
Puput sedang menunjukkan foto-foto kue yang paling laris di toko kepada Ando. Puput memang menjelaskan detail dan rasa dari kue tersebut, tetapi fikirannya masih kepada Fadil yang di tinggalkannya di rumah sakit.
" Aku setuju sama pilihan kamu, Mama pasti juga suka"
Puput tersenyum, kemudian meminta Sasa untuk memberikan sample kue yang sudah di pilih olehnya tadi.
" Cobain deh, nanti kamu tinggal pilih aja yang mana kamu suka"
" Eemm, yang ini enak." Ando mengambil kue yang lain, " Ini juga, kue di sini enak-enak semua. Aku yakin Mama pasti suka. Aku pesan semuanya deh"
Puput membelalakkan matanya, " Semua?"
" Hmm, Aku percaya kalo pilihan kamu pasti enak"
Bukannya ingin menolak rezeki, cuma Puput terkejut karena sepuluh contoh kue yang Puput rekomendasi kan, semua di pilih oleh Ando, dengan setiap kuenya 100pcs.
Puput mengerjapkan matanya berkali-kali, membuat Ando gemas sendiri melihat bulu mata lentik Puput yang menari-nari. Tanpa Puput sadari, telah terbit senyum Ando untuknya.
" Baiklah, besok akan di antar oleh karyawan kami" Ujar Puput lembut.
" Emm, kenapa tidak kamu saja yang mengantarnya?"
Puput menatap Ando, kemudian tersenyum. "Aku harus bekerja, apa lagi Bos besar sedang bulan madu, dan saat ini atasan ku sedang sakit" Ujar Puput.
Ando menaikkan alisnya sebelah, seolah bertanya siapa atasannya. " Ah, yang tadi pingsan. Dia atasan ku"
Ando pun menganggukkan kepalanya. "Baiklah, bagaimana kalo saya antar kamu pulang?"
Puput tersenyum, dan menolak ajakan Ando. Karena dia harus menyiapkan keperluan untuk membuat pesanan Ando. Ando sebenarnya kecewa, tapi dia akan mencobanya lagi. Seperti kata pepatah, Banyak jalan menuju Roma. Ando pun berpamitan setelah mentransfer biaya peasannya secara lunas.
Puput mencatat semua bahan yang akan dia beli bersama Sasa. Untungnya Ando membayar lunas di muka. Jadi Puput bisa menggunakan uang tersebut untuk membeli bahan. Yang yang di berikan Fadil kepada Sasa tidak tidak cukup untuk membeli bahan pesanan kue Ando. karena mereka juga ada pesanan kue di tempat lain.
" Ini aja?"
" Iya mbak"
" Baiklah, kita pergi sekarang?"
Sasa sudah bersiap akan pergi, tapi Mili datang dan ingin berbicara sesuatu hal yang penting kepada Puput. Karena takut toko kue mereka tutup, akhirnya Sasa pergi bersama karyawan yang lain. Sebagai gantinya, Puput yang akan menjaga meja kasir.
" Mau ngomong apa?" Tanya Puput lembut dan bersahabat.
Terlihat dari wajah Mili bahwa dia sedang gugup dan memikirkan kata yang tepat untuk di sampaikan oleh Puput.
" Emm, Tentang kak Fadil"
Puput terkejut, dan fikiran Puput sudah melayang entah kemana.
__ADS_1
" Maaf kalo Mili pernah menyakiti Mbak Puput secara tidak langsung, dan maaf jika Mili ikut campur dengan urusan kalian saat ini" Mili melihat ekspresi wajah Puput yang sudah berubah, tidak seramah saat pertama kali mereka berbicara.
" Kak Fadil sudah menceritakan semuanya kepada Mili dan Mas Gilang. Jadi sekarang Mbak Puput juga harus tau sebenarnya yang terjadi"
" Mili, maaf. Tapi saya tidak tertarik untuk membahas Fadil saat ini"
" Tidak, Mbak harus tau. Saat di mana kak Fadil memeluk Mili. Sebenarnya dia hanya ingin meyakinkan perasaannya kepada Mili. Apa yang di rasakannya adalah sebuah cinta, atau bukan?"
Terlihat dari wajah Puput sedikit tertarik dengan pembicaraan Mili.
" Kak Fadil hanya merasa bersalah kepada Mili, Karena telah menolak Mili saat itu, dan karena penolakannya, Mili harus mengalami kejadian yang mencoreng nama baik keluarga. "
" Mbak Puput, percayalah. Kak Fadil hanya mencintai kakak."
Puput tertawa sumbang, " Heh, Jika dia mencintai Mbak, dan tidak memiliki perasaan apapun kepada kamu, Kenapa dia harus mengatakan jika dia mencintai kamu?"
Mili sudah tidak tau harus berkata apa. karena Mili juga tidak bisa menebak apa yang sebenarnya ada di dalam hati Fadil.
" Mbak___"
" Sudah lah Mil, Mungkin memang bukan takdir kami untuk bersama"
Setelah mengatakan itu, Puput memandang kearah luar, dan menahan rasa sakit yang ada di hatinya. Entahlah, Puput tidak suka dengan cara Mili yang membela Fadil. Apa Fadil tidak punya mulut, atau Dia bukan laki-laki sejati sehingga urusan perasaan pun harus di wakilkan. Puput kecewa, kecewa kepada Fadil.
Di rumah sakit. Saat Fadil sadar, yang pertama kali di lihatnya adalah Gilang. Fadil meringis karena merasa pusing di bagian kepalanya.
" Kenapa Lo ada di sini?" Tanya Fadil saat sudah mendudukkan dirinya dengan bersandar.
" Puput yang ngabari gue, karena katanya semua saudara Lo gak tinggal di sini"
Fadil hanya tersenyum miring. Ada rasa bahagia karena Puput yang membawanya. "Mana dia?"
" Sudah pergi sama Ando"
Senyum yang tadi terbit, sekarang memudar karena mendengar nama Ando. Tidak sepenting itukah dirinya di hati Puput. Sehingga Puput lebih memilih pergi daripada menungguinya di sini.
" Lo balik aja ke kantor. Gue gak pa-pa"
" Lo yakin?"
" Iya, gue telpon Jodi aja ke sini buat Nemani gue"
Gilang pun menganggukkan kepalanya dan menepuk bahu Fadil sebelum meninggalkan dirinya. Gilang masih ada rapat Yang harus di hadirinya, maka dari itu Gilang juga tidak bisa berlama-lama menemani Fadil di rumah sakit.
" Hah.. Nasib gak punya saudara, dan gak punya kekasih." Gumam Fadil sambil menatap langit-langit rumah sakit.
Di sebuah Pulau yang indah nan romantis. Arka sudah menyiapkan makan malam yang sungguh romantis di balkon resort mereka. Dengan angin laut yang terasa menyapu kulit, dan sinar rembulan yang mencahayai langit malam gelap, dengan bertaburkan bintang. Dengan di temani alunan musik yang indah bertalu di telinga. Yang mana membuat suasana romantis malam ini semakin lengkap.
__ADS_1
Kesya menggunakan gaun malam berwarna putih, yang sangat seksi, dan tanpa lengan. Memamerkan punggung dan bahunya yang mulus, serta leher jenjangnya yang sudah bertanda merah di beberapa tempat, hasil dari karya bibir Arka. Gaun yang hanya bertali yang terikat di leher Kesya. Dengan panjang gaun yang semata kaki, tetapi memiliki belahan tinggi hingga sepaha. Rambut yang di sanggul ke atas sehingga menambah kesan seksi di diri Kesya. Arka mengizinkan Kesya menggunakan baju seksi tersebut karena hanya ada mereka berdua, dan hanya kepada Arka Kesya menunjukan semua keseksiannya. Arka pun tidak kalah tampannya, dengan rambut yang di sisir penuh kebelakang. Arka menggunakan kemeja putih yang 2 kancing teratasnya terbuka, memamerkan sedikit dada bidangnya dan meninggalkan kesan Hot di malam ini.
" Kamu suka?"
Kesya menatap sang suami, dan kemudian tersenyum. " Sangat"
Arka memotong daging bistik dan memberikannya kepada Kesya.
" Terima kasih sayang"
Arka tersenyum kepada Kesya, dan kembali memotong daging bistik miliknya. Mereka makan dengan di selingi canda dan pujian. dan saling melempar tatapan penuh pujaan.
Setelah selesai makan, Arka berjalan ke arah sang istri, dan membungkukkan sedikit badannya dengan tangan yang terulur.
" Mas, Aku__"
" Percaya sama Mas?"
Kesya menganggukkan kepalanya dan kemudian meraih uluran tangan Arka. Arka meletakkan kedua tangan Kesya di lehernya, sedangkan tangan Arka sudah melingkar di pinggang Kesya. Mereka bergerak ke kiri dan kekanan mengikuti alunan musik. Kesya menyandarkan kepalanya di dada bidang Arka, dan Arka mengecup pucuk kepala Kesya.
" Kamu wangi buah melon, Mas suka"
" Aku juga"
" Apa?"
Kesya menengadahkan kepalanya menatap wajah Arka, lebih tepatnya ke manik mata Arka. " Aku juga suka Mas"
Arka tersenyum, dan perlahan mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Kesya. Tangan Kesya yang berada di leher Arka, menahan tengkuk Arka yang sudah melepaskan ciuman mereka.
" Women on top?" bisik Kesya tepat di depan bibir Arka. Seperti permintaan Arka tadi, Kesya mencoba untuk memanjakan sang suami.
Arka tersenyum sumringah, langsung saja di sambutnya bibir Kesya yang sudah mendarat mencium bibir Arka. Dibawah sinar rembulan dan kerlipnya bintang-bintang. Tidak membuat dinginnya angin laut meredakan rasa panas yang sudah dirasakan kedua insan tersebut. Perlahan Kesya menuntun sang suami berjalan ke dalam kamar mereka dan mendekat ke tempat tidur dengan masih saling berciuman. Di doronhnya tubuh snag suami pelan hingga tertidur di tempat tidur, perlahan Kesya naik keatas badan Arka, dan melepaskan ikatan gaun malamnya yang terikat di lehernya. Hingga membuat gaun licin tersebut jatuh dan menampilkan sikembar yang kenyal dan menggoda.
.
.
.
.
.
Dukung terus ya cerita author.
LIKE +VOTE +RATE + KOMENNYA sangat di nanti loh..
__ADS_1
Terima kasih juga buat yang udah kasih Like dan Vote nya..