KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
KCK2 - SULTAN KHILAF 131


__ADS_3

Mr. Kim pun menganggukkan kepalanya, namun alasan yang paling masuk akal dan juga menggelitik hatinya adalaha. Tak sanggupnya Abi menahan hasratnya untuk berjauhan dengan Quin. Abi takut Quin akan berubah fikiran, dan sebelum itu terjadi, Abi mengajak Quin untuk langsung menikah, dengan senang hati Quin menyetujui nya.


Quin sempat merasakan pipi nya memerah di saat Abi mengatakan ‘tak sanggup menahan hasratnya’, siapapun pasti mengerti apa yang dimaksud oleh perkatakaan Abi.


“Kamu benar-benar beruntung Tuan Abi, istri mu sungguh sangat cantik. Aku juga akan melakukan hal yang sama jika tunanganku secantik istri mu.”


“Terima kasih atas pujiannya, maka dari itu aku tak akan membiarkan orang lain merusak hubungan kami.” Ujar Abi penuh dengan isyarat peringatan kepada Mr. Kim.


Mr. Kim hanya tersenyum menanggapi ucapan Abi. Setidak nya Abi bisa menebak siapa yang sedang memprofokasi dirinya saat ini.


Hei, kalian tenang saja, Abi tak sebodoh itu. Abi tak akan lemah dengan kehadiran Anita saat ini, bahkan Abi hanya ingin melindungi Quin. Untuk itu, Abi butuh orang yang bisa ia percayai.


Makan malam Quin dan Abi bersama Mr. Kim pun terasa sangat menyenangkan. Setidaknya Mr. Kim tak mempermasalahkan lagi status Abi yang menikah secara diam-diam. Di tambah kekaguman Mr.Kim kepada Quin. Mr. Kim juga bukan orang bodoh yang percaya dengan sebuah omongan tanpa memeriksa kebenarannya dulu. Mr. Kim hanya ingin mengetahui seberapa cantiknya bidadari milik Abi.


“Sebaiknya kamu berhati-hati kepada wanita itu,” Nasehat Mr. Kim sebelum mereka berpisah


dengan menggunakan bahasa korea.


Abi mengangguk mengerti dan mengucapkan terima kasih kepada Mr. Kim.


Quin hanya melongo melihat Abi juga bisa berbahasa Korea. Wajah Quin yang melihat Abi penuh takjub pun membuat Mr. Kim gemas dan menyuruh Abi segera membawa Quin dan hadapannya. Atau Mr. Kim akan berniat untuk merebut Quin dari Abi.


Tentu saja itu sangat di tentang oleh Abi. Kamu, mau nantangi aku? Tidak bisa say ... Quin hanya milik Abi dan sampai kapan pun akan tetap milik Abi.


*


“Mr. Kim lucu ya ..” ujar Quin sambil tertawa pelan.


Saat ini mereka sedang berasa di dalam mobil untuk kembali ke hotel.


“Mr. Kim bukan pelawak, jadi gak ada yang lucu.” Ujar Abi dengan menatap Quin dengan tajam.


“Tapi kan emang beneran lucu, kamu aja ketawa di buatnya.”


Abi mencondongkan tubuhnya ke arah Quin.  “Aku tak suka kamu memuji pria lain di hadapan ku.”


 Quin menelan ludahnya saat Abi menangkup wajahnya, Quin mengerjapkan matanya cepat, namun saat wajah Abi semakin mendekat, Quin menutup matanya dan merasakanjika matanya saat ini sudah di kecup oleh Abi. Quin perlahan membuka matanya dan melihat Abi yang sudah tersenyum manis kepadanya.


“Aku mohon, jangan puji pria lain di hadapanku. Aku cemburu.”


Quin tersenyum dan menganggukkan kepalanya, “Maaf ya, sayang nya aku.”


 Senyum Abi semakin melebar dan langsung mencium bibir Quin. Quin menepuk pelan bahu Abi untuk melepaskan ciumannya, Abi pun menuruti keinginan istrinya itu.

__ADS_1


“Malu di lihat Jo.” Bisik Quin dengan terengah karena ciuman panas yang Abi berikan.


“Udah sah juga, lagian kalo dia pingin, ada Desi kan.”


Jo yang mendengar pembicaraan Abi dan Quin hanya memutar bola matanya malas. Gimana mau cium begituan? Yang ada Jo habis di hajar oleh Desi kalo bawaannya mesum saat mereka sedang bekerja.


Mobil yang di tumpangi oleh Quin, Abi, dan Jo pun tiba di lobi hotel. Pelayan yang berjaga di lobi langsung membukakan pintu untuk Abi dan Quin.


Abi merangukul pinggang Quin dengan sayang, hingga mereka bertemu dengan Desi dan Anggel yang sedang menunggu lift.


“Hai cewek-cewek.” Tegur Quin dengan senyum merekah.


“Cie, yang baru dinner berdua.” Goda Anggel.


“Cie, yang di datangi pujaan hati.” Balas Quin, yang mana membuat Anggel memutar bola matanya malas. Quin semakin senang membuat Anggel merajuk seperti itu.


Ting ...


Pintu lift terbuka, Anggel, Quin, Desi, dan Abi masuk kedalam lift, sedangkan Jo masih memperhatikan pria yang sedari tadi memperhatikan mereka.


“Jo, kamu gak masuk?” Tegur Quin yang mana langsung mengambil perhatian Jo.


Jo pun masuk kedalam lift dan melirik kearah Desi sebentar.


Mengenal Jo dan Desi sedari kecil membuat Quin tahu sedikit banyaknya sifat mereka berdua.


“Tidak ada.”


“Jangan bohong Jo.”


 “Aku serius, tidak ada.”


“Hah, baiklah. Aku percaya sama kamu. Aku juga percaya jika keamanan ku akan selalu terjaga oleh kamu dan Desi.”


Jo pun tersenyum tipis kepada Quin.


Pintu lift terbuka, Quin, Anggel, Desi, Abi, dan Jo pun keluar dari dalam kotak besi tersebut. Berhubung kamar mereka berada di sebelahan, maka mereka turun di lantai yang sama.


“Aku lelah sekali hari ini.” Gumam Anggel yang masih di dengar oleh Quin.


“Lelah kenapa? Bukannya kalian seharian ini tak kemanan pun?”


“Lelah memikirkan pujaan hati yang di benci Mbak,” bisik Desi sambl terkikik.

__ADS_1


Bukannya ingin menertwai nasib buruk Anggel, namun Desi adalah saksi hidup bagaimana Anggel uring-uringan setiap malam demi bisa melupakan Lana. Bahkan di dalam kamar mereka terdapat foto Lana yang sudah di tancapi dengan anak panah kecil.


 “Jangan di fikirkan, atau kita liburan ke India aja. Mau?” Tawar Quin.


“Ogah, ngapain gue samperin orang yang emang gak benar-benar sayang dengan gue.”


“Lana sayang dan cinta sama Mbak, percaya sama aku.” Jawab Jo cepat.


Jika Jo sudah berkomentar seperti ini, maka dapat di percaya 100% bahwa apa yang di katakan Jo adalah benar. Tapi, jiika Lana memang mencintai Anggel, kenapa pria itu tidak memperjuangkannya?


“Hah ..” Anggel menghela napasnya lelah.


Anggel menyadari, jika bukan hanya ada satu dinding yang menjulang tinggi, namun juga ada lautan samudra yang terbentang luas memisahkan dirinya dan Lana, yaitu Mama puput yang mana perasaanya harus di jaga.


“Sabar An, kalo jodoh gak akan kemana. Ibarat air yang di pisahkan oleh minyak, air itu akan kembali menyatu di saat minyak itu sudah Mama Puput dan Oma Mega ambil untuk menggoreng ikan.” Ujar Quin sambil menepuk bahu Angel.


Anggel menatap Quin dan memutar bola matanya malas. Bijak sih apa yang di katakan oleh Quin, tapi gak banget dengan kata-kata sang Mami yang mengamil minyak itu untuk menggoreng ikan.


Ya kali Oma Mega mau ambil minyak yang sudah ternodai oleh air. Bisa meletop-meletop tuh minyak di kuali.


Hah, Quin sepertinya memang cocok di kurung dikamar bersama Abi agar tak membuatnya semakin stres dengan perkataan nya.


 


\=== Hai, aku mau umumin sesuatu nih ...


Mampir juga ya ke novel ku yang baru netas. Judulnya "TWINS A and MISS CERIWIS."


Udah tau dong itu pasti kisah nya siapa ...


Pokoknya jangan lupa Fav dan Like ya ...


Yuukkk.. follow IG ku..


IG : Rira Syaqila


jangan lupa Tap jempolnya dan komennya sebagai jejak...


Vote nya juga boleh jika berkenan 😁😁😁


Mari saling berbagi kebahagiaan.


Salam SULTAN KHILAF

__ADS_1


__ADS_2