
Mata Kesya dan Arka yang tadinya saling menatap, langsung beralih ke pintu yang terbuka. Yang menampilkan sosok yang sangat di takuti Arka, dan beberapa Direksi yang juga pemegang saham.
Arka dan Kesya yang sadar dengan posisi mereka langsung berdiri dengan tegap. Kesya menundukkan wajahnya dan menggigit bibirnya, betapa malu dirinya saat ini. Kejadian dirinya berada di atas Arka bukan hanya kali ini di lihat oleh Kakek Farel, dan saat itu malahan Kesya tanpa sengaja mencium Arka. Dan itu adalah ciuman pertamanya.
'Pasti kakek berfikir kalo aku godain Om Arka. Aduuh, mau di tarok di mana muka ku.' batin Kesya.
Wajahnya yang sudah memerah membuat Farel tersenyum.
" Kesya, beritahukan kepada orang tua mu, malam Minggu kami akan datang kerumah dan melamar mu" Ucap Kakek Farel dengan tegas tapi lembut, yang mana membuat Kesya mengangkat wajahnya dan membulatkan matanya tidak percaya dengan mulut yang terbuka.
Berbeda dengan Arka yang tersenyum sumringah. Tapi senyum itu menghilang saat mendengar suara Papinya.
" Dan kau anak nakal, Kau harus sabar sampai kau bisa memilikinya dengan halal. Jangan menggoda nya terus, tapi berani lah untuk melamarnya, bukan mengatakan cinta di depan media." Gerutu Tuan Farel.
" Selesaikan urusan kalian dengan cepat, lalu turun dan ikut solat Jumat bersama. Jangan biarkan calon menantu ku pulang, karena selepas solat, Papi ingin makan siang bersamanya."
" Dan Kesya, jika Raja berani bersikap kurang ajar kepadamu, katakan kepada Papi, biar Papi kasih pelajaran kepadanya. Oke" Ucap Tuan Farel dan kemudian pergi meninggalkan ruangan Arka bersama pemegang saham yang lainnya.
Arka menatap Kesya yang masih terbengong dengan tersenyum kemenangan.
" Persiapkan dirimu besok malam sayang" Ucap Arka yang mendapat tatapan tajam dari Kesya.
Kesya meraih tas nya dan ingin melangkah keluar, tapi Arka menahannya.
" Papi bilang, beliau ingin makan siang bersama mu. Jadi kamu tunggu di sini ya. Jika perlu apa-apa, bilang saja kepada Sarah." Ucap Arka sambil mencuil hidung Kesya.
Kesya geram kepada Arka, dan menghempaskan tubuhnya kembali ke sofa. Tak berapa lama Sarah datang dengan membawa Jus jeruk dan beberapa cemilan.
"Ada yang lain lagi Nona?" Tanya Sarah.
" Hah? oh, tidak. Terima kasih mbak." Ucap Kesya sopan.
" Sama-sama, jika butuh sesuatu, tinggal panggil saja. Saya selalu berada di luar" ucap Sarah dan undur diri dengan sopan.
__ADS_1
Kesya meminum Jus jeruknya, 'Segaaarr'. Tragedi yang menimpanya hari ini sangat membuat tenggorokannya kering. Kesya kembali memainkan ponselnya. Sudah 20 menit berlalu, Kesya merasa dirinya sangat mengantuk, kemudian di raihnya bantal yang berada di sofa, di sandarkan tubuhnya sambil memeluk bantal tersebut. Dan Kesya pun terlelap dalam tidurnya.
Arka masuk kedalam ruangannya, dan tertegun dengan pemandangan yang berada di hadapannya. Arka mendekat ke arah Kesya, perlahan Arka merebahkan Kesya di sofa panjang. Memberikan kenyamanan kepada calon istrinya ini. Bolehkah Arka menganggapnya sebagai calon istri? sedangkan ada pria lain yang sudah duluan ingin melamarnya. Arka merogoh saku celananya, dan membuat panggilan kepada Papinya. Mengatakan jika Kesya sedang tertidur. Dan benar saja dugaan Arka, jika Papinya melarang Arka untuk membangunkan Kesya. Acara makan siang bersama Tuan Farel pun gagal, tapi lain kali pasti akan terlaksana.
Entah berapa lama Kesya tertidur. Saat dia terbangun, Kesya mengerjapkan matanya, seingatnya dia sedang melihat-lihat sosmednya sambil duduk, lalu kenapa saat ini dia sudah terbaring di sofa?. Dengan Jas yang menyelimuti dirinya. Kesya membelalakkan matanya ketika sadar jika dirinya tertidur di ruangan Arka. Dilihatnya jam yang bertengger manis di dinding. Sudah pukul 3, itu tandanya sudah hampir 3 jam dia tertidur. Lantas bagaimana dengan janji makan siangnya dengan Kakek?, Kenapa Arka tidak membangunkannya?.
Kesya mendudukkan dirinya.
" Kau sudah bangun?" Tanya Arka yang membuat Kesya sedikit terkejut.
"Ah, iya. " Kesya pun berjalan menghampiri meja Arka. " Jas nya nanti biar Key kembalikan setelah di cuci"
" Apa kau suka mengkoleksi Jas ku?"
" Hah?"
" Setiap saya meminjamkan jas kepadamu, kamu selalu berkata akan mengembalikannya, tapi sudah 3 jas ku belum kamu kembalikan. Dan ini yang ke 4" Ucap Arka sambil menunjuk jas yang masih tertengger manis di lengan Kesya.
Saat ulang tahun Group Moza, Kesya di siram air oleh Paula, dan Arka memberikan jasnya. Kedua, Saat Kesya terlempar telor, Arka juga memberikan Jas nya. Ketiga, Saat hal yang memalukan, terbitnya bendera Jepang, Arka langsung menutup bagian belakangnya dengan menggunakan Jas nya. Dan yang keempat, Saat Kesya tertidur di kantornya, Arka menyelimuti nya dengan jas miliknya lagi.
Kesya meringis mengingat setiap kejadian tersebut.
" Om tenang aja, nanti semua jas nya akan___"
" Kamu boleh memilikinya, semua yang kamu sukai dari ku, semuanya akan ku berikan" Ucap Arka dengan sedikit menggoda.
Kesya mencebikkan bibirnya mendengar tutur kata Arka. Kesya menarik kursi yang di depan Arka, dan mendudukkan dirinya. Memandang penampilan Arka yang lebih santai. Dengan lengan kemeja yang sudah tergulung rapi sampai siku, Dasi yang sudah di longgarkan, Serta wajah yang berseri. Lalu Kesya teringat akan sesuatu.
" Kakek?, kenapa Om tidak membangunkan ku? Bukannya Kakek mengajak ku untuk makan siang bersamanya?" Ujar Kesya.
" Papi yang melarang ku untuk membangunkan mu." Ucap Arka.
Membahas masalah makan, Arka teringat jika dirinya belum makan siang, karena menunggu bidadarinya terbangun dari mimpinya.
__ADS_1
" Apa kamu sudah lapar?" Tanya Arka.
" Tidak terlalu, karena sebelum tidur aku sempat mencicipi cemilan yang di siapkan oleh sekretaris Om Arka"
" Baiklah, tunggu sebentar. Saya siapkan beberapa laporan ini, lalu kita makan." Titah Arka.
Kesya ingin menolak, namun tatapan Arka membuat Kesya kembali menyimpan kata-katanya.
Kesya memperhatikan keadaan meja Arka. Berkas yang menumpuk, Air mineral yang tersedia di mejanya. Yang bikin menarik perhatian Kesya, Semua warna yang terdapat di ruangan Arka adalah berwarna merah. Sofa yang berwarna merah yang di padukan dengan hitam. Meja kerja yang berwarna Abu-abu tua dan di padukan dengan les berwarna merah. Serta bingkai foto yang berwarna merah. Jadi bisa di simpulkan oleh Kesya, sepertinya Arka menyukai warna merah. wajar saja dia menyukai red Velvet, ternyata karena warnanya yang berwarna merah.
Unik, Biasanya pria menyukai warna gelap. Seperti hitam, coklat dan biru. Tapi pria yang berada di depannya menyukai warna merah. Kesya jadi teringat dengan mobil yang sering di gunakan nya, juga berwarna merah.
Ah, Kesya tidak tau saja jika laborgini milik Arka juga berwarna merah. Karena tidak ingin terlihat kaya saja, makanya Arka lebih sering menggunakan mobil sejenis sedan, biar terlihat sederhana.
Arka menepati janjinya, menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat. Dan saat ini mereka sedang makan di restoran milik Group Moza juga. Setelah makan, Arka mengantarkan Kesya kembali pulang.
Kali ini Arka ikut turun, dan berpamitan kepada Ayah Nazar yang sedang duduk di teras sambil membaca koran, di temani kopi dan gorengan.
.
.
.
.
.
.
Dukung terus yaa..
LIKE + VOTE + RATE + KOMENNYA.
__ADS_1