
Kesya melangkahkan kakinya masuk ke halaman rumahnya. Setelah menutup pintu pagar.
" Arka mana? dia gak pamit?" Tanya Ayah Nazar yang sedari tadi sudah berada di luar.
" Om Arka ketiduran di dalam mobil, makanya Kesya larang Duda buat bangun Om Arka." Jelas Kesya.
Ayah Nazar pun menganggukkan kepalanya. Ayah Nazar tau jika Arka baru samoai tadi pagi dan langsung menjemput Kesya. Itu semua karena laporan dari Duda yang sempat duduk bersamanya menunggu kepulangan Kesya dan Arka.
" Dilan gak pulang ke sini?" Tanya Ayah Nazar.
"Gak Yah, tadi katanya mau tidur di hotel aja. Besok Tante Lola datang ke sana" Jawab Kesya.
Tante Lola adalah ibu dari Dilan.
Setelah berbincang sebentar dengan Ayah Nazar, Kesya langsung menuju kamarnya, dirinya sudah gerah dan terasa lengket. Karena seharian beraktivitas. Kesya pun membersihkan dirinya sebelum beranjak tidur.
Setelah selesai mandi, Kesya mengeringkan rambutnya, dan tetiba Kesya terbayang wajah Arka saat di Mall tadi. Saat mereka sedang akan melaksanakan solat Ashar di musallah yang terdapat di Mal Adem. Arka yang baru selesai ambil air wudhu. Wajahnya yang basah terlihat lebih tampan. Dan Kesya saat itu untuk pertama kalinya Kesya merasa pipinya memanas dan jantungnya yang seperti dentuman tabuh yang sedang berbunyi. Serta Kesya harus menahan nafasnya saat mata mereka saling bertemu dan Arka melemparkan senyumannya.
Kesya menggelenh-gelengkan kepalanya untuk mengusir bayangan yang sangat lancang berani muncul di kepalanya. Kesya bergegas menaiki tempat tidurnya, dan menenggelamkan dirinya di dalam selimut.
Mobil Arka sudah sampai di halaman rumahnya. Duda berfikir sejenak apakah dia harus membangunkan bosnya atau membiarkan bosnya bangun sendiri. Tapi jika menunggu bosnya bangun, dirinya berarti tidak bisa pulang. Dan dia juga tidak ingin tidur bersama didalam mobil bersama bosnya. Dan setelah berfikir dengan matang, Duda memutuskan untuk membangunkan bosnya.
" Bos.. bos.." Ucap Duda sambil memegang lengan bosnya dan sedikit mencondongkan tubuhnya ke dekat bosnya.
Arka menggeliat, dan saat dia membuka mata, di lihatnya wajah Duda. Arka pun berteriak..
"AAAAAAAAAAAA"
Duda menjadi panik dan dan kalang kabut. Dia pun bergegas keluar dari dalam mobil.
Setelah selesai dengan keterkejutannya, Arka menyusul Duda keluar dari mobil.
" Apa yang kau lakukan?" Tanya Arka dengan sedikit membentak.
" Sa-saya membangunkan Bos. ingin memberitahukan kalau kita sudah sampai rumah." Ucap Duda gugup.
Arka mengernyitkan keningnya. Seingatnya dia bersana Kesya di dalam mobil. Dia buang pandangannya melihat sekelilingnya. Benar saja, jika mereka sudah sampai di kediaman Moza.
" Kenapa tidak membangunkan saya saat di rumah Kesya?" Tanya Arka.
" Nona Kesya melarang saya Bos. Katanya Bos kecapean, jadi jangan di bangunkan." Ucap Duda.
Sudut bibir Arka terangkat sedikit. Mengetahui bahwa Kesya perhatian dan khawatir terhadapnya.
" Baiklah, kamu boleh pulang" Titah Arka.
Setelah membungkukkan sedikit badannya dan berpamitan, Duda melangkahkan kakinya untuk pergi pulang dan dengan terpaksa kembali memesan taksi online.
__ADS_1
Keesokan paginya, Kesya bangun dari tidurnya. Kesya belum juga menyadari dengan Decor kamarnya yang berubah. Semalam dirinya terlalu lelah, dan tidak sempat memperhatikan keadaan kamarnya.
Saat Kesya turun dari tempat tidur, Kesya langsung menuju kamar mandi dan membersihkan dirinya. Saat dia duduk di meja rias, baru lah dia menyadari jika ada boneka Doraemon pemberian Arka.
Kesya tersenyum melihat hadiah pemberian Arka.
" Kenapa dia tidak memberikannya langsung kemarin?" Gumam Kesya.
Lalu Kesya melihat dari pantulan kaca, sebuah buket bunga yang indah terletak di meja dekat sofa kamarnya.
Kesya melangkahkan kakinya dan mengambil satu tangkai mawar dan menciumnya. Lalu Kesya tersenyum " Wangi"..
Kesya melihat lagi keadaan kamarnya yang ternyata sudah ada perubahan. Kesya tersenyum, tetapi sedetik kemudian Kesya mengerutkan keningnya. Siap yang melakukannya?
Kesya bergegas turun dan mendatangi MMI Shella.
" Pagi Mi" Sapa Kesya.
" Pagi sayang? Gimana? Suka?" Tanya Mami Shella.
" Kejutan dari Mami, Daddy, dan Ayah?" Tany Kesya.
" Bukan, tapi dari Arka. Dia kemarin menyuruh orang untuk mendekor kamar kamu. Dia melakukan itu setelah mendapatkan izin dari Ayah dan Daddy. " Jelas Mami Shella.
Entah kenapa Kesya merasa bahagia mendengarnya, dan tersungging senyum di bibirnya.
" Suka gak?" Goda Mami Shella sambil menaik turunkan alisnya.
" Iihh Mami apaan sih. Decor nya bagus, Key suka" Ucap kesya dan kemudian membalikkan tubuhnya dan mencari telur.
Kesya mencoba membuat telur mata sapi pagi ini. Taraa.. berhasil.. Kesya tidak mual ataupun merasa jijik. Kesya sudah mengalahkan traumanya. Kesya tersenyum. Dan kemudian dia teringat kalau Arka memintanya untuk di buatkan kue spesial tanda terima kasih. Kesya pun berniat untuk membuat Cake red Velvet kesukaan Arka. Sekalian mengucapkan terima kasih karena telah memberikan kejutan kepada nya.
Kesya sudah menyiapkan bahan untuk membuat kue, namun Vina datang dan meminta dirinya untuk menemani Vina ke kantor suaminya. Kesya pun menuruti keinginan Mbaknya.
Di sisi lain, Arka tengah mengerjakan laporannya. Dan dia melirik ke handphone untuk melihat apakah pujaan hatinya ada mengirimkan pesan atau tidak. Saat dia meraih ponselnya, dan saat itu juga Kesya mengirimkan pesan.
Kesya 💗 : [ Terima kasih Om untuk hadiah dan kejutannya. ]
Arka pun tersenyum, dan kembali meletakkan handphone tanpa membalas pesan Kesya.
Tak berapa lama Fadil datang dan memberikan informasi tentang Dilan. Arka jadi teringat perbincangannya dengan Dilan saat melihat Kesya dan Dara bermain.
FLASHBACK ON
__ADS_1
" Apa kau tau, jika Kesya pernah mengatakan jika dirinya besar ingin menikah dengan ku. " Ucap Dilan
Arka menatap tajam kepada Dilan.
" Dan Aku akan mewujudkannya sekarang" Ucap Dilan sombong.
" Cih, Apa kau yakin jika Kesya akan menerima mu?. Aku rasa Kesya yang sekarang tidak suka dengan Duda seperti mu" Ucap Arka.
" Duda seperti ku banyak di inginkan oleh setiap wanita. Dan aku rasa Kesya termasuk salah satu dari mereka. " Ucap Dilan sombong.
" Lihatlah, keakraban Kesya dan Dara. Bukakah mereka sangat serasi untuk menjadi Ibu dan anak?" Ucap Dilan yang membuat rahang Arka mengeras.
" Bagaimana jika kita taruhan untuk mendapatkan hati Kesya?" Ucap Dilan.
Rasanya saat itu juga Arka ingin memukul wajah Dilan.
" Maaf, aku tidak ingin menjadikan wanita ku sebagai bahan taruhan" Ucap Arka.
"Kalau begitu bagaimana jika kita melamar Kesya di hati yang sama, dan kita buktikan siapa yang paling pantas untuk Kesya" Tantang Dilan.
"Aku ragu jika kau mencintai Kesya. Aku merasa kau hanya menginginkan Kesya menjadi ibu dari anak mu. Bukan karena kau mencintainya." Ucap Arka.
" ha..ha..ha.. Ternyata kau sangat pintar dalam menilai. Aku mungkin belum mencintai Kesya, tapi aku sudah mulai menyukainya. Dan aku yakin jika dia juga memiliki perasaan yang sama dengan ku" Ucap Dilan.
" Kau terlalu yakin. " Ucap Arka.
" Ha..ha..ha.. , Kau jangan menangis saat Kesya memilihku" Ucap Dilan.
Dan pembicaraan mereka terhenti karena Dilan harus menerima panggilan.
Arka menatap kearah Kesya dan Dara. Mereka sangat akrab. Dan entah kenapa Arka mendapatkan seluit bayangan Dilan mendekat kearah Kesya dan Dara. Terlihat mereka bermain bersama. Dan Kesya pun terlihat nyaman bersama Dilan.
" Kau harus yakin, jika Kesya memilih mu Arka. Semangat" Ucap Arka menyengati dirinya sendiri.
.
.
.
.
.
.
Author sangat berterima kasih kepada Readers yang mendukung Author dengan cara LIKE + VOTE + RATE + KOMENNYA di tunggu..
__ADS_1