KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
Bab 121 " Pengeran dalam Mimpi"


__ADS_3

Fadil mengabaikan perintah dokter yang menyarankan dirinya untuk beristirahat di rumah dalam beberapa hari. Seperti saat ini, Fadil sudah duduk di singgah sananya dengan tumpukan berkas yang duah menyerupai gedung bangunan.


Tok..tok..tok..


"Masuk" Ujar Fadil tanpa mengalihkan perhatiannya ke arah orang yang mengetuk pintu.


Sraakk..


Fadil menengadahkan kepalanya menatap orang yang meletakkan bungkus plastik yang sepetinya berisi makanan.


" Ni gue beliin sarapan, jangan lupa di makan" Ujar Puput kemudian berbalik meninggalkan Fadil.


Fadil merasa hatinya menghangat mendapatkan perhatian dari Puput. Setidaknya dia masih memikirkan kesehatan Fadil.


Puput memegang dadanya, rasanya seperti ada gemuruh yang memporak-porandakan perasaannya. Ingin tidak mempedulikan Fadil, tapi melihat wajahnya masih sangat pucat, ada rasa tidak tega di hati Puput melihat kondisi dia yang sangat memprihatinkan.


"Put, tolong kasih sama Pak Fadil ya." Ujar Sarah memberikan beberapa Map yang harus dikerjakan.


"Oh, iya Mbak"


Puput mengurut dadanya, menarik napas kemudian membuangnya perlahan.


Puput kembali mengetuk pintu ruangan Fadil, ketika sudah mendapatkan titah untuk masuk, Puput membuka pintunya, dan melihat Fadil yang tengah menikmati bubur yang di bawanya tadi.


" Makasih ya" Ujar Fadil sambil menaikkan sesendok bubur yang kemudian masuk kedalam mulutnya.


Puput menghela napasnya, karena melihat tidak ada air minum di meja Fadil. Puput pergi ke arah lemari yang berada di dekat kursi tamu. Kemudian mengambil air mineral dalam gelas, dan memberikannya kepada Fadil.


Fadil tersenyum simpul mendapati perhatian Puput. Rasanya dia rela sakit hanya demi mendapatkan perhatian dari Puput.


" Obatnya jangan lupa di minum."


Puput ingin kembali ke mejanya, tetapi suara Fadil menghentikan langkahnya.


" Maaf, Karena sudah menyakiti perasaan mu"


Puput menarik napasnya dalam, kemudian menghembuskannya pelan. Dia kembali berjalan keluar dari ruangan Fadil dan duduk kursi kebesarannya sebagai sekretaris.


Puput sebenarnya sudah melamar di sebuah kampus yang terbilang cukup menjadi incaran para siswa yang duduk di bangku SMA. Besok adalah tes wawancara nya, tetapi melihat keadaan Fadil yang kurang baik, dia merasa kasihan kepada Fadil yang harus kembali mencari sekretaris yang baru.


Sedangkan di pulau yang indah, Kesya dan Arka sedang berjalan di tepi pantai sambil bergandengan tangan. Membiarkan kaki mereka basah di sapu ombak kecil, dan sesekali Kesya berhenti dan memungut kulit keong/siput laut.


Setelah lelah berjalan, mereka beranjak kembali ke resto. Chef yang di bawa oleh Arka, sudah menyiapkan makanan khas Indonesia, yang pastinya sesuai dengan selera Kesya.


" Mas, besok aku boleh request gak menunya?"


" Mau menu apa?"

__ADS_1


" Emm, Aku pingin ikan sambal lado, kemudian sayur bening dengan isian Kol, wortel, dan Kentang."


" Kamu yakin ingin makan itu?"


Kesya menganggukkan kepalanya dengan mantap.


" Ya udah, besok Mas bilang sama chef nya."


Kesya dan Arka pun melanjutkan makan mereka.


Kesya sungguh lelah setelah pertempuran mereka kembali, Arka benar-benar sangat perkasa, di tambah lagi dia meminum Gingseng pemberian Mami dan Papinya.


Arka mengecup kening Kesya, kemudian menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang polos setelah membuat gempa buatan.


Tak terasa sudah seminggu Arka dan Kesya berada di pulau Bora-bora. Dan selama seminggu ini Arka hanya membawanya berjalan kepinggir pantai, dan lebih banyak menghabiskan waktu di kamar. Sambil mencoba terobosan baru dan pengalaman baru yang mereka alami di dalam hidup mereka ini.


"Kamu udah siap?" Tanya Arka yang baru masuk kedalam kamar mereka.


" Iya, Ini tinggal panggil lip aja."


Setelah membuat gerakan tap-tap pada bibirnya untuk meratakan lisptik yang di gunakan nya, Kesya membersihkan jarinya kemudian berjalan kearah suami.


"Yukk" Kesya memeluk lengan Arka dengan mesra.


Mereka memakai pakaian santai, Kesya dengan topi pantai yang besar, yang melindungi wajahnya terpapar langsung dari sinar matahari. Hari ini Arka akan membawa Kesya mengelilingi pulau Bora-bora.


Kesya dengan antusias menganggukkan kepalanya. Tentu saja Kesya mau. Bahkan Kesya pernah bermimpi menaiki speed boat bersama seseorang, yang entah lah, Kesya juga tidak mengingat wajahnya. Tapi seakan hari serti Dejavu bagi kesya.


Kesya memperhatikan Arka yang tengah mengendarai speed boat dengan santainya. Kesya yang sedang duduk di belakang Arka mengernyitkan keningnya. ' Ini benar-benar seperti di mimpi' batinnya.


Saat Arka menoleh kearahnya dan mengulurkan tangannya untuk di raih oleh Kesya. Saat itulah Kesya seperti mendapatkan ingatannya kepada mimpi yang pernah di laluinya waktu jaman ABG dulu. Pria yang berada dalam mimpi Kesya, menggunakan pakaian yang sama seperti Arka, kemeja berwarna cream dengan lengan pendek, dan celanai pendek, rambut yang di biarkan kusut karena terpaan angin, kaca mata yang bertengger di pangkal hidungnya membuat kesan tampannya semakin bertambah. Mimpi itu seperti nyata, atau bisa di bilang menjadi nyata. Wajah yang terlihat buram di mimpi Kesya, menjadi sangat jelas. Bahkan senyum sang pria itu sangat jelas. Ternyata mimpi Kesya menjadi kenyataan. Siapa yang menyangka bahwa pria yang berada dalam mimpinya adalah sang suami. Mimpi yang selama ini menjadi bunga tidurnya, dan berkali-kali muncul. Siapa yang akan menyangka mimpi tersebut menjadi kenyataan, bahkan lebih indah dari mimpi tersebut.


Kesya menyambut tangan Arka dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Kenapa?" Tanya Arka lembut sambil meraih pinggang Kesya, sedangkan tangan satunya lagi memegang setir kemudi.


" Terima kasih karena sudah hadir dalam mimpi ku, dan muncul di dunia nyata ku"


Arka sempat mengerutkan keningnya, namu sesaat kemudian dia sudah merasakan benda kenyal dan basah sudah menempel bahkan ******* bibirnya. Hanya sebentar, tetapi membawa sensasi luar biasa bagi Arka.


"Kamu tau, kamu adalah pangeran yang pernah hadir dalam mimpi ku. Bahkan sebelum kita bertemu, kamu sudah hadir di dalam mimpiku" Bisik Kesya seksi.


Arka mematikan mesin speed boat, kemudian meraih tengkuk Kesya dan menyatukan kembali bibir mereka. Saling mencecap dan menikmati rasa manis yang tiada bosannya. Bagaikan candu yang tidak bisa tergantikan. Kesya mengalungkan tangannya ke leher Arka, dan Arka semakin menarik pinggang Kesya hingga menempel ke tubuhnya. Di tengah laut yang biru, mereka saling bertukar Saliva hingga merasa kehabisan oksigen.


Dengan napas yang terengah-emgah, Arka menyatukan kening mereka. " Terima kasih sudah memimpikan ku, menjadi pangeran mu".


Setelah mengatakan itu, Arka kembali menyatukan bibir mereka.

__ADS_1


Di toko kue, Sasa sedang mengecek jurnal keuangan. Sasa terkejut dengan kedatangan Puput yang ngos-ngosan. Dan langsung bersembunyi di dapur.


Puput memberikan intruksi kepada Sasa agar tidak panik dengan keadaan dia, dan jika ada yang menanyakannya, bilang jika dia tidak ada. Tak berapa lama datang 2 orang pria berbaju hitam dengan berbadan kekar. Dengan tersenyum Sasa menyapa mereka.


"Maaf, apa anda melihat seorang wanita masuk ke sini?" Tanya salah satu pria berbadan besar tersebut.


" Semua wanita yang datang ke sini berada di meja sana, " Tunjuk Sasa ke meja pembeli.


Pria berbadan besar itu menyisir satu persatu wajah wanita yang sedang berada di sana. Setelah menggeleng kepada temannya, mereka keluar tanpa kata meninggalkan toko kue tersebut.


Sasa melirik kearah Puput yang sedang bernapas lega. Sasa melarang Puput untuk keluar, dan tetap bersembunyi didalam sana. Sasa mengirim pesan singkat kepada Puput, agar tetap berada di sana sampai pergantian shift, dan dia akan menghampiri Puput.


Puput duduk di ruang istirahat pegawai toko, dengan tangan gemetar Puput menggenggam gelas yang di berikan oleh Sasa.


" Mbak mau cerita?" Tanya Sasa sambil menggenggam tangan Puput.


Air mata Puput tiba-tiba tumpah dan langsung memeluk tubuh Sasa. Sasa mengusap punggung Puput untuk memberikan ketenangan.


Di sisi lain, pria berbadan besar itu menghubungi Bos nya.


" Maaf Bos, kami kehilangan jejak wanita itu"


" Cari tau siapa wanita itu, jangan sampai dia membocorkan rahasia kita" Ujar pria di seberang panggilan.


" Baik Bos".


Tanpa sepengetahuan Puput, Sasa menghubungi Fadil, dan memberitahukan keadaan Puput saat ini. Di pandanginya wajah Puput yang sedang tertidur dengan sisa air yang masih berada di ujung matanya dan pipi.


" Semoga tidak ada kejadian buruk yang menimpa Mbak" lirih Sasa.


.


.


.


.


.


.


Dukung terus ya cerita author.


LIKE +VOTE +RATE + KOMENNYA sangat di nanti loh..


Terima kasih juga buat yang udah kasih Like dan Vote nya..

__ADS_1


__ADS_2