KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
Bab 29 ' Ayah '


__ADS_3

"Assalamualaikum "


" Ayaaaaahhh" teriak Kesya dan berlari memeluk ayahnya.


" Key rindu ayah " ucap Kesya sambil mempererat pelukannya.


" ayah juga rindu princess" ucap ayah Kesya yang bernama Nazar.


" Kangennya di sambung nanti yaa, biar ayah istirahat dulu, sayang kan lama di pesawat. pasti capek" ucap Daddy Roy yang muncul di belakang ayah, karena Daddy Roy yang menjemput ayah di bandara.


Kesya dan ayah Nazar melepaskan pelukannya. Dan berjalan sambil merangkul satu sama lain kearah ruang keluarga.


" Sudah sampai zar?" ucap mami Shella.


" Alhamdulillah, seperti yang kau lihat, tidak kurang satu apapun" ucap ayah nazar sambil bersalaman dengan mami Shella dan memeluknya sebagai sahabat.


Ayah, Daddy dan mami memang sudah lama bersahabat. semenjak mereka kuliah, tetapi ayah dan Daddy Roy sudah bersahabat semenjak mereka duduk di bangku SMP. Nasib ayah memang tidak seberuntung dengan nasib Daddy Roy yang memang berasal dari keluarga berada. Ayah hanya seorang anak tukang jahit dan kuli bangunan, tapi itu semua tidak membuat ayah menyerah lebih lanjut ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Bermodal beasiswa, dan bekerja sampingan ayah mampu lulus dengan predikat cumlaude. Ayah Nazar hanya anak satu-satunya, dan tidak memiliki saudara. Karena orang tua nazar berasal dari panti.


Ayah bertemu dengan Ibu kandung Kesya, bernama Siti, saat ospek mahasiswa baru, dari awal ayah bertemu ibu, ayah sudah jatuh hati. Dan terus mendekati ibu hingga mereka akhirnya pun menikah. Sudah banyak pekerjaan yang ayah lamar, cuma belum rezeki ayah untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Hingga kelahiran kesya pun tiba. keluarga ibu juga tidak peduli dengan kehidupan ibu, Hanya Daddy Roy dan mami Shella yang selalu mendukung dan membantu keluarga ayah, Sedangkan orang tua ayah sudah meninggal beberapa bulan setelah ayah nazar dan ibu Siti menikah. semenjak ibu menolak dinikahkan dengan kakek-kakek yang kaya raya, yang berumur hampir 75 tahun, Ibu lebih memilih menikah Dengan ayah, dengan resiko di usir dari keluarga.


Tak apa di usir dari keluarga, asal ibu tidak menikah dengan kakek-kakek. itu sama saja keluarganya menjualnya. Semenjak Orang tua ibu meninggal, ibu dirawat oleh pamannya. Namun istri pamannya yang gila harta membuat Ibu Siti harus hidup seperti pembantu, jika tidak menuruti perintah dari bibinya, ibu akan disiksa bahkan tidak di beri makan. Padahal rumah yang ditempati mereka adalah rumah peninggalan ayah dari ibu Siti. Ibu Siti bisa membayar uang sekolahnya karena ibu sering membantu tetangganya yang memiliki pabrik tempe rumahan. Dari situ ibu mengumpulkan uang, dan saat Masuk kuliah, pamannya memberikan biaya secara diam-diam agar tidak ketahui oleh bibinya. Ibu tidak pernah merasakan bahagia, sampai ibu bertemu dengan ayah.


Dengan bermodal cinta, ibu berani mengambil keputusan menikah dengan ayah dan memilih meninggalkan rumah peninggalan ayahnya. Setelah Kesya lahir kedunia, kebahagian ayah dan ibu semakin berlipat ganda, namun kebutuhan pokok juga semakin besar. Asi ibu yang mengering saat umur Kesya 4 bulan, mengharuskan Kesya meminum susu formula. Kesya yang alergi dengan susu sapi, harus meminum susu soya, dan terbilang tidak murah. Ayah bekerja ekstra pagi, siang dan malam. Tak jarang terkadang Daddy Roy dan mami Shella membantu perekonomian mereka. Hingga Kesya berumur 2 tahun, ibu harus meninggalkan Kesya untuk selamanya karena kecelakaan.


5 hari Sebelum kecelakaan, ibu sempat bercerita kepada mami Shella, jika dia merasa akan pergi jauh sekali, hingga tidak bisa melihat Kesya tumbuh besar. ibu sempat berpesan jika dirinya tiada, ibu meminta agar mami Shella menganggap Kesya sebagai putrinya, sehingga ayahnya menikah dengan orang yang tepat. Tanpa di minta pun mami Shella sudah menganggap Kesya juga sebagai putrinya. Ibu juga sempat menulis beberapa surat untuk Kesya, surat pertama Kesya dapat di saat berumur 7 tahun, surat kedua saat Kesya berumur 10 tahun, surat ketiga saat Kesya masuk SMP, surat keempat saat Kesya masuk SMA, dan surat kelima saat Kesya masuk kuliah. Surat-surat tersebut tersimpan rapi. dan selalu menjadi penguat Kesya bahwa dirinya tidak kehilangan sosok ibu kandungnya.

__ADS_1


Kesya sempat di rawat oleh paman dan bibi ibu, saat itu ayah memutuskan untuk menjadi TKI di salah satu negara tetangga. Kesya tidak di rawat dengan baik, selama 6 bulan Kesya terkena busung lapar. Padahal ayah selalu mengirim uang tiap bulannya untuk kebutuhan Kesya. Tidak sedikit yang dikirimkan oleh ayah Kesya, namun sellau saja kurang dengan alasan susu mahal dan Pampers yang sebentar-sebentar harus di ganti. Mami Shella memiliki firasat yang tidak baik kepada Kesya saat itu. Setiap malam mami Shella selalu bermimpi tentang amanah dari mendiang ibu Kesya. Mami Shella mengajak Daddy Roy untuk mengunjungi Kesya yang tinggal bersama paman dan bibi dari ibunya. Saat itu mami Shella sangat marah dan menyesal karena tidak langsung membawa Kesya tinggal bersamanya. Kesya yang tidur dengan tidak menggunakan baju diatas kain yang terbentang di lantai. bahkan BAB Kesya sudah mengeras dan mengering di Pampersnya. Mami langsung menghubungi kenalannya yang bekerja di Perlindungan anak. Dan menjadikan Kesya di bawah hak asuhnya atas izin dari ayah Kesya. Sejak saat itulah Kesya tinggal bersama Daddy Roy dan mami Shella. tumbuh dengan penuh cinta dan kasih sayang. bahkan dia tidak pernah membayangkan akan sebanyak ini cinta yang didapatkannya.


Jika ada yang bertanya, kenapa ayah tidak menikah lagi? jawabannya adalah rasa cinta ayah hanya untuk ibu dan kesya. Saat kesya berumur 7 tahun, ayah pernah ingin membawa kesya ke Paris. karena saat itu ayah telah menyelesaikan S2 nya dan mendapatkan tawaran kerja di Paris. Tapi kesya menolaknya, karena mbak Vina tidak ingin jauh darinya. Saat kesya berlibur ke paris saja, mbak Vina sempat demam karena terlalu lama jauh dari kesya. Maka dari itu kesya tetap bersama Daddy dan mami Shella. Sebenarnya mereka juga keberatan melepaskan kesya untuk jauh dari mereka. Karena mereka sudah menganggap kesya sebagai anak mereka.


" Waw... menu makanan yang benar-benar aku rindukan" ucap ayah nazar setelah keluar dari kamarnya dengan keadaan lebih segar.


" Kau tau zar, anak mu ini pintar membuat cake, tapi dalam hal memasak. aku masih jagonya. ha ha ha ha" tawa mami Shella yang membuat ku nyengir malu.


" Benar kah? berarti kamu harus membuat cake spesial untuk ayah mu."


" emm, itu.."


"Assalamualaikum "


Kesya sedang menuangkan air ke gelas saat ini, sedangkan ayah dan Daddy sudah duduk di kursi makan sambil mengobrol ngalur ngidul.


" Key, tambah satu lagi ya piringnya, Nak Arka ikut makan siang di sini" ucap mami Shella yang sontak membuat aku menumpahkan air yang sedang aku tuang ke gelas.


" Aduh Key, gitu aja udah grogi" ejek mami Shella.


Ayah langsung mengalihkan pandangannya kepada Arka. tatapan yang tajam tanpa bisa diartikan apa maksudnya. Arka pun mencium punggung tangan ayah dan Daddy Roy.


" Duduk Arka" titah Daddy Roy.


" Ini calon mantu mu loh zar" ucap Daddy Roy yang membuat Kesya sedikit membanting piring di hadapan Arka.

__ADS_1


Dengan wajah memerah Kesya langsung berburu memalingkan wajahnya dan kembali mendekati mami shella yang sedang memotong timun.


" Ngapain di ajak makan sih mi" bisik ku.


" loh, inikan udah jam makan siang, emangnya salah jika diajak makan??" ucap mami Shella yang dijawab gelengan dengan Kesya.


kesya duduk disamping ayahnya, dan otomatis berhadapan dengan Arka. Arka terlihat tegang karena pertama kali berjumpa dengan ayah Kesya, dan sepertinya ayah tidak memberikan kesan ramah kepadanya.


Suasana makan pun menjadi sangat mencekam kan bagi Arka. Tidak untuk Kesya yang sangat bahagia karena bisa makan bersama ketiga orang tuanya.


.


.


.


.


.


hai readers..


jika suka dengan ceritaku, jangan lupa kasih like and vote ya..


terima kasih dan selamat membaca..

__ADS_1


__ADS_2