KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
141 " Jangan ganggu milikku"


__ADS_3

Acara syukuran pembacaan doa untuk kehamilan Kesya pun berjalan dengan lancar, Seluruh keluarga datang, tanpa terkecuali. Bahkan Karyawan Kesya yang bekerja di toko kue sangat bahagia dan merasa terhormat karena di undang makan malam oleh King Of Moza.


" Sayang, kamu pergi sama siapa tadi?" Tanya Fadil.


Fadil baru saja sampai 15 menit yang lalu. Ya, Fadil terlambat datang karena montir yang dia suruh datang, juga terlambat.


" Oh, Ando"


Fadil mengernyitkan keningnya, "kamu kok sering banget sama dia?, aku cemburu loh"


" Maaf ya sayang, tapi aku gak ada hubungan apa pun kok sama dia. Tadi itu dia kerumah, cuma kasih oleh-oleh yang dikirimkan oleh rekan bisnisnya, katanya daripada mubazir, makanya dia kasih ke aku. Pas kamu telpon itu dia kebetukan masih di rumah, dan dia menawari untuk mengantar ku ke sini. Oh ya, kamu masih ingat kan kalo aku pernah bilang, kalo ada foto perempuan cantik di dompetnya, ternyata itu pacarnya, dan dia mau lamar pacarnya itu. Dia minta tolong sama aku untuk membantunya menyiapkan segala kebutuhan untuk pesta pernikahan mereka."


" Trus?, kenapa harus kamu?"


" Ya karena dia bilang, kalo cuma aku teman wanita dia satu-satunya. Dan dia ingin menanyakan pendapat aku. "


" Gitu ya, kamu kok baru bilang? tapi aku kok gak senang ya"


" Hmm, maaf ya, waktu itu aku udah kirim pesan ke kamu, cuma masih centang satu"


" Oh, mungkin pas ponsel ku Heng kali ya, jadi pesan kamu gak masuk"


" Oh ya, lusa dia minta tolong sama aku, buat pilihin gaun pernikahan dia."


" Kenapa harus kamu?"


" Dia bilang, Pilihan Mama nya kurang cocok, jadi dia mau tanya pendapat aku"


" Hmm, kalo aku gak kasih izin gimana?"


" Ya aku gak akan pergi"


Fadil mengeratkan genggaman tangannya di tangan Puput. ' aku hanya tidak ingin kamu berpaling' Batin Fadil.


" Kamu percaya aku kan?, kalo kamu mikirnya aku akan berpaling dari kamu, itu gak akan mungkin. Hati aku udah nancep terlalu dalam untuk kamu" Ujar puput dan mencuil hidung Fadil.


" Aku percaya sama kamu "


Mami Shella memperhatikan Bara yang sedari tadi tak lepas menatap Sasa. Bahkan saat Sasa bercengkrama dengan Jodi, Bara mendekati mereka berdua.


" Daddy, Apa Bara udah berpindah ke lain hati ya?"


" Gak mungkin Mi, Bara itu cinta mati sama Lia, gak segampang itu bagi dia untuk berpindah kelain hati" Ujar Daddy Roy.


" Lihatlah cara dia memandang Sasa, beda Dad, Beda"


Daddy Roy ikut memperhatikan Bara yang terus saja memandang Sasa.


Kesya yang awalnya ingin duduk bermanja dengan kedua orang tuanya, mendengar semua percakapan mereka.


" Mi, Dad"


" Eh, sayang. Sini" Mami Shella merentangkan tangannya untuk Kesya masuk kedalam pelukannya.

__ADS_1


" Wah, lihat ini. Anak siapa sih ini? Cantik banget" Ujar Daddy Roy dan ikut memeluk dua wanita yang di cintainya itu.


" Key aja yang di peluk? Vina enggak?"


" Sini-sini"


Vina ikut berhambur kedalam pelukan Daddy Roy. Vano dan Arka yang melihatnya ikut tersenyum. Mili dan Gilang juga ikut berpelukan dengan bayi mereka yang berada di gendongan? Mili.


Seluruh keluarga sudah pulang, Walaupun tadi ada drama antara Bara dan Sasa. Di mana Sasa menolak untuk di antarkan oleh Bara. Ya walaupun akhirnya perdebatan itu di menangkan oleh Bara. Terlihat sangat jelas sekali wajah kesal Sasa.


Tak terasa waktu terus berjalan, Saat ini Kesya tengah mencoba resep baru. Kalian tau, Semenjak kehamilan Kesya, Arka tidak bisa jauh dari Kesya, hingga akhirnya Arka memutuskan untuk membuat mini bar di dalam ruangannya, khusus untuk Kesya mengekspresikan ide-ide cemerlangnya.


" Sayang, cobain deh" Ujar Kesya memberikan beberapa potong cookies kepada Arka.


" Lumayan, tapi jika sedikit lebih manis, mungkin lebih enak."


" Ini belum di berikan cream sayang. Kalo udah di berikan cream, pasti lebih maknyos."


" Trus? Kenapa gak di buat cream nya?"


" He..he..he.. aku lupa bawa bahannya Mas" Nyengir Kesya.


" Suruh Sasa antar ke sini aja bahannya"


" Baiklah sayang ku"


Kesya mengirimkan pesan kepada Sasa untuk mengantarkan bahan baku untuk membuat cream. Setelah mengirimkan pesan, Kesya tetiba kepingin makan brownis. Kesya pun langsung mengeksekusi bahan yang ada.


" Buat apa yank?"


" Aku pingin makan brownis."


" Oohh" Arka semakin mempererat pelukannya, dan mengendus leher Kesya yang masih tertutup rambut.


" Sayang" Lirih Kesya menahan geli yang membuat darahnya tiba-tiba berdesir.


" Hmm?" Masih mengendus leher Kesya yang sebagian rambutnya sudah berpindah dan membiarkan wajah Arka semakin mendekat ke leher polosnya.


" Tepungnya nanti, aahh.." Kesya sudah tidak tahan dengan perlakuan Arka yang mana sudah berhasil menyingkirkan rambutnya dengan menggunakan wajahnya, dan saat ini Arka tengah memberikan kecupan di leher Kesya, serta memberikan tanda cinta di bagian belakang leher Kesya.


Arka terkekeh, kemudian dia membalikkan tubuh istrinya. Tangan Kesya saat ini sudah penuh tepung, karena ulah Arka tadi membuat dirinya meremas tepung. Tiba-tiba Kesya ingin menjahili suaminya, dia mengusapkan telapak tangannya di wajah Arka. Dan wajah Arka sekarang penuh dengan tepung. Kesya tertawa lepas melihat wajah sang suami sudah di baluri tepung.


" Kamu"


Arka mengambil segenggam tepung dan menaburkannya di kepada Kesya. Mereka sudah berlarian mengelilingi sofa sambil melempar tepung.


Ceklek..


Sraaaapp.


Arka terdiam, begitupun dengan Kesya yang langsung berbalik badan dan melihat siapa orang yang baru saja membuka pintu. Mata Kesya dan Arka membola saat melihat wajah Papi Farel sudah dipenuhi dengan tepung. Ingin ketawa, takut dosa.


Papi Farel dan beberapa pemegang saham perusahaan Moza tadinya ingin bertemu dengan Arka, dan mengobrol bersamanya. Namun saat didepan ruangannya malah mendapati aroma kue yang sangat mengunggah selera, langsung saja Papi Farel membuka pintu, dan ternyata di sambut dengan tepung yang dilempar oleh Arka, yang di tujukan kepada Kesya.

__ADS_1


Kesya dan Arka sudah berdiri bersebelahan dengan kepala tertunduk, seperti anak sekolah yang sedang berhadapan dengan kepala sekolahnya.


" Kenapa Kantor CEO bisa jadi dapur?" Ujar salah satu pemegang saham dengan sinis.


Papi Farel menarik napasnya pelan, dan kemudian membuangnya saat mendengar Omelan dari Tuan Sidik.


" Sungguh tidak profesional, bagaimana bisa bekerja dengan membawa istri. Dan apa ini? Ruangan CEO di sulap jadi dapur dadakan? yang benar saja Tuan Farel."


Kesya sudah meremas tangannya dengan kuat. Keringat dingin sudah mulai keluar, hingga wajah Kesya pun berubah pucat karena ketakutan. Arka menggenggam tangan Kesya, seolah mengatakan semua baik-baik saja.


" Maaf Tuan Sidik, Ini tidak seperti yang anda bayangkan." Ujar Papi Farel.


" Tidak sepeti di bayangkan bagaimana? Jelas-jelas Arka malah bermain-main dengan istrinya, seperti anak kecil main kejar-kejaran dan lempar-lemparan tepung" Ujar Tuan Sidik, kemudian melihat kearah Kesya. " Lagian seharusnya jadi istri itu berada di rumah, dan menikmati semua harta milik suaminya. Bukannya selalu nempel dengan suaminya" Tambah Tuan Sidik, bukan tanpa alasan Tuan Sidik berkata seperti itu, pasalnya Arka pernah menolak mentah-mentah putri kesayangannya, bahkan Tuan Sidik merasa malu kepada rekan bisnisnya, karena sudah mengatakan jika Anaknya akan menikah dengan Arka, tapi buktinya Arka malah menikah dengan seseorang yang masa lalunya gak ada bagus-bagusnya.


" Maaf Tuan Sidik, Saya yang menyuruh istri saya untuk menemani saya. Seharusnya Tuan Sidik berterima kasih kepada istri saya, karena jika tidak ada dia, proyek yang ada di Kalimantan itu tidak akan di mulai sekarang, karena apa? Karena kondisi saya yang tidak baik."


" Hah, kenapa saya harus berterima kasih kepada perempuan rendahan seperti dia?" Ujar Tuan Sidik ketus.


" Jaga ucapan anda Sidik" Teriak Papi Farel.


Kesya sudah meneteskan air matanya, Jantungnya sudah berdebar dengan kencang. Bahkan Kesya sudah berada dalam pelukan Arka.


" Kenapa Farel? Benarkan apa yang saya katakan, bahkan putri ku jauh lebih baik dari pada perempuan itu"


" SIDIK" teriak Papi Farel.


Tubuh Kesya sudah bergetar hebat karena menahan Isak tangisnya.


" Maaf Tuan Sidik, apa perempuan yang rela melemparkan tubuhnya dengan pria mana pun, dan bercinta dengan bebas dengan yang bukan muhrimnya itu anda bilang itu perempuan baik-baik? Coba anda ngaca, letak mana putri anda bisa di katakan perempuan baik-baik? Sedangkan anda selalu membayar infotainment untuk menutupi semua kebusukannya" Geram Arka dengan suara yang dingin dan menusuk.


" KAMU"


" Apa? Anda kecewa karena saya tau semuanya? Kasihan sekali anda Tuan Sidik, Anda tidak mengenal saya. Bahkan bangkai yang sudah di telan hiu pun saya mampu menemukannya" Ujar Arka tajam.


Tuan Sidik sudah bergetar mendengar ucapan Arka, apa dia tau rahasia yang selama ini di sembunyikannya?


" Hanya sekedar informasi saja, Jangan pernah mengganggu istri saya, dan mengusik rumah tangga saya, jika tidak ingin kehilangan apa yang telah di anda raih selama ini. Ini berlaku untuk Tuan-Tuan semua yang berada di ruangan ini" Ujar Arka dingin dan tajam.


Semua orang yang berada dalam ruangan itu langsung terdiam, dan takut dengan ancaman Arka yang memang selalu terbukti jika sudah berani mengganggu kehidupan pribadinya. Tuan Sidik harus menelan kembali semua ucapannya. Dan tidak ada sepatah kata apapun yang keluar dari mulutnya.


.


.


.


.


.


.


Readers... Jempolnya yaa..

__ADS_1


Jempolnya jangan lupa di tancapkan.


__ADS_2