
Seperti permintaan Arka, saat ini Kesya, Arka, Duda, Jodi, Lehah, buk Siti, dan Pak Rojak sedang menikmati makan siang di bale yang berada di tengah sawah. Tak lupa mengabadikan kebersamaan ini.
" Pengalaman ini gak akan saya lupakan." Ujar Arka sambil menatap luas ke arah sawah yang baru saja di tanami padi.
" Buk, Pak, Lehah, terima kasih karena sudah menerima kami layaknya saudara sendiri. Saya sangat senang, dan disini saya juga menemukan pengalaman Baru yang sangat berkesan. Terima kasih banyak" Ujar Arka.
Saat ini mereka sudah siap dan akan segera kembali ke Jakarta.
" Iya Nak Arka, seharusnya kami yang berterima kasih banyak kepada nak Arka dan nak Kesya. Karena sudah banyak membantu kami, dan terutama masyarakat di sini."
" Tidak Pak, sudah seharusnya saya melakukan apa yang seharusnya saya lakukan."
Buk Siti memeluk Kesya, mengucapkan salam perpisahan, " Jangan lupakan ibuk ya Nak, semoga kamu dan bayi kamu sehat selalu, dan di lancarkan saat bersalin nanti"
" Amiin"
" Kak Kesya" Lehah memeluk Kesya dengan erat dan menitipkan air mata. " Kakak jangan lupain Lehah ya, Terima kasih banyak atas ilmu yang udah kakak ajarkan"
" Tentu kakak gak akan lupakan kalian, kamu harus sering berlatih membuat kue, biar mahir".
" Iya kak" Lehah merelaikan pelukannya. Berhati Ami yang memeluknya
" Terus lah berbakti untuk Desa yang teramat sangat indah ini ya Ami. Jadilah selalu Dokter yang berhati mulia."
" Amiin, makasih banyak Mbak Kesya. Tanpa kalian, mungkin saat ini Kinik Sehat tidak akan pernah ada, dan akan tetap menjadi Pustu hanya hanya di pandang sebelah mata. Terima kasih atas segalanya Mbak" Ujar Ami sambil menitikan air mata.
Kesya mengusap punggung Ami. Kesya mencium punggung tangan Pak Rojak, begitu pun dengan Arka.
Setelah berpamitan dengan semua orang, mobil yang di kendarai oleh Duda pun melaju menjauh meninggalkan halaman rumah Duda.
Kenangan akan terus terukir, dan tersimoan di dalam memori fikiran kita. Kenangan itu harus di ciptakan, dan agar ada cerita di masa mendatang, cerita yang akan kita ceritakan kepada anak cucu kita nanti.
Setelah menempuh perjalanan panjang, akhirnya Kesya dan Arka sampai di Kediaman rumah Moza. Kesya yang tertidur di dalam mobil, langsung di gendong ala bridal style oleh Arka.
" Mbok, itu ada ubi. Nanti tolong di rebus, kemudian di goreng ya" Ujar Arka sebelum berlalu naik ke kamar.
Kebetulan saat mereka sampai, Mami Laura dan Papi Farel sedang berada di rumah Mega, melihat cicit mereka yang pertama.
Sedangkan di tempat lain, Fadil dan Puput sedang sibuk menyiapkan persiapan pernikahan mereka. Saat ini mereka sedang berjalan di sebuah Mall, di mana terdapat menjual pernak pernik pernikahan.
" Ini kayaknya bagus deh," Puput menunjuk souvenir berbentuk gelas Mug lucu. Yang nantinya bisa di ukir karikatur sang pengantin.
" Kamu yakin?"
" Ya lucu aja kan? lihat deh bentuknya ini, gak kayak mug biasa. Tapi kalo kamu gak suka, kan kita bisa pilih yang lain"
__ADS_1
" Kita ambil, kemudian kita cari yang menurut kamu yang cantik. Jadi gak cuma 1 souvenirnya."
" Boleh juga" Mereka pun melihat-lihat souvenir yang lain.
Setelah puas berkeliling, mereka pun kembali ke kantor.
" Kesya udah pulang ya?"
" Iya, kenapa?"
" Aku rindu sama bumil"
" Nanti kita ke sana ya"
Puput menganggukkan kepalanya.
Di kediaman Moza, Arka memanggil Art dengan menggunakan intercom. Arka menyuruh mengantarkan pesanannya tadi. Tak butuh waktu lama, seorang Art mengantarkan ubi goreng lengkap dengan cocolan saos asam manisnya.
Arka langsung meminta Fadil mengirimkan pekerjaan melalui email. Dan Arka pun mulai bekerja setelah mendapatkan email dari Fadil, sambil di temani ubi goreng. Kesya masih terlelap dalam tidurnya.
Di rumah Mami Shella. Mami Shella sedang menangis sambil memukul dada bidang Bara.
" Mi, maafin Bara."
" Kalo kamu sudah lama tau, kenapa kamu masih menjalin hubungan dengannya? Masih banyak wanita lain di luar sana yang lebih canti dan lebih setia dari dia" Teriak Mami Shella dengan bercucuran air mata.
" Mami mau kamu putuskan pertunangan ini"
" Iya Mi, Bara memang berniat untuk memutuskan pertunangan ini"
" Putuskan sekarang atau Mami tidak mau berbicara dengan kamu lagi"
" Iya, Bara akan putuskan dia sekarang. Tapi Mami janji ya, jangan nangis lagi."
Mami Shella hanya menatap anaknya dengan murka. Tega-teganya dia berbohong tentang tunangannya. Mami Shella tidak akan pernah memaafkan pengkhianat.
Di kediaman Moza, Kesya sangat senang karena di kunjungi oleh Puput. Mereka berdua bercerita tentang rencana pernikahan Puput dan Fadil yang akan terlaksana 3 Minggu lagi.
" Lo tinggal bilang aja sama gue, apa yang gue bantu"
" Semua udah beres sih, cuma gedungnya masih bingunng"
" Kok bingung sih, tinggal pake gedung Moza aja"
" Itu dia, Antara gedung wedding atau gedung ball room hotel."
__ADS_1
" Emang Lo mau ngundang berapa juta penduduk?"
" Rencana sih se Indonesia, tapi gue takut di tangkap, karena tidak mengindahkan sosial distancing"
" Gak sekalian aja Lo siarin ke TV-TV?"
" Rencana sih gitu, tapi entar di kira artis cari sensasi"
Kemudian mereka berdua pun tertawa. Entah hal konyol apa yang akan mereka bahas jika sudah bertemu. Sedangkan Fadil berada di ruang kerjanya Arka.
" Gue dapat info, katanya Ando sering banget datangin Puput"
" Iya, gue juga heran, ada aja alasan dia. Pesan kue buat arisan emaknya lah, ada tamu dari luar negri lah, emangnya dia gak punya sekretaris apa ya?"
" Gue rasa dia naksir Puput"
" Gue sih mikirnya gitu, tapi Puput bilang dia sedang merencanakan persiapan pernikahannya."
" Bukannya dia gak pernah dekat dengan wanita?"
" Mungkin dia diam-diam menjalin hubungan. kata Puput dia pernah tunjukin foto calon istrinya. Kata puputbsih cantik." Jeda Fadil. " Oh ya, dia juga minta Puput buat bantu dia nyiapin. pernikahannya"
" Aneh banget?"
" Aneh kan? Gue mikirnya sih gitu. Cuma gue mau berfikir positif aja, lagian Puput sensitif banget menjelang mendekati hari pernikahan kami"
" Biasa itu Mah, lah gue dulu gimana mau nikah sama Kesya? Ada aja yang buat gue cemburu"
" Ya Lo emang pencemburuan kalee. Tuan Posesif"
" Kayak Lo enggak aja"
" Gue jelas beda. Buat gue, cemburu boleh, tapi ada tempatnya"
" Bacot Lo"
Kedua nya pun tertawa.
Tanpa mereka sadari, Jika Ando sudah bergerak lebih cepat dari pemikiran mereka. Ando sudah siap dengan rencananya untuk mempersunting Puput. Walaupun itu dengan cara paksaan sekalipun. Bagi Ando, Dia tidak memikirkan masalah keturunan, yang penting dia akan menjadikan Puput istrinya, dan membuat cinta Puput yang tulus itu berpindah untuknya. Hanya itu, Ando hanya mengharapkan cinta yang tulus dari seorang wanita seperti Puput.
.
.
.** Hai readers...
__ADS_1
Budayakan setelah membaca untuk menancapkan jempolnya ya...
Terima kasih. Salam KesAr.