
Kesya bangun dari tidurnya, Kesya menatap jam yang terletak di dinding kamar mereka. Kesya membelalakkan matanya karena jam sudah menunjukkan pukul 1 lewat 58 menit. Dengan tergesa Kesya turun dari tempat tidur.
"Auwww" Rintih Kesya yang merasakan pedih dibagian intinya.
Arka yang baru masuk kamar langsung mendekati Kesya.
"Kamu kenapa sayang?" tanya Arka saat setelah berada di hadapan Kesya.
" Perih mas" Rintih Kesya.
Tanpa aba-aba Arka langsung menggendong Kesya ala bridal dan membawanya ke kamar mandi.
" Mas, turunin.. Key bisa jalan sendiri" Ujar Kesya meronta.
Arka hanya melirik kearah Kesya, dan tersenyum miring. Arka mendudukkan Kesya di pinggir bathtub, Arka mengisi Air hangat kedalam nya, dan memberikan sabun aroma buah melon kesukaan Kesya. Arka membuka selimut yang menggulung di tubuh Kesya.
" Key bisa sendiri" Ujar Kesya melototkan matanya dengan wajah yang sudah memerah.
Arka hanya memberikan isyarat kepada Kesya dengan matanya untuk masuk kedalam bathtub tanpa bantuannya.
"Yaa Mas keluar dulu gih sana. Key malu" Ujar Kesya.
" Ngapain malu? Mas udah liat semuanya kok. Bahkan Mas sudah merasahmmpp" Kesya menutup mulut Arka dengan tangannya.
"Gak usah dibahas." ujar Kesya galak.
Arka terkekeh, Arka mengangkat tangannya, dan menyentuh bagian bahu Kesya.
"Ini, Ini.. Ini, dan Ini, semuanya sudah Mas lihat dan Mas cicipi. Jadi ngapain malu" Bisik Arka parau.
mendengar suara Arka yang terdengar serak namun seksi pun membuat Kesya menelan salivanya susah payah. Kesya sudah melihat ada gairah di mata Arka.
Benar saja, Arka sudah mendekatkan wajahnya kepada Kesya.
"Mas, sudah lewat Zuhur, Key belum solat loh"
Arka langsung menghentikan gerakannya dan mengumpat dalam hati. Arka memberikan waktu kepada Kesya untuk membersihkan diri. Tapi sebelumnya Arka memasukkan Kesya kedalam bathup dengan menarik paksa selimut yang melilit di tubuh Kesya. Setelah melihat tubuh Kesya terendam, Arka mengecup bibir Kesya sekilas, dan kemudian meninggalkannya.
Saat Arka bangun tadi, Arka melihat wajah Kesya yang sangat kelelahan. Pasalnya Arka menerkam Kesya pagi ini hingga 4 kali. Dan Arka yakin, jika Kesya pasti merasakan perih dan tidak nyaman dibagian intinya saat dia terbangun.
Arka mencari tahu ke Mbah Gugli, cara meredakan bagian 'inti ' pada wanita saat setelah berhubungan. Dan cara yang paling ampuh adalah dengan berendam di air hangat, dengan aroma terapi yang sangat menyegarkan.
__ADS_1
20 menit Kesya di kamar mandi, tak berapa lama Kesya keluar dengan jalan yang sedikit aneh menurut Arka. Bagaimana tidak aneh, baru buka gembok, sudah di terkam hingga 4 kali. Dan itu dalam waktu yang tidak lebih dari 20 menit. Bahkan setelah 10 menit pun,Junior milik Arka kembali terbangun karena hanya melihat wajah Kesya yang penuh dengan keringat, hasil olahraga panas mereka.
Kesya mencari keberadaan suaminya di dalam kamar, tapi tidak terlihat juga. Lalu Kesya membuka pintu kamar, dan menemukan sang suami yang tengah berkutat di dapur.
" Ngapain Mas?" tanya Kesya saat sudah berada di dekat Arka,
Arka melihat kearah Kesya dan tersenyum. Arka menghidangkan Ikan gurami yang sudah digoreng, dan disirami dengan saus asam manis.
Kesya menaikkan alisnya sebelah. "Mas yang masak?" Tanya Kesya.
Saat mencium bau masakan Arka yang membuat perutnya langsung keroncongan, Kesya mengambil sendok dan mencicipinya langsung.
"Wooowww, enak banget Mas. Ternyata Mas pintar masak ya" Puji Kesya.
Arka menarik kursi untuk Kesya duduk, dengan tersenyum kearah Arka, Kesya mendudukkan dirinya. Arka pun ikut duduk disebelah Kesya.
Kesya langsung mengambilkan nasi untuk Arka, dan mereka pun makan bersama sambil sekali-kali Arka menyuplai kesya, dan begitu pun sebaliknya hingga nasi dan lauk di piring mereka pun kandas.
Sudah 3 hari Kesya dan Arka menjadi suami istri yang seutuhnya. Mega pun sudah kembali ke rumah, tetapi adek bayi yang telah diberi nama Anggelina Zevira Bramansyah. Bayi mungil yang masih berjuang untuk hidupnya. Memiliki jenis kelamin perempuan, dengan wajah yang sangat cantik. Impian Mega untuk memiliki seorang anak perempuan pun akhirnya terwujud. Anggelina masih harus dalam perawatan insentif hingga bobot tubuhnya bisa normal.
Kesya dan Arka pun sering berkunjung ke rumah sakit, untuk menjenguk Anggelina. Dan mengikuti kondisi Anggelina.
Malam ini Kesya menginap di rumah Daddy Roy. 3 hari lagi Ayah Nazar akan kembali Paris.
" Ayah serius. Begitu pun dengan Daddy Roy dan Mami Shella. Mereka orang yang paling semangat mendengar berita ini. Dan sekarang sedang sibuk mengurus acara lamaran" Ujar Ayah Nazar.
" Baiklah, Key akan bantu Mami Shella mengurus segala keperluannya. Sekalian mau ngasih tau kabar ini ke Mas Arka" Ujar Kesya dengan semangat dan terlihat pancaran bahagia di wajahnya.
Kesya mencari keberadaan suaminya di kamar. Dan ternyata sang suami sedang membuat panggilan dengan seseorang dengan serius dan terlihat sedang marah.
" Siapa Mas?" tanya Kesya tiba-tiba.
" Key? udah lama?" Ujar Arka sedikit gugup.
" Baru aja. Oh ya, ada kabar gembira Mas"
" Kabar gembira apa?" Ujar Arka sambil meraih pinggang Kesya, dan mengecup kening Kesya.
" Besok Ayah mau lamar Tante Rosa "
Arka langsung menatap wajah Kesya yang terpancar kebahagiaan.
__ADS_1
" Sungguh?"
Kesya menganggukkan kepalanya.
" Alhamdulillah, akhirnya Ayah gak susah-susah manjat pohon jambu lagi" Ujar Arka sambil terkekeh.
" Aduh, sakit sayang" Ujar Arka sambil mengelus pinggangnya yang dicubit oleh Kesya.
" Oh ya, Mas ada sedikit urusan"
" Mau kemana?"
" Emm, sebenarnya ada sesuatu yang belum Mas katakan ke kamu. Tapi nanti akan Mas jelaskan yaa.. Mas pergi sekarang ya, Duda sudha menunggu di depan"
Kesya pun menganggukkan kepalanya. Dan Arka langsung pergi setelah mencium Kesya.
Persiapan untuk lamaran pun sudah lengkap, Para keluarga pun sudah berkumpul. Pak RT dan ketua komplek pun juga sudah tiba. Rombongan pun siap menuju ke rumah Rosa yang jauhnya hanya tidak sampai 1 meter.
Acara lamaran pun berjalan dengan lancar, Akad Nikah akan langsung di laksanakan sebulan lagi, setelah Ayah Nazar kembali dari Paris. Dan membawa Rosa dan Kiki bersamanya kembali ke Paris.
"Kesya bakal rindu Ayah" Ujar Kesya sambil memeluk Ayah Nazar.
Ayah Nazar mengelus rambut Kesya dengan sayang. Hari ini Ayah Nazar harus kembali ke Paris. Kesya, Arka, Mami Shella, dan Tante Rosa pun ikut mengantar Ayah Nazar. Daddy Roy tidak ikut mengantar Ayah Nazar ke Bandara, karena Ada urusan yang mendadak dan tidak bisa di tinggalkan.
Setelah 9 hari bersda di rumah sakit, Baby Anggelina pun sudah di perbolehkan pulang. Karena berat tubuh Anggelina sudah normal. Acara penyambutan kecil-kecilan pun di buat oleh Vina dan Kesya, ruangan keluarga yang penuh dengan balon dan cemilan, yang pastinya semua cemilan dan makanan adalah masakan Kesya dan Vina.
Leo sangat bahagia karena memiliki seorang adik perempuan. Sudah lama dia sangat menginginkan seorang adik. Bahkan Leo selalu berkunjung ke panti asuhan untuk berbagi kepada mereka yang berada di sana. Tak jarang juga Leo sering membelikan mainan untuk anak-anak jalanan dan yang kurang mampu.
.
.
.
.
.
Dukung terus ya cerita author.
LIKE +VOTE +RATE + KOMENNYA sangat di nanti loh..
__ADS_1
Terima kasih juga buat yang udah kasih Like dan Vote nya..