KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
KCK2 - SULTAN KHILAF 15


__ADS_3

" Jadi, mulai malam ini Nafi tinggal di sini?"


" Iyaa Tu__ Pa.." Veer dengan cepat mengganti panggilannya, karena Papa Danudirja sudah membesarkan matanya yang sudah besar itu.


" Hmm, Baiklah. Papa percayakan Nafi dengan kamu. Jaga Nafi baik-baik."


" Iya Pa.."


" Sayang.. Kamu baik-baik yaa.." Papa Danudirja memeluk Nafi dengan sayang.


" Papa.. hiks.. Nafi gak akan lama kok, cuma enam bulan.. Terus Nafi akan kembali ke rumah, berkumpul bersama Papa dan Mama."


" Iyaa sayang, Selamanya kamu bersama Veer pun Papa gak akan keberatan."


" Papa.. Hikkss.." Rengek Nafi.


Nafi memang sangat manja, terutama dengan Papa nya. Papa Danudirja selalu menuruti semua keinginan Nafi.


" Kalo begitu, kami permisi dulu Besan." Papa Danudirja memeluk Papa Arka.


" Iyaa Besan, Hati-hati di jalan.."


Mama Ayu dan Mama Kesya pun juga berpelukan. " Tolong jagain anak saya ya Besan."


" Pasti Besan, Istri Veer juga telah menjadi Anak kami.."


Sepeninggalan kedua orang tua Nafi. Mereka pamit dengan Kakek Farel untuk kembali kerumah mereka. Nafi yang mendengar mereka pamit pulang pun bingung, karena setau Nafi, mereka tinggal di rumah kediaman keluarga Moza.


Nafi memandang rumah yang sangat terlihat indah, walaupun tidak besar dan tidak semegah rumah Kediaman Moza, tapi rumah milik orang tua Veer terkesan sangat indah sekali. Bisa dikatakan ini adalah istana yang berbentuk kecil. Nafi yang sudah terbiasa melihat rumah Megah, termasuk rumahnya pun, masih merasa takjub memandang rumah milik orang tua Veer. Dalam fikiran Nafi, dia ingin memiliki rumah yang seperti ini. Tidak besar, tapi terlihat megah dan luas.


" Ayoo.."


Veer menarik atensi Nafi yang masih memandang bangunan tersebut.


" Siapa yang desain rumahnya?"


" Kenapa?"


" Sangat bagus sekali.."


" Ooh, Om Gilang. Ini rumah impian Mama. Papa hanya menambahkan detailnya saja."


" Bagus banget.."


" Aku akan kenalin kamu ke Om Gilang."


" Ingat, pernikahan ini harus rahasia." Nafi menghentikan langkahnya.


" Om Gilang keluarga kita. Jadi rahasia kita aman bersama mereka."


" Tapi..."


" Ayooo.."


Nafi melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah Mama Kesya. Pertama kali yang telinga Nafi tangkap adalah suara Auman singa.


"Ve__veerr..." Nafi langsung mencengkram lengan Veer, hingga membuat Veer menoleh.


" Kenapa?"


" It--itu..." Tubuh Nafi bergetar saat melihat seekor singa putih berjalan menghampiri mereka."


" Ohhh, itu Empus.. Kucingnya Quin."


" Ku--kucing?? It--itu bukan Kucing Veer.. Itu singa.." Nafi semakin mempererat cengkramannya di tangan Veer.


" Tenang lah, dia tidak akan menggigitmu."


"Aaauummm.."


"Aaaaa..." Nafi berteriak saat mendengar Auman Empus, dan refleks Nafi memeluk Veer dari belakang.


Deg..

__ADS_1


" Ja-jangan makan aku. Aku kurus.." Racau Nafi..


Veer terkekeh mendengar racauan Nafi. Sedangkan Mama Kesya dan Papa Arka yang melihat Nafi memeluk Veer, tersenyum penuh arti.


" Empus, "


Suara wanita yang sangat Nafi kenal membuat Nafi mengintip dari balik tubuh Veer. Seketika tubuh Nafi yang bergetar semakin menegang, matanya bulat sempurna saat melihat wnaita cantik itu berjalan kearah mereka. Qila, wanita itu adalah Qila. Gadis cantik dan periang, yang Nafi tahu adalah kekasih Veer


" Empus, kamu membuat anggota keluarga baru kita takut."


Nafi menelan ludahnya kasar. Apa singa yang bernama Empus itu miliknya?. 'Mati lah aku, bisa saja Qila cemburu dan menyuruh singa itu memakan dirinya.' Batin Nafi.


" Aauumm..."


" Aaa.. Jangan makan aku.. aku kurus..." Nafi semakin mempererat pelukannya.


" Baiklah, kamu ingin berkenalan dengan kakak ipar? Ayoo.. Aku akan memperkenalkannya."


Quin mendekat kearah Veer dan Nafi. Mama Kesya dan Papa Arka masih melihat interaksi Empus dengan Nafi. Ingat, insting binatang lebih tajam dari pada manusia. Jika Empus merasa aman bersama Nafi, maka Nafi adalah wanita yang tepat untuk Veer.


" Hai kakak ipar.."


Nafi menegang, ' Kakak ipar? Kenapa Qila memanggilnya begitu.'


" Nafi, ayo kenalan dengan Empus dan__"


" Tidaakk.. Aku tidak mau.. aku mau pulang. Aku kesini hanya karena menuruti kepercayaan sialan itu.. Bukan untuk dijadikan mangsa singa.. aku mau pulang. aku mau pulang... hikks...."


Quin membelai kepala Empus dan menyuruhnya duduk. Quin mendekati Nafi yang ketakutan dan masih setia memeluk tubuh Veer.


" Nafi, tenanglah.. Empus tidak akan memakanmu." Ujar Quin sambil membelai bahu Nafi.


" Tidaak.. Aku tau, kamu pasti marah sama aku. Karena aku menikah dengan Veer. Aku tau, kalo kamu cemburu. Aku tau, tapi aku berani bersumpah, jika aku tidak akan merebut Veer dari kamu.. Aku akan mengembalikan Veer setelah 6 bulan.. ya, hanya enam bulan.. aku mohon.. Maafkan aku... jangan jadikan aku mangsa singa... aku mohon... maafkan aku.. maafkan aku.. Hiikss..."


" Nafi tenang lah.." Ujar Veer


" Aku mau pulang Veer.. aku mau pulang.. hikks.."


" Hei, Nafi.. Tenang lah.. Empus tidak akan memakan mu.. Dia hanya perlu berkenalan dengan mu.." Quin mencoba meyakinkan Nafi..


" Kamu sudah merebutnya Nafi.. "


"Maafkan aku.. maafkan aku... hikss.."


" Aku akan memaafkan kamu, setelah Empus menyukaimu.."


" Quinn.." Tegur Mama kesya dan Papa Arka.


Quin terkekeh. " Heeiii Nafi.. Kamu tidak ingin berkenalan dengan adik ipar mu ini?"


Nafi mengintip dari balik tubuh Veer.


" Qila adalah Quin, dan Quin adalah Qila. Jadi kamu tidak perlu merasa bersalah karena telah merebut aku dari Qila. Karena apapun yang terjadi, aku tidak akan pernah bisa menikahi Qila, karena dia adalah adikku. Kembaran ku."


Nafi menelan ludahnya, beserta ingus yang ingin keluar. " Kamu tidak bohong?"


" Aku tidak bohong, kamu bisa buktikan dengan Mama dan Papa."


Nafi melirik kearah Mama Kesya yang sudah berjalan mendekat kearahnya.


" Veer benar, Qila adalah Quin. Jika kamu berfikir Qila adalah kekasih Veer, maka akting mereka selama ini berhasil untuk mengelabui semua orang. Kamu ngerti kan.. Ini semua demi menutupi status Quin sebenarnya." Ujar Mama Kesya sambil membelai lembut kepala Nafi.


Nafi perlahan merenggangkan pelukan di tubuh Veer..


" Aaauummm..."


" Aaaa... Jangan makan aku..." Nafi kembali memeluk Veer.


" Nafi, lihat aku.." Quin mengambil atensi Nafi. "Empus hanya perlu mengendus aroma tubuh mu.. Itu bertujuan agar dia mengenali anggota keluarganya. Dan dia tidak akan menyakiti mu.. Kamu percaya aku kan..?"


" Tidaak.. aku takut. Kamu tau kan jika aku tidak suka dengan hewan.."


" Aku tau.. Tapi perkenalan ini perlu Nafi. Agar kamu aman.."

__ADS_1


" Tidaak.. aku takut.. Hiikss.."


Veer membalikkan tubuhnya, dan menangkup wajah Nafi untuk menatapnya. " Tatap mata aku Nafi "


Nafi menggeleng.


" Nafi, tatap mata aku. Aku mau kamu percaya sama aku." Nafi perlahan membiarkan manik matanya menatap kearah Veer. Tepat di manik mata Veer.


" Empus tidak akan memakan mu, dia ini singa yang sangat jinak. Empus hanya perlu mencium aroma tubuh setiap orang di rumah ini. Agar dia mengenali penghuni rumah ini. Dan ini berlaku untuk kamu, Empus tidak akan pernah menyerang kamu karena dia sudah mengenali kamu sebagai anggota keluarga. Kamu mengerti?"


Nafi menganggukkan kepalanya.


" Berikan tangan mu.." Nafi membiarkan Veer membawa tangannya kepada Quin. Namun saat tangannya baru merasakan napas Empus, Nafi menarik tangannya kuat dan memelu tubuh Veer. Kali ini memeluknya dari depan.


" Tenanglah, Empus tidak akan memakan mu. Aku sudah mengeluarkan uang yang banyak hanya untuk memberikan Empus makanan yang enak."


Veer menarik tangan Nafi, dan mendekatkannya kehidung Empus. "Aku takut Veer.." Nafi menahan tangannya.


" Aku disini, tenanglah..."


Perlahan Nafi membiarkan tangannya ditarik lembut oleh Veer. Dan membiarkan Veer menuntun tangannya kearah hidung Empus. Nafi bergidik geli saat merasakan kumis Empus menyentuh tangannya.


" Eeummppp.."


" Auumm.."


Terdengar Auman dari Empus. Nafi langsung menarik tangannya kuat. Dia tidak peduli dengan tangannya yang terasa sakit saat dia memaksa tarik tangannya sendiri.


" Ak-aku butuh ke toilet.." Bisik Nafi..


Veer memandang wajah Nafi yang sudah bersembunyi di dada Veer. Merasa tidak ada jawaban dari Veer, Nafi kembali bersuara.


" Sekarang Veer.. Aku sudah tidak tahan lagi..hiikkss.. dia keluar.. Hiikss..."


Veer menatap kearah kaki nafi yang sudah mengeluarkan air berwarna kuning pucat. Veer menahan tawanya, tidak.. bukan Veer, tapi semuanya.. Mama Kesya, Papa Arka, Shaka, Abash, dan Arash menahan tawanya. Mereka memaklumi hal itu. Bahkan pembantu mereka ada yang sampai pingsan saat diperkenalkan dengan Empus.


" Hikkss... Ini sungguh memalukan... Aammpp.." Nafi seketika merasakan tubuhnya melayang.


" Apa yang kamu lakukan?" Bisik Nafi.


" Air seni itu najis, jadi aku hanya meringankan tugas mbok untuk membersihkannya."


" Kamu.. akhh.. ini sungguh memalukan.. benar-benar memalukan.." Nafi menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


" Ma, Pa, semuanya.. Veer akan membawa Nafi kekamar."


" Iyaa, istirahat yang nyenyak yaa Nafi.. Maaf sudah membuat kamu takut.." Mama kesya membelai lembut kepala Nafi.


" Iyaa Tan.. Ma.. hikks..." Nafi masih menutup wajahnya. Ini sungguh memalukan. Sangat memalukan..


Veer menaiki tangga, dan membawa Nafi kekamar yang biasa Kayla atau Anggel pakai jika mereka sedang menginap di rumah Mama Kesya.


Veer menurunkan Nafi di dalam kamar mandi. "Bersihkan diri mu. Aku akan menyuruh Quin mengambilkan bajunya."


" Hmm.." Nafi masih menutup wajahnya.


Terdengar suara pintu kamar mandi tertutup, perlahan Nafi mengintip dari sela jarinya, memastikan jika Veer benar-benar keluar..


" Aaaaa.... ini sungguh memalukan.. sangat memalukan... Mau di taruh di mana wajah ku ini.. Aaaaa...... hikksss... "


Veer yang mendengar suara teriakan dengan cepat kembali melangkah, namun saat dirinya ingin menekan daun pintu, Veer terkekeh saat mendengar Nafi meracau karena malu.


" Dasar penguntit.. Awas tu mata bintilan."


Veer terkejut saat Quin tiba-tiba masuk dan memergoki dirinya Yang sedang menguping racauan dan rengekan Nafi di dalam kamar mandi.


IG : Rira Syaqila


jangan lupa Tap jempolnya yaa..


Cukup like aja udah buat aku bahagia banget loh.


Jangan lupa komennya yaa.. Biar makin semangat..

__ADS_1


Mari saling berbagi kebahagiaan.


Salam SULTAN KHILAF.


__ADS_2