KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
KCK2 - SULTAN KHILAF 24


__ADS_3

" Ayo lah kek, Abi bukan anak kecil yang harus di jodohkan."


"...…..."


" Siapapun dia, mau anak presiden sekali pun Abi tidak peduli.. Abi hanya mau Anita, sampai kapan pun Abi akan menunggu Anita kembali."


"....…."


" Kakek...."


"......"


" Aunty, tolong bilang kepada kakek..."


"........"


" Aunty, jangan jadikan penyakit kakek sebagai alasan."


"......"


" Baiklah, Abi akan mencari pasangan dan memberikan cucu kepada kalian, tapi jangan salahkan Abi, jika Anita kembali, maka Abi akan menikahi Anita. Jangan paksa Abi untuk mencintai wanita yang akan memberikan kalian cucu nanti." Abi memutuskan panggilannya sepihak tanpa mendengar jawaban dari Aunty nya.


Abi membuang napas kesalnya, namun matanya menyipit saat melihat ke atap bangunan milik toko kue. " SAFEER Arkana Moza?"


.


.


Sudah 2 Minggu batas yang kakek berikan kepada Quin, untuk mengenalkan calon suaminya. Walaupun pilihan Quin jatuh kepada Lana, tetapi itu bukan masalah, yang penting pria yang mendampingi Quin nanti adalah pria yang baik, yang akan mencintai Quin seumur hidupnya.


" Ayoolah Oma, tolong bujuk kakek. batalkan perjodohannya." Quin sedang mencoba keberuntungannya dengan merayu Oma Laura.


" Quin, kamu tau sendiri bagaimana kakek kan."


" Omaa, Ayoo laah..."


" Bagaimana kalo kamu menerima cinta nya Lana?" usul Oma.


" Tidak Oma.. Quin lebih baik membujang dari pada harus menikah dengan Lana."


" Kenapa? Lana anak yang baik, kakek yakin suatu saat kamu akan juga mencintai dia. hanya butuh waktu." Kakek datang dan nimbrung pembicaraan Quin dan Oma Laura.


" Kakek,..." Rengek Quin.


" Jika kamu tidak ingin menikah dengan Lana, dan tidak ingin dijodohkan dengan pilihan Kakek, maka secepatnya kamu cari pasangan Quin."


" Kakek.. mencari pasangan bukannya seperti mencari boneka di toko.."


" Kakek tau, lagipula kakek tidak memaksa kamu untuk menikah, cukup kenalkan dia kepada kakek, dan selebihnya menjadi keputusan kamu." Kakek kembali berdiri dan meninggalkan Quin dan Oma Laura.


" Omaa..."


" Mau Oma kenalkan dengan anak teman Oma?"


" Omaaaa....."


Oma Laura terkekeh melihat wajah cemberut sang anak.


.


.


" Sudahlah Quin, terima saja lamaran ku. Aku akan membahagiakan kamu." Ujar Lana dengan wajah berbinar.

__ADS_1


" Tidak akan. Yang bahagia pastinya bukan aku, tapi kamu"


" Jadi, apa rencana kamu?" Kali ini Veer membuka suara setelah mendengar cerita Quin dan perdebatan antara Quin dan Lana.


" Entah laah.." Quin menatap kearah jendela, di mana hujan tengah membasahi bumi.


" Kayla besok kembali, apa kamu ingin menjemputnya?"


Seketika wajah muram Quin berubah berbinar-binar.


" Tentu.."


" Kayla? si pemalu dan lembut hati itu?" Puji Lana.


" Dasar Kadal."


" Aku tidak sabar bertemu dengannya." Tambah Lana.


Quin memutar bola matanya malas. Baru saja Lana mengatakan akan membahagiakannya, dan sekarang Lana ingin bertemu dengan Tante kecilnya itu? Dasar Lana... Kasian banget sih Anggel, kenapa bisa suka dengan kadal seperti Lana.


.


.


Quin sangat antusias menjemput Kayla di bandara. Lihat saja, Quin sampai membuat ucapan selamat datang kepada Tante kecilnya itu.


" Kaylaaa..." Quin berlari dan langsung memeluk tantenya.


" Quin, aku merindukanmu.."


Setelah bercipika cipiki dan kembali berpelukan, Quin merelai pelukannya karena mendengar suara bariton di belakang Kayla..


" Kak Zeiinn..??" Quin pun berlari memeluk Zein.


" Kenapa tidak memberi kabar pulang? terus, kenapa kalian bisa bersama?" Quin menatap Zein dan Kayla bergantian.


" Kami tidak sengaja bertemu di bandara.." Zein menjawab sebelum Kayla membuka mulutnya. Kayla ini tipe orang yang tidak bisa berbohong.


" Benarkah? Waah, aku senang kalian berdua telah kembali..."


Quin berjalan ke sisi Kayla, namun Zein menahan tangannya.


" Kayla..." panggil Oma Rosa.


" Mama.." Kayla pun menghampiri Oma Rosa dan Opa Nazar, meninggalkan Quin bersama Zein.


" Ayoo, temani aku beli roti, aku lapar.." Tanpa izin dari Quin, Zein langsung merangkul bahu Quin.


Di sana, seornag pria menatap mereka dengan penuh tanda tanya.


" Gadis itu, bukankah itu keturunan Moza? Kenapa dia selalu berada di dekat orang-orang penting di keluarga Moza? Apa dia simpanan keluarga Moza? lagipula, bagaimana mungkin seorang anak pelayan bisa sangat dekat dan akrab seperti itu jika tidak terjadi apa-apa di antara mereka." Batin Abi yang menatap kepergian Zein dan Quin.


" Aunty kira kamu tidak akan menjemput kami." Suara wanita paruh baya itu mengambil kembali perhatian Abi.


" Aunty.." Abi mencium punggung tangan aunty.


" Ayoo, Tante sudah sangat lapar. Kita mampir ke restoran ya.."


Abi mengambil alih troly yang dibawa oleh aunty. Sebelum pergi, pandangan Abi kembali kepada dua umat manusia yang tengah bersulang roti ternama di bandara itu. Roti laki-laki.


" Gimana, kamu sudah menemukan wanita yang akan melahirkan keturunan untuk kami?"


" Abi akan menunggu Anita"

__ADS_1


" Sampai kapan? apa sampai kakek hanya meninggal?"


" Aunty.."


" Penyakit kakek semakin parah Abi, kita tidak tau berapa lama lagi kakek akan bertahan. Lagipula, ini permintaan pertama kakek kan? Selama ini kakek tidak pernah meminta apapun kepada kamu, termasuk saat Anita meminta mengundurkan pernikahan kalian. Dan itu terjadi Lima tahun yang lalu, sampai kapan kamu menunggu? Sedangkan Anita saja seakan lupa dengan janjinya yang hanya meminta waktu setahun."


Aunty benar-benar kesal jika mengingat wanita bernama Anita itu, yang mementingkan urusan pribadinya dari pada orang lain.


" Aunty, aku tidak bisa memaksa Anita jika dia belum siap."


" Sampai kapan? sampai kapan Abi? Lagipula Anita sudah lama tidak memberikan kabar kepada mu bukan?. Jadi, sudah saatnya kamu move on dari dia Abi. Sudah saatnya kamu mengenal wanita lain. "


" Aunty... "


" Sudah lah, aunty tidak ingin mendengar pembelaan kamu yang selalu berpihak kepada Anita. Wanita tidak tau bersyukur.." gerutu aunty..


" Aunty..."


Aunty mengangkat tanganya, dan menyuruh Abi diam.


.


.


" Apa hanya kepulangan Kayla yang di sambut? apa aku tidak?"


" Zeinn?" Mami Vina langsung berlari dan memeluk putra pertamanya itu.


" Kenapa tidak kasih kabar?"


" Zein ingin memberikan kejutan Mi."


" Dan kami terkejut sayang."


" Papi.." Zein beralih memeluk Papi Vano.


" Bagaimana pekerjaan kamu di sana?"


" Baik, karena urusan sudah selesai, Zein kembali dengan cepat. Zein rindu Mami, Papi, Oma, Opa, dan masakan Bunda."


" Ooh, jadi masakan Mami tidak enak gitu?"


Zein meringis, Lalu memeluk sang Mami.


" Zein mau apa? Bunda masakin."


" Ini anak ku Mbak.. Cukup memonopinya.." Ujar Vina sambil menyembunyikan Zein yang jelas lebih tinggi dari nya.


Semua tertawa. Bagaimana tidak, waktu kecil Zein selalu bersama dengan Bunda Sasa. Karena Mami Vina yang sibuk dengan adiknya Zein. Hingga masakan Bunda Sasa adalah masakan favorit Zein.


Acara penyambutan kehadiran Kayla pun menjadi sangat meriah, karena juga kembalinya Zein. Jadi mereka merayakan acara penyambutan di rumah Opa Nazar.


" Kaylaaa..." Anggel memeluk Kayla dengan senang.


" Kak Zein??" Anggel terkejut saat sang kakak ikut memeluk dirinya dan Kayla.


'Zein, apa yang kau lakukan?' batin Kayla..


IG : Rira Syaqila


jangan lupa Tap jempolnya dan komennya sebagai jejak...


Vote nya juga boleh jika berkenan 😁😁😁

__ADS_1


Mari saling berbagi kebahagiaan.


Salam SULTAN KHILAF.


__ADS_2