
Waah, gak terasa sudah sampai 100 episode. Hahahah.. Bisa ngalahin sinetron ' ikatan cinta' gak ya nich ðŸ¤ðŸ¤..
Author mau ngucapin terima kasih yaa buat para reader dan author lain yang sudah membaca dan mendukung cerita ini.. Semoga kita diberi kesehatan dah rezeki yang melimpah.. Amiin..
\=\=\=\=\=\= SELAMAY MEMBACA \=\=\=\=\=\=
Arka sudah siap dengan setelan baju tidurnya, setelah melakukan ritual di kamar mandi bersama Kesya.
Arka melirik ke arah Kesya. Terlihat napas Kesya teratur, dengan mata yang tertutup. Arka meraih ponselnya, dan membuat panggilan.
Kesya mengerjap-ngerjapkan matanya. Kesya terbangun karena merasa haus. Kesya melihat kearah sebelah tempat tidurnya, tidak ada Arka di sebelahnya. Kesya duduk dan meraih gelas yang berada di nakas, Kesya harus kecewa karena gelas tersebut kosong. Dengan mengumpulkan seluruh kesadarannya, Kesya bangkit dan menuju ke dapur. Untungnya di lantai mereka terdapat dapur sendiri.
Samar-samar Kesya mendengar suara Arka sedang membuat panggilan. Kesya melirik kearah jam dinding, menunjukkan pukul 2 pagi. Perlahan Kesya mendekat, dan mendengarkan pembicaraan Arka.
" Baik lah, sekarang kamu istirahat ya. Besok kakak ke apartemen"
Setelah mengucapkan salam, Arka mematikan ponselnya.
" Mas" panggil Kesya.
Arka membalikkan tubuhnya, dan terkejut mendapati Kesya.
" kamu belum tidur?" Tanya Arka dan meraih pinggang Kesya.
" Aku haus, jadi mau ambil minum" Ujar Kesya manja.
" Ya udah, yuk Mas ambilin"
Arka mengambil air minum, sedangkan Kesya menunggu Arka di sofa. Siapa yang tau dalam sifat Kesya yang terlihat tenang, bakal menciptakan badai yang besar.
Kesya mengambil air yang berada di tangan Arka, meminumnya hingga habis, dengan menatap kearah wajah Arka yang senyumnya tak lepas ketika memandang Kesya.
Arka dan Kesya kembali kedalam kamar. Arka mengecp kening, dan perut rata Kesya sebelum tidur. Kemudian memeluk tubuh kecil Kesya.
Kesya masih belum bisa tertidur. Kesya harus tenang, jika ingin mendapatkan bukti.
Kesya bangun lebih awal dari Arka, karena merasa perutnya keram. Mungkin karena dirinya kurang tidur semalam.
" Kamu gak papa?" Tanya Arka yang melihat Kesya memegang perutnya.
" Mas, aku ikut kamu ke kantor ya"
" Tapi keadaan belum aman sayang, Kamu di rumah aja yaa, lebih aman"
Kesya menatap Arka dengan puppy eyes nya, membuat Arka gemas dan tidak tega.
" Oke, kamu ikut. Tapi kamu jangan ikut Mas ke sana sini ya. Kamu tetap duduk di dalam ruangan Mas"
" Emangnya Mas mau ke mana?"
" Gak ke mana-mana sayang, cuma ke divisi dan ruang rapat aja" Ujar Arka.
Kesya tersenyum dan memakaikan dasi Arka.
" Awas kalo kamu macam-macam ya Mas, ini bakal aku sunat" Ujar Kesya sambil membelai junior Arka.
" Euughh, sayang, kamu jangan mancing dong" Arka mendekatkan wajahnya kepada Kesya, saat bibir mereka ingin bertemu, Kesya langsung mendorong tubuh Arka dan berlalu.
" Aku ganti baju sebentar yaa"
Arka mengejar Kesya ke walk in closet, tapi Kesya mengunci ruangan tersebut.
" Sayang.." Panggil Arka sambil mengetuk pintu.
" Sebentar sayang, aku gak lama kok"
Tak berapa lama Kesya keluar dengan menggunakan dress merah maron, dengan lengan sesiku, dan panjangnya di bawah lutut.
Arka hanya menelan ludahnya, melihat Kesya yang terlihat seksi dan menggoda.
__ADS_1
" Yuk turun" Ajak Kesya.
Arka menarik pinggang Kesya, dan langsung mencium bibir Kesya dengan menggebu. Napas mereka saling memburu.
" Mas, kita bakal telat ke kantor. Bagaimana bisa jadi contoh yang baik jika telat" Ujar Kesya dengan terengah-engah.
Arka menundukkan kepalanya di bahu Kesya, dan mengecuo bibir Kesya sekilas.
" Hah... Mas gak yakin bakal fokus atau gak kerja jika ada kamu yang seksi begini"
" Lebay bin gombal"
Mami Laura melihat Kesya yang sudah rapi.
" Mau ke mana sayang?"
" Ikut Mas Arka ke kantor Mi"
Mami Laura menatap sang putra. Arka menganggukkan kepalanya. Mami Laura mendesah pelan. Dalam hati berdoa, semoga tidak terjadi apa-apa dengan menantu dan calon cucunya.
Sesampainya di kantor, semua mata tertuju kepada Arka dan Kesya. Para karyawan wanita juga tidak ingin melewati pemandangan indah. Bukan karena Arka bergandengan dengan Kesya. Tetapi wajah Arka yang selalu tersenyum karena Kesya berada dalam dekapannya.
" Jarang-jarang liat si bos senyum" Ujar karyawan wanita.
" Iya, cakepnya nambah. Beruntung banget istri si bos bisa selalu mandangi wajah tampan sang suaminya."
"Pagi Mbak Kesya." Sapa Sarah.
Kesya tersenyum ramah kepada Sarah. "Pagi Mbak"
Arka yang melihat Kesya tersenyum ramah kepada Sarah pun ikut tersenyum. Setidaknya Kesya tidak marah-marah, dan itu bisa membuat dirinya stres.
Arka sibuk dengan pekerjaannya, walaupun sekali-kali menatap sang istri yang tengah menonton film drama Korea. Tersungging senyum di bibir Arka karena melihat sang istri tertawa bahagia.
" Sayang, Mas ke Divisi keuangan sebentar ya"
Kesya hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum.
Kesya membuka ponsel Arka, dan membuka riwayat panggilan pada saat jam 2 malam. Tertera nama ' My Sweety' di jam tersebut.
" Apa semalam itu Mili?" Batin Kesya.
Kesya membuka riwayat pesan, terdapat beberapa pesan pada pagi ini.
Arka: " Mili, kakak ke kantor bersama Mbak Kesya."
My Sweety': " Kakak tidak membawa Mbak Kesya ikut jumpa Mili kan?"
Arka : " Tidak, bukannya kamu ingin mengatakan sesuatu yang serius?"
My Sweety' : " Iya, kalo begitu nanti malam Mili tunggu di apartemen kakak ya. Ini sangat penting, jadi malam ini harus Mili sampaikan"
Arka : "Oke. Nanti kakak usahakan"
My Sweety' : " Miss u"
Arka : "Miss u to"
Air mata Kesya sudah tergenang di pelupuk matanya, Dengan gemetar Kesya mengembalikan ponsel Arka di tempat semula. Tanpa sengaja, Kesya menjatuhkan Map yang berada di atas meja saat Kesya ingin kembali duduk di sofa. Kesya mengambil map tersebut, dan meletakkannya di atas meja. Mata Kesya terbelalak karena melihat foto Arka yang sedang di peluk dari belakang oleh seorang gadis. Gadis yang cantik.
Bagaikan ada gemuruh dan ombak tinggi yang sedang menghantam perasaan Kesya saat ini. Sakit. Yaa, hanya satu kata itu. Kesya harus tetap tegar dna berfikir jernih, jika memang Arka tidak bisa melupakan masa lalunya, Kesya akan pergi. Malam ini Kesya berencana untuk mengikuti Arka, tapi bagaimana?
Arka kembali masuk kedalam ruangannya, dilihatnya Kesya yang sedang menghapus air matanya. Dengan cepat Arka berjalan menghampiri Kesya.
" Sayang, kamu kenapa?"
" Ah? Oh! filmnya sedih"
" Kan Mas sudah ingatin jangan nonton film yang sedih, pertumbuhan bayi kita ini, tergantung perasaan kamu sayang." Ujar Arka lembut sambil membelai rambut panjang Kesya.
__ADS_1
" Munafik banget sih kamu Mas?" Ya, Kesya berkata seperti itu, tapi hanya di dalam hatinya.
Kesya tersenyum, dan tiba-tiba dia memiliki ide.
" Sayang, Aku baru inget. Gilang ngajak ketemuan, dan dia mau kenalin Calon istrinya ke aku. Aku boleh ya pergi sama Gilang" Rayu Kesya.
" Sayang, keadaan saat ini tidak aman untuk kamu pergi keluar dari pengawasan Mas"
" Gilang pemegang sabuk hitam. Mas tenang aja. Gilang bisa kalahi 5 preman kok sekali gus"
"Masa sih?"
" Iyaa, Dulu waktu dia bantuin aku dan puput di goda dengan preman-preman jalanan."
" Gak bisa besok aja?"
" Besok dia kerja, jadi kami rencananya makan malam doang, Boleh yaa"
Arka menghela napasnya, karena Kesya sudah memakai jurus wajah imutnya, tentu saja Arka tidak bisa menolak.
" Okey, tapi dengan pengawasan Pengawal"
" Dari jauh"
" Dekat"
" Sayang, takutnya calon istri Gilang tidak akan nyaman"
" Okey, 10 pengawal"
"Hah, terserah kamu deh" Cup, Kesya memberikan kecupan di pipi Arka.
"Mau menggoda?" Ujar Arka.
" Aku lapar, makan yukk" Ajak Kesya sebelum Arka kembali memudarkan warna lipstiknya.
Kesya di jemput oleh Gilang saat habis magrib. Walaupun bingung, Gilang mengikuti saja keinginan bumil satu ini. Dengan kepintaran Gilang dan Kesya, mereka bisa melabuhi pengawal Arka. Saat ini Kesya dan Gilang sudah lepas dari pengawasan Pengawal Arka. Dan pengawal Arka masih mengikuti mobil yang berisikan Kesya dan Gilang KW.
Kesya dan Gilang sedang mengikuti mobil Arka. Dan tepat tebakan Kesya. Arka menuju apartemen yang pernah Kesya datangi bersama Arka.
"Kamu yakin dia selingkuh?" Tanya Gilang.
" Kamu diam di sini, Jika dalam satu jam aku gak turun dan hubungi kamu. Datang ke kamar 117" Uajr Kesya dan langsung turun setelah memberi tahu password apartemen tersebut.
Cekleekk..
Perlahan Kesya membuka pintu, dan mendengar sedikit pembicaraan Arka dengan seorang wanita
" Aku hamil, maafin aku hiksss"
Arka masih memeluk wanita itu sambil menenangkannya.
" Ooh, jadi bukan aku wanita satu-satunya di hati kamu? Ternyata kamu bajingan kelas kakap yaa, Jika kamu udah tidur dengan dia dan hamilin dia, kenapa kamu buat aku jatuh cinta sama kamu Mas? Kamu jahat"
" Key, dengerin aku" Teriak Arka dan mengejar Kesya.
.
.
.
.
.
Dukung terus ya cerita author.
LIKE +VOTE +RATE + KOMENNYA sangat di nanti loh..
__ADS_1
Terima kasih juga buat yang udah kasih Like dan Vote nya..