KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
Bab 190 " 1442 H"


__ADS_3

Suasana yang tadi penuh dengan tawa dan canda, terasa senyap dan dingin saat kedatangan Samsul. Wajah Ara terlihat pucat dan ketakutan, Mami Shella menggenggam tangan Ara untuk memberikan ketenangan kepadanya.


" Ara " Suara bariton yang biasanya terdengar tegas dan angkuh itu, terdengar bergetar menahan rasa yang bergejolak di dalam dadanya.


Semua orang yang berada di sana membelalakkan matanya saat Samsul bersimpuh di hadapan Ara.


" Ayaahh" Suara Ara bergetar lirih.


" Maafin Ayah. Selama ini ayah selalu menyalahkan kamu. Dari sejak kamu lahir, sampai saat kemarin. Ayah menganggap kamu sebagai anak pembawa sial. Semenjak Bunda hamil kamu, Usaha ayah menjadi surut, hingga kamu lahir dan dewasa, ayah merasa usaha kita tidak ada kemajuannya. Hingga adik kamu Sapuan lahir. Usaha Ayah menjadi maju kembali, dan itu membuat Ayah merasa sangat membenci kamu. Maafin Ayah Ara, Maafin Ayah. Selama ini Ayah hanya menilai dari materi, ayah tidak pernah menyadari jika kamu lah yang selalu ada untuk Ayah, dan selalu menuruti perintah Ayah. Maafin Ayah.." Mata tua yang terlihat satu itu pun mengalirkan air mata yang terus keluar tanpa henti.


Ara turun dari brankar dan mendekati sang Ayah yang masih bersimpuh. Ara berlutut menghadapi sang Ayah, di rangkum nya wajah sang Ayah yang sudah berlinang air mata.


" Ara sayang Ayah, Ara udah maafin Ayah."


Samsul langsung memeluk tubuh Ara. Untuk pertama kalinya, selama hidup Ara. Ara mendapatkan pelukan dari sang Ayah. Ingat, untuk pertama kalinya.


" Samsul, Walaupun Ara sudah memaafkan kami. Tapi Mas tetap akan mengambil hak asuh Ara" Ujar Daddy Roy.


" Iya Mas, Samsul tau. Keselamatan Ara hanya akan berada di dalam lingkungan keluarga Mas. Samsul gak ingin Febi mempengaruhi Ara lagi. "


" Bagus kalo kamu sudah mengerti."


Ara sudah menjalani pemeriksaan keseluruhan. Ara sudah di nyatakan sehat setelah hasil MRI nya di periksa oleh dokter.


" Ciee, yang besok udah boleh pulang." Goda Bara..


" Ciee, Yang kemarin nangis bombay sambil meluk tepung serba guna, eh sekarang udah pengantin Baru aja nih.." Ara menggoda balik Bara.


" Waahh, sepertinya kamu sudah benar-benar sembuh yaa.."


Ara terkikik melihat wajah Bara memerah. Istri Bara juga terkikik geli.


" Berani kamu yaa ketawain suami. Lihat saja nanti Malam." Bisik Bara di akhir kalimatnya.


Istri Bara menelan ludahnya kasar. Suaminya benar-benaf akan membuat dirinya untuk tidak sanggup bangun sahur lagi.


Kepulangan Ara di sambut dengan acara syukuran kecil-kecilan yang di hadiri oleh keluarga saja.


" Makasih banyak Mami, Daddy. Ara sungguh sangat bersyukur mendapati keluarga yang sayang sama Ara." Ara memeluk Mami Shella dengan air mata yang bercucuran.


" Mi, lusa udah raya. Mami kalo masak ketupat, Vina mau yaa.."


" Tumben, kamu kan gak suka ketupat. Atau jangan-jangan.." Mami Shella melirik kearah perut Vina.


" Apaan sih Mi, Vina KB loh.."


" KB pil kan? Kamu gak lupa buat minum kan?"


Vina seakan berfikir. Apa dirinya pernah melupakan untuk minum pil KB?. Memang akhir-akhir ini menstruasi nya tidak normal, kata dokter itu hal yang normal. Tapi, apa iya dirinya hamil?.


" Coba kamu tespack aja. Mana tau Zein bakal punya adik."


" Ya ampun Mi. Zein masih kecil banget. Hikss.."


" Loh, kok nangis sih?"


" Vina gak tau mau bilang apa. Harus bahagia atau sedih. "


" Di jalani aja Nak, itu namanya rezeki. Di luar sana masih banyak wanita yang menginginkan janin hadir di rahimnya."


" Iyaa Mi.. Hikss.." Vina menyeka air matanya. Mami Shella mengelus bahu Vina dengan sayang.


.


.


" Allahuakbar... Allahuakbar... Allahuakbar... Lailah hailallahu wallahu akbar.. Allahuakbar.. walilla Ilham."

__ADS_1


Takbir sudah terdengar di setiap penjuru mesjid.


" Mi, Aku bantu yaa"


Mami Shella tersenyum manis kepada menantu wanitanya yang sangat manis.


" Bara mana? "


" Mas Bara main sama anggelina dan Zein di depan."


Mami Shella membawakan cemilan dan minuman ke halam rumahnya. Melihat Bara yang bermain kembang api bersama Zein dan Anggelina. Vano dan Vina juga ikut bermain di sana, Mega dan Bram juga ikut bergabung.


" Siapa yang masak ini?" Tanya Mega sambil memakan lepat sagu pisang.


" Siapa lagi kalo bukan istrinya Bara."


" Emang gak salah pilih istri si Bara. Pinter Masak."


" Masih enak masakan Mas Bara lagi Tante"


" Oh yaa.."


" Iyaa, Bara kalo masak memang sedap, tapi dia gak mau masak untuk orang lain. Katanya hanya orang yang spesial yang bisa merasakan masakannya."


" Waahh, jadi penasaran dengan masakan Bara."


Tak berapa lama Kesya, Arka, Mami Laura, dan Papi farel pun datang.


" Waahh, cucu Oma berani banget sayang main kembang apinya.. Seru yaa.."


" Iya Oma.." Jawab Bara dengan menirukan suara anak kecil.


" Si kembar Opa udah datang?" Daddy Roy mengambil Veer dari gendongan Kesya, sedangkan Mami Shella mengambil Qila dari gendongan Papi Farel.


" Cucu Opa ganteng banget. Mirip Opa Roy kan yaa.."


" Enak aja, Mirip gue ya.." Ayah Nazar datang dengan menggendong Kayla.


" Gue juga Opa nya."


" Saya juga kakeknya" Sambung Papi Farel.


Ketiga pria paruh baya itu saling memandang, dan mereka tersenyum lebar sambil tertawa dengan kekonyolan mereka.


" Gimana urusan kantor kamu Bara? Lancar-lancar aja kan?" Tanya Papi Farel.


" Lancar Kek, Alhamdulillah gak ada halangan."


" Jadi kapan resmiin hubungannya secara hukum?"


" Insya Allah seminggu lebaran Kek. Semoga gak ada halangan."


" Amiin.. Kamu tenang aja. Seperti janji kakek waktu itu. Kakek akan membiayai kalian berlibur ke Bali. Jadi, kamu bisa bulan madu bersama istri mu di sana. Leo juga akan bulan madu di sana sebelum mereka ke Maldives."


" Alhamdulillah, makasih kek."


Takbir terus bergema. Bara, Arka, Vano, dan Leo menikmati bermain kembang api bersama anak-anak mereka. Papi Farel, Bram, Daddy Roy, Mega, Mami Shella, Mami Laura, Kesya dan Vina melihat dari kejauhan.


" Ara kok gak di ajak sih" Ara yang baru datang dari berpura-pura merajuk.


" Kamu di panggilin asik telponan dengan Jodi sih."


Ara menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Kemudian Ara ikut bergabung bersama Arka, Leo, dan Bara, bermain kembang api bersama Anggelina, Zein, Qila dan Veer.


Kesya menyiapkan baju Arka untuk solat Hari raya Idul Fitri. Kesya tidak pergi solat karena menjaga Baby twins dengan ditemani dengan salah satu Baby sister yang baru satu bulan di pekerjakan oleh Arka.


" Encus-encus kalo mau telponan sama keluarga silahkan. Twins kan lagi tidur."

__ADS_1


" Iya Mbak, Makasih yaa.."


" Iyaa, salam buat keluarga yaa.."


" Iya Mbak"


Reka dan Tini, Suster yang dipanggil Mbak encus oleh Kesya pun pamit untuk membuat panggilan video dengan keluarganya.


" Mbak, Keluarga saya kirim salam. Terima kasih juga atas hadiahnya" Ujar Tini yang baru saja selesai membuat panggilan kepada keluarganya.


" Sama-sama Encus."


" Assalamualaikum" Terdengar suara salam dari depan. Siapa lagi kalo bukan suara Arka, Mami Laura, dan Papi Farel.


" Walaikumsalam salam." Kesya yang memang berada di ruang keluarga langsung menghampiri.


Mami Laura dan Papi Farel sudah duduk di sofa, Arka berjalan menggunakan lututnya dan bersungkem dengan Mami Laura dan Papi Farel.


" Maafin semua kesalahan Raja ya Mi, Pi." Arka sudah menangis di pangkuan kedua orang tuanya.


" Iya sayang, Mami udah maafin kamu kok. Hikss.. Makasih juga udah kasih Mami cucu yang tampan dan cantik. Maafin Mami juga Yaa"


" Maafin Papi juga yaa.. Raja akan selalu menjadi kebanggaan Papi. Semoga keturunan Raja bisa sehebat kamu sayang."


Mami Laura dan Papi Farel mencium dan memeluk Arka secara bergantian. Arka duduk di sebelah Papi Farel.


Kesya berjalan menggunakan lututnya dan mencium tangan Mami Laura.


" Maafin Key ya Mi. Key belum bisa jadi menantu yang baik"


" Sama-sama sayang, Maafin Mami juga Yaa.."


Mami Laura memeluk Kesya dan mencium seluruh wajah Kesya.


Kesya berpindah ke Papi Farel. " Maafin Key ya Pi. Maafin semua kesalahan Kesya yang di sengaja atau pun tidak."


" Sama-sama nak, Maafin Papi juga yaa.." Papi Farel mencium kedua pipi Kesya dan mencium kening Kesya dengan sayang. Rasa sayang seorang Ayah kepada anaknya.


Kesya berpindah ke Arka. " Maafin Kesya ya Mas. Kesya belum bisa jadi istri yang sempurna."


" Udah Mas Maafin."


Kesya menengadahkan wajahnya, Arka langsung mencium bibir Kesya. Kesya membelalakkan matanya.


" Mas, Malu tau sama Mami dan Papi" Cicit Kesya yang sudah berwajah memerah.


Arka terkekeh, " Maafin Mas yaa sayang."


Kesya duduk di sebelah Arka, dan tak berapa lama semua ART yang tidak pulang kampung, menyalami Bos mereka.


Tak berapa lama Mega, Bram, Leo, Vano, dan Vina pun tiba. Mereka pun bersalaman dan saling mengucapkan selamat hari raya. Mami Shellla, Daddy Roy, Ayah Nazar, Mama Rosa, Bara beserta istri pun juga tiba di kediaman Moza.


" Maafin Kesya ya Yah." Kesya bersungkem kepada Ayah Nazar. Ayah Nazar memelum Kesya dengan sayang. Air mata jatuh di kedua matanya. Kesya juga ikut menangis dan menghapus air mata Yanga da di wajah sang ayah.


" Maafin Ayah juga ya sayang." Ayah Nazar mencium kening Kesya dengan sayang.


" Maafin Kesya ya Mi, Dad"


Mami Shella dan Daddy Roy memeluk Kesya secara bersamaan.


" Makasih ya sayang, udah jadi anak Mami dan Daddy selama ini. Kamu selamanya putri bungsu Mami dan Daddy".


Derai air mata jatuh dari mata Kesya, Mami Shella, dan Daddy Roy.


" Mas, Maafin aku yaa.."


" Iya kekey ku sayang" Bara memeluk Kesya. Vina juga ikut memeluk keduanya. Mami Shella dan Daddy Roy ikut memeluk mereka, dan Ayah nazar beserta Mama Rosa juga ikut memeluk. Kesya sungguh bahagia, karena Allah memberikan kebahagiaan yang berlimpah untuk dirinya.

__ADS_1


Kami keluarga Besar KEAJAIBAN CINTA KESYA mengucapkan selamat Hari raya idul Fitri 1442 H. Mohon Maaf lahir dan bathin..


Salam sayang dari Aku yaa..


__ADS_2