KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
KCK2 - SULTAN KHILAF 66


__ADS_3

" Kamu tak perlu mencintai aku, cukup kamu menerima cinta yang aku berikan. Karena aku akan mencintai mu selamanya."


Ucapan Abi terngiang-ngiang di telinga Quin. Quin sudah gelisah dalam tidurnya. Ia ingin cepat tidur dan melupakan kejadian hari ini.


Di tempat lain, Abi, Papa Arka, dan Veer berada di satu ruangan private yang ada di restoran milik Fadil.


" Jadi itu rencana kamu?" Ujar Papa Arka dingin.


" Iya Om, "


" Kamu benar-benar licik."


" Maafin saya Om, saya terpaksa."


Papa Arka menghela napasnya berat. Ia berjalan kearah Abi, dan tanpa aba-aba Papa Arka melayangkan tinju nya, membuat Veer ikut terkejut.


Abi terhoyong hingga mundur selangkah, darah segar langsung kembali mengalir. Luka yang belum mengering itu, harus kembali terluka.


" Tak ada orang tua yang mau melihat anak nya di lecehkan. Kamu sudah melecehkan anak saya."


Abi langsung berlutut dan meminta maaf kepada Papa Arka.


" Maafin saya Om, Saya tau saya salah. Saya akan bertanggung jawab atas perbuatan saya."


" Kamu tau, saya bisa saja dengan mudah menghancurkan kamu, dan itu akan saya lakukan jika kamu berani menyakiti Putri saya."


" Saya berjanji, saya tidak akan menyakiti Quin."


Hening, hingga Veer membuka suara.


" Hanya sekedar informasi, Quin mencari tahu keberadaan Anita. Dan ia ingin menyatukan kamu dengan Anita. Hari ini, Quin mendapatkan balasan pesan email dari Anita."


Abi terlihat terkejut, ia tak menyangka jika Quin melakukan hal itu.


" Untuk apa Quin mencari Anita?" gumamnya yang masih di dengar oleh Papa Arka dan Veer


" Kamu tak tau? atau kamu pura-pura bodoh?"


Abi terlihat berfikir.


" Quin ingin menyatukan kamu kembali bersama Anita."


" Bagaimana bisa Quin melakukan itu? Aku mencintai Quin, Veer."


" Itu karena Quin belum percaya dengan kamu,"


" Apa yang harus aku lakukan? Aku ingin menikah dengan Quin, dan Aku bersungguh-sungguh, karena aku mencintai nya."


" Kamu harus berjuang Abi, buktikan kepada Quin jika kamu benar-benar mencintai dia. Kamu pasti sudah tau tentang masa lalu Quin, dan itu yang membuat Quin takut untuk jatuh cinta kembali."


Kali ini Papa Arka memberikan nasehatnya.


" Bersihkan luka mu, dan fikirkan bagaimana caranya agar Quin percaya dengan mu."


Papa Arka meninggalkan Abi dan Veer. Papa Arka harus segera bertemu dengan belahan jiwa nya, karena Mama Kesya masih shock dengan apa yang di lihatnya pagi ini.

__ADS_1


" Veer, apa kamu percaya kepada ku?" Tanya Abi menatap Veer.


" Maaf, aku juga tak sepenuhnya percaya kepada mu. Mungkin, di saat aku melihat kamu bertemu Anita, aku baru bisa menilai seberapa dalam cintamu kepada Quin, atau Anita?"


Veer berjalan mendekati Abi yang masih berlutut.


" Berdirilah, aku harus pergi, Nafi sedang menunggu ku. Dan berkat mu, keberangkatan ku besok tertunda."


" Maaf.."


Veer menepuk bahu Abi sebelum ia pergi melangkah meninggalkan Abi sendiri. Abi menghela napasnya, tak menyangka jika Quin bertindak sejauh ini. Andai saja Quin tau, jika Abi sudah menemukan Anita sebelum ia bertunangan dengan Quin, dan sejak itu Abi memperhatikan Anita, hingga Abi yakin jika perasaan nya kepada Anita telah pudar. Perasaan itu telah musnah, hingga jantung Abi berdetak dengan cepat, walaupun hanya mendengar nama Quin di sebut.


.


.


" Kamu sudah bangun?"


Quin menatap kembarannya itu, kemudian ia mendudukkan dirinya.


" Sudah lama sekali rasanya, kamu tak membawakan aku makanan seperti ini."


" Kamu tak makan semalam, aku gak mau di pernikahanmu besok, kamu jatuh sakit."


Veer menatap kembarannya yang sedang menundukkan wajahnya.


" Veer, bisakah pernikahan ini di batalkan saja?"


" Aku gak berani melawan keputusan Papa."


" Veer, aku gak cinta sama Abi. Dan lagi pula, Abi masih mencintai Anita." lirihnya yang terdengar kecewa.


" Hanya dugaan ku saja."


" Quin, bagaimana jika Abi benar-benar mencintai kamu?"


" Aku tak tau, mungkin aku akan menerima cintanya tanpa aku harus jatuh cinta kepadanya. seperti apa yang ia katakan."


" Kamu tak ingin mencoba emen cintai nya?"


Quin yang tadinya tertunduk, perlahan mengangkat wajahnya dan menatap Veer.


" Gak pernah ada pria yang tulus cinta sama Aku. Buat apa aku mencintai orang yang gak tulus cinta sama aku. itu hanya akan membuang-buang waktu ku."


Veer diam, ia tak ingin memperpanjang percakapan mereka. Yang terpenting saat ini adalah Quin menyentuh sarapannya.


.


.


Mama Kesya meminta Anggel, Kayla, dan Raysa untuk menemani Quin ke salon.


" Ca, kamu kapan balik ke Bandung?" Tanya Mama Kesya.


" Seharusnya besok, tapi karena besok hari pernikahan Quin, jadi aku minta izin satu hari lagi, Ma."

__ADS_1


" Kamu gimana sama Farhan?"


" Ya gak gimana-gimana juga Ma, "


" Maksudnya gak gimana-gimana juga tu gimana? apa Farhan sudah lamar kamu?"


" Iih Mama, sama keponya kayak Bunda."


" Namanya juga orang tua, Ca."


" Tapi gimana mau di lamar ma, pacaran aja gak dia sama Farhan." Ujar Kayla sambil terkekeh.


" Farhan sok sibuk sih, kaku banget, sama kaya Papi nya. Ntar, kalo Ica nya udah di ambil orang, baru deh nyesel." Tambah Anggel yang mana di sambut tawa oleh Mama Kesya dab Kayla.


" Emang ada yang mau sama Ica? selain si Fatih?" goda Quin yang tadi hanya mendengar pembicaraan mereka.


" Kayak nya gaka da deh. Siapa juga yang mau sama tukang pukul kayak kamu ca, mungkin itu juga alasan Farhan belum mengungkapkan perasaannya ke kamu."


" iih, kok jadi bahas tentang Ica sih? yang mau kawin kan Quin. Lagian, Mbak Anggel dan kak Kayla juga kapan mau mengakhiri masa lajangnya?"


Seketika, Anggel dan Kayla serentak berdehem untuk membasahi tenggorokan mereka. Quin menatap kedua saudaranya itu, dan Quin curiga jika telah terjadi sesuatu dengan mereka.


.


.


" Males banget deh ke salon. " Gerutu Quin.


" Namanya juga mau jadi manten. Harus cantik dan wangi dong."


" Males banget kalo suami nya Abi." Gerutu Quin.


" Males tapi cium-cium." Bisik Kayla yang di dengar oleh Anggel dan Raysa.


" Iih, kan dia yang cium, bukan aku. " Wajah Quin merona.


" Tapi kamu suka kan?" Goda Anggel.


" Apaan sih, siapa juga yang suka.".


" Boong banget, lihat deh, wajah kamu udah mirip kepiting rebus tau gak.."


" Enak aja, gak kok."


Quin menutup pipinya dengan kedua telapak tangannya.


Anggel, Kayla, dan Raysa pun tertawa. Quin merasa kesal dan mencebikkan bibirnya, membuat ketiga saudaranya itu semakin gencar menggoda nya.


lihat saja, Quin akan balas dendam dengan mereka. Quin meraih ponselnya dan menghubungi tiga orang pria, yang Quin yakin mereka akan secepat kilat datang jika mendapatkan kabar buruk tentang pujaan hatinya. Apasih yang Quin gak tau..


IG : Rira Syaqila


jangan lupa Tap jempolnya dan komennya sebagai jejak...


Vote nya juga boleh jika berkenan 😁😁😁

__ADS_1


Mari saling berbagi kebahagiaan.


Salam SULTAN KHILAF.


__ADS_2