
Kesya melahap masakan Arka dengan cepat. Seperti anak kecil yang takut kehabisan makanan.
" Pelan-pelan sayang, gak ada yang bakal ambil makanan kamu kok" Ujar Arka.
Kesya tidak peduli, yang Kesya tau hanya menikmati setiap suapan, isapan, dan jilatan di tangannya. Ikan gurami dengan saos asam manis buatan Arka, habis dan bersih. Bahkan di piring pun tak bersisa lagi saos asam manis nya.
Arka dan kesya duduk bersama Mami Laura di ruang keluarga, sambil menonton film India.
" Jangan liat-liat" Ujar Kesya sambil menutup mata Arka dengan tangannya, saat di film tersebut menayangkan Katrina Kaif sedang bernyanyi menarik dengan tubuh seksinya.
Arka terpaksa membiarkan Kesya menutup matanya hingga lagu tersebut habis. Mami Laura yang sedari tadi melihat tingkah Kesya yang posesif tersenyum.
" Kok bisa lentur gitu yaa tu badan" gumam Arka tiba-tiba, yang mana masih di dengar Kesya dan Mami Laura.
Kesya langsung menatap Arka penuh permusuhan. Matanya sudah berkaca-kaca.
" Mami, Key duluan ke kamar ya" Ujar Kesya dengan suara seraknya.
Mami Laura tersenyum dan menganggukka. kepalanya. Sedangkan Arka melongo melihat Kesya yang tadi nya semangat saat nonton film tersebut, tiba-tiba kenapa dia pergi, bahkan suaranya terdengar seperti menangis.
" Mi, Arka nyusul Kesya ya"
" Iya, Oha ya. besok kayaknya kamu bawa deh Kesya ke dokter" Ujar mami Laura sebelum Arka pergi.
" Buat apa? Kesya kan gak sakit kok"
" Nanti kamu juga bakal tau"
Arka langsung menyusul sang istri setelah mendengar ucapan Mami nya. Di lihatnya sang istri tengah bergemul di dalam selimut. Terdengar suara isakan tangis yang tertahan.
" Sayang" panggil Arka.
Kesya tidak peduli, dan masih menyembunyikan dirinya di dalam selimut.
"Sayang" Panggil Arka lagi dengan menyentuh Kesya dari luar selimut.
Kesya membuka selimutnya dan menatap Arka tajam.
" Ngapain di sini? Sana, liatin aja terus Katrina Kaif, biar Mas puas. Tubuh kesya kan gak seksi kayak dia, Key juga pendek, gak tinggi kayak dia. mas kan banyak duit, pergi aja sana ke India, cari dia, kencan aja sana sama dia hikss"
Ujar kesya panjang lebar.
Kepala Arka rasanya pening mendengar rentetan ucapan Kesya. kenapa dia seharian ini sangat sensitif? Apa kepalannya terbentur di sofa saat mereka bercinta?
" Sayang, Maafin Mas ya. Di mata Mas cuma kamu kok yang paling seksi" Rayu Arka.
Bukk
Bantal dan guling Kesya lempar kearah Arka. "Tidur di sofa" Ujar Kesya dan kembali masuk kedalam selimut.
Arka menghela napasnya dan bangkit sambil mengambil bantal dan guling yang di berikan Kesya tadi. Arka pun berjalan kearah sofa, dan meletakkan bantal dan guling di sana. Arka melangkahkan kakinya ke kamar mandi dan membersihkan dirinya sebelum tidur.
__ADS_1
Kesya terbangun saat merasa perutnya keroncongan. Dia tidak mendapatkan Arka di sebelahnya. Kesya sedikit kecewa, tapi Kesya merasa kasihan dengan Arka. Kenapa dia bisa semarah itu dengan Arka, sehingga tega membiarkan Arka tidur di sofa.
Kesya turun dari tempat tidur, dan berjalan keluar kamar.
Cekleek..
Suara pintu yang terbuka dan tertutup kembali membuat Arka terjaga.Arka langsung menyisir pandangannya ke tempat tidur. Benar saja, Kesya sudah tidak berada di atas tempat tidur. Arka langsung menyusul Kesya.
Terdengar suara dari dapur di lantai mereka, Arka menghampiri Kesya.
" Sayang panggil Arka"
Terlihat Kesya terkejut. " Mas? kok bangun?" Tanya Kesya ramah.
Arka menggaruk keningnya yang tidak gatal, Arka berfikir jika Kesya masih marah dengannya, ternyata Kesya tidak marah lagi dengannya.
" Iya, tadi mas bangun liat kamu gak ada tempat tidur. Kamu mau ngapain?"
" Ini, aku mau masak mie instan, Mas mau?" Tanya Kesya.
"Gak, Kamu mau Mas masakin?" tawar Arka.
Kesya langsung membalikkan badannya dan tersenyum dengan lebar. "Mau Mas" Ujar Kesya dengan semangat.
Arka menarik kursi dan menyuruh Kesya duduk. Kesya memandang suaminya penuh cinta, yang sedang memotong sayur, bawang, dan cabai.
" Mas, pake telor ya"
Mie instan ala Arka pun selesai. Dari wanginya saja sudah mengunggah selera Kesya. Kesya langsung mengambil garpu dan menyangkutkan mie tersebut, mengangkatnya, hingga mengeluarkan asap-asap dengan bau nya yang khas. Kesya meniup sedikit kemudian memasukkannya kedalam mulut. menyeruput mie yang menggantung di bibirnya hingga lenyap masuk ke dalam mulutnya.
"Eeeeumm... Mas ini enak banget" Ujar Kesya.
Arka tersenyum dan menyodorkan segelas air kepada Kesya.
"Pelan-pelan sayang makannya"
Arka menarik kursi dan memandangi wajah sang istri. Setelah selesai makan, Kesya ingin mencuci piring kotornya, tetapi Arka melarangnya. Karena sudah malam, dan pastinya air sangat dingin. Arka tidak ingin tangan istrinya kedingin. Kesya pun mengikuti kemauan sang istri.
Sesampainya di kamar, Kesya meraih ponselnya. "Mas, Ayah besok nyampe, Key jemput Ayah ya"
" Iya sayang, nanti di antar Duda ya"
Kesya pun menganggukkan kepalanya.
"Mas mau kemana?" Tanya Kesya saat melihat Arka ingin merebahkan dirinya kembali ke sofa.
"Tidur"
" Sini aja" Ujar Kesya malu-malu.
__ADS_1
Arka langsung tersenyum, dan membawa banyak serta gulingnya. Dengan langkah besar Arka mendekati tempat tidur dan naik keatasnya. Saat Arka sudah merebahkan dirinya, tiba-tiba Kesya naik ke atas tubuh Arka, dan menciuminya.
Tanpa mau buang waktu, Arka langsung saja melanjutkan aksinya. Sebelum mood sang istri berubah kembali.
Kesya sudah bersiap menjemput sang Ayah.
" Mau kemana Key? udah rapi" Tanya Mami Laura saat melihat Kesya yang udah rapi.
" Jemput Ayah Mi"
" Ya udah, kita sarapan dulu ya"
Kesya pun menganggukkan kepalanya. Setelah seluruh keluarga lengkap, Papi Farel memimpib membaca doa makan, dan mereka pun menikmati makanannya.
" Kenapa sayang?" Tanya Mami Laura kepada Kesya.
" Rasanya kok hambar ya?" Ujar Kesya.
" Masa sih? " Ucap Arka, kemudian Arka menyuapkan nasi goreng yang ada dipiringnya. " enggak kok"
Kesya menatap suaminya kesal, "Beneran Mas, ini hambar. Gak terasa garamnya" Ujar Kesya dengan nada kesalnya.
Kemudian Arka berinisiatif menyendokkan nasi goreng yang berada di piring Kesya. " Enggak kok Yank"
Kesya berdecak dan menyendokkan makanannya yang ada di piringnya. "Tu kan hambar" Ucap Kesya merengut.
Mami Laura tersenyum melihatnya, sedangkan Papi farel menatap menantunya heran. Nasi goreng yang dimakannya sama dengan nasi yang mereka makan semua. Tetapi kenapa hanya di piring Kesya yang hambar? batinnya.
" cobain deh nasi Mas, sama aja dengan yang kamu punya" Ujar Arka menyendokkan nasi dan menyuapi Kesya.
Kesya membuka mulutnya. " Punya Mas Kok enak? punya Kesya Kok hambar?" ujar nya.
Papi Farel melihat ke arah sang istri yang sudah tersenyum-senyum dari tadi. Papi Farel menyenggol lengan istrinya, dan bertanya kenapa sang istri tersenyum. Mami Laura membisikkan sesuatu kepada Papi Farel, dan Papi Farel ikut tersenyum dan memperhatikan anak dan menantunya dengan bahagia.
Kesya menyendokkan nasi yang dipiringnya, kemudian di masukkan kedalam muluynya. "Hambar", lalu Kesya menyendokkan nasi yang dipiring Arka, kemudian memasukkannya kedalam mulutnya. " Enak". Kesya memandang wajah suaminya dengan Puppy eyes nya, seolah meminta tukaran piring. Arka langsung saja memindahkan piringnya kehadapan Kesya, dan piring Kesya di pindahkan ke hadapannya.
Kesya memakan nasi tersebut dengan lahap. Porsi Arka yang banyak, habis dalam seketika dengan Kesya. Biasanya Kesya tidak akan pernah sarapan sebanyak itu.
.
.
.
.
.
Dukung terus ya cerita author.
LIKE +VOTE +RATE + KOMENNYA sangat di nanti loh..
__ADS_1
Terima kasih juga buat yang udah kasih Like dan Vote nya..