
Mami Shella, Kesya, dan Arka sedang duduk sambil menatap ke arah Ara. Ara hanya bisa tersenyum, kemudian menundukkan wajahnya.
" Jadi kamu kabur?" Tanya Mami Shella membuka suara.
Ara menganggukkan kepalanya.
" Kenapa?"
" Tante kan tau, kalo Ara gak suka jadi dokter atau pun perawat. Dan Ayah terus saja memaksa Ara untuk menjadi Dokter, minimal jadi perawat." Ujar Ara sambil menundukkan wajahnya.
" Hmm, trus kuliah kamu gimana?"
" Ara di keluarin "
Mami Shella melotot mendengar ucapan Ara.
" Kok bisa? Kenapa? Ara, masuk ke jurusan kedokteran itu gak murah loh. Ayah kamu udah kerja keras dan negluarin banyak biaya untuk itu semua".
" Ara tau Tante, tapi otak Ara yang tak seberapa cerdas ini, gak sanggup menerima semua pelajaran itu. Ara ingin jadi desainer Tante. Dan jika Ara tidak bisa menyelesaikan sekolah kedokteran, Ara akan di nikahkan. Ara gak mau Tante, makanya Ara kabur." Ujar Ara sambil tertunduk dan terisak.
Mami Shella menghela napasnya kasar. Memang benar, Iparnya itu terlalu memaksakan kehendaknya, Mami Shella juga tau, Ara bukanlah anak yang cerdas. Sewaktu sekolah dulu, Ara sering meminta tolong kepadanya untuk datang ke sekolah, karena gurunya sering mengeluh dengan nilai Ara yang tidak ada kemajuan. Ara berbeda 3 tahun dengan Kesya, dan mereka pernah satu sekolah saat SD.
Kesya mendekati Ara dan memeluknya. Di elusnya punggung Ara. Ara merasakan kasih sayang yang di berikan oleh Kesya, sedangkan kakak dan abangnya saja tidak ada yang mendukungnya sekalipun. Bahkan mereka ikut mengejek kebodohannya.
" Kamu tinggal saja dulu di sini, sampai kemarahan Ayah kamu reda" Ujar Mami Shella.
" Terima kasih Tante".
Kesya membawa Ara ke kamar tamu. Kesya menyuruh Ara untuk beristirahat, dan Ara yang memang sangat letih, akhirnya pun tertidur sesaat setelah dia merebahkan kepalanya di bantal.
Kesya tersenyum, Ara masih terlalu muda, dan masih memiliki sifat kekanak-kanakan. Didikan keras dari Ayahnya, membuat dirinya tidak bisa menjadi dirinya sendiri. Kesya keluar dari kamar, dan menuju dapur.
" Apa Ara sudah tidur?" Tanya Mami Shella.
" Hmm, sepertinya dia kelelahan."
Kesya pun membantu Mami Shella memasak, sedangkan Arka sudah berangkat ke kantor. Di kantor, Arka langsung di sambut dengan berkas yang menumpuk. Ohya, hari ini hari pertama arka jauh dari Kesya, dia mengingat jika saat di kampungnya Duda, Arka pergi ke sawah dan ke sungai, hingga mandi hujan mengelilingi Desa tanpa ada Kesya di sebelahnya, dan Arka tidak mual, pusing, ataupun muntah. Jadi Arka mencoba untuk ke kantor tanpa membawa Kesya. Akan sangat melelahkan bagi kesya jika harus terus mengikutinya ke kantor. Kesya butuh istirahat yang baik. Dan untuk antisipasi, Arka membawa parfum Kesya kemanapun dia pergi.
Ara bangun dari tidurnya, dan melihat kesya sedang membantu Mami Shella menyiapkan makan siang.
__ADS_1
" Tante, Mbak Kesya" Sapa Ara.
" Hai, udah bangun?"
Ara menganggukkan kepalanya, Ara mendekati Kesya dan langsung membantu Kesya yang sedang memisahkan akar toge dan batangnya, dan juga membuang sisa kulit kacang hijau yang masih menempel di kepala toge.
" Kamu gak mandi?" Tanya Mami Shella yang melihat Ara masih menggunakan baju yang sama.
" Nanti aja Tante"
" Dasar malas, persis banget dengan Kesya dulu"
" Ih Mami, bikin malu aja"
" Lah, memang benar kan?"
Kesya hanya mengerucutkan bibirnya. Mami Shella yang melihat itu terkikik dan kemudian memeluk putri bungsu tercintanya. Ara yang melihat itu tentu saja dia sangat iri. Bahkan Mamanya saja tidak pernah memeluknya seperti itu, Mamanya selalu saja membangga-banggakan Kakak dan Abang nya, Bahkan adiknya saja lebih pintar dari nya, dan juga ikut mengejeknya. Sungguh malang nasib mu Ara.
Arka sudah menghubungi Bara, sore ini mereka akan latihan ngedance untuk pertama kalinya. Mereka sepakat latihan di halaman belakang rumah Mami Shella, karena mereka memiliki personil yang masih kecil.
" Jadi, kita mau ngedance apa nih?" Tanya Arka kepada Bara.
Kiki memilih beberapa lagu dari Boy band Korea, dan menyarankannya kepada Arka, dan Bara. Dari 5 video yang di sarankan Kiki, tak satupun yang membuat mereka tertarik. Hingga akhirnya mereka mencari video lain, dan jatuh kepada satu lagu yang menurut mereka dance nya tidak terlalu sulit.
Walaupun simpel, ternyata untuk menggerakkan tubuh mereka sangatlah tidak mudah. Tubuh mereka terlalu kaku untuk menari, tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang terus mengawasi mereka.
" Akhh, lihatnya gampang banget, tapi ternyata susah juga" Ujar Arka yang sudah Ngos-ngosan bersama yang lainnya.
Ara berjalan mendekati para pria tampan yang sedang berpeluh dengan keringat.
" Mau apa kamu?" Tanya Bara kepada Ara yang saat ini menatapnya dengan mengejek.
" Kalian mau ikut audisi? Apa kurang ketenaran yanh di raih oleh Mas Arka? Dan apa kurang pangkat yang di raih oleh Mas Bara?" Tanya Ara sambil tersenyum penuh arti.
" Sudah sana jangan ganggu."
" Yakin mau Ara pergi? Siapa tau Ara bisa jadi penyelamat kalian semua"
" Maksdu kamu"
__ADS_1
" Ara bisa kok ngajarin kalian ngedance."
Seketika Mata Bara dan Arka berbinar.
" Serius?" Ujar Arka dan Bara bersamaan.
" Hmm, tapi jawab dulu pertanyaan Ara, kalian mau ikut audisi di mana?" Tanya Ara dengan wajah polosnya itu.
Setelah memberikan jawaban kepada Ara, Ara tertawa terbahak-bahak mendengarnya hingga dia memegang perutnya karena sakit.
" ha..ha..ha, ya ampun Mbak Kesya, lucu banget sih ngidam nya. Huufftt" Ara menghapus air matanya yang mengalir karena terlalu kebanyakan tawa.
" Jadi, kamu beneran kan bisa bantuin kita?" Tanya Bara sambil menatap Ara tajam.
" Ck, kalo soal ngedance sih, kecil"
Ara pun mulai memberikan gerakan-gerakan tanpa musik. Mereka mengukuti gerakan Ara.
" Calon suami, bukan gitu gerakannya, tapi gini" Ujar Ara kepada Jodi. Bara Yang mendengarnya langsung tertawa, dia tahu jika Ara ini orangnya sangat jahil dan ceplas ceplos. Jodi yang mendengar di panggil 'Calon suami' Oleh Ara, menatap sinis ke arah Ara, bagaimana tidak, Anak ingusan ini menatapnya penuh minat, seolah menelanjangi dirinya.
Duda, Arka, dan Kiki, sudah mengulum senyumnya melihat cara Ara menatap Jodi dan sesekali mencuri kesempatan untuk menyentuh tubuh Jodi, ya maksudnya menyentuh bagian lengan berotot Jodi gitu.
" Gimana latihannya?" Tanya Kesya saat melihat Arka terlihat sangat lelah.
" Berat banget sayang, lebih berat dari angkat besi"
" Jadi gak iklas nih?" pastinya dengan nada Kesya yang merajuk.
" Iklas dong sayang. Buat istriku tercinta ini apa sih yang gak?" Ujar Arka sambil tersenyum sangat manis.
" Makasih sayang" Kesya pun berhambur kedalam pelukan Arka.
Ah, semua rasa penat yang tadi di rasakannya seolah menguap entah kemana. Mendapatkan pelukan hangat seperti ini saja sudah membuatnya segar kembali. Kekuatan cinta yang di miliki Kesya, memang benar-benar sebuah Keajaiban bagi nya.
..** Hai readers...
Budayakan setelah membaca untuk menancapkan jempolnya ya...
Terima kasih. Salam KesAr.
__ADS_1