KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
Bab 173 "7 bulanan"


__ADS_3

Puput menutup wajahnya dengan selimut. Dia tidak sanggup menatap wajah Fadil yang terus saja menatapnya sedari tadi.


" Iihh,, udah dong Kak, jangan di liatin gitu terus. Aku malu tau" Ujar Puput di bawah selimut.


Mereka baru saja melewati malam pertama mereka sebagai pengantin Baru. Fadil belum mengadakan resepsi pernikahan, yang di fikiran Fadil yaitu menjadikan sang pujaan hatinya Sah menjadi istrinya.


" Kamu cantik, dan sangat nikmat" Bisik Fadil di akhir kalimatnya.


" Iih, apaan sih. "


Fadil menarik tubuh Puput yang masih tergulung selimut.


" Aku mencintai mu Put."


Puput menurunkan sedikit selimutnya, hingga menampakkan matanya.


" Aku juga"


cup.. cup..


Fadil mencium kedua mata Puput. Puput kembali menutup wajahnya karena malu. Fadil terkekeh dan menarik Puput kedalam pelukannya.


" Kita mandi?"


" Hmm, tapi..."


" Masih perih?" Tanya Fadil.


Puput menganggukkan kepalanya.


" Tunggu di sini"


Fadil beranjak dari tempat tidur dan menuju kamar mandi. Fadil menyiapkan air hangat dan tetesan aroma terapi kedalam air.


Fadil kembali dan mendapati Puput yang sudah membungkus diri nya dengan selimut. Perlahan Fadil mengangkat tubuh Puput dan membawanya ke kamar mandi. Mereka berendam bersama, benar-benar berendam di dalam bath up yang sama, tanpa melakukan kegiatan yang menguras tenaga. Hanya bercerita dan saling menggoda dengan kata-kata. Puput baru tau, jika ada sisi romantis yang terdapat di diri Fadil, selain sifat cueknya yang selalu lebih dominan.


Tak terasa kehamilan Kesya sudah memasuki bulan ke 7. Acara tujuh bulanan pun di adakan dengan meriah oleh Papi Farel. Semua orang hadir, termasuk seluruh karyawan Kesya. Ada 3 karyawan baru. Semenjak Sasa menghilang, saya kelabakan karena biasanya Sasa yang menghandle semuanya.


Anak yatim piatu dan fakir miskin yang berada di daerah rumahnya pun juga di undang oleh Papi Farel. Papi Farel juga mengundang anak-anak dari panti asuhan, dan panti jompo yang sering di datangi oleh Sasa dulu. Di mana Arka dan Kesya menjadi Donatur tetap di panti jompo tersebut.


Teman-teman Kesya di radio juga di undang. Beti sangat antusias bertemu dengan Kesya. Secara semenjak menikah, Arka melarang Kesya untuk menyiar lagi. Karena tidak ingin Kesya di ganggu dengan penggemarnya yang setiap hari mendatanginya, apa lagi Ariel Noah KW itu. Yang sepertinya semakin terobsesi kepada kesya.


Setelah banyaknya ujian yang menimpa toko Kesya, Daddy Roy, Mami Shella, dan Bara. Di mana Bara yang biasa ceria, terlihat sangat murung setelah kepergian Sasa satu bulan lalu. Bahkan Mami Shella juga tidak banyak bicara seperti biasa.


" Key, Sini sayang" Panggil Mami Laura.


Kesya pun menghampiri Mami Laura, dan duduk di kursi yang sudah di sediakan. Pembacaan doa pun di mulai, semua doa di kirimkan untuk yang terbaik bagi kesya dan calon anaknya nanti.


Banyak juga hadiah yang di berikan, dari perlengkapan Bayi, hingga perlengkapan untuk sang ibu. Kesya bahagia dan sangat beruntung memiliki Arka dan kuarganya. Dukungan mereka selalu membuat Kesya kuat menghadapi segala ujian yang menghampiri.


" Sayang, kamu cantik. Aku makin cinta" Bisik Arka dan mengecup kening Kesya dalam.


Puput dan Fadil menghampiri mereka berdua. "Waah, romantis-romantis gak liat sikon. Ada anak gue nih" Ujar Fadil sambil menunjuk ke arah Lana yang sedang tertidur lelap di gendongannya.


" Bilang aja Lo juga pingin"

__ADS_1


cup..


Tiba-tiba saja Fadil mencium pipi Puput, membuat wajah Puput memerah malu dan memukul bahu Fadil pelan. " Iih, apaan sih. Malu tau"


" Udah Sah yank" Mereka pun bercanda bersama, namun tanpa sengaja mereka berempat melihat kearah Bara yang terlihat sedang melamun dengan sepiring kue rintangannya.


" Belum ada kabar juga tentang Sasa?" Tanya Kesya yang masih memandang sang Abang.


" Belum. Sasa benar-benar seperti di telan bumi."


Vina dan Vano datang ikut bergabung dengan Kesya, Arka, Puput, dan Fadil.


" Kayaknya lebih berat kehilangan Sasa dari pada Lia" Ujar Vina.


" Hmm, Sasa memang beda"


" Yaa, Semoga saja mereka bisa bersatu lagi."


" Amiinn" Jawab semuanya serentak.


" tca..tca..tca.." Ujar Baby Zein sambil meraih tubuh Kesya. Kesya mengambil alih Baby Zein dari Vano.


" Ooh, Rindu Aunty yaa sayang. Pingin di gendong Aunty ya" Ujar Kesya sambil menciumi pipi Zain.


" Iya Oma" Jawab Vano, yang mendapat lirikan tajam dari Kesya.


" Udah nasib Key, kawin sama om-om" Tambah Vina lagi.


Tawa pun menggelegar, hingga Bara menoleh dan ikut bergabung bersama mereka.


" Usil banget si Lo Bar" Ujar Fadil kesal dengan Bara. Lana Baru saja tertidur setelah rewel sedari tadi.


" He. he. he.. Biar rame aja gitu" Ujar Bara dan semakin mengganggu Lana yang sudah berpindah ke gendongan Puput.


" Bara, jangan di ganggu Lana nya, Kamu ih.. Kalo kamu buat sendiri sana" Ujar Tante Mega dan kemudian menutup mulutnya rapat-rapat. Seolah tau jika dia baru saja salah ngomong.


Bara hanya tersenyum kecut dan beralih mengganggu Zein.


Plaak..


Tangan mungil Zein mendarat di pipi Bara, hingga menimbulkan bunyi yang nyaring, hingga mengundang tawa dari semuanya.


" Waah, Anak Papi pinter banget sih" Ujar Vano dan terkikik geli melihat wajah Bara yang sudah gemes dengan Zein.


Setidaknya untuk sesaat Bara bisa tersenyum dan melupakan kesedihannya. Walaupun Zein menolak untuk di ciumi dan di gendong oleh Bara. Baby Zein juga menjambak rambut Bara karena memaksa untuk menggendongnya.


Huwaaa... owaaakk.. Tangis Baby Zein pun pecah, hingga Bara mendapat teguran dari Mami Shella.


Bara hanya tersenyum tipis, dan beralih mengambil anggelina yang memang juga terbilang dekat dengan Bara.


Bara membawa anggelina menjauh dari kerumunan dan mengajaknya bermain di luar.


Acara tujuh bulanan Kesya pun berjalan dengan lancar. Anggelina juga sudah tertidur dalam gendongan Bara. Bara meletakkan Baby Anggelina di dalam kamar nya.


" Bar " Panggil Tante Mega.

__ADS_1


Bara menoleh dan dan tersenyum.


" Maafin ucapan Tante tadi ya"


Bara tersenyum tipis. " Gak pa-pa kok Tan,"


" Makasih ya"


Bara hanya menjawabnya dengan anggukan kecil dan senyum tipis. Entah kemana perginya senyum Bara yang selalu terkembang lebar dan memamerkan sederet giginya yang rapi dan putih.


Kesya mengelus perut buncitnya dengan sayang. Saat ini hanya ada dirinya, Vina, Anggun, Ara dan Puput.


" Jadi, apa kami sudah akan mendapatkan kabar gembira?" Tanya Vina sambil menaik turunkan alisnya untuk menggoda Puput.


Puput tau kemana arah tujuan omongan Vina. "Doain aja ya Mbak, semoga di segerakan. Lagian Lana masih terlalu kecil"


" Iya, di nikmati aja ya. Anggap aja bukan madu dalam jangka waktu panjang"


Tawa semuanya pun pecah.


" Anggun kapan?" Tanya Vina lagi.


" Insya Allah sehabis Tante Kesya lahiran Mbak. Kan Tante Kesya request nya mau lahiran dengan aku"


" Iya dong. Ngapain dengan dokter lain jika ada dokter cantik yang bakal jadi keluarga." Tambah Vina.


Ara menghela napasnya. " Hah, Mbak Puput udah kawin, tinggal tunggu buncit aja. Mbak Vina usaha da Baby Zein, tinggal nanam Saham aja tiap malam buat hadiri adik Zein, Mbak Kesya juga udah ada Baby twins, Mbak anggun mau nikah habis lahirannya Mbak Kesya, Lah aku? Tetap jomblo.. Hikss" Ara membuat mimik sedih.


" Kamu ya Ara, mulutnya itu gak di rem" Ujar Vina.


" Ya mau gimana Mvqk, nasib kebelet kawin tapi gak di kawinin"


" Iih, ini mulut emang minta di cocol saus x ya" Geram Vina dan mencubit mulut Ara yang sedang mengerucut.


Kesya dan yang lainnya tertawa melihat Vina yang sedang menceramahi Ara. Di tambah lagi Vina mengungkit kejadian seminggu lalu, di mana Ayah nya Ara menjemput Ara pulang dan mengancam jika Ara tidak melanjutkan kuliahnya, Ara akan di nikahkan dengan jodih pilihan ayahnya. Namun Ara mengatakan jika dia tengah mengandung anak dari kekasihnya, yaitu Jodi. Di mana Jodi yang tidak tau apa-apa dan menjadi korban pun, langsung babak belur di buat oleh Om Samsul, ayahnya Ara. Untung saja Bara dan Arka cepat mendengar kegaduhan yang terjadi dan memeisahkan Om Samsul yang tengah memukuli Jodi, sedangkan Ara sudah menangis histeris melihat wajah Jodi penuh lebam dan darah.


Ara tidak berfikir sampai sejauh itu, jika dia berbohong tengah hamil anak Jodi. Dan membuat Jodi di pukuli ayahnya hingga babak belur. Saat yang tepat, Leo dan Anggun datang. Anggun kebetulan ingin memeriksa keadaan Kesya, dan saat yang sama juga Om Samsul menyuruh Anggun untuk memeriksa apa benar Ara hamil atau tidak. Hingga menyruh Ara melajukan visum. Daddy Roy dan Mami Shella smapai tidak percaya dengan permintaan Samsul yang terbilang kelewatan dan tidka mempercayai putrinya itu.


Jodi sudah di obati oleh Leo, ada luka robek di pelipis matanya, dan membutuhkan jahitan. Hingga Samsul memaksa Ara pulang setelah hasil visum mengatakan jika Ara masih perawan. Ara sempat protes dan mengancam akan bunuh diri jika Ayahnya masih memaksanya pulang, dan memaksanya untuk melanjutkan kuliahnya.


Daddy Roy memberi nasehat kepada Sama, agar memberikan kepercayaan kepada putrinya. Dan Daddy Roy sebagai penjamin Ara, jika Ara akan menjadi orang yang sukses. Samsul tidak bisa melawan Daddy Roy, dan saat ini Daddy Roy telah menjadi Persai untuk Ara, dalam mewujudkan hak dan impiannya. Samsul pulang dengan membawa janji yang di ucapkan oleh Daddy Roy, dan mengancam Jodi untuk menjauhi anaknya. Daddy Roy mengatakan jika antara Jodi dan Ara tidak terjadi apapun, bahkan Ara lah yang selalu megejar-ngejar Jodi.


Ucapan Samsul kepada Ara, yang mengatakan Ara perempuan tidak tau diri dan rendahan, membuat Daddy Roy murka dan melayangkan tangannya ke pipi Samsul. Tidak hanya janji yang di bawa oleh Samsul, melainkan bekas tamparan dari Daddy Roy pun ikut pulang bersamanya.


..** Hai readers...


Selamat menjalankan ibadah puasa ya..


mohon maaf lahir dan bathin, jika ada salah kata yang pernah aku ucapin yaa..


Salam sehat selalu, Dan semoga puasanya mendapatkan pahala berlimpah.. Amiin..


Budayakan setelah membaca untuk menancapkan jempolnya ya...


Terima kasih. Salam KesAr.

__ADS_1


__ADS_2