KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
KCK2 - SULTAN KHILAF 181


__ADS_3

"Kay," panggil Anggel dan merangkak ke arah Kayla.


"Men-menjauh, An," lirih Kayla dengan menahan sakitnya.


"Tenang, kalian berdua akan merasakan kehilangan yang sama. Kau, akan kehilangan kakimu, dan kau, akan kehilangan bayimu."


Gadis itu mulai melayangkan stick golf ke arah Kayla.


Buugh ...


"Kaylaaa..." pekik Anggel.


"Akkh ...."


Kayla sudah melindungi kepalanya agar tak terkena pukulan golf. Namun, dia tak merasakan pukulan pada tubuhnya, perlahan Kayla menurunkan tangannya dan menatap gadis monster yang sudah tersungkur dan siap kembali berdiri.


"Dasar wanita tua, kau membuatku kesal," ujar gadis monster itu dan kembali bangkit.


"Bunda," lirih Kayla dan Anggel hampir bersamaan.


Ya, untungnya Bunda Sasa datang di saat waktu yang tepat.


Bunda Sasa baru saja membaca pesan dari Oma Rosa, meminta untuk melihat-lihat Kayla yang sendirian di rumah. Perasaan Oma Rosa tak enak meninggalkan Kayla sendirian di rumah. Oma Rosa juga sudah mengatakan kepada Kayla untuk ke rumah Oma Shella, agar tak sendiri.


Merasa kedatangan Kayla terlalu lama, Bunda Sasa pun akhirnya berinisiatif untuk menjemput Kayla. Lagi pula, Bunda Sasa juga memiliki perasaan yang tak enak.


Bunda Sasa masuk melalui halaman belakang rumah, saat mendengar teriakan, Bunda Sasa langsung berjalan cepat namun tetap hati-hati.


Bunda Sasa membelalakkan matanya saat melihat gadis monster itu sedang melayangkan kembali stick golf-nya ke arah Kayla. Lebih tepatnya kearah kaki Kayla yang terjulur lurus. Dengan segera Bunda Sasa melayangkan pukulannya dari belakang sehingga membuat gadis monster itu tersungkur.


Bunda Sasa langsung menarik kuat siikc golf yang ingin di layangkan kearahnya. Dengan kecepatan dan juga kekuatan Bunda Sasa, sudah jelas jika gadis monster itu kalah. Bunda Sasa pun menukul tengkuknya agar monster itu pingsan.


"Kayla, Anggel, kalian gak papa?" tanya bunda Sasa dengan khawatir.


"Bun, sa-kit," lirih Kayla dengan menangis.


Anggel memeluk sahabatnya itu dan ikut menangis melihat darah segar yang mengalir dari kakinya. Hanya melihatnya saja, Angg Sudah bisa menebak jika terjadi sesuatu kepada tukang kaki Kayla.


Bunda Sasa pun berlari ke teras untuk memanggil sang putra atau siapa pun yang ada di sana.


"Ibraaa ..." pekik Bunda Sasa dengan kuat.


Daddy Bara yang baru saja kembali karena ada sesuatu yang tertinggal pun kembali keluar.


"Kenapa, Mungil?" tanya Daddy Bara saat melihat Bunda Sasa terlihat panik.


"Kayla, ada seseorang yang menyerang Kayla."

__ADS_1


Tak butuh pagar untu lk Daddy Bara melangkah, begitu pun dengan Ibra yang baru keluar dan mendengar jika ada orang yang menyerang Kayla. Mereka pun langsung melewati cari pembatas yang terbuat dari beton setinggi dada orang dewasa.


"Kayla ... Anggel ..." pekik Daddy Bara dan langsung menggendong Kayla.


"An, kamu bisa berdiri?" tanya Bunda Sasa."


"Bisa, Bun." Anggel menerima uluran tangan bunda Sasa dan berjalan dengan pelan.


"Ibra, kamu urus wanita gila itu." titah Bunda Sasa.


Mama Vina yang baru saja sampai di depan pintu gerbang Oma Shella pun terkejut saat melihat kondisi Kayla, di mana kakinya sudah berlumur darah segar.


Mami Vina mendengar suara teriakan Bunda Sasa memanggil Ibra, maka dari itu Mami Vina menghampiri rumah Oma Shella, melihat apa ada sesuatu yang terjadi.


Mami Vina langsung menghubungi Zein dan juga Oma Rosa. Mereka langsung di suruh menyusul ke rumah sakit. Tak lupa, Mami Vina juga menghubungi Lucas dan juga Papi Leo untuk menyiapkan ruang operasi dan juga kandungan untuk Anggel.


Mami Vina juga menghubungi Lana, memberikan kabar tentang keadaan Anggel dan menyuruhnya menyusul ke rumah sakit.


Daddy Bara mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi, sirine peringatan pun di hidupkan oleh Daddy Bara, menyatakan jika saat ini mereka butuh jalan karena terburu-buru.


"Bun, sa-sakit," rintih Kayla dengan keringat yang bercucuran.


"Iya sayang, tahan ya, sebentar lagi kita sampai," ujar Bunda Sasa sambil menggenggam tangan Kayla dengan erat.


"Akkh ...."Anggel yang sedari tadi menahan keram di perutnya akhirnya merintih juga.


"Iya, Bun. Akkh ..." Anggel kembali merintih sakit sambil menyentuh perutnya.


"Mas, cepetan Mas," pekik Bunda Sasa yang mulai panik.


Bagaimana tidak panik, saat ini ada dua orang yang harus di selamatkan. Tidak, bukan dua, mainkan ada tiga nyawa yang harus di selamatkan.


Anggel langsung memposisikan tubuhnya untuk rileks, agar keram yang terjadi di perutnya berkurang.


Sesampainya di rumah sakit, Kayla dan Anggel langsung mendapatkan perawatan yang intensif.


"Ila, aku di sini," ujar Zein yang ikut mendorong brankar Kayla.


"Sayang, kamu kenapa?" tanya Lana kepada Anggel.


Anggel hanya tersenyum dan mengatakan jika mereka baik-baik saja. Walaupun begitu, tetap saja Lana merasa khawatir dan takut kehilangan bayi mereka.


Lucas menahan Zein yang ingin ikut masuk ke dalam ruang operasi.


"Tunggu di sini, percayakan semuanya kepada tim dokter." titah Lucas dan menahan tubuh Zein yang ingin memberontak masuk.


*

__ADS_1


"Kakak kenal sama wanita ini?" tanya Arash kepada Zein sambil menunjukkan foto dari wanita yang menghajar Kayla.


"Ini wanita yang sama, yang menyapa aku dan Kayla saat pemotretan," ujar Zein.


"Kakak yakin?"


"Yaah, sangat yakin." ujar Zein tanpa ragu.


Arash pun mengangguk-anggukan kepalanya. Dia belum mengintrogasi wanita itu, jadi, Arash belum tahu apa tujuan wanita itu menghajar Kayla.


Operasi kaki Kayla berjalan dengan lancar. Tulang kering kaki Kayla patah karena pukulan dari stick golf yang sangat kuat. Untungnya tak terlalu parah, sehingga membuat penyembuhannya tak akan terlalu lama.


Anggel juga baik-baik saja, bayi dan ibunya Alhamdulillah sehat. Lana sangat bersyukur dan berjanji akan membuat perhitungan sang gadis monster itu.


Berita tentang Anggel dan Kayla pun terpaksa di sembunyikan dari Kakek Farel, yang mana keadaaan sang kakek semakin buruk.


Zein menatap calon istrinya itu. Wajah cantik Kayla terlihat sangat pucat pasca habis operasi. Zein perlahan mendekat dan menggenggam tangan Kayla.


"Maafin Kakak, Ila. Maafin, Kakak," lirih Zein dan mencium tangan Kayla dengan dalam.


Opa Nazar menghela napasnya pelan, tak menyangka jika di saat hari bahagia putrinya, akan mendapatkan kemalangan seperti ini. Kayla tak bisa mempergunakan kakinya dulu, hingga benar-benar sembuh.


Lalu, bagaimana dengan pernikahan Zein dan Kayla?


Tentu saja, pernikahan Zein dan Kayla akan tetap berjalan sesuai rencana. Pastinya dengan penjagaan yang ketat.


Sebelum operasi, Kayla sempat bertanya kepada Papi Leo, apa yang terjadi pada kakinya. Papi Leo juga menyebutkan kemungkinan jika pernikahan Kayla dan Zein akan di tunda hingga waktu yang tak bisa di tentukan.


Di saat itu lah, Kayla berpesan agar pernikahannya tetap di langsungkan. Kayla tak ingin membuat sang kakek kecewa dan semakin drop mendengar berita tentang dirinya. Kayla juga berpesan, untuk mengatakan jika dirinya hanya terjatuh di dalam kamar mandi.


Banyak cara untuk melakukan pernikahan ini terlihat sempurna.


*


Arash menatap gadis yang berada di depannya saat ini.


"Zein lebih pantas bersanding denganku, bukan dengan wanita jelek itu," pekik gadis itu dengan murka.


** Yukk.. follow IG ku..


IG : Rira Syaqila


jangan lupa Tap jempolnya dan komennya sebagai jejak...


Vote nya juga boleh jika berkenan 😁😁😁


Mari saling berbagi kebahagiaan.

__ADS_1


Salam SULTAN KHILAF


__ADS_2