 1 bulan lagi. Karena pihak dari calon mempelai pria tida ingin menunda terlalu lama. Kalo bisa besok pun mereka menikahkan Kesya dengan putra nya.


Setelah acara lamaran selesai, mereka berbincang kembali membahas seputar kehidupan mereka.


Tuan Farel juga sempat bertanya tentang Dilan. Dan begitu juga sebaliknya, Tante Lola juga bertanya tentang Arka.


Saat ini Kesya sedang makan kue dengan Dara dan Dilan. Dan mereka juga tertawa bersama karena mendengarkan cerita Dara yang menggemaskan.


Arka baru selesai dari panggilan alam. Arka keluar dari kamar mandi dan kembali ke ruang tamu. Arka melihat Kesya dan Dilan yang tertawa bersama Dara, terlihat seperti keluarga yang bahagia. Arka mengeraskan rahangnya dan mengepalkan tangannya. Arka pun menghampiri mereka.


" Seru banget kayaknya " Sapa Arka.


Kesya dan Dilan pun menghentikan tawanya dan menoleh ke arah Arka. Dilan berdiri dan tersenyum ramah kepada Arka.


" Kita lagi ngobrol tentang Dara. " Ucap Dilan.


Arka pun memaksakan senyumnya menanggapi ucapan Dilan. Gak tau saja Dilan, bahwa hati Arka sudah memanas melihat keakraban Kesya dan Dilan.


" Dilan, kita pulang sekarang?" Ajak Tante Lola yang sedikit menaikkan volume suaranya. Karena posisi Mereka lumayan jauh.


Kesya berdiri begitupun dengan Dara. Dilan menggenggam tangan Dara, dan berpamitan dengan Kesya.


Arka langsung meraih pinggang Kesya, seolah menyatakan kepada Dilan bahwa Kesya miliknya.


FLASHBACK ON


" Bismillahirrahmanirrahim, dengan menyebut nama Allah, dan mengharapkan Ridho nya. Kesya memilih Om Arka sebagai Calon Imam dan Suami Kesya. "


" Alhamdulillah " Ucap Mami Shella, Vina, Ayah Nazar, Daddy Roy, Tante Mega, Mami Laura, Vano, dan Tuan Farel.


Arka langsung mengucapkan puji syukur kepada Allah. Dan bernapas dengan lega. Ketakutan yang melanda dirinya tadi pun lenyap seketika. Hanya ada debaran jantungnya yang bertalu indah yang dirasakannya.


Sesuai dengan keinginan Arka dan Tuan Farel, Jika Kesya menerima lamaran Arka, maka Kesya langsung diikat dengan cincin pertunangan dan sebulan kemudian melangsungkan pernikahan. Dan keputusan itu di setujui oleh pihak keluarga Kesya, walaupun Kesya sedikit berat karena mendengar kata pernikahan, tapi Kesya sadar dengan keputusannya ini, Kesya harus menerima konsekuensinya. Yaitu menikah dengan Arka secepatnya, walaupun Kesya belum mencintai Arka. Arka menyematkan cincin berlian ke jari manis Kesya, menandakan bahwa Kesya miliknya, dan akan menjadi miliknya seutuhnya dan selamanya.


Dilan harus menerima semua keputusan Kesya. Dilan sadar, jika dirinya tidak lebih baik dari Kesya. Karena hanya menyukai Kesya yang lebih dewasa, dan Dara yang dekat dengan Kesya, Dilan langsung memiliki harapan untuk menjadikan Kesya sebagai ibu sambung untuk Dara.


Walaupun merasakan sakit di hatinya, Dilan harus menerima keputusan Kesya dan mengucapkan selamat kepada Arka.


FLASHBACK OFF


Dilan tersenyum melihat Arka yang langsung meraih pinggang Kesya. Sangat terlihat jika Arka sedang cemburu terhadapnya. Padahal sudah jelas jika Kesya memilih Arka.

__ADS_1


" Om, lepasin dong. Gak enak di lihat Dara" Bisik Kesya sambil berusaha melepaskan lengan Arka dari pinggangnya.


Arka pun akhirnya melepaskan tangan nya dari pinggang Kesya dengan berat hati.


" Kami pamit dulu ya Key, Selamat ya atas pertunangan kamu dengan Arka. Saya doakan semoga kalian langgeng dan bahagia" Ucap Dilan tulus kemudian mengulurkan tangannya kepada Kesya.


Kesya ingin menyambut tangan Dilan, namun keduluan Arka. Dan akhrinya Dilan berjabat tangan dengan Arka. Kesya hanya bisa menghela napasnya dan tersenyum melihat keposesifan Arka yang mulai di tunjukkan.


" Makasih Mas Dilan, semoga Mas juga dapat bertemu dengan wanita yang cocok, dan tulus menyayangi Dara" Ucap Kesya tulis.


" Selamat Bro, semoga bahagia. Oh ya, kalo kamu menyakiti Kesya, saya siap merebutnya dari kamu" Ucap Dilan mengedipkan matanya sebelah kepada Kesya.


Arka emosi dan meremas tangan Dilan yang masih berjabat dengannya. Membuat Dilan merintih kesakitan. Mungkin jika Kesya tidak menenangkan Arka, tangan Dilan bisa-bisa retak di buat Arka.


" Selamat ya Key, Tante doakan semoga kalian bahagia. Jangan lupa loh undangannya" Ucap Tante Lola dan mencium pipi kiri dan kanan Kesya, kemudian memeluknya.


" Makasih ya Tante " Ucap Kesya.


" Selamat ya Arka" Ucap Tante Lola.


" Makasih Tante " Ucap Arka ramah.


Setelah keluarga berpamit pulang. Arka meminta izin kepada Ayah Nazar dan Daddy Roy untuk membawa Kesya berbicara berdua di taman. Ayah Nazar pun mengizinkannya.


Kesya duduk di sofa yang berada di taman belakang rumah Kesya. Arka duduk di sebelah Kesya dan menatap dalam kepada Kesya. Membuat Kesya menjadi grogi.


" Emm, Om. " Ucap Kesya.


Arka tersenyum mendengar panggilan Kesya untuknya yang belum berubah.


Kesya mengerjapkan matanya berkali-kali. Apa tadi saat di kamar mandi si om-om ini kepalanya kepentok pintu kali ya..


" Eemm, gimana kalo panggil sayang atau Mas gitu?" Tanya Arka dengan masih nada manjanya.


" Hah?"


" Panggilan kamu ke saya itu di ganti. Panggil Mas atau sayang gitu" Ucap Arka kembali tanpa kata manja seperti tadi.


" ooh , emm.. iya.. M-mas.." Ucap Kesya kaku.


Arka tersenyum " Gitu kan enak di dengarnya"


" Om eh maksudnya Mas ngajak Key kesini mau ngomingin apa?" Tanya Kesya penasaran.


" Apa kamu cinta saya?" Tanya Arka langsung.


" Hah?"


Arka kembali tersenyum. Dari wajah Kesya saja Arka sudah tau jawabannya.


" Mulai saat ini saya akan membuat kamu jatuh cinta kepada saya" Ucap Arka lembut tapi terdengar tegas.

__ADS_1


Kesya hanya mampu menatap Arka tanpa berkata apa-apa. Arka mengambil tangan kanan Kesya yang terdapat cincin berlian pertunangan mereka, dan kemudian mengecup tangan itu dengan dalam.


Kesya hanya tertegun melihat perlakuan Arka. Dia merasa seperti teraliri sengatan listrik, dan ini untuk pertama kalinya dia merasakan hal itu.


" Cincin ini sangat cocok di jari kamu. "


Arka memperlihatkan telapak tangannya kepada Kesya. Kamu tau Key? Kenapa telapak tangan laki-laki lebih besar dari wanita?" Tanya Arka, dan Kesya menjawabnya dengan gelengan.


" Karena saat tangan ini menggenggam tangan mu, maka tangan ini akan melindungi tangan kecil mu ini" Ucap Arka sambil menautkan setiap sela jari Kesya dan jari nya menjadi sebuah genggaman.


Arka kembali mencium punggung tangan Kesya, dan wajah kesyanyang tadinya sudah memerah, sekarang menjadi semakin memerah. Kesya sudha tidak tahu lagi bagaimana wajahnya saat ini.


Arka berdiri dengan tangan mereka yang masih saling menggenggam. Kesya terdiam dan memandang wajah Arka.


" Mau di sini terus? atau masuk kedalam?" Tanya Arka.


Kesya langsung tersadar dan berlari ke dalam. Tapi sialnya dia lupa jika tangannya masih menggenggam tangan Arka. Saat Kesya berlari, Arka menahan tangannya hingga Kesya jatuh ke pelukan nya.


Mata mereka kembali bertemu, napas mint Arka terasa menyapu wajah Kesya, karena wajah mereka sangat dekat. Jantung Kesya sudah berdebar dengan cepat dan rasanya ingin meledak. Perlahan wajah Arka mulai mendekat, Kesya menahan napasnya dan masih menatap mata Arka.


Tidaj ada perlawanan dari Kesya, Arka semakin mendekatkan wajahnya dan..


" Om, belum muhrim. " Ucap Vano yang menggagalkan Arka untuk mengecup Kesya.


Karena terkejut Arka langsung melepaskan pelukannya, begitupun dengan Kesya yang langsung mundur dan menjauh dari Arka. sedangkan Arka menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Wajah Kesya sudah merah seperti tomat. Begitupun dengan wajah Arka yang kepergok oleh keponakannya. Untung keponakannya, kalo Ayan atau Daddy yang memergokin mereka, bisa di mutilasi Arka.


" Emm, Key kedalam duluan" Ucap Kesya dan berlari kecil masuk kedalam sambil memegang pipi nya terasa memanas.


Vano melipat tangannya di dada dan menaik turunkan alisnya melihat Arka.


" Gagal ya Om" Goda Vano.


Arka menatap keponakannya dengan kesal.


" Ganggu aja, mau ngapain kamu?" Tanya Arka kesal.


" Kakek ngajak pulang. " ucap Vano santai dan meninggalkan arkanyang sedang kesal.


.


.


.


.


.


Hai readers..


Salam Hangat dari author.

__ADS_1


dukung author terus yaa. dengan LIKE + VOTE + RAYE + KOMENTARNYA.


TERIMA KASIH


__ADS_2