KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
Bab 164 " Puput Hilang"


__ADS_3

Arka, Kesya, Bara, Sasa, Duda, Lena, Bela, Ica, Jodi, dan Ara pun duduk bersama sambil menikmati Pizzia yang di bawa oleh Duda. Tak berapa lama Fadil datang sendirian.


" Puput Mana?" Tanya Arka.


Sebelumnya Arka sudah menghubungi Fadil untuk makan siang dari hasil traktiran Duda.


Fadil mengernyitkan keningnya mendengar pertanyaan Arka.


" Dia belum sampai sini?" Tanya Fadil lagi.


" Lo gak bareng dia?"


" Tadi dia bilang ketemu seseorang, trus nanti sepulang dari sana, dia menyusul ke sini." Ujar Fadil dan duduk di sebelah Jodi.


" Coba deh kak Fadil hubungi, masa belum datang juga" Tanya Kesya.


Fadil meraih ponselnya dan mencoba menghubungi nomor Puput.


" Kok gak aktif ya?" Gumam Fadil.


" Coba sekali lagi" saran Kesya.


Fadil pun mencoba menghubungi Puput, tapi hasilnya sama. Ponsel Puput tidak bisa di hubungi.


" Emangnya Puput ketemuan sama siapa?" Tanya Arka.


" Sama siapa ya? Tadi gue kurang jelas gitu dengernya saat Puput izin ke gue, karena terlalu fokus ke kerjaan."


Fadil kembali mencoba menghubungi ponsel Puput, tapi hasilnya nihil. Panggilannya masih tidak tersambung.


" Mungkin batrenya lowbat kali " Ujar Ara.


" Bisa jadi" Ujar Fadil, tapi dalam hati dia merasakan hal yang tidak enak. Takut terjadi sesuatu yang buruk kepada Puput. Tapi Fadil mencoba untuk berfikir positif.


Acara perayaan hari jadian Duda dan Lena pun berlangsung meriah, walaupun hanya dihadiri kerabat dekat dan para Bosnya. Ara masih mencoba mendekati Jodi, dan Bela yang memang juga menaruh hati kepada Jodi pun tidak mau kalah. Mereka berebutan untuk mencari perhatian Jodi. Hingga Bela dan Ara bertaruh, siapa yang paling banyak menghabiskan potongan Pizzia yang sudah dilumuri saos di seluruh atasnya, dia yang berhak duduk di sebelah Jodi, dan yang kalah harus menjauh.


Kesya, Sasa, Ica, dan Lena sudah iba melihat wajah Ara yang memerah kepedasan dan di aliri air mata. Kesya tau, jika Ara tidak tahan pedas, dan Kesya berusaha untuk menghentikan Ara. namun keras kepalanya Ara, menurun dari sifat keras kepala ayahnya.


Baru gigitan ke 5, Ara sudah tidak sanggup dan berlari ke belakang untuk mengeluarkan semua isi mulutnya. Jodi menatap punggung Ara dengan iba. Bela bersorak girang karena itu artinya dia menang. Bela langsung saja duduk di sebelah Jodi dan memberikan perhatian kepada Jodi.


Ara kembali dengan keadaan lemas. Bagaimana tidak, dia memuntahkan semua isi perutnya.


" Nih, minum" Ujar Kesya menyodorkan segelas teh manis yang tadi sempat di buatnya saat Ara di kamar mandi.


" Makasih Mbak" Ara menyandarkan kepalanya di bahu Kesya. Kesya menepuk punggung Ara dengan pelan. Rasanya Ara ingin mati saja, menahan rasa pedas yang sungguh luar biasa, seakan bibirnya dower dan tebal 10 kali lipat dari bibir normalnya.


" Kamu gak pa-pa Ra?" Tanya Bara khawatir.

__ADS_1


" Hmm" Ara sudah menutup matanya, jika sudah begini, dia akan menderita sakit perut.


" Udah tau gak tahan pedas, masih aja sok jagoan"


"Hmm"


Ara hanya menyahut ucapan Bara dengan gumaman.


Di sebuah rumah mewah, Puput menatap seluruh isi rumah yang terlihat elegan dan pastinya seluruh perabot di rumah ini sangatlah mahal.


" Kamu tunggu di sini ya" Ujar Tante ana kepada Puput.


Puput tersenyum, dan menatap kesekeliling ruangan tempat dirinya menunggu. Ada sebuah kaca panjang yang bisa memantulkan seluruh tubuhnya, dan juga sebuah lukisan yang tidak asing di mata Puput. Lukisan seorang pria dan wanita yang sedang berpelukan. Bukan, bukan berpelukan, akan tetapi seperti wanita yang berada lama lukisan itu terjatuh, dan sang pria menangkap tubuhnya. hanya wajah sang pria yang terlihat, tetapi wajah wanita tidak begitu jelas.


Saat Puput ingin melihat lukisan yang lain, tiba-tiba saja pintu terbuka, dan menampilkan Ando dengan senyumannya yang khas.


" Hai"


" Hai"


" Udah lama banget kita gak jumpa ya, kamu kayaknya sibuk banget"


" Hmm, begitu lah" Jawab Puput sekedarnya saja. Dia merasa ada yang janggal di sini, dan jantungnya tiba-tiba saja berdebat dengan cepat.


" Emm, mana calon istri kamu? Katanya ingin bertemu dengan ku?" Tanya Puput untuk menghilangkan ketakutannya.


" Kamu lihat wanita Yanga da di kaca itu, dia lah calon istriku"


Tangan Puput langsung bergetar, dan Puput bergerak menjauhi Ando, namun Puput kalah cepat, Ando sudah memeluk pinggangnya.


Puput merasakan sesuatu yang basah saat Ando menyingkirkan rambutnya yang tergerai dan menampakkan leher jenjangnya. Ando mengecup leher Puput. Puput memberontak, namun pelukan Ando terlalu kuat untuknya.


" Ssssstttt, jangan melawan, kau tau, gerakan mu itu membangunkan sesuatu di bawah sini" Ujar Ando sambil menekan bagian bawahnya ke bok*Ng Puput.


Puput memejamkan matanya karena takut.


" Kau menikmatinya sayang?"


" Lepaskan aku" Lirih Puput yang sudah berderai air mata.


" Baiklah" Ando melepaskan pelukannya, dan Puput berlari menjauhi Ando, namun sayang, gerakan tangan Ando lebih cepat dan menarik tangan Puput hingga Puput menubruk dada bidang Ando. Ando kembali memeluk Puput., dan saat ini posisi mereka saling berhadapan.


" Apa mau mu?" Tanya Puput bergetar.


" Mau ku? Tentu saja menikah dengan mu"


" Ando, aku akan menikah dengan Fadil, dan aku mencintai Fadil"

__ADS_1


" Walaupun aku membuat Fadil jatuh miskin?"


" Aku tidak peduli, aku hanya ingin menikah dnegan Fadil, dan hanya mencintai dia" Ujar puput menatap Andi tajam.


" Kita lihat, sejauh mana kamu mampu bertahan"


" Hmmmppp" Ando mencium bibir Puput dengan brutal. Puput berusaha menutup mulutnya rapat-rapat, dan mendorong tubuh Ando sekuat tenaganya, namun tenaga Ando lebih kuat dari Puput.


Ando meremas bok*Ng Puput, agar Puput bisa membuka mulutnya, dan usaha Ando berhasil, anda melesatkan lidahnya dan menguasai mulut Puput.


Puput menggit kuat bibir Ando, hingga berdarah dan ciuman mereka terlepas. Puput berlari kearah pintu saat merasa pelukan Ando sudah terlepas, namun naasnya pintu tersebut terkunci, Puput berusaha menggedor pintu itu dan meminta pertolongan.


" Ck..CK..CK.., berteriak lah sepuas mu sayang, karena tidak akan ada yang membuka pintu ini."


" Dasar brengsek, cuiih" Puput meludahkan wajah Ando.


Ando geram dan mengangkat tangannya untuk menampar Puput. Puput memejamkan matanya, namun dia tidak merasakan apapun. Puput membuka matanya, dan melihat tangan Ando yang melayang di dekat wajahnya. Ando menyeringai, di belainya wajah Puput, dan jempolnya mengusap bibir Puput dengan sensual. Puput sudah menahan Isak tangisnya, dia menyesal karena telah percaya dengan Tante Ana. Dia menyesal karena menolak tawaran Fadil yang menyuruhnya pergi dengan supir kantor. Dan dia menyesal, karena telah mengenal Ando dan selalu berprasangka baik kepada nya.


" Sebaiknya bibir ini di gunakan untuk mengatakan hal-hal yang baik, dan juga untjk menciumi diriku" Ujar Ando, kemudian menjambak rambut Puput.


Ando menarinlk tirai yang putih yang menutupi ruangan saat dia mencium Puput tadi, dengan kamarnya. Ternyata ruangan itu adalah kamar Ando. Kamar Ando dan dirinya yang sudah di desain oleh Ando sedemikian rupa.


Ando yang masih menarik rambut puput dari tengkuknya, dan menyeret tubuh puput agar mengikuti nya. Ando juga tidak memperdulikan rintihan rasa sakit Puput saat dia menarik rambut puout. kemudian Ando menghempaskan tubuh Puput ketempat tidur berukuran King size.


" Persiapkan dirimu, kita akan makan malam bersama"


setelah mengatakan itu, Ando keluar dari kamar, dan kembali mengunci kamar itu. puiut menangis histeris, dan berharap bisa pergi dari neraka ini.


Di tempat lain, Fadil merasa khawatir, sudah pukul 5 sore akan tetapi puput belum juga kembali ke kantor, dan bahkan ponselnya pun saat ini tidak aktif dan tidak bisa di lacak keberadaannya.


" Di mana kamu sayang?" Gumam Fadil sambil menengadahkan kepalanya.


" Puput sudah bisa di hubungi?" Tanya arka saat memasuki ruangan Fadil.


Fadil menegakkan kepalanya, dan menatao Arka.


" Belum, gue udah coba lacak nomornya, tetapi keberadaannya tidak diketahui. Perasaan gue jadi gak enak"


" Kita hubungi Bara"


Fadil mengangguk setuju.


..** Hai readers...


Budayakan setelah membaca untuk menancapkan jempolnya ya...


Terima kasih. Salam KesAr.

__ADS_1


__ADS_2