
Veer terkejut saat merasakan seseorang memeluknya dari belakang. Perlahan Veer menoleh kebelakang, dan mendapati Nafi yang tertidur dengan lelapnya. Wajah cantiknya terlihat sangat lelah, namun juga terlihat sangat nyaman. Ujung bibir Veer tertarik tipis membentuk sebuah kilasan senyuman.
Perlahan Veer membalikkan tubuhnya, hanya untuk memandang wajah tenang Nafi. Veer menatap mata yang tertutup itu, kemudian turun ke hidung, dan berhenti di bibir ranum Nafi yang terlihat sangat menggoda. Perlahan kilasan ingatan saat Veer menempelkan bibirnya ke bibir Nafi pun mulai bermain di ingatannya.
" Gak.. gak..gak.." Veer berusaha mengenyahkan fikiran yang mulai traveling itu.
" Tapi, tu bibir lembut banget deh.. "
Tangan Veer perlahan bergerak dan ingin menyentuh bibir Nafi.
"Eeuumm..."
Veer terkejut dan menahan napasnya saat Nafi semakin mempererat pelukannya. Nafi menyembunyikan wajahnya di lengan Veer, tangannya meremas lembut dada Veer, dan kakinya menggesek bagian bawah Veer, seakan mencari kenyaman di sana.
" Shit.." umpat Veer dalam hati.
Perlahan Veer melepaskan tangan Nafi dari dadanya. Namun Nafi malah beringsut naik keatas tubuh Veer.
" Eeuumm... Eunwo oppa." gumam Nafi, dan menenggelamkan wajahnya di leher Veer. Nafi juga menciumi leher Veer, hingga membuat Veer kegelian Daan...
" Ni cewek bahaya banget sih.." gerutu Veer, dan berusaha menurunkan Nafi dari atas tubuhnya.
" Berat banget sih ni cewek, badan aja yang kurus, beratnya ngalahin gajah. ukh.."
Veer berhasil menurunkan Nafi dari atas tubuhnya. Veer bangkit, dan memandang wajah Nafi dengan sengit. Lihatlah, wajah tanpa dosa itu malah semakin membuat Veer kesal. Pasalnya kaki Nafi yang menggesek bagian bawahnya membuat sesuatu di bawah sana bereaksi dan terasa sesak.
" Nyebelin banget sih.. Kamu lagi, ngapain pake bangun segala hah?" Veer mengajak juniornya ngobrol.
" Ni cewek tidur udah kayak mayat hidup. Gak sadar apa dia ada orang di sebelahnya."
Di tempat lain, Tata dan Dedi sedang menertawakan bagaimana nasib Veer. Tata terbangun dari tidurnya saat mengingat kebiasaan Nafi tidur. Tata menjadi kasihan dengan Veer, dan mencoba untuk memperingatkan Veer dengan mendatangi tenda mereka. Namun Dedi menghalangi jalan Tata, dan bertanya kemana Tata ingin pergi. Tata ingin menjelaskan kepada Veer, jika Nafi memiliki cara tidur yang unik. Nafi suka mengigau jika sudah lelah dan ada masalah yang mengganggu, dan Nafi tidur sangat lasak, dan bisa mengganggu orang yang berada di sebelahnya.
Dedi sudah sakit perut menahan tawanya, Mengingat Nasib sang bos yang pastinya akan tersiksa di malam pertama mereka.
Veer tertidur dengan posisi duduk. Posisi ini lebih aman untuk dirinya dan Juniornya. Nafi benar-benar sangat mengganggu tidurnya. Lihat saja, Veer yang tertidur sambil duduk pun masih tidak bisa merasa nyaman, karena Nafi yang menendang dirinya.
" Ni cewek lasaknya melebihi ulat nangka." Kesal Veer.
Andai saja tidak ada peraturan yang mengatakan, jika mereka wajib menghabiskan malam pertama di tenda, sampai besok pagi seseorang mengintruksinya, mungkin Veer sudah keluar dari tenda sekarang dan tidur dengan nyaman sambil memandang bintang. Nasib lah harus terjebak dengan cewek aneh dan super lasak ini jika tidur.
Nafi merenggangkan tubuhnya dengan merentangkan tangannya. Tidurnya terasa nyenyak, walaupun hanya beralaskan matras tidur.
" Aaaaa....." Nafi berteriak saat mendapati wajah Veer yang duduk di hadapannya sambil menatapnya tajam.
Nafi menyilangkan tangannya di dada. " Mau apa Anda? Ke-kenapa Anda bisa di sini?, Dasar playboy kurang ajar. Apa yang anda lakukan? " Kesal Nafi dengan emosi yang siap untuk meledak.
Bibir Veer sudah berkedut, rasanya siap untuk menerkam Nafi dengan kata-katanya. Nafi benar-benar memulai hidup Veer dengan tidak baik. Pertama, tidur Veer yang terganggu, dan sekarang, Nafi malah menuduh Veer melakukan hal yang tidak dilakukannya.
Tatapan mata Veer yang tajam, dan aura yang terlihat sangat tidak bersahabat membuat Nafi harus menelan ludahnya kasar. Nafi mengedip-ngedipkan matanya cepat karena merasa gugup dan takut.
" Ap--apa yang Anda lakukan?" Tanya Nafi bergetar.
Veer mendekat, dan mengukung tubuh Nafi, hingga membuat tubuh Nafi setengah tertidur.
" Kamu tidak ingat semalam kita telah melakukannya? Kau sangat ganas sayang." Veer menyeringai bagaikan iblis tampan.
" Me-melakukan apa? Anda..? Ap--apa yang anda lakukan?" Nafi melihat kearah tubuhnya, sedikit bernapas lega karena Nafi masih menggunakan pakaian lengkap.
" Kamu tidak ingat sayang?, kalo kamu yang melakukan ini.." Veer menunjukkan lehernya yang sedikit memerah bekas ciuman Nafi semalam.
__ADS_1
" Anda pasti ingin menjebak saya, iya kan?" Ujar Nafi galak saat melihat tanda merah di leher Veer.
" Aaahh.., menjebak? sepertinya kita memang sudah terjebak untuk enam bulan kedepan." Veer memberikan senyuman iblisnya.
" Kau... Apa yang kau lakukan?" Nafi melupakan bahasa formalnya.
" Aku tidak melakukan apapun, tapi kamu yang melakukannya. Kamu bilang kamu sangat membenciku, tapi lihat, apa yang kamu lakukan.. Ohh, kamu telah menodai ku.." Ujar Veer dramatis sambil memundurkan dirinya dan memelum tubuhnya.
" Kau..."
" Nonaa.. Tuan, kalian boleh keluar.."
Suara Tata terdengar dari luar tenda.
'Keluar? Maksudnya? apa Tata tau jika Veer berada di tenda yang sama dengan aku?' Batin Nafi. Nafi menatap tajam kearah Veer.
Veer sudah tidak memperdulikan tatapan Nafi, saat ini yang di butuhkan Veer adalah udara segar. Dengan cepat Veer keluar, dan langsung membuang napas lega dengan kasar..
" Haaahh...."
" Waah, seger banget bos. Kayaknya semalam bergadang terus yaa bos.. Puas nih?, sampai berbekas gitu.." Goda Dedi.
Veer menatap tajam Dedi, " Gaji kamu saya potong"
" Bisa. yaah, jangan dong. Saya cuma bercanda bos.." Dedi mengejar Veer yang berjalan ke arah kamar mandi umum.
" Booss"
" Apa? Kamu mau ikut saya mandi?"
" Gak bos, saya masih normal."
" Siapkan baju saya."
Nafi masih bingung dengan apa yang terjadi, bagaimana dia bisa satu tenda dengan Veer?, sebenarnya apa yang terjadi? Terakhir kali yang Nafi ingat adalah, dirinya baru saja makan Mie instan buatan Veer yang terasa sangat enak. Lalu, bagaimana dia bisa satu tenda bersama Veer?.
Nafi kembali kealam sadar saat suara Tata mengintruksi dirinya.
" Nona, sebaiknya Anda bersiap. Kita akan kembali ke kota B sekarang."
" Tata, apa yang terjadi? Kenapa kamu terlihat biasa saja saat mengetahui jika aku berada dalam satu tenda yang sama dengan tuan Veer?"
Tata yang siap untuk meninggalkan tenda, kembali terduduk dan menatap Nafi dengan terkejut.
" Nona tidak ingat apa yang terjadi?"
Nafi menggeleng. Tata menghela napas kasar, ini tidak baik.
" Apa yang terakhir kali Nona ingat?"
" Eemm, aku sedang makan mie instan yang kamu berikan, kemudian aku beranjak kepenginapan setelah makan."
" Lalu?"
" Lalu? Yaa aku tidur Tata, dan saat aku terbangun, aku sudah mendapati diriku di dalam tenda yang sama dengan Tuan Veer. Sampai suara kamu yang menyuruh kami untuk keluar."
Tata terlihat berulang kali menghembuskan napas kasarnya.
" Nona, sebaiknya anda membersihkan diri dulu, nanti saya akan jelaskan."
__ADS_1
" Tata, apa yang terjadi?, apa saya melupakan sesuatu?"
" Nona tenang yaa, sebaiknya Nona jangan berfikiran macam-macam dulu kepada Tuan Veer. Ini tidak seperti yang Nona fikirkan. Sebaiknya sekarang Nona membersihkan diri Nona dulu."
Nafi menghembuskan napasnya, dia harus menuruti nasehat Tata, jika tidak ingin terlihat seperti orang gila didepan Veer, orang yang sangat di bencinya. Nafi, sangat membenci pria playboy, yang tidak bisa setia, dan hanya memainkan perasaan wanita. Yaa, Nafi sangat membenci pria seperti itu.
Tata dan Nafi, berselisih di kamar mandi umum dengan Dedi, dan Veer yang baru saja selesai dengan pakaiannya.
Mata Nafi masih tertuju kearah leher Veer yang sedikit memerah. ' Masa sih aku yang lakuin?' Batin Nafi.
Nafi bukannya tidak tahu, tanda apa yang ada di leher Veer. Nafi wanita dewasa yang paham betul tentang hal itu, apa lagi Nafinsuka membaca novel, dan terkadang sering tertulis di sana tanda apa itu.
Nafi membuang wajahnya kearah lain dengan kesal saat ketahuan dengan Veer jika dirinya sedang memperhatikan leher Veer.
" Dasar playboy" Gerutu Nafi yang di dengar oleh Veer, Dedi, dan Tata.
Veer menyeringai dan mendekat kearah Nafi, hingga Nafi harus memundurkan dirinya. "Aku playboy, tapi aku tak seganas kamu. Yang meninggalkan jejak di leherku." Bisik Veer yang jelas hanya Nafi yang mendengarnya.
Nafi membelalakkan matanya, Emosinya langsung memuncak dan mendorong tubuh Veer
" Dasar pria brengsek." Maki Nafi dan mulai memukuli Veer. Veer terkejut saat mendapati kemarahan Nafi yang seharusnya tidak perlu sampai berlebihan seperti ini.
" Apa yang kau lakukan, kau pasti menjebak ku. Dasar brengsek."
" Nona, tenang lah. Nona.." Tata mencoba menenangkan Nafi, namun Nafi terus mencoba melepaskan tangannya dan ingin memukuli Veer, karena tangan Nafi sudah di pegang oleh Veer.
" Nona, tenang lah. Tuan Veer tidak bersalah. Nona, aku mohon tenang lah." Bentak Tata, yang mana membuat Nafi terkejut dan menghentikan pergerakannya untuk memukul Veer.
" Tuan tolong lepas" Titah Tata, Veer pun melepaskan tangan Nafi.
Tata langsung memegang tangan Nafi agar tidak kembali menyerang Veer. " Nona tenanglah, semua tidak seperti yang anda fikirkan. Saya akan jelaskan semuanya kepada Nona. Nona harus tenang ya.. Nona ikuti instruksi saya"
Tata menyuruh Nafi menarik napas dan membuangnya, hingga Nafi terlihat mulai tenang. Veer dan Dedi hanya memperhatikan kedua wanita itu.
" Nona, saya akan jelaskan setelah nona membersih__"
" Jelaskan sekarang. Saya mau penjelasan sekarang." Ujar Nafi yang sudah kembali dan mode galaknya.
" Baiklah. Mari Nona duduk dulu" Tata menuntun Nafi untuk duduk.
" Tuan, anda sebaiknya juga ikut duduk."
Veer yang masih bingung kemudian lantas ikut duduk.
" Jadi begini, Nona dan Tuan Veer sudah menikah.."
" Apa, menikah? Gak, gak mungkin.. Ini pasti salah.. Aku gak mungkin nikah sama playboy kayak dia. Gak, kamu pasti bohong Ta. Kamu bohong.."
" Nona tenang lah, saya akan jelaskan semuanya. Nona tenang dan jangan memotong cerita saya."
Tata menceritakan kronologi saat Nafi terjatuh dari air, Kemudian hingga mereka menemukan Veer dan Nafi yang tidak menggunakan pakaian lengkap. Dan mereka harus dingukum karena telah mengotori pulau Gapura, hingga mereka harus di nikahkan.
" Menikah? Aku harap semua ini mimpi."
IG : Rira Syaqila
jangan lupa Tap jempolnya yaa..
Cukup like aja udah buat aku bahagia banget loh.
__ADS_1
Mari saling berbagi kebahagiaan.
Salam SULTAN KHILAF.