
" Ananda Raja Arkana Mahaputra Moza Bin Farel Abraham Moza, saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan putri kandung saya, Kesya Az-Zahra Binti Nazaruddin dengan mas kawin 50gram emas dan seperangkat alat sholat di bayar tunai"
" Saya terima Nikah dan kawinnya Kesya Az-Zahra Binti Nazaruddin dengan mas kawin tersebut di bayar tunai." Dengan sekali tarikan dalam satu napas. Arka mengucapkan Qabul dengan suara yang Lantang.
SAAAHHHH...
Suara Sah pun menggelegar memenuhi ruangan, karena tidak hanya saksi yang mengatakan sah, tapi seluruh tamu undangan ikut mengatakan sah.
" Alhamdulillah"
Mami Shella yang sedari tadi menggenggam tangan Kesya, memeluk Kesya dan menciumnya. Air mata pun jatuh membasahi pipi Mami Shella, begitu pun dengan Kesya.
Perasaan Kesya saat ini menjadi gundah, bukan karena dia tidak yakin dengan Arka. Tapi ada sesuatu hal yang membuat dirinya merasa belum siap.
Setelah pembacaan doa, tirai penutup pun di buka, dan terlihatlah si Cantik Kesya, yang saat ini sudah menjadi istrinya.
Arka memandangi terus wajah Kesya tanda berkedip, bahkan mulutnya sedikit terbuka.
" Tutup Om, sebelum encesnya keluar" Bisik Vano yang menyadarkan Arka dari keterpanaannya.
Begitupun dengan Kesya, Seperti ada rasa sesak, dan bahagia, serta kagum dan terpana melihat ketampanan Arka. Mata mereka bertemu, tapi Kesya langsung memutuskan pandangannya karena malu. Wajahnya saat ini sudah memerah karena melihat Arka yang menatapnya tanpa berkedip.
Suara MC kembali terdengar, untuk mengarahkan Kesya mendekati Arka. Kesya di dampingi oleh Vina mendekat kepada Arka. Vina mengambil satu tangan Kesya, yang mana untuk menerima tangan Arka yang sudah terulur untuk menyambutnya. Vina pun kembali ke tempat duduknya setelah menyerahkan Kesya kepada Arka.
MC mengarahkan Arka untuk memakaikan cincin dijari Kesya. Arka pun mengambil cincin dari kotak yang sudah dipegang oleh Bara. Setelah memasangkan cincin di jari manis Kesya, Arka mengecup tangan Kesya yang mana membuat wajah Kesya semakin memerah dan terdengar seruan menggoda dari para tamu.
MC kembali mengarahkan kepada Kesya untuk memakai kan cincin di jari manis Arka. Kesya mengambil cincin di tempat yang sama, yang masih di pegang oleh Bara. Kemudian Kesya memakaikan cincin ke jari manis Arka. Kesya pun mencium tangan Arka, begitupun Arka yang langsung memegang kepala Kesya, saat Kesya selesai mencium tangan Arka, Arka kembali mencium kening Kesya dengan dalam. Sambil berdoa agar pernikahan ini adalah pernikahan pertama dan terakhir baginya. Dan wanita yang menjadi istrinya saat ini adalah teman hidupnya di dunia, dan akhirat.
Suara riuh kembali terdengar, beserta pujian-pujian yang terus terlontarkan dari mulut para tamu undangan. Kesya dan Arka kembali ke meja penghulu, dan menandatangai buku nikah mereka.
Kesya dan Arka duduk di pelaminan untuk menyalami para tamu undangan yang hadir ke acara akad nikah mereka. Awalnya mereka hanya mengundang saudara dan kerabat dekat, tapi siapa sangka, jika yang datang melebihi 150 orang. Untung saja halaman rumah Kesya luas, jadi bisa menampung semuanya. Sedangkan karyawan yang sebelum subuh sudah Nengkreng di depan rumah Kesya, di arahkan oleh Duda dan Jodi ke halaman rumah Vano. Maka terjadilah meja prasmanan dadakan untuk para wartawan. Dan para wartawan memang tidak di izinkan untuk meliput ke dalam acara akad nikah. Tapi keluarga Moza akan memberikan tayangan akad nikah Arka dan Kesya, agar seluruh dunia juga bisa melihat betapa tampan dan cantiknya, Arka dan Kesya.
Tamu yang hadir lumayan banyak, membuat Kesya sedikit kelelahan.
" Kamu cantik" Puji Arka.
"Iih, Mas dari udah ngatain aku cantik tau" Ujar Kesya Malu.
" Arka menggenggang tangan Kesya, dan kembali mengecupnya sambil menatap wajah kesya."
" Sabaar om sabaar" Teriak Vano yang membuat Arka dan Kesya salah tingkah.
Jantung Kesya semakin berdegup kencang saat Arka merangkul pinggangnya, mengikis jarak di antara mereka. Pasalnya saat ini Dilan sedang berada di atas pelaminan ingin memberi selamat kepada Kesya dan Arka.
" Selamat yaa, semoga sakinah, mawadah warahmah," Ujar Dilan.
" Terima kasih" Ucap Arka dan Kesya serantak.
Saat Dilan ingin menyalami Kesya, Arka langsung menyambut tangan Dilan, membuat Dilan meringis geli melihat keposesifan Arka.
Dilan beserta keluarga pun turun, dan berlanjut ke tamu yang lainnya. memberikan selamat dan pujian untuk pengantin baru.
__ADS_1
Tamu belum berakhir, malahan ada juga yang datang, hingga jam sudah menunjukkan pukul Sebelas lewat.
Arka mengajak Kesya beristirahat, karena melihat Kesya yang keletihan karena berdiri terlalu lama. Sebenarnya ada bangku yang tersedia, tapi mereka tidak sempat duduk karena tamu yang terus saja tanpa henti menghampiri, berfoto, dan mengucapkan selamat kepada mereka.
Arka dan Kesya pun menuju kamar Kesya. Tapi saat ingin naik tangga, langkah Arka dan Kesya terhenti karena panggilan Tuan Farel. Mereka menghampiri Tuan Farel. Tuan Farel pun memperkenalkan Kesya kepada teman bisnis Papi mertuanya itu.
Arka memanggil Vina yang kebetulan berada di dekat situ, dan meminta Vina membantu Kesya untuk membersihkan diri. Sedangkan dirinya menemani Papi nya bersama rekan Bisnis pentingnya itu.
Vina membantu Kesya membuka sanggul di kepalanya.
"Mbak boleh tanya sesuatu gak?" Tanya Vina.
"Tanya Apa mbak?"
"Emm, Kamu kok seperti ada beban gitu yaa? kenapa? kamu merasa menyesal menikah dengan Om Arka?" Tanya Vina
"Kok Mbak bisa bilang gitu?"
" Ekspresi kamu itu yang mengatakannya, seperti ada sesuatu yang mengganjal di hati kamu" Ujar Vina.
"Ketara ya mbak?"
Vina pun menganggukkan kepalanya. " Mau cerita ke Mbak?"
" Emm, Key malu mbak"
" Crita aja, gak pa-pa"
Vina mengangkat alisnya sebelah, sepertinya sesuatu yang sangat pribadi yang menggangu Kesya. "Tanya aj, Mbak gak akan marah"
"Eemm, itu mbak. Anu.."
"Kamu mau tanyain masalah malam pertama?"
Binggo, tebakan Vina sangat tepat. Kesya menganggukkan kepalanya dengan wajah merona.
"Kenapa?"
"Emm, apa mbak saat malam pertama langsung melakukan itu?" Tanya Kesya sambil menyatukan ujung jari telunjuknya kiri dan kanan.
" Yaa ampun Kesya, kamu ini. Ya iya lah. Namanya juga udah nikah, apa lagi ngelakuinnya sama orang yang di cinta. Ngapain d tunda-tunda" Jawab Vina sedikit vulgar " Lagian enak tau" .
Kesya hanya meringis mendengar perkataan mbak itu yang sepertinya sudah mulai tidak di saring.
" Emangnya kenapa? kamu belum siap?" Tanya Vina yang di jawab Kesya dengan anggukan.
"Kenapa?" Tanya Kesya lagi.
Saat ini Vina sudah duduk di tepi tempat tidur, berhadapan dengan Kesya.
" Kamu gak cinta sama Om Arka?" Tanya Vina.
__ADS_1
" Bukan gitu Mbak, tapi Key nya belum yakin dengan perasaan Key
" Lalu?"
Kesya menarik napas dan menghembuskannya sedikit kasar.
" Key ingin melakukannya karena cinta, bukan hanya karena kewajiban. Dan Key masih butuh waktu untuk meyakinkan hati Key. "
"Kamu belum yakin dengan Om Arka?"
" Bukan gitu Mbak," Kesya menarik napas dan membuangnya kasar " Key ingin melakukannya dengan cinta. Saat Key sudah cinta dengan Om Arka. Tapi saat ini Key masih ragu sama hati Key. Perasaan di hati Key ini apa karena Key Cinta atau hanya perasaan rasa terima kasih, atau kekaguman gitu dengan Om Arka. " Jelas Kesya.
" Aduuh Key, Kalo itu mbak gak bisa nolong. Semua itu ya kamunya yang harus tanya ke hati kamu. Sekarang gini, mbak mau tanya. Kamu berdebat gak jika dekat dengan Om Arka?"
Kesya pun menjawab dengan anggukan kepalanya.
" Ada rasa rindu gak saat pingitan kemarin?"
Kesya tampak seperti berfikir dan kemudian menganggukkan kembali kepalanya, " Sedikit sih mbak, tapi gak terlalu yang rindu-rindu kali juga."
" Ya brarti kamu udah cinta sama Om Arka. Trus kamu mau yakini apa lagi?"
" Gak tau mbak, pokoknya Kesya merasa belum yakin dengan apa yang Key rasa. Cinta atau hanya sekedar kagum" Ujar Kesya sambil menundukkan wajahnya.
" Hmm, kalo gitu coba deh kamu bahas masalah itu sama om Arka, bilang kalo kamu belum siap buat gituan," ujar Vina.
" iih Mbak, mana brani aku nya. ahhh, gak tau lah mbak, pusing Key."
" Hmm, ya udah.. selamat menikmati aja dech kalo gitu" Goda Vina dan kembali membantu Kesya membuka aksesoris yang di pakainya, beserta kebaya yang di kenakannya.
Tanpa mereka ketahui, di luar pintu yang tidak tertutup rapat, Arka mendengar semua pembicaraan mereka. " Sabar ka sabar, memang benar apa kata Kesya, melakukan 'itu' kalo saling cinta pasti lebih nikmat. Lihat saja Key, Saya akan buat kamu jatuh cinta yang teramat sangat dalam kepada saya" Gumam Arka dan meninggalkan mereka berdua tetap berbincang di kamar.
.
.
.
.
.
.
Sabaar ya readers. malam pertamanya di tunda dulu..
ðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤
Jangan lupa dukungannya..
Like + Vote + Rate + Komentarnya..
__ADS_1